APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Misi pangeran mermaid

Misi pangeran mermaid

Tirta, pangeran duyung berumur enam belas tahun, mengemban tugas penting ke daratan demi memenuhi ramalan kuno berusia seratus tahun. Ditemani kakaknya, Natasya, ia harus beradaptasi di dunia manusia. Namun, rencana itu terusik saat Tirta terpikat oleh Bella pada pertemuan pertama mereka. Kini, ia dihadapkan pada rintangan perbedaan dunia yang sulit ditembus. Bisakah jalinan asmara ini bertahan di kala misi besar mengancam takdir mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

Hari ini SMA internasional hig school jakarta digemparkan dengan kedatangan seorang murid baru laki-laki, yang sangat tampan, berita adanya murid baru disekolah itu dalam waktu sekejap sudah tersebar dipenjuru sekolah dari guru, senior bahkan junoir semuanya sudah mendengar berita itu entah ada apa dengan SMA hig school hari ini biasanya jika ada murid baru tidak akan segempar sekarang.

~~~

Bella yang biasanya tidak peduli atas semua berita yang tersebar di smanya kali ini ikut penasaran dengan murid tersembut karen sampai ketelinga guru juga.

"Bella" panggil Enjel sambil berterika pelan

"Bella ayok liat murid baru" ajak Enjel antusias

"Ngapain sih tar juga dia masuk kelas kita kan" Ucap Bella malas.

satu sekolah juga tau bahwa murid baru itu akan masuk kelas Bella tepatnya kelas 11 jurusan sastra.

"Ayok pokonya" ajak Enjel sambil menarik-narik tangan Bella agar mau ikut dengannya.

Enjel pura-pura mengajak Bella kekanti untuk melihat murid baru tersebut karena dia masih ada diruang kepala sekolah tepat saat Tiara keluar dari ruang guru dia berjalan berpasa-pasan dengan Bella, semua pasang mata tertuju pada Tiara dari murid laki-laki mau pun murid perempuan semuanya seakan tepesona dengan Tirta.

"Dia" gumun Bella pelan samar-samar Enjel mendengar ucapan Bella.

Sedangkan Bella tidak berani menatap Tiara tapi Tiara terus menatap Bella yang berdiri tepat disampingnya.

"Ganteng banget sumpah" ucap Enjel

"Hemmm" dehem seorang yang berdiri disebalah Enjel sontak Enjel menoleh kearah kanannya disana sudah ada Gilang yang menatapnya denga tajam.

"Ee gilang pacar Enjel udah lama belum" ucap Enjel was-was karena dia telah memuji cowok lain didepan Gilang dan Gilang sudah memberikan tatapan tajam pada Enjel, tanpa berkata sepatah kata pun Gilang langsung menarik tangan Enjel untuk pergi dari sana.

"Ebee gue duluan Bell" ucap Enjel sedikit berteriak karena Gilang sudah menarik Enjel menjauh.

Bella tetap menundukan kepalanya tanpa mau mengangkatnya sedangkan Tirta masih tetap memandang Bella dari atas hingga bawah, samapi mata Tirta tertuju pada tali sepatu milik Bella. Bella begitu terkejut karena kini Tirta sudah duduk berjonkok dibawah Bella untuk mengikatkan tali sepatunya yang terlepas.

"Wah apa Bella kenal denga siswa baru itu"

"Beruntung banget sih Bella"

"sosweet"

"Andai aku jadi Bella"

Begitu kira-kira oceh para murid yang lalu lalang menyaksikan hal tersebut

sedangkan Tirta setelah mengikatkan tali sepatu milik Bella seperti bertama kali bertemu dia tidak mengucapkan sepatah kata pun langsung pergi begitu saja.

"Hahh" cengoh Bella yang kembali sadar dari lamunannya.

"Tukan pergi gitu aja lagi kayak kemaren sebenernya itu orang siapa sih dari kemaren munjul dihadapan gue trus abis itu selalu bikin deg-degan lagi. adu Bella lu ngomong apasih"

ocehnya pada diri sendiri sambil memukul-mukul kepalanya dan berlalu menuju kelas kembali karena lonceg masuk sudah berbunyi sedangkan Enjel tadi yang mengajaknya keluar entah sudah dimana bersama pacarnya.

Sedangkan Enjel sedang berusaha aga Gilang pacanya tidak marah atas kejadian tadi.

"Pacar Enjel yang paling ganteng pilss janggan marah ya tadikan cuman reflek aja" ucap Enjel berusaha membujuk Gilang gara tidak marah lagi dengannya.

"Enjel cuman kagum kayak siswa-siswi yang lain aja udah gak lebih dari itu kok, sampai kapan pun disini" Enjel sambil menunjuk dadanya cuman ada Gilang seorang gak ada yang lain bener Enjel gak boong" ucapnya

"Awas kalu macem-macem" ancam Gilang

"Gak akan Gilang bener gak boong, udah yok masuk keburu gurunya udah ada dikelas"

Akhirnya Enjel dan Gilang berjalan beriringan menuju kelas masing-masing, karena kelas mereka bersebelahan.

"Dari mana aja sih lu. malah gue ditinggal?"

"Biasa Bell maaf ya tadi Gilang tiba-tiba narik tangan gue terpaksa jadinya gue tinggalin lu maaf bangett sahabat gue yang paling baik pilss jangan marah oke" bujuk Enjel.

"serah kebiasaan" ucap Bella karena Enjel memang sudah biasa begitu tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu.

"Diam!! janggan ribut ibu Mira sudah datang" ucap ketua kelas dan semuanya pun langsung terdiam. Ibu Mira yang notabeknya guru jadi-jadian kini masuk kekelas tersebut dan diikuti seorang murid baru yang mengemparkan 1 sekolah tapi belum ada yang tau siapa nama murid baru tersebut.

"Sihlakan Kenalkan diri kamu" ucap bu Mira guru jadi-jadian itu. maksudnya jadia-jadian bukan manusia terus abis itu jadi siluman bukan ya maksudnya itu kadang galak kadang baik.

"Perkenalkan nama gue Tirta" ucap Tirta singkat pada jelas.

"Sudah bu apa saya boleh duduk" ucapnya pada ibu Mira

"Haha cuma gitu doang " salah satu siswa perempuan dikelas itu angakt bicara dan masih banyak lagi kata-kata yang lainnya.

"Ibu saya boleh nanya gak?"

" Sihalakan tanyakan saja apa yang ingin kalian tanyakan pada Tirta sebelum ibu mulai pelajaran.

"Tirta apa hobinya?"

"Tirta udah punya pacar belum?"

"Tirta dimana rumahnya?"

Para siswa yang bertanya kebanyakan perempuan dan kini kelas itu menjadi sangat berisik karena sorak-sorakan mereka yang ada didalam kelas.

"Sudah yang lain tanyakan di jam istirahat waktu bertanya kalian sudah habis dan Tirta sihlakan duduk" perintah bu Mira

Tirta pun mengambil kursi kosong tepat dibelakang Bella dan Enjel karena hanya kursi itu yang kosong.

"hey kenalin gue Jo" ucap teman sebangku Tirta, Jo juga dekat dengan Bella dan Enjel mereka bertinga sering bercanda bersama karen Jo tidak seperti murid laki-laki lainnya yang nakal.

"Tirta" jawabnya singkat

"Apa kita bisa berteman" tanya Jo dan hanya dijawaba dengen angukan kepala oleh Tirtta.

***

Jam istirahat tiba kini semua murid berbondong-bondong menuju ketempat pavorit mereka, apa lagi kalu bukan kantin iya kan, mana mungkin ruang BK yang ada itu hal yang paling mengerikan menurut para siswa. Semua murid yang menikmati makanan mereka dikantin berjejer dengan rapi, begitu juga dengan Tirta menurutnya memahami suatu lingkungan begitu mudah, buktinya sekarang dia sudah duduk dimeja sambil menikmati makanan dengan khusuk.

"Hay" sapa Dea centil.

"boleh ikut gabung gak" ucapnya lagi karena tidak direspon sama sekali oleh Tirta.

"Tempat ini milik umum jika mau duduk-duduk saja" jawab Tirta singakat

Dea dan kedua temannya sangat senang karena bisa duduk disebelah Tirta

"Gue Dea lu Tirta kan? siswa baru dikelas sastra itu" ucap Dea sambil mengeluarkan tangannya untuk berjabat dengan Tirta.

"Iya" jawab Tirta singkat tanap memperdulikan tangan milik Dea.

"Yah sih centil dicuekin" sindir Enjel sedikit berteriak agar semu orang bisa mendengar

"Kenapa lo iri kan gak bisa duduk disebelah Tirta" jawab Dea percaya diri.

"iya itu pasti iri" kompor Meta dan Meti

"Gitu doang bahagia banget" ucap Enjel kesal

"Apa lagi kalu udah kayak temen gue" ucapnya lagi tapi Dea dan kedua temannya tidak mengerti apa yang Enjel katakan, sedangkan Tirta tau apa yang dimaksud Enjel.

"Enjel" ucap Bella mengingatkan.

Karena Bella sudah menceritakan semuanya pada Enjel tentang dia yang pertama kali bertemu Tirta.

"biarin aja dia sayang" sela Gilang sebelum Enjel berbicara kembali.

"iya deh aku diem maaf"

"kan kalau Gilang aja yang ngomong langsung diem" ucap Bella.

Sedangkan Enjel mukanya sudah seperti tomat karena Gilang memangilnya sayang cukup kencang. sepertinya semau orang yang ada dikantin mendengar Gilang ngomong sayang sama Enjel.

"Namanya juga bucin ya gak ben" timpal Jo yang duduk bersama mereka, dan Ben teman satu kelas Gilang.

"makanya cari pacar Bell biar bisa kayak enjel" timpal Ben.

"Mau gak sama abang Ben yang ganteng ini" ucap Ben percaya diri sambil memainkan rambutnya bukannya dapat jawaban dari Bella malah Ben disemprot sorakan oleh satu kantin.

"Ben, Ben mana mau Bella sama kamu" ejek Jo dan Enjel bersamaan.

Tiba-tiba seorang datang memberhentikan kekacauan dikantin.

"Disini rupanya ni anak"

Sontak sura tersebut menghentikan gelak tawa dikantin tersebut dan mereka semua memandang cewe yang berdiri tepat disamping Tirta.

"ada apa?"

" Ikut gue" tanpa basa basi cewek tadi menarik tangan Tirta untuk mengikutinya.

"Wih itu kan seniro kita"

"Iya apa hubunganya sama siswa baru itu?"

"itukan seniro Natasya gebetan gue"

"Pacanya kali"

"mana mungkin, masa cowoknya lebi muda cabe-cabean dong.

"saudarnya kali"

"adiknya paling"

"selama senior Natasya disekolah kita kayak nya gue gak perah denger kalu dia punya adik"

"Ia bener itu bahkan temen-temennya jarang yang tau rumah dia"

"sudah lah nanti juga kita bakal tau kebenarannya"

seperti itu lah oceh mereka dikantin.

"apa hubunagnya senior Natasya sama Tirta apa bener mereka pacara?, aihh lu kenapa sih Bell jadi mikirin Tirta" ucapnya dalam hati pada diri sendiri.

~~~

"kenapa sih bawa gue kesini?"

" Lu dari tadi dipanggil ayah lewat batin kagak denger apa?hahh" emosi Tasya karena adiknya itu dia kena omel ayahnya raja Erik.

"inget ya adik ku sayang Tirta" Natasya menekankan kata *Tirta* pada adiknya itu

"Tujuan kita ada didaratan ini apa janggan sampai malah terjadi hal lain, sekarang denger ayah mau ngomong apa ayok duduk"

Mereka berdua pun pokus pada pikiran masing-masing untuk bertalisipat dengan raja Erik.

"ayah tasya sudah bersama Trita sampaikan apa yang mau ayah samapaikan" ucap Natasya lewat talisipati mereka.

"baiklah putri dan purta ku dengarkan kan kata ayah kalain juga harus menemukan seorang gadis yang memiliki tanda bulan ditelapak kanannya, tanda bulan itu ada disebelah kanan tangan gadis itu dan dekat dengan ibu jarinya" jelas raja atur.

"jadi ayah sekarang kita juga harus mencari 2 orang gadis sekali gus dengan memilik tanda seperti itu hal konyol apa lagi ini" ucap Tirta.

"Tirta ingat tujuan kamu nak,kamu sudah janjin sama bunda ratu" kali ini ratu Erika yang ikut berbicara karena Tirta hanya akan mendengarkan bundanya saja tidak dengan ayahnya.

"baik bunda" jawab tirta tanpa membantah lagi

"jadi ayah apakah dua tanda itu ada pada satu gadis atau dua gadis?" tanya Natasya.

"kemungkinan besar ada pada dua orang tapi tidak bisa dipastikan ada pada satu atau dua orang akan tetapi yang jelas orang tersebut ada di sekitar kalian berdua" jelas raja Erik lagi.

"baik lah ayah raja sekarang waktu istirahat sudah habis" ucap natasya yang mendengar bel tanda istirahat sudah berbunyi dan mereka semua langsung memutuskan talisipatnya*.

"inget janggan buat kekacauan apapun disini" ucap natasya penuh penekanan dan dia berlalu pergi.

"iya" jawab Tirta singakat karena kakanya sudah tidak terlihat lagi dania pun kembali kekelasnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang yang berusia dua puluh tahun meluapkan amarahnya demi membuktikan kekuatan terpendam dengan menantang Datok. Ia mengerahkan teknik Tisu Magic yang melapisi tubuhnya bagai baja kokoh. Datok pun bersiap menghadang lewat jurus Telo Rasa Meki yang menyemburkan uap panas membara. Keduanya langsung melesat secepat kilat, hingga benturan ajian pamungkas mereka di udara memicu ledakan yang sangat dahsyat.
Sampul Novel Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
9.3
Hasrat Putri Daniella menikahi Pangeran Philip terusik sejak Erik Sebastian hadir. Walau berprofesi sebagai sopir desa, Erik memendam cinta mendalam pada sang putri sejak masa kecil mereka. Lembaran misteri pun terbuka saat rahasia besar terungkap. Erik bukanlah pemuda biasa, melainkan sosok putra mahkota yang sesungguhnya. Kini, takdir serta jalinan asmara mereka terjebak dalam teka-teki identitas yang membingungkan.
Sampul Novel Istriku Kuyang
9.6
Yusuf, pemuda perantau asal Jawa, jatuh cinta pada gadis jelita di Kalimantan. Namun, kisah cinta manis ini berubah menjadi malapetaka mengerikan setelah rahasia besar sang kekasih terbongkar. Perempuan yang sangat dicintainya itu ternyata adalah kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang bergelantungan. Yusuf kini terjebak dalam dilema batin yang hebat antara rasa cinta dan ketakutan mendalam. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan pahit ini?
Sampul Novel Sang Luna yang Ditolak Alpha: Mengandung Anak Musuhnya
9.6
Demi Lyra, Alpha Kaelan tega mengkhianatiku. Aku dipaksa mengaku ternoda dan merawat anak haramnya. Tragisnya, saat aku hamil, Kaelan menyuruhku menggugurkan kandungan demi perasaan Lyra. Penderitaanku kian lengkap ketika ibunya menyekapku hingga aku kehilangan bayi kami. Di tengah kehancuran ini, rasa cintaku sepenuhnya mati. Melalui lolongan suci, kupanggil keluarga kerajaan dari Klan Taring Putih untuk menjemput putri mereka kembali.
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Sering dihina sebagai sampah keluarga, Renggin Ang sebenarnya mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian hidupnya hancur saat para master Benua Yu menyerang demi merebut buku misterius bernama NOVEL. Di depan mata Renggin dan adiknya, Ampy, sang ibu tersedot ke dalam buku kuno tersebut, sementara ayah mereka tewas demi melindungi mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel di dalam buku itu dari cengkeraman musuh.
Sampul Novel The Warriors
8.8
Ingatan dewi rubah Gu Chaewon disegel oleh suaminya, Hwa nim, saat ia dikirim ke bumi. Menjalani hidup sebagai manusia biasa membuatnya krisis identitas dan sangat protektif pada sahabat kecilnya, Lee Tae-oh. Namun, saat jati diri aslinya bangkit, kemarahan besar Chaewon meledak hingga mengancam keselamatan dunia manusia dan dewa. Hwa nim pun turun ke bumi demi menghentikannya. Akankah Chaewon tunduk pada takdir, atau justru nekat menghancurkan tatanan kedua alam tersebut?