APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Miliarder Mendadak!

Miliarder Mendadak!

Demi wasiat keluarga, Vera Dianthe terpaksa menikahi Dorian Ashford, sang CEO kapal pesiar mewah. Merasa terikat tanpa kehendaknya, Dorian pun mengajukan kesepakatan yang menyulitkan Vera. Namun, keteguhan dan keberanian Vera dalam menghadapi Dorian justru mulai memikat hati sang suami. Konflik semakin rumit saat Isabella Moreau, kekasih Dorian, mulai melancarkan serangan demi merusak hubungan mereka. Di tengah intrik kekuasaan ini, mampukah benih cinta sejati tumbuh?
Bab
Bagikan

Bab 2

Vera masih duduk dengan punggung tegak, tatapannya tajam namun kosong, menatap Isabella yang baru saja masuk ke ruangan dengan aura kemarahan yang jelas tergambar di wajahnya. Dorian Ashford, suaminya, hanya memandang mereka berdua dengan ekspresi yang sulit dibaca. Seketika, ruangan yang semula penuh dengan keheningan yang mencekam, kini dipenuhi dengan ketegangan yang hampir bisa dipotong dengan pisau. Vera merasakan suasana yang berubah dengan cepat, dan hatinya pun mendesah. Ia tahu bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang tak terelakkan.

Isabella berdiri di pintu dengan kedua tangan terlipat di depan dada, ekspresi wajahnya penuh dengan kekesalan dan keangkuhan. Sepertinya dia merasa berhak untuk berada di sana, bahkan lebih berhak daripada Vera, yang baru saja menikah dengan Dorian. Semua yang ada di mata Isabella berkata satu hal: ia tidak akan membiarkan siapa pun mengancam posisinya. Dan jelas, Vera adalah ancaman terbesar dalam hidupnya saat ini.

"Jadi, ini yang terjadi?" suara Isabella pecah, memecah keheningan yang mengerikan itu. "Kau membawa wanita ini ke dalam hidupmu, Dorian? Kau memilihnya, dan aku hanya menjadi bayangan yang harus mengundurkan diri begitu saja?"

Vera menatap Isabella dengan mata yang penuh kebencian yang tidak bisa dia sembunyikan. Wanita itu jelas merasa lebih berhak atas Dorian, dan Vera tidak bisa menerima kenyataan itu. Meskipun dirinya tahu bahwa ia tidak memiliki banyak pilihan, ada perasaan yang tumbuh dalam dirinya-perasaan yang ingin membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar pengganti. Tidak ada yang berhak merendahkannya. Tidak di dunia ini, dan tidak di dunia Dorian.

"Isabella," kata Dorian dengan nada yang lebih lembut, meskipun ada kesan tegang di suara baritone-nya. "Kau tahu ini bukan pilihan yang aku buat dengan sukarela. Kita sudah membicarakan ini sebelumnya."

Isabella tidak terpengaruh oleh kata-kata Dorian. Dia melangkah lebih dekat ke meja makan, matanya terfokus tajam pada Vera. "Oh, tentu saja, Dorian. Kau selalu punya alasan, bukan? Tapi itu tidak mengubah kenyataan. Kau menikah dengan wanita ini hanya karena kewajiban keluarga, bukan karena cinta."

Vera merasa darahnya mendidih mendengar kata-kata itu. Setiap kali Isabella berbicara, ada rasa sakit yang menggelayuti hatinya, seperti mengingatkan dia betapa kecilnya dia dalam hubungan ini. Namun, tidak ada yang akan tahu betapa kerasnya hatinya untuk bertahan.

"Kau tidak tahu apa yang terjadi di sini," Vera berkata pelan, suaranya terangkat dengan kesadaran baru. "Dan kau tidak akan pernah tahu. Jadi, sebaiknya kau mundur sebelum semua ini semakin memburuk."

Isabella tersenyum sinis, seolah-olah ia baru saja mendengar lelucon yang sangat lucu. "Mundur? Aku akan tetap di sini, Vera, karena aku tahu peran apa yang sebenarnya akan kau mainkan di sini. Aku sudah lama cukup mengenal Dorian untuk tahu bahwa ini hanyalah sebuah fase sementara dalam hidupnya. Setelah dia bosan, kau akan pergi. Seperti yang selalu terjadi dengan semua wanita dalam hidupnya."

Vera menahan napasnya, menatap Dorian yang diam di samping mereka. Apakah itu yang dia pikirkan juga? Apakah ia hanya akan menjadi fase sementara dalam hidup Dorian? Tanpa cinta, tanpa rasa hormat, hanya sebuah kewajiban yang harus dipenuhi? Ada sesuatu dalam diri Vera yang menolak untuk menerima kenyataan itu. Dia tidak akan menjadi wanita yang dibuang begitu saja, tanpa perlawanan. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan membuat Dorian melihatnya lebih dari sekadar pengganti.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kalian berdua di masa lalu," Vera berkata, suaranya kini lebih tegas, lebih penuh dengan kebulatan tekad. "Tapi apa yang terjadi di masa depan, hanya aku yang bisa menentukannya. Aku tidak akan menyerah pada takdir yang orang lain tentukan untukku."

Dorian menatap Vera, matanya menyiratkan kebingungan dan perasaan yang sulit dijelaskan. Ia tidak pernah berpikir bahwa Vera akan begitu berani. Mungkin itu sebabnya ia tertarik padanya sejak pertama kali bertemu. Namun, ia juga tahu bahwa ini bukanlah perasaan yang bisa dia biarkan berkembang. Ia terjebak dalam hubungan yang penuh dengan kepalsuan ini, dan ia tidak bisa membiarkan dirinya jatuh ke dalam perasaan yang lebih dalam.

"Vera, kamu harus mengerti," kata Dorian dengan suara yang lebih dalam. "Ini bukan tentang kita. Ini tentang keluarga. Tentang perjanjian yang harus dipenuhi. Aku tak ingin membuatmu merasa tidak dihargai, tapi aku juga tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan."

Vera tidak tahu apa yang lebih menyakitkan: kenyataan bahwa Dorian benar-benar merasa terjebak dalam hubungan ini, atau kenyataan bahwa dia sepertinya tidak melihatnya lebih dari sekadar alat untuk memenuhi kewajiban keluarga. Hatinya yang terluka perlahan mulai terbakar dengan amarah yang membara.

"Kita semua terjebak, Dorian," kata Vera, menatapnya dengan mata yang kini penuh dengan keteguhan. "Tapi itu tidak berarti kita harus menyerah pada apa yang ada di depan kita. Aku tidak akan menjadi wanita yang terjebak dalam pernikahan ini tanpa perjuangan."

Isabella, yang sudah tidak sabar, mendekat dan menatap Vera dengan tatapan yang penuh kebencian. "Kau masih berpikir kau bisa menang? Kau benar-benar berpikir Dorian akan memilihmu?" katanya dengan tawa yang penuh ejekan. "Kau akan pergi. Semua ini hanya soal waktu. Percayalah, aku akan memastikan dia kembali padaku."

Vera menatapnya dengan mata yang penuh kebencian. "Aku bukan wanita yang mudah menyerah, Isabella," jawab Vera dengan dingin. "Dan kau mungkin akan terkejut betapa besar kekuatan yang aku miliki untuk mempertahankan posisi ini."

Isabella terkekeh, tidak merasa terancam sama sekali. "Mari kita lihat saja nanti. Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, dan Dorian tahu itu."

Namun, pada saat itu, Vera merasa ada sesuatu yang lebih besar yang sedang membara dalam dirinya. Ia tahu bahwa apa yang sedang terjadi antara mereka adalah pertempuran yang tidak bisa dimenangkan dengan cara biasa. Tapi ia juga tahu, bahwa untuk bertahan hidup dalam dunia ini, ia harus memainkan peran yang lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih tak terduga daripada yang mereka semua bayangkan.

Dorian menatap mereka berdua, matanya bergerak dari Isabella ke Vera, seolah mencoba mencari jalan keluar dari situasi yang semakin rumit. "Aku tidak tahu harus bagaimana lagi," katanya akhirnya, suaranya penuh dengan keputusasaan.

"Tak perlu khawatir, Dorian," kata Vera, masih menatap Isabella dengan tatapan yang tak goyah. "Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi ingat, ini adalah pernikahan yang terikat oleh lebih dari sekadar perjanjian. Kita akan menjalani ini dengan cara kita sendiri."

Dorian menarik napas dalam-dalam, namun tidak mengucapkan kata-kata lagi. Semua yang ada dalam pikirannya kini adalah perasaan terperangkap, di antara dua wanita yang masing-masing menginginkan bagian dari dirinya-dan dia tidak tahu bagaimana caranya keluar dari situasi ini tanpa membuat semuanya semakin buruk.

Namun, satu hal yang pasti-pertempuran ini baru saja dimulai, dan tidak ada yang akan menyerah begitu saja.

Vera tahu bahwa untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dia harus bermain dengan lebih berani, lebih keras, dan lebih cerdas. Dorian mungkin tidak melihatnya sebagai pasangan sejati, tetapi dia tidak akan membiarkan dirinya dilupakan begitu saja. Dia akan berjuang, bahkan jika itu berarti dia harus mengorbankan lebih banyak dari yang dia kira.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Demi menyembunyikan identitas aslinya, Lucy menyamar menjadi Rose, sang primadona klub malam yang selalu berhasil menjaga kehormatannya. Pesona Rose yang tak tersentuh membuat Rookie, seorang playboy ulung, penasaran dan bertekad untuk memikatnya. Namun, interaksi intens ini justru membongkar rahasia masa lalu mereka yang saling terikat. Kini, mereka harus memilih: menghidupkan kembali cinta lama yang belum usai atau berpisah demi jalan hidup masing-masing.
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menaruh hati padanya adalah kesalahan fatal yang semestinya kuhindari. Namun, rasa ini telanjur mengakar kuat walau rintangan besar menghadang hubungan kami. Tiap kali rasa sayang ini membuncah, kepedihan mendalam justru kian menyiksa batin. Kini, aku terombang-ambing di antara hasrat untuk bersama dan realitas kejam yang tak memihak. Menyayanginya hanya menuntunku pada kepedihan tanpa akhir dan ketidakpastian yang terus menyelimuti takdir kami.
Sampul Novel Mimpi Kelam Lilian
9.0
Lilian Audrey Grey memendam rahasia kelam serta kekuatan unik yang mengubah takdirnya. Hidupnya kian rumit saat terjebak perseteruan dengan Jaden, pria kasar yang mendendam padanya akibat perebutan warisan sang nenek. Menuduh Lilian sebagai penipu licik, Jaden memaksanya tunduk dalam kontrak mesum sepihak yang penuh intimidasi. Akankah Lilian menyerah pada paksaan berbahaya ini? Mampukah Jaden menyadari kebenaran saat rahasia Lilian terungkap, atau ia justru akan terus menyiksanya?
Sampul Novel Pernikahan Si Mungil
7.9
Hiram, seorang CEO tampan yang dingin, berencana menceraikan Rachel dalam waktu sebulan setelah dipaksa menjalani perjodohan kuno dari kakek mereka. Ia menganggap Rachel sebagai wanita yang kasar. Di sisi lain, Hiram memiliki masalah gairah terhadap lawan jenis, sementara Rachel selalu dituduh membawa kesialan bagi setiap pria dekatnya. Meski awalnya saling menolak karena perbedaan sifat yang kontras, takdir perlahan menyatukan mereka dalam pernikahan tak terduga.
Sampul Novel Suami Penggoda Iman
8.8
Kehidupan Rifki Viran Al-Maqdisi, selebgram tampan berotot berusia 22 tahun yang kerap menjadi model majalah dewasa, mendadak berubah. Ia dipaksa menikahi Nabila Syakira Putri, gadis berhijab pilihan orang tuanya. Rifki yang merasa Nabila bukan tipenya bersikap sinis, namun Nabila tetap ikhlas mendampingi sang suami yang digilai banyak wanita. Akankah rahasia pernikahan ini terbongkar ke publik? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Sampul Novel Unexpected Feeling
7.8
Hukuman tak biasa dari Fajar, senior playboy di kampusnya, memaksa Indira menjadi kekasih pemuda itu. Meski didera kebingungan dan rasa takut untuk menolak, Indira akhirnya terperangkap dalam hubungan tersebut. Di sisi lain, Fajar menganggap Indira sebagai tumpuan baru demi menyembuhkan trauma masa lalu yang gagal diobati oleh para mantan pacarnya. Hubungan mereka kian mendewasa walau penuh rahasia. Akankah ini cinta tulus, ataukah Indira sekadar obat pelipur lara?