APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Miss Primadona

Miss Primadona

Tisa selalu memanfaatkan kecantikannya demi memikat lelaki berharta demi hidup mewah. Sialnya, daya tarik fisik serta sikap materialistis itu sama sekali tak berguna saat badai masalah bertubi-tubi menghantam hidupnya. Di tengah himpitan kehancuran dan realitas yang menyakitkan, ia kini berada di persimpangan jalan krusial. Apakah cobaan berat ini akan menuntunnya menuju pertobatan, atau justru menyeretnya kian dalam ke jurang kehancuran?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tisa mendekatkan diri pada Kevin yang tengah sendirian di taman kampus. Sikap pelakornya mulai muncul.

"Hai,"sapa Tisa.

Kevin setengah melirik. "Kenapa?" tanya Kevin, cuek.

"Nggak. Kalau aku lihat-lihat kamu ganteng juga, ya, Vin?"

Kevin mengernyit dengan perkataan Tisa barusan. Dia hanya mengedikkan bahu acuh dan memilih berlalu meninggalkan Tisa. Tisa tidak diam begitu saja, dia menyusul Kevin dan menarik lengannya.

"Lo apaan, sih?" Kevin menaikkan sebelah alisnya.

Tisa kemudian menarik tangan Kevin menuju kelasnya. Akal liciknya mulai bersarang. Di depan Zara dia mengaku kalau dia jadian dengan Kevin. Sengaja supaya Zara sakit hati. Perkataan Tisa membuat Zara panas dan langsung percaya begitu saja.

"Semua cowok sama aja!" seru Zara lalu menampar wajah Kevin dan berlalu meninggalkan kelas.

Kevin tidak bergeming sedikitpun. Dia menggeleng dan mengejar Zara untuk menjelaskan semuanya.

"Ra, tunggu," panggil Kevin.

Zara tidak memedulikan panggilan Kevin, dia tetap berlari menuju keluar kampus. Pikirannya kacau. Dia tak menyangka Kevin ternyata sama saja dengan laki-laki lain. Sementara Kevin kehilangan jejak Zara.

"Ini semua gara-gara cewek sialan itu. Gue harus samperin dia sekarang juga dan minta dia jelasin semuanya!"

Kevin kembali ke kelas Zara dan menemui Tisa.

"Lo harus jelasin ke Zara, Tis. Gue nggak mau tahu!"

Tisa mengibaskan rambutnya. "Males. Udah lah, Vin, nggak usah munafik. Semua cowok di sini suka sama aku, masak kamu enggak ,sih?"

Kevin jijik melihat Tisa yang sok kecantikan itu. Bagi Kevin, Tisa tak ada menariknya sama sekali. Hanya laki-laki bodoh saja yang mau menjalin cinta dengan perempuan playgirl seperti dia.

Kevin sudah muak dengan Tisa akhirnya berlalu pergi. Tisa menyunggingkan bibir dan berkata. "Lihat aja gue bakalan dapetin lo Kevin. Gue tahu lo anak orang kaya. Habis dapatin lo, gue bakal putusin pacar gue yang sekarang."

Zara termenung di sebuah halte yang tak jauh dari kampus. Dia menangis, dan dia tidak menyangka Kevin akan melakukan hal setega itu. Air matanya terus bercucuran mengenai wajah dan pipinya. Seketika ada seseorang yang menepuk bahu dan Zara menoleh.

"Ian?"

Ian mengangguk. "Iya, Ra. Kamu ngapain di sini?"

"Aku sedih Kevin jahatin aku," jawab Zara.

"Kenapa?"

"Kevin jadian sama Tisa."

Ian terbelalak kaget dan dia juga tidak menyangka Kevin yang terlihat baik ternyata sama saja dengan yang lain, yang mau saja dipacari Tisa yang playgirl itu. Tapi di sisi lain, sebenarnya Ian tidak percaya sepenuhnya. Bisa saja itu hanya akal-akalan Tisa. Ian paham sepertinya Tisa tidak suka kalau melihat Zara bahagia.

"Kamu bicara baik-baik dulu sama Kevin, Ra," saran Ian. "Aku takut ini cuma akal-akalan Tisa aja. Kamu tahu lah sikap dia gimana kalau ada cowok ganteng sedikit aja. Contohnya aku, dia cepet banget, ninggalin aku."

Zara mengangguk dan menyeka air matanya. "Iya, Ian. Aku nggak tahu salah aku apa kenapa Tisa selalu bersikap seperti itu. Dia kan sahabatku."

Ian menyunggingkan bibir. "Mana ada sahabat yang tega ngerusak kebahagiaan sahabatnya sendiri. Kamu masih aja nganggep dia sahabat?"

Zara mengangguk.

"Hebat, ya, kamu. Udah diperlakukan kayak gitu masih aja nganggep sahabat. Kalau aku jadi kamu, aku udah males anggep dia sahabat," ucap Ian, sinis.

"Dia tetap sahabatku seburuk apapun dia," jawab Zara.

Ian melirik ke arah jarum jam yang menunjukkan pukul satu siang."Ke kelas yuk, Ra. Udah mau masuk nih." Ian bangkit dan Zara mengikuti langkah Ian.

Kedekatan Kevin dan Tisa membuat Zara semakin panas. Setiap hari, Zara harus melihat dia sejoli itu bermesraan di depan kelas. Zara hanya bisa menahan rasa sakit.

"Udah, Ra, ikhlasin aja," kata Keyla.

Zara mengangguk. Tetapi dalam lubuk hatinya gadis itu merasa terpukul. Ian datang bergabung dengan Zara dan Keyla.

"Kayaknya mereka nggak bisa dibiarin, deh, Ra," ucap Ian tiba-tiba.

"Maksud kamu?" Zara mengernyit.

"Ya, aku nggak mau aja si Tisa morotin si Kevin."

"Bukan urusan aku lagi," tukas Zara. Sebenarnya dia peduli dengan Kevin , tetapi Zara hanya tak tahu bagaimana cara memperlihatkan kepeduliannya.

"Oke kalau gitu. Aku cuma nyaranin aja, kok." Ian tersenyum.

"Tapi kata Ian ada benernya juga loh, Ra."

Zara terdiam, tak menanggapi.

"Biarin aja," jawab Zara.

Kevin dan Tisa lewat begitu saja. Saat Tisa lewat, gadis itu sengaja mengibaskan rambut panjangnya, bermaksud mengejek Zara karena akhirnya Tisa bisa mendapatkan Kevin. Keyla yang geram dengan tingkah Tisa langsung mengumpat. "Dasar cewek nggak tahu diri! Tukang tikung!"

Teriakan Keyla spontan membuat Tisa menoleh, tetapi Tisa tak memedulikan perkataan itu.

"Udah, La, biarin aja." Zara berusaha menenangkan Keyla yang dirundung emosi. Keyla mencoba mengatur emosi dan menarik napas panjang.

"Kalau udah miskin pasti juga ditinggalin!" seru Keyla, lagi.

Zara tersenyum mendengar perkataan Keyla. Mungkin Zara memang harus berhenti peduli pada Kevin dan mulai harus melupakan cowok itu.

"Sabar, ya, Ra?" Ian menepuk bahu Zara. "Kamu gadis baik, pasti dapat yang lebih baik. Biarin aja si Kevin sama Tisa. Aneh aja , udah tahu itu cewek kayak gitu masih aja mau jadi pacar dia. Aku aja nyesel pernah pacaran sama cewek kayak dia!"

"Udah, nggak baik ngomongin orang. Jujur aku juga sakit hati sama Tisa. Setelah aku pikir-pikir, ya udah, lah." Zara berbalik menepuk bahu Ian.

Zara merangkai kata sedemikian rupa seolah dirinya tabah, padahal hatinya benar-benar hancur berkeping-keping.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Risa terpaksa menikahi Dhimas demi melunasi biaya medis ayahnya. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menemukan kepribadian ganda suaminya yang tersembunyi dari sang ibu, serta kehadiran wanita lain. Di bawah tekanan mertua yang menuntut ahli waris, Risa terjebak dalam misteri dan pengkhianatan. Akankah ia berhasil bertahan hidup dan menemukan kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Dimanjakan oleh Suami Misterius
9.7
Demi merebut warisan sang ibu, Erina terpaksa menikahi programmer sederhana berparas tampan. Namun, misteri masa lalu perlahan terungkap usai tiga tahun berlalu sejak ia kehilangan dua bayi kembarnya. Meski tak pernah berhubungan dengan pria lain, Erina mendadak hamil lagi dan mendapati anak-anaknya ternyata masih hidup. Siapa sebenarnya sosok sang suami? Mengapa pria yang dianggap miskin itu sangat serupa dengan miliarder terkenal di televisi?
Sampul Novel Fake Marriage
9.3
Tepat sebelum hari pernikahannya, Lunar dikhianati oleh sang calon suami. Di tengah pelariannya, sebuah insiden tak terduga mempertemukannya dengan Arkan, seorang pengusaha kaya raya, hingga keduanya terlibat pernikahan kontrak. Demi kesepakatan ini, Arkan terpaksa membatalkan rencana melamar kekasihnya. Saat sandiwara mereka mulai menumbuhkan benih cinta yang tulus, dilema emosi yang rumit pun menjerat keduanya. Akankah pernikahan palsu ini berujung pada kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina adalah gadis pintar nan ambisius yang hidupnya berubah drastis setelah berurusan dengan Alvaro. Pria awal 40-an tersebut merupakan bos mafia yang memimpin jaringan bisnis ilegal raksasa di kota. Terobsesi untuk memiliki Arina sepenuhnya, Alvaro tanpa ragu mengerahkan segala kekayaan dan pengaruh kekuasaannya. Kini, Arina terjebak dalam dunia gelap, diperlakukan layaknya permata berharga oleh sang penguasa yang dominan tersebut.
Sampul Novel Hasrat Wanita Desa
9.6
Ditugaskan oleh keluarganya untuk memimpin cabang perusahaan di daerah pedesaan, Erfan mengira pekerjaannya akan berjalan biasa saja. Namun, ekspektasi pemuda ini runtuh saat ia tiba di sana. Desa tersebut ternyata dipenuhi oleh deretan wanita cantik nan memikat yang terus menguji pertahanan dirinya. Di tengah tanggung jawab profesionalnya, Erfan harus berhadapan dengan godaan intens yang menguji komitmen dan kendali dirinya setiap hari di lingkungan baru tersebut.
Sampul Novel JIKA CINTA INI SALAH
8.8
Aku merelakan hidup mewah demi cinta, tetapi ketulusanku justru dikhianati. Sekarang, aku menghadapi pilihan sulit: tetap bertahan dalam rumah tangga yang retak demi masa depan anak-anak remaja kami, atau memilih pergi. Di tengah rasa bimbang dan ketergantungan ini, sebuah perasaan baru mulai tumbuh. Layakkah seorang ibu dengan dua anak sepertiku kembali membuka hati untuk cinta lain yang kini datang membawa harapan baru?