APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat

Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat

Sebuah pengalaman tidak biasa terjadi saat aku pertama kali harus berbagi ranjang dengan seorang pria, dengan posisi sahabatku yang tidur tepat di antara kami. Keadaan menjadi semakin mengejutkan ketika pagi hari tiba. Secara sembunyi-sembunyi, pria tersebut memberikan sebuah ciuman hangat kepadaku. Kejadian tak terduga itu berlanjut dengan sebuah komitmen darinya, di mana ia berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diriku setelah momen intim yang terjadi di pagi itu.
Bab
Bagikan

Bab 6

"Apa kamu tidak merasa malu saat putus denganku di depan umum? Sungguh konyol!"

Setelah itu, aku pun berbalik dan hendak berjalan pergi. Akan tetapi, Jacky malah menarikku.

Aku benar-benar merasa diriku yang sebelumnya perlu memeriksa kondisi mata. Bagaimana aku bisa menyukai orang seperti dia juga merupakan misteri yang belum terpecahkan.

"Sudahlah! Kalau terus begini, itu akan menjadi tidak sopan," ucapku. Amarah di hatiku pun tiba-tiba melonjak.

Namun, Jacky masih bersikeras untuk menarik tanganku.

Ketika menoleh ke belakang lagi, aku merasa sangat terkejut.

Sandy sedang berdiri di depan pintu sambil melihat kami.

Setelah tidak bertemu selama setahun, dia tampak lebih tinggi dari sebelumnya. Meskipun sedang mengenakan seragam sekolah, ketampanannya masih terlihat sangat jelas.

Omong-omong, aku juga merasa malu karena Sandy melihat interaksiku dengan pria yang buruk ini.

Setelah berjalan menghampiriku, Sandy langsung menarikku ke sebelahnya.

Dia menarikku dan hendak berjalan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.

"Cindy Liandi! Kamu tidak setuju karena bocah kecil ini?"

Terlintas amarah yang tak terucapkan dari mata Sandy.

Sandy pun berbalik dan hendak mengatakan sesuatu, tetapi aku menghentikannya.

"Kamu berdiri saja di sini."

Aku berjalan mendekati Jacky.

"Dengar baik-baik, aku tidak setuju karena aku membencimu."

"Kemudian, dia bukan anak kecil. Perlukah dia berdiri di sebelahmu untuk dibandingkan?"

Setelah tersenyum, aku langsung berbalik dan membawa Sandy berjalan keluar.

Di sepanjang jalan, suasana agak canggung.

Aku mencoba untuk menghancurkan kesunyian.

"Kamu...."

Bisa-bisanya kami berbicara pada saat yang bersamaan.

Aku membiarkannya untuk berbicara terlebih dahulu.

"Kak Cindy, kenapa kamu pergi kencan buta secepat itu? Padahal kamu masih belum tua."

Mendengar perkataan itu, aku sontak terdiam.

"Pasti kakakmu yang bilang, kan? Um, kamu masih kecil, jadi aku kasih tahu pun kamu juga tidak paham."

"Tapi, kenapa kamu datang ke sini? Kamu sendirian ya?"

"Kakakku tidak bilang, 'kah? Aku SMA di sini. Hari ini, aku seharusnya menginap di rumahnya. Tapi, dia malah mengusirku dan menyuruhku untuk tidak mengganggu kemesraannya bersama pacar."

"Dia suruh aku cari kamu."

Sialan! Aku hampir tersedak.

"Jadi, kamu mau nginap di rumahku malam ini?"

"Tidak bisa! Aku akan buka kamar untukmu."

Selesai berkata, aku pun mengeluarkan ponsel dan mencari hotel.

"Kak, kamu takut atau tidak mau terima aku?"

Setelah dibujuk dengan berbagai rayuan, akhirnya aku membawanya pulang.

Aku terus mengingatkan diri bahwa dia lebih kecil dariku.

Setiap kali pemikiran lain muncul, aku langsung mencubit diriku dengan kuat.

Tidak boleh!

Setibanya di rumah, aku menyuruhnya untuk mandi dulu. Sementara itu, aku pun membersihkan kamar.

Untungnya, Julia meninggalkan kasur dan selimut yang tebal di sini meski sudah pindah keluar.

Setelah mengepel lantai, aku bersiap untuk merapikan alas tidur di lantai.

Empat orang bisa muat di satu kasur. Dua orang? Itu sangat tidak bisa!

Tak lama kemudian, suara air di kamar mandi berhenti. Saat ini, jantungku mulai berdebar kencang.

Tanganku terus melihat video pendek, tetapi telingaku malah mendengar suara dari kamar mandi.

Terdengar suara gesekan, pintu kamar mandi langsung terbuka.

Aku sering membayangkan berbagai adegan dari drama yang telah kutonton.

Tokoh pria utama berjalan keluar dari kamar mandi dan membungkus badannya dengan handuk, kemudian dia mengusap rambut dengan kedua tangan.

Tidak mungkin! Meski Sandy berjalan keluar seperti apa yang aku bayangkan, itu pasti tidak bisa menarik perhatian. Sebagai seorang pelajar SMA, seberapa besarnya pesona yang dia miliki?

Tanpa sadar, aku malah menelan ludah setelah melihat Sandy berjalan keluar.

Kenapa dia tidak memakai baju?

Aku....

Aku sontak terdiam, kemudian berpura-pura tidak melihatnya.

Namun, aku bisa merasakan bahwa Sandy sedang berjalan menghampiriku. Wuhh....

Apa yang harus aku lakukan?

Sungguh pesona yang menyebalkan!

Aku tidak tahan lagi dan mengintipnya beberapa kali.

Otot perut dan bahu yang kokoh seperti itu pantas dimiliki oleh pria dengan usia segitu, 'kah?

Aku tidak tahan lagi dan menelan ludah.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
8.3
Di tengah riuh reformasi 1998 di Yogyakarta, Aruni memilih jalan hijrah yang mengubah hidupnya. Keputusan ini ditentang keras oleh sang ayah, memicu perselisihan sengit di dalam keluarga. Sembari menghadapi penolakan tersebut, Aruni juga harus menyembunyikan rasa cintanya pada pria yang ia dambakan dalam diam. Diangkat dari kisah nyata, novel ini mengisahkan perjuangan remaja dalam mempertahankan keyakinan dan mengejar restu orang tua.
Sampul Novel Beetwen love and hate
9.2
Hati Hendra hancur setelah dicampakkan Luna yang memilih mengejar karier model dan lelaki lain. Di masa terpuruknya, sebuah kecelakaan mempertemukan Hendra dengan Nita, sosok tulus yang menyelamatkannya. Perlahan, kebaikan Nita berhasil menyembuhkan luka di hati Hendra yang sempat menutup diri. Namun, saat hubungan mereka mulai erat, Luna kembali hadir dan meminta Hendra kembali. Kini, Hendra bimbang memilih masa lalu kelamnya atau masa depan hangat bersama Nita.
Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Dikhianati oleh Alan sang tunangan membuat hati Risa hancur. Dikuasai rasa sakit, ia nekat menerima ajakan kencan satu malam dari Alva, rekan kerja sekaligus playboy terkenal, demi membalas dendam. Namun, rencana Risa menjadi rumit saat mengetahui Alva adalah sepupu Alan. Akankah balas dendam ini berhasil ketika Alan akhirnya menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya sendiri?
Sampul Novel Ikhlasku dengan takdirku
9.7
Wanita yang didera kesulitan ekonomi dan beban mengasuh anak ini harus menghadapi pahitnya dikhianati oleh sang kekasih. Namun, kepasrahan kepada Allah menuntunnya pada kedamaian jiwa. Sementara itu, perjalanan seorang gadis dalam mengejar cita-cita justru mempertemukannya dengan jodoh tak terduga. Lewat kesabaran dan keikhlasan yang religius, mereka membuktikan bahwa ketulusan hati akan selalu membawa kebahagiaan setelah badai berlalu.
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.
Sampul Novel Kutemukan Cinta-Nya dan Dia di Tokyo
8.7
Dapatkah pernikahan impian menjadi nyata di Tokyo? Seorang wanita menaruh harapan besar pada perjalanannya ke Jepang demi menemukan lelaki idaman yang siap memimpin hidupnya. Di tengah romansa kota metropolitan ini, ia tidak sekadar mencari kekasih hati, melainkan sosok imam yang mampu membimbingnya menuju rida Sang Pencipta. Inilah kisah penuh makna tentang pencarian cinta sejati dan spiritualitas di tengah modernitas.