APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain

Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain

Menjelang hari pernikahan, sebuah rahasia besar terungkap. Komitmen Damar selama lima tahun tanpa hubungan fisik ternyata bukan demi menjaga kondisi jantung kekasihnya, melainkan demi kesetiaannya pada sang mantan, Sinta Lestari. Mengetahui pernikahan ini hanyalah amanah wasiat mendiang ayahnya dan Damar telah membangun hidup baru bersama Sinta, sang protagonis mengambil langkah drastis. Ia menukar posisi pengantin wanita dengan Sinta, menjual seluruh sahamnya, lalu pergi ke luar negeri untuk berobat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Menjelang pernikahanku dengan Damar, aku mengganti pengantin wanita dengan mantan kekasihnya, Sinta Lestari. Semua itu kulakukan karena aku tidak sengaja mengetahui satu hal.

Damar menikah denganku hanya karena wasiat terakhir dari ayahku.

Alasan kami tidak pernah bersentuhan selama lima tahun hubungan kami, ternyata bukan karena dia khawatir akan penyakit jantungku, melainkan karena dia menjaga dirinya untuk Sinta.

Jadi, saat aku tahu bahwa Damar diam-diam membangun rumah tangga lain bersama Sinta, aku pun menjual seluruh saham milikku dan pergi ke luar negeri untuk menjalani pengobatan.

"Bu Ayu, Anda yakin ingin mengganti nama Anda dengan nama orang lain?"

"Ya."

Begitu keluar dari hotel, aku menatap langit cerah dan tiba-tiba merasa seakan beban berat telah terangkat dari pundakku. Karena aku akhirnya melepaskan bayangan gelap yang akan menghantuiku seumur hidup.

Aku mencoret namaku dari dokumen pernikahan dan menggantinya dengan nama Sinta Lestari.

Tak lama sebelumnya, aku menerima pesan dari Sinta.

Katanya, dia adalah cinta pertama Damar.

Andai bukan karena ayahku yang menjelang ajalnya menyerahkan wewenang perusahaan pada Damar dengan alasan ingin ada yang menjagaku, mereka berdua tidak akan pernah putus. Damar juga tidak akan pernah setuju untuk menikah denganku.

Sinta bahkan mengirim beberapa foto dirinya bersama Damar di ranjang.

Melihat hal itu, untung saja manajer hotel sedang berada di sisiku. Kalau tidak, mungkin penyakit jantungku langsung kambuh karena terlalu marah.

Saat aku sadar kembali, tiba-tiba segalanya menjadi jelas.

Damar tidak pernah menyentuhku selama lima tahun ini, bukan karena dia menjaga kondisiku yang sakit jantung, tapi karena dia ingin menjaga diri untuk Sinta.

Menyadari hal itu, aku pun mengambil ponsel dan memberi kabar baik pada Sinta. Lagi pula, kalau mereka memang cinta sejati dan menganggap aku perusak hubungan mereka, biarlah aku yang mengalah. Aku beri mereka jalan.

Namun, lima tahun pengorbananku bukanlah hal yang bisa diabaikan. Penipuan yang begitu dalam membuatku sulit bernapas. Bahkan karena kondisi tubuhku, aku tidak sanggup membalas dendam. Jadi, aku memilih untuk pergi.

Aku akan menjual seluruh sahamku di Grup Cahaya sesuai harga pasar, lalu menggunakan uang itu untuk pergi ke luar negeri dan mencari pengobatan terbaik untuk penyakit jantungku.

Mulai sekarang, aku akan hidup untuk diriku sendiri.

Saat semua urusan sudah selesai ditangani, malam pun sudah larut.

Aku pulang ke rumah dan mendapati seluruh ruangan gelap gulita. Awalnya aku mengira Damar seperti biasa sedang lembur dan akan pulang larut malam. Namun saat aku membuka pintu kamar, aku malah melihat seorang pria dan wanita keluar dari kamar tidur dengan pakaian yang kusut dan wajah panik.

Itu adalah Damar dan Sinta.

Mataku melirik samar ke arah bekas lipstik di sudut bibir Damar. Aku tetap bersikap tenang dan berkata, "Aku pulang."

Damar tidak berani menatapku langsung, tapi suaranya tetap lembut dan seolah penuh kasih seperti biasanya. "Maaf, aku pikir kamu nggak akan pulang malam ini, jadi aku ajak Sinta ke sini untuk bahas pekerjaan."

"Kamu tahu sendiri, urusan perusahaan terlalu banyak dan kamu juga nggak bisa banyak bantu karena kondisi kesehatanmu. Jadi aku harus cari bantuan dari orang lain."

Dulu saat mendengar ucapan seperti itu, aku selalu merasa bersalah.

Aku dan almarhum ayahku yang menyerahkan perusahaan besar itu padanya dan membuatnya harus menanggung begitu banyak beban. Karena itulah aku selalu berusaha memahami dan menuruti semua kemauannya.

Misalnya, saat dia membawa Sinta ke rumah dengan dalih membahas pekerjaan, aku akan membuatkan teh dan membantu mereka. Atau saat mereka lembur berdua di kantor sampai larut malam, aku akan memperkirakan waktunya dan mengantar makanan untuk mereka.

Sampai akhirnya, ketika aku setuju menikah dan menyerahkan seluruh sahamku padanya, dia mulai merasa dirinya benar-benar pemilik perusahaan dan mulai memperlakukanku semena-mena.

Waktu itu, aku seperti pembantu bagi mereka berdua. Kalau bukan karena Sinta sendiri yang mengungkap semuanya dan menyadarkanku, mungkin aku masih terjebak dalam dunia yang kubuat sendiri.

Aku menarik napas dalam-dalam, merasa sangat lelah. Aku benar-benar tidak mau lagi melayani mereka berdua. Maka, aku pun mengingatkan, "Bersihkan lipstik di sudut bibirmu."

Kalau mau berpura-pura, setidaknya lakukan dengan profesional. Begitu perasaan cinta itu memudar, melihat Damar lagi pun rasanya hambar.

Damar tertegun, lalu mengusap sudut bibirnya. Saat dia melihat noda merah terang di punggung tangannya, tubuhnya langsung menegang.

Aku berbalik ke dapur untuk menuang segelas air, mencoba menyegarkan diri dan menjernihkan pikiran.

Mungkin ucapanku tadi membuatnya merasa terpojok, karena Damar buru-buru masuk ke dapur dengan wajah panik dan mencoba menjelaskan, "Ayu! Ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Jangan salah paham, aku dan Sinta nggak ada apa-apa!"

"Itu cuma nggak sengaja ... kesenggol saja."

Aku menatap matanya yang penuh kepanikan. Dia panik karena kebohongannya terbongkar dan ingin mencari-cari alasan.

Untuk sesaat, aku sempat bertanya-tanya dalam hati, apakah selama ini dia hanya berterima kasih atas kebaikan ayahku, atau benar-benar pernah menaruh sedikit perasaan padaku selama proses penipuannya itu?

Namun sekarang, aku tahu jawabannya.

Dua kemungkinan yang sempat kupikirkan itu, ternyata keduanya tidak ada. Sedari awal, dia hanya menginginkan perusahaanku.

Melihat wajahku yang tenang dan diam, Damar mengira aku akan kembali memercayai ucapannya seperti biasa.

Lalu dengan santai dan tanpa rasa bersalah, dia malah mengajukan permintaan, "Ngomong-ngomong, lagian kita juga akan segera menikah, kamu serahkan saja sekarang saham perusahaan itu ke aku."

"Dulu, karena ayahmu memberikan mayoritas saham ke kamu, aku jadi kurang punya suara di rapat pemegang saham. Padahal keputusan ini penting sekali untuk perusahaan, kamu pasti paham maksudku, 'kan?"

Damar kembali berakting, berpura-pura jadi lelaki yang lelah secara fisik dan mental demi masa depan kami yang lebih baik. Namun kali ini, aku tidak akan lagi memanjakannya seperti dulu.

"Aku akan menjual sahamku," kataku datar.

Mengabaikan keterkejutannya, aku melanjutkan, "Kalau kamu memang tertarik, silakan hubungi agenku. Nanti akan aku kirimkan nomornya. Urus saja secara resmi sesuai prosedur."

Kalau saja aku tidak sempat mencari tahu lewat agensi penjualan, mungkin aku akan tetap percaya dengan kebohongannya bahwa perusahaan ini begitu berat untuk dikelola dan dia sangat menderita demi membantuku.

Padahal kenyataannya, perusahaanku sudah berjalan stabil dan sebagai pengelola, dia seharusnya tidak perlu bekerja sekeras itu.

Memikirkan semua itu membuatku tertawa sinis. Tawa itu langsung membuat Damar sadar kembali dari keterkejutannya. Wajahnya memerah karena marah dan dia langsung membentakku, "Ayu! Jangan kekanak-kanakan bisa nggak? Jangan campur adukkan masalah perusahaan dengan rasa cemburumu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berharap Dicintai
9.5
Diana terpaksa menikahi Dariel demi menjamin masa depan sang calon bayi. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal penderitaan saat ia mengetahui bahwa istri pertama Dariel adalah Merly, sahabat lamanya sendiri. Merly merasa sangat dikhianati dan menaruh dendam kesumat. Walau Diana sudah bersujud meminta maaf demi anaknya, amarah Merly tetap tak mereda. Kini, Diana harus bertahan di tengah tekanan batin dan ancaman di dalam rumah tangganya.
Sampul Novel Cinta  Sang Dokter Untuk Gadis Nakal
8.5
Dunia Ayyara runtuh akibat dikhianati dan dilecehkan oleh pacarnya sendiri hingga hamil. Di tengah keputusasaan saat berniat mengakhiri hidupnya, ia diselamatkan oleh sepasang suami istri, di mana sang suami adalah dokter tampan. Hal tak terduga terjadi ketika istri dokter tersebut justru memohon agar Ayyara bersedia menikah dengan suaminya karena alasan khusus. Kini, Ayyara didera kebimbangan hebat menghadapi tawaran pernikahan yang sangat mengejutkan itu.
Sampul Novel I Love You Chef
8.9
Renata Deanita menaruh hati pada bosnya yang dingin dan angkuh, Arjuna Tunggajaya Nuraga. Di balik sikap galaknya, Arjuna diam-diam membalas perasaan Renata, meski ia didera trauma masa lalu akibat ditinggal istrinya. Kejadian tak terduga di Bandung membawa hubungan mereka ke malam penuh gairah, hingga keduanya mantap melangkah ke jenjang pernikahan. Namun saat ikatan mereka menguat, ancaman sosok asing mulai mengintai. Akankah cinta mereka sanggup bertahan?
Sampul Novel Ketagihan Ibu Tiri
9.6
Kisah romansa modern khusus pembaca dewasa ini menyajikan narasi mendalam yang penuh emosi dan intrik. Alur ceritanya secara berani mengeksplorasi kompleksitas serta gairah dalam dinamika hubungan kontemporer. Melalui konflik yang memikat dan penggambaran karakter yang kuat, pembaca akan diajak menyelami sisi lain dari sebuah ikatan yang tidak terduga. Sebuah karya fiksi yang emosional sekaligus menantang.
Sampul Novel Lenyap Usai Kata Pisah
8.2
Sofia Wijaya memilih mundur saat Olivia Kartika kembali ke sisi suaminya, Revan Mahendra. Melalui trik dokumen universitas, Sofia berhasil membuat sang pewaris mafia menandatangani perceraian tanpa disadari. Sofia pergi menjauh dalam keadaan hamil, membawa rahasia besar yang akan mengubah segalanya. Kini, Revan yang menyesal mengerahkan seluruh kekuasaan dunia bawah tanah untuk memburunya. Namun, Sofia telah bertransformasi menjadi sosok tangguh yang siap membuat mantan suaminya berlutut memohon cinta.
Sampul Novel Mimpi yang Mengubah Hidup: Si Malaikat
9.0
Sebuah pengalaman tidak biasa terjadi saat aku pertama kali harus berbagi ranjang dengan seorang pria, dengan posisi sahabatku yang tidur tepat di antara kami. Keadaan menjadi semakin mengejutkan ketika pagi hari tiba. Secara sembunyi-sembunyi, pria tersebut memberikan sebuah ciuman hangat kepadaku. Kejadian tak terduga itu berlanjut dengan sebuah komitmen darinya, di mana ia berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diriku setelah momen intim yang terjadi di pagi itu.