APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MISSION COMPLETED

MISSION COMPLETED

Trauma pernikahan membuat Alona Eriska, wanita 25 tahun, nekat ingin menjadi ibu tunggal tanpa suami. Demi mendapat keturunan berkualitas, ia mendatangi kelab malam dan menjebak Wickley Watson, duda kaya asal Las Vegas yang diisukan membunuh istrinya. Sadar sedang dijebak, Wickley justru tersenyum licik ketika Alona kabur setelah malam itu berlalu. Akankah rencana Alona untuk hamil mandiri berjalan mulus?
Bab
Bagikan

Bab 2

Two

Alona bersenandung kecil seraya menyusun beberapa barang ke dalam koper besar yang sudah terisi setengah. Tangannya dengan cekatan memilah-milah mana barang yang akan dibawa dan mana yang akan ia tinggalkan.

Senyumnya mengembang saat tak sengaja matanya tertuju pada benda pipih yang menyerupai stik tergeletak di atas nakas, dan semakin sumringah ketika mengamati dua garis merah terpampang di sana.

Yeah, positif. Setelah sebulan lalu dirinya berjuang untuk mewujudkan impian, akhirnya kini kerja kerasnya hampir membuahkan hasil. Sedikit lagi, hanya tinggal menunggu waktu kurang lebih sembilan bulan lamanya maka semua akan sempurna.

One night stand, hamil, bersalin, lalu hidup berbahagia dengan anaknya yang lucu tanpa perlu bersusah payah menjalani ikatan pernikahan. Semudah itukah bagi Alona?

----

Entah sudah berapa kali sudut bibir itu terangkat saat mengamati layar persegi yang ada di genggaman. Hatinya tidak pernah sehangat ini ketika melihat senyuman seorang perempuan, tapi kali ini berbeda, seakan ada magnet besar yang menariknya ke dalam pusaran senyum menawan sang bidadari cantik.

"Mr. Watson, informasi yang anda inginkan." Seorang pria bertubuh tegap membungkuk hormat sebelum menyerahkan map coklat yang dibawanya. Ia segera berlalu setelah diberi isyarat tangan dari sang tuan yang menandakan untuk segera meninggalkan ruangan tersebut.

Mr. Watson bergerak dengan tenang membuka simpul dari map itu, matanya bergerak liar membaca setiap informasi yang tertera di kertas putih di sana. Sesekali sudut bibirnya kembali terangkat ketika membaca sederet kalimat yang mungkin sedikit menggelikan baginya.

"Hmm, Las Vegas,” gumamnya seraya mengangguk-angguk. "Menarik," tambahnya.

Pria itu segera menyimpan kertas-kertas itu lalu bangkit seraya merapikan setelan jas hitamnya.

"Siapkan jet pribadiku, Drew!" titahnya melalui udara.

---

"Alona, ini bukan mainan!" hardik gadis berambut cokelat itu dengan geram.

Melani Paramita, teman kantor sekaligus sahabat, tempat pembuangan semua keluh kesah kehidupan Alona.

"Siapa bilang ini mainan, Mel?" jawab Alona santai sembari menyantap roti bakarnya.

"Terus ini apa?" ucapnya berapi-api seraya melempar kasar tes pack di tangan.

Alona membersihkan bibir dengan tiss. "Itu memang impian gue, Mel."

"Gila!"

"Yes, I'm."

"Pikirin sekali lagi, Lon, lebih baik minta pertanggung jawaban dari Ayah biologisnya."

"No, guesudah janji itu cuma one night stand."

"Dan lebih memilih anak ini lahir tanpa ayah? Lalu melarikan diri?"

"Bukan melarikan diri, hanya menunggu keadaan membaik."

"Nggak akan ada yang membaik!" tukas Melani geram.

"Mel, please ...."

Gadis itu menghela napas panjang. "Lona, pernikahan itu nggak seburuk yang ada di imajinasi lo," ucapnya lembut.

"Imajinasi?" Alona membeo. "Ini bukan imajinasi, Mel, ini kisah nyata gue. Lo nggak akan tahu karena bukan lo yang ngerasain."

Melani terperangah mendengar ucapan sahabatnya. "Oh, gitu? Gue nggak tahu karena nggak ngerasain?" Alona membuang pandangan ketika melihat pandangan kecewa gadis di hadapannya.

"Oke, sekarang terserah lo." Melani berjalan keluar seraya membanting pintu apartemen Alona dengan keras. Wanita itu mengerang pelan mengetahui kekecewaan sahabatnya itu, tapi tidak ada jalan lain, ini sudah menjadi pilihannya, jalan hidupnya, dan ia tidak bisa mundur.

Sambil melangkah gontai, ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut apartemen, tempat yang sudah hampir tiga tahun ini ia tempati, dan sebentar lagi akan dikosongkannya. Keputusan Alona sudah bulat, dia akan memulai kehidupan baru, meski harus dengan berat hati meninggalkan ibu beserta kakak-kakaknya di Indonesia.

Uang hasilnya bekerja keras selama lima tahun ini rasanya lebih dari cukup untuk membiayai hidup sampai anak di dalam kandungannya ini lahir, setelah dirasa cukup ia akan kembali bekerja.

Yeah, semua akan berjalan baik.

---

Meski mata memandang ke arah awan biru, tapi nyatanya pikiran melayang jauh, bergerak cepat melebihi pergeseran awan, dengan lancangnya pikiran Alona kembali mengingat malam itu, senyum kecil terbit di bibir ketika menyadari ada kehidupan lain di dalam perutnya. Tangan wanita itu bergerak perlahan mengusap perut datarnya. Siapa pun dan di mana pun pria itu sekarang berada, ia ucapkan terima kasih.

Mulai detik ini semua akan berubah, Alona harus menjalani peran barunya sebagai seorang ibu, ibu yang baik bagi si jabang bayi di kandungannya. Sungguh, ia begitu tak sabar untuk mengamati setiap proses tumbuh kembang bayinya, Alona pasti akan menikmati setiap momen itu. Sekali lagi matanya menatap gumpalan awan yang terbelah oleh sayap besi seraya tersenyum.

"Selamat tinggal, Indonesia," bisiknya.

---

Alona tiba di McCarran International Airport hampir tengah malam, setelah berjam-jam terbang di udara akhirnya ia sampai di kota ini, kota yang mungkin aman untuk ditinggali wanita berstatus sama seperti dirinya, kota yang begitu terkenal dengan kehidupan malamnya, kota Las Vegas.

Ia bergegas menuju pihak imigrasi untuk mengurus keperluannya selama di negara asing ini, setelah itu Alona berencana segera meninggalkan bandara untuk secepatnya mencari hotel, dia butuh istirahat malam ini, rasanya ia terserang virus jet lag. Entah karena kepalanya yang terasa pusing atau memang efek jet lag yang mengerikan membuat Alona secara tidak sengaja menabrak seseorang hingga ponsel yang di genggam orang tersebut jatuh ke lantai.

Oh, no! Handphone mahal keluaran terbaru dari merk buah yang hanya separuh itu tergeletak tak berdaya tepat di sebelah kaki Alona. Baru beberapa menit menginjakkan kaki di kota ini, ia sudah ketiban sial, apakah ini pertanda buruk? Semoga saja tidak.

Segera Alona memungut benda pipih itu dengan gusar, di benaknyanya sudah terlintas berbagai macam kemungkinan buruk yang akan menimpanya. Bagaimana kalau pria di hadapannya ini tidak terima dan meminta ganti rugi, sedangkan dirinya sendiri harus berhemat.

"Ma … maaf," cicit wanita itu seraya menyerahkan ponsel pria itu yang tergores di beberapa bagian.

Pria itu menerima ponsel miliknya, lalu mengulurkan tangan. Alona merasa bingung, tapi akhirnya ia menerima uluran tangan itu. Sekian detik berjabat tangan membuat wanita itu akhirnya berinisiatif menyebutkan nama, mungkin pria ini ingin mengenal dirinya.

"Alona," ucapnya gugup.

Pria yang berdiri di hadapannya tersenyum miring, sedikit meremas tangan Alona sambil berucap, "Welcome to my world, Apple."

Apple? Maksudnya? Buah? Fix, pria ini sakit jiwa.

****

TBC

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Sama-sama dikhianati di masa lalu membuatku sepakat menikah kontrak tanpa cinta dengan seorang duda kaya. Rencanaku hanya melahirkan, mengambil bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, aku justru terjebak dalam konflik para penguasa. Saat aku menegaskan hubungan kami tidak berarti apa-apa, dia malah meresmikan pernikahan kami secara nyata. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, sang suami kontrak justru berdiri paling depan untuk melindungiku.
Sampul Novel Gairah Liar Ayah Mertua
9.7
Kejadian mengejutkan terjadi saat aku menyadari reaksi fisik ayah mertuaku di balik sarungnya. Walau dilanda rasa gugup, aku memilih diam ketika ia menuntun tanganku menyentuh area sensitifnya. Tanpa ada penolakan, aku terkejut mendapati ukurannya yang ternyata jauh melampaui milik suamiku. Suasana semakin menegangkan saat ia memintaku masuk ke dalam sarung tersebut, membiarkanku menyentuh langsung fantasi rahasia yang selama ini terpendam rapat.
Sampul Novel JERAT PESONA PRIA 21 CM
8.0
Menikah dengan Evans, pemuda tampan tetangga desa, awalnya terasa begitu indah bagiku. Namun, cinta pandangan pertama ini seketika berubah menjadi mimpi buruk saat pekerjaan gelapnya sebagai pria pemuas terungkap. Hidupku hancur setelah suami yang sangat kucintai itu tega menjualku ke mucikari untuk melunasi utang-utangnya pada lintah darat. Kini, aku terjebak dalam dunia kelam sebagai wanita panggilan dan harus berjuang keras demi meloloskan diri dari neraka ini.
Sampul Novel Setiap Rahasiamu Akan Kubongkar
7.9
Selina memberi Dina pilihan sulit: menjadi istri kedua atau menjauhi Rafael selamanya. Alih-alih mundur, Dina justru kian gencar merebut posisi Selina. Ketika putri mereka, Alya, mulai mengendus perselingkuhan tersebut, Selina memutuskan untuk bertindak. Dibantu dua saudara Rafael, ia merancang strategi matang guna menghadapi teror emosional Dina. Kini, di tengah badai pengkhianatan, Selina dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atas nama cinta atau bangkit demi harga dirinya.
Sampul Novel The Jerk Billioanire
9.6
Kehidupan kampus Naara mendadak gempar saat Aderaldo, seorang miliarder angkuh, menciumnya secara paksa. Tindakan lancang tersebut memicu kemarahan Xion yang langsung melayangkan pukulan ke perut Aderaldo untuk melindungi Naara. Bukannya gentar, pria kaya itu justru membalas dengan ancaman kehancuran bagi Xion. Aderaldo kemudian pergi begitu saja tanpa penyesalan, meninggalkan Naara yang syok, sementara ia sendiri malah menikmati sisa rasa manis dari kecupan sepihak tadi.
Sampul Novel Wildflower
8.7
Lily, adik dari bos klub malam Axel, kehilangan semua fasilitas mewahnya karena kerap membuat masalah. Demi menyelamatkan panti asuhan Kasih Bunda dari kehancuran, ia terpaksa menjadi asisten rumah tangga sekaligus milik Tegar Mahameru. Akankah putri mafia yang terbiasa hidup liar dan keras kepala ini mampu bertahan dalam kesederhanaan, serta tunduk pada pria yang sangat ia benci?