APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MERMAID AS ALPHA'S DESTINY

MERMAID AS ALPHA'S DESTINY

Demi menyelamatkan kaum werewolf dari kepunahan, Billy sang calon raja harus mencari Catalina, reinkarnasi putri duyung Althaia. Takdir menyatukan mereka di dunia modern, namun cinta mereka terhalang rintangan mematikan. Billy membutuhkan Catalina untuk mendapatkan kekuatan, tetapi hubungan fisik dapat merenggut nyawa Catalina jika ia terlambat kembali ke air. Di bawah ancaman vampir dan monster, keduanya harus berjuang bersatu demi klan tanpa saling mengorbankan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Makhluk apa?" tanya Catalina pada burung pagi yang tampak ketakutan.

"Seekor makhluk berbulu. Dia menangkap dan memakan binatang apa pun yang ada di dekatnya."

Burung itu lantas kembali terbang meninggalkan Catalina.

"Sungguh aneh, mungkin itu hanya beruang yang sedang kelaparan."

Catalina melanjutkan langkahnya menuju meja makan. Dia melintasi tangga yang sisi kanan dan kirinya berdinding kaca. Sesekali Catalina masih merasa kagum dengan rumah yang dia tempati. Rumah itu memiliki design minimalis. Semua juga dirancang dengan sangat modern.

Kakeknya tentu adalah seorang yang sangat berpengatahuan luas. Rumah ini dibangun jauh sebelum Catalina lahir. Namun designnya sangat kekinian. Apakah orang-orang kaya di masa itu memang memiliki selera tinggi. Mereka mungkin melihat banyak tempat modern. Rumah ini pasti terinspirasi dari sebuah tempat yang pernah kakeknya datangi.

"Kau sudah melihat berita hari ini?" tanya Martha.

Wanita bertubuh gempal itu sedang sibuk menyiapkan makanan di meja. Catalina menarik sebuah kursi yang ada di meja makan. Meja makan itu berbentuk persegi panjang. Dengan bagian atas kaca dan terdapat enam kursi. Masing-masing tiga buah di bagian kiri dan kanan. Satu kursi ada di setiap kepala meja.

Bagi Catalina, Martha bukan sekedar pelayan. Beberapa bulan tinggal bersama, hubungannya lebih dari sekedar teman. Martha berusia lima belas tahun lebih tua dari Catalina. Kadang kala Catalina merasa Martha seperti ibunya.

"Ada yang penting? Akhir-akhir ini aku sibuk dengan novel terbaruku. Lagi pula berita di portal-portal itu kebanyakan hanya tentang politik juga para artis dengan skandal mereka."

"Sudah lima hari seorang pemilik perusahaan terkenal menghilang. Spekulasi mulai berkembang. Banyak pihak yang mengatakan bahwa pria itu sengaja menghilang. Orang-orang kaya selalu saja melakukan hal-hal aneh."

"Mungkin saja, dunia dan kesibukan kadang begitu menyesakkan."

Aroma roti yang lembut dengan toping daging kepiting dan udang menguar memenuhi seisi ruangan. Martha selalu bisa menyajikan makanan yang membuat Catalina tidak bisa menolaknya. Mata Catalina membulat dan antusias untuk segera memindahkan roti itu ke piringnya.

Sementara Martha duduk di hadapan Catalina dengan sebuah ponsel. Dia sedang berusaha mencari berita yang baru saja mereka bicarakan. Catalina mulai memindahkan roti ke piringnya. Dia memotong rotinya menjadi potongan kecil-kecil. Lalu mulai memasukkan ke dalam mulut.

Hari ini nafsu makannya kembali dengan  sempurna. Setelah dia melihat Billy membuka mata. Luka di dada Billy yang selalu membuatnya khawatir pun telah sepenuhnya hilang. Kejadian yang aneh. Namun Catalina tidak ingin memikirkan lebih jauh. Baginya, Billy sudah selamat dan itu membuatnya bahagia.

"Lihat ini, hari ini mereka akhirnya memberi pernyataan resmi. Ternyata pemilik Howard Company. Salah satu dari lima puluh perusahaan terbaik di Amerika."

Martha terus menggeser ibu jarinya. Mulutnya terus bergumam. Catalina tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang Martha katakan. Martha seperti berbicara dengan dirinya sendiri. Lalu tiba-tiba saja wajah Martha menegang. Matanya membelalak.

Dia menggunakan tangan lain untuk memperbesar tampilan gambar di ponselnya.

"Aku tidak bisa percaya ini. Apakah mataku salah?!" Tiba-tiba Martha terpekik.

Catalina melihat Martha sambil tersenyum. Pembantunya itu memang selalu ekspresif dalam menanggapi sesuatu.

"Wow Catlin, semoga ini tidak menjadi masalah untuk kita."

Martha mengulurkan ponselnya kepada Catalina. Seketika senyum Catalina menghilang.

"Billy,…." Dia mendesis.

Catalina dan Martha saling berpandangan. Ternyata pria yang menghilang itu adalah pria yang tiga hari terakhir ada di rumah mereka.

"Boleh aku bergabung untuk sarapan?" sebuah suara membuyarkan ketegangan keduanya.

Tidak menunggu jawaban Catalina atau pun Martha, Billy langsung duduk di salah satu kursi. Martha memandang Billy dengan mulut ternganga. Sementara Catalina memandang pria itu dengan tatapan curiga.

Billy tidak mempedulikan pandangan kedua wanita itu. Dia mengambil sepotong roti dari piring besar dan langsung memasukkannya ke dalam mulut. Hanya dalam beberapa gigitan, roti itu pun menghilang. Billy mengambil lagi potongan kedua dan seterusnya. Hingga tersisa satu potongan saja di piring besar.

Dia lalu meraih gelas berisi susu di hadapan Catalina. Menegak habis isinya. Wajah Billy tampak bahagia.

"Makanan ini enak sekali. Mungkin karena aku memang sudah berhari-hari tidak makan."

"Jadi kau adalah pemilik Howard Company?" tanya Catalina perlahan.

"Apakah itu penting. Sekarang aku adalah tamu di rumah ini."

"Seluruh Amerika mencarimu. Kau bisa menjadi masalah besar bagiku."

"Kau telah memberiku masalah sejak lima ratus tahun lalu. Sekarang aku telah menemukanmu. Tidak akan kubiarkan kau menjauh dariku."

Catalina menoleh pada Martha. Wanita itu hanya mengangkat bahu. Dia tidak punya jawaban atas kebingungan Catalina.

"Kau ini sedang mengigau ya? Sejak tadi yang kau bicarakan selalu tentang lima ratus tahun lalu."

Billy menggeleng, "Kau akan mengerti nanti. Aku hanya meminta satu hal darimu. Jangan pernah dekat dengan pria lain setelah hari ini."

"Apa?! Kau gila ya? Memangnya kau siapa membatasi hidupku?!" Catalina berteriak histeris.

Perkataan Billy baginya sungguh tidak masuk akal. Mereka berdua tidak punya hubungan apa pun. Permintaan yang sangat konyol.

"Percayalah Catalina, kau telah ditakdirkan untuk hidup selamanya bersamaku. Tanpamu, duniaku akan hancur."

Belum hilang kebingungan Catalina karena perkataan Billy, tiba-tiba burung pagi kembali masuk dan bertengger di meja. Dia mematuk-matuk sisa roti yang ada di piring.

"Meski pun harus mati tapi setidaknya aku mati dalam keadaan kenyang." Burung itu mengoceh tidak karuan.

Martha hanya mendengar kicauan dari burung itu. Seperti manusia biasa kebanyakan yang tidak memahami bahasa binatang. Berbeda dengan Catalina. Dia bisa mendengar dan mengerti apa yang burung itu katakan.

"Kenapa kau ini? Jangan menyebarkan kabar yang membawa ketakutan." Catalina mulai marah dengan tingkah burung kecil yang ada di hadapannya.

"Pagi ini dia telah menangkap seekor harimau. Dalam hitungan menit dia telah memakannya tanpa sisa. Dia sangat mengerikan."

"Siapa dia yang kau maksud?" Billy bertanya pada burung kecil itu.

Sontak Catalina melihat ke arah Billy, "Kau bisa mengerti apa yang dia katakan?"

Billy tidak menanggapi perkataan Catalina. Dia justru kembali melihat ke arah burung itu. Menanti sebuah jawaban.

"Sosok berbulu hitam. Aku belum melihatnya sendiri. Seluruh penduduk hutan di daerah selatan mengatakan itu adalah werewolf yang berbahaya."

"Sial! Lexus mengingkari janjinya!" Billy menggeram.

Sepasang mata biru Billy bersinar. Wajahnya memerah menahan amarah. Jari-jarinya mencengkeram meja. Dia berdiri, dan sedikit terhuyung. Tubuhnya masih lemah. Namun dia harus pergi untuk melindungi para penghuni hutan.

Billy melihat ke arah Catalina. Dia belum terbiasa dengan keberadaan wanita itu. Billy mendekat dan berdiri di samping Catalina. Suasana berubah tegang. Martha dan burung kecil itu terdiam. Mereka menunggu apa yang akan Billy lakukan.

Sementara Catalina duduk ketakutan dan tidak bergeming di kursinya. Dua mata biru billy bersinar indah. Namun menyiratkan sebuah amarah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Seorang Pengasuh
8.1
Kepergian Mbah Tini mendorong Amara meninggalkan Solo menuju Jakarta. Selain ingin menghapus cap anak haram, ia bertekad menemukan ayah kandungnya. Amara lalu bekerja merawat Arya, cucu pengusaha kaya Hadi Pratama yang kurang mendapat perhatian. Di rumah itu, ia harus menghadapi Fathir, ayah Arya yang masih terpukul akibat dikhianati istrinya. Sembari mengasuh sang bayi dan memulihkan trauma Fathir, Amara terus mencari asal-usul dirinya di tengah keluarga yang retak.
Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Risa terpaksa menikahi Dhimas demi melunasi biaya medis ayahnya. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menemukan kepribadian ganda suaminya yang tersembunyi dari sang ibu, serta kehadiran wanita lain. Di bawah tekanan mertua yang menuntut ahli waris, Risa terjebak dalam misteri dan pengkhianatan. Akankah ia berhasil bertahan hidup dan menemukan kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Alpha Eden
8.9
Megan bertekad menguak misteri tewasnya sang kakak, Helena, satu dekade lalu. Bermodalkan buku harian, ia pergi ke Jazmore, tetapi malah terlempar secara misterius ke tahun 1945. Di hutan belantara masa lalu, Megan bertemu dengan Alpha Eden, pemimpin werewolf yang sangat tangguh. Terjebak di era asing, ia harus berhadapan dengan sihir dan kutukan kuno, sekaligus menerima takdir sebagai mate sang Alpha. Mampukah Megan mengungkap rahasia Helena dan kembali ke tahun 2010?
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Demi memenuhi syarat dari sang ayah, Amanda yang manja dan kaya raya justru terdampar di pulau asing. Sosialita sombong ini harus berbagi atap dengan Senja, pria dingin yang baru dikenalnya. Mereka terpaksa tinggal bersama untuk sebuah misi acara televisi dengan motif masing-masing. Sikap egois Amanda kerap merepotkan Senja, sementara sikap ketus pria itu terus menguji kesabaran Amanda. Mampukah dua kepribadian yang bertolak belakang ini bertahan hidup di sana?
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Kebencian mendalam membuat Ratih Darmi tega menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah malang itu diculik oleh raja mafia kejam bernama Razzore untuk dieksekusi di dalam istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu kelam di dunia mafia, kini harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya. Demi menyelamatkan Farid, Luna bersumpah akan menembus sarang monster tersebut walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui bersama sahabatnya berupaya menyelamatkan arwah-arwah yang terperangkap di area sekolah. Namun, sebuah petunjuk dari mimpi mengungkap kebenaran kelam bahwa korban perdana teror ini adalah teman dekat Yui. Investigasi mereka justru menyingkap rahasia keluarga, di mana salah satu anggota keluarga terbukti menjadi dalang demi membalas dendam masa lalu. Di bawah bayang-bayang ketakutan, sanggupkah mereka menghentikan kutukan tersebut?