APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjaga Jodoh Orang

Menjaga Jodoh Orang

Lima tahun menjalin hubungan tidak menjamin kesetiaan Terry pada Candice. Setelah menunda pernikahan mereka, Terry justru melamar Vivian dengan alasan memenuhi permintaan terakhir wanita yang sedang sakit itu. Terry sangat yakin Candice yang begitu mencintainya tidak akan pernah pergi. Namun, keyakinan itu runtuh di hari pernikahan Terry dan Vivian. Saat mencoba menyembunyikan pernikahannya, Terry justru mendapati kenyataan pahit bahwa Candice juga melangsungkan pernikahannya sendiri hari itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada tahun kelima hubungannya dengan Candice, Terry menunda pernikahan mereka. Namun, di sebuah kelab, Candice menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat Terry melamar wanita lain.

Seseorang bertanya padanya, "Kamu sudah sama Candice lima tahun, tapi tiba-tiba menikah sama Vivian. Apa kamu nggak takut dia marah?"

Terry menjawab dengan santai, "Vivian lagi sakit, ini adalah permintaan terakhirnya! Candice sangat mencintaiku, dia nggak akan meninggalkanku!"

Seluruh dunia tahu bahwa Candice mencintai Terry hingga dia merasa tak bisa hidup tanpa Terry. Namun kali ini, Terry salah besar.

Pada hari pernikahannya dengan Vivian, dia berkata kepada teman-temannya, "Awasi Candice, jangan sampai dia tahu aku menikah sama orang lain!"

Temannya yang terkejut, bertanya, "Candice juga menikah hari ini, kamu nggak tahu?"

Pada saat itu, Terry benar-benar hancur!

"Ayah, bukannya Ayah pernah bilang bahwa aku punya tunangan yang sudah dijodohkan sejak kecil? Bilang sama dia, aku akan menikah pada tanggal satu bulan depan dan masih kurang seorang pengantin pria. Tanyakan sama dia, dia mau dating nggak?" tanya Candice dengan suara tenang.

Telepon di seberang hening sejenak. "Bukannya kamu mau nikah sama Terry dan lagi sibuk nyiapin pernikahan? Dia nyakitin kamu ya?"

"Ayah, tolong tanyakan saja!" seru Candice.

"Baiklah, asalkan kamu sudah mikirin matang-matang. Ayah cuma berharap kamu bahagia," jawab ayahnya dengan nada lembut.

Candice mengusap sudut matanya yang memerah dan menjawab pelan, "Aku pasti akan bahagia!"

Candice memang pernah mencintai Terry dengan sepenuh hati. Dia yakin bahwa pria itu adalah pasangan hidupnya yang ditakdirkan. Hari pernikahan mereka sudah ditetapkan dan dia menantikan saat menjadi seorang pengantin dengan penuh sukacita. Namun, semua harapan itu hancur berkeping-keping hanya dalam beberapa jam.

Satu jam yang lalu, Candice sedang mengenakan gaun pengantinnya. Sosoknya yang anggun terlihat semakin memukau dalam balutan gaun putih itu.

"Bu Candice, gaun ini dipesan khusus sama Pak Terry untuk Anda. Indah sekali, kalian pasti akan sangat bahagia bersama," puji pegawai toko dengan tulus.

Namun, Candice tidak bisa tersenyum sedikit pun. Dia memandang sekeliling dan menemukan calon pengantin prianya, Terry, berdiri di sudut ruangan dekat jendela. Dia sedang menelepon seseorang dengan senyum penuh kasih di wajahnya.

Pandangan Candice terhalang oleh pegawai toko yang menyerahkan telepon kepadanya. "Bu Candice, ada telepon untuk Anda," katanya.

Itu adalah panggilan dari perusahaan wedding organizer yang dia pilih.

"Bu Candice .... Pak Terry tadi bilang sama kami bahwa ada kesalahan pada nama pengantin wanita. Dia minta untuk ganti nama pengantin wanita jadi Vivian. Apakah Anda mengetahui hal ini?"

Rasa sakit yang tak terlukiskan menghantam hati Candice. Air matanya hampir tumpah. Meskipun dia telah mencurigai pengkhianatan Terry, dia tidak pernah membayangkan bahwa Terry bisa begitu tak tahu malu.

Sebulan yang lalu, ketika mantan pacar Terry, Vivian, yang telah pergi ke luar negeri selama lima tahun, kembali ke negara ini, Candice sudah memiliki firasat buruk.

Kemarin, Candice mengikuti Terry ke sebuah kelab untuk mengantarkan dasi yang dia tinggalkan. Namun, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat Terry berlutut melamar Vivian.

Seseorang bertanya, "Terry, bukannya sebentar lagi kamu mau nikah sama Candice? Lalu bagaimana dengan Vivian? Gimana kamu mau menjelaskannya nanti?"

Terry menjawab dengan santai, "Vivian lagi sakit, ini adalah permintaan terakhirnya. Sedangkan Candice ... selama kalian semua bisa merahasiakannya, dia nggak akan tahu. Kalaupun dia tahu, dia mencintaiku begitu dalam, dia pasti akan memahamiku dan nggak akan meninggalkanku."

Di tengah sorakan teman-temannya, Terry dan Vivian saling berciuman dengan penuh kasih. Di luar ruangan, Candice menyaksikan pemandangan itu dengan hati hancur dan bergegas pergi.

"Hallo, Bu Candice, apakah Anda masih di sana? Nama pengantin wanita ini, apa perlu kami ubah?" tanya suara di telepon.

Dulu, Candice mencintai Terry seperti hidupnya bergantung pada Terry. Kehilangan Terry adalah hal yang tak pernah dia bayangkan. Namun, semua itu adalah masa lalu.

"Ubah saja. Sekalian pesan ruangan di aula sebelah. Uang akan segera saya transfer. Semua detailnya salin saja," jawab Candice dengan nada tegas.

"Baik. Lalu nama pengantin pria, apa perlu kami ganti juga?"

Candice tersenyum tipis. "Ya, ganti. Nanti saya beri tahu nama barunya."

Ada jeda di ujung telepon. "Tanggal pernikahan tetap sesuai jadwal?"

Candice menghela napas panjang sebelum menjawab, "Tetap sesuai jadwal."

Setelah menutup telepon, Terry datang menghampirinya dan memeluk pinggangnya dari belakang dengan lembut.

"Candice, kamu cantik sekali hari ini," katanya dengan suara lembut.

"Benarkah?" Candice menatap pantulan dirinya di cermin. Dia memang tampak luar biasa cantik dalam gaun pengantin itu. Namun di dalam hatinya, hanya ada kekecewaan.

Bagaimana mungkin pria yang telah lama dia cintai, tunangannya yang akan segera menikahinya, tega meninggalkannya demi wanita lain?

"Benar, kamu adalah wanita tercantik di dunia ini," kata Terry dengan penuh keyakinan.

Namun, nada bicaranya berubah gugup saat dia menambahkan, "Ada satu hal yang ingin aku diskusikan denganmu. Aku ada urusan pada tanggal satu bulan depan. Apa kita bisa menunda pernikahan kita?"

"Urusan?" Candice tertawa dingin dalam hati. Urusan yang dia maksud adalah menikahi wanita lain! Lebih buruknya lagi, dia ingin menggunakan tempat pernikahan yang telah Candice pilih dan memanfaatkan tanggal yang telah Candice tetapkan, sambil berusaha merahasiakan semuanya dari dirinya.

"Baik, kita tunda saja," jawab Candice dengan datar.

Jawaban itu membuat Terry terkejut. Ada rasa gelisah yang tak bisa dia jelaskan.

"Candice, aku mencintaimu. Aku pasti akan menikahimu. Tunggu aku. Aku bersumpah, aku akan mencintaimu seumur hidup."

Setelah berkata demikian, dia terburu-buru pergi dengan alasan urusan pekerjaan. Candice hanya bisa menatap punggungnya yang menjauh, merasa bahwa semua sumpahnya hanyalah lelucon belaka.

Candice tahu, di mata Terry, dia adalah wanita yang mencintainya tanpa syarat. Bahkan jika dia tahu Terry akan menikahi orang lain, Candice tidak akan pergi.

Namun, kali ini, Terry salah besar. Candice tidak hanya akan meninggalkannya, tapi dia juga akan menikah pada hari yang sama dengan Terry.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Mengungkap Istriku yang Dijauhi: Dia Menyembunyikan Seribu Identitas
9.4
Kehilangan orang tua akibat pembunuhan, Kathryn kembali untuk menuntut hak warisnya. Dia kerap dicaci sebagai anak haram yang tak layak bersanding dengan Evan. Namun, sang suami justru sangat mencintai wanita misterius ini. Di balik keanggunannya, Kathryn menyimpan rahasia sebagai peretas andal, dukun legendaris, dan peracik parfum istana. Saat Evan memanjakannya di hadapan publik, satu per satu topeng Kathryn terbuka, memaksa para pembencinya tunduk.
Sampul Novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
7.9
Kehidupan pernikahan Amira hancur seketika saat perselingkuhan suaminya, Bagas, terungkap. Selama ini, wanita berusia 26 tahun tersebut selalu patuh dan setia mendampingi sang suami tanpa pernah mengeluh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, Amira menolak untuk menjadi korban yang lemah. Ia mulai merancang strategi matang untuk membalas rasa sakit hatinya. Mampukah Amira melewati rintangan berat ini? Ikuti kisah perjuangannya menuntut keadilan atas pengkhianatan Bagas.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Mencari pasangan hidup sejati bukan sekadar tentang rupa yang menawan. Kisah romansa modern ini memberikan sudut pandang mendalam bahwa keindahan fisik tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga di masa depan. Seorang pria dituntut menyadari bahwa anak-anaknya kelak membutuhkan figur ibu yang bijaksana, bukan sekadar cantik. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan sosok wanita yang mampu mendidik generasi penerus dengan limpahan kasih sayang tulus serta nilai moral yang kuat.
Sampul Novel Salah Melamar
9.7
Bagaimana jadinya jika suami Anda ternyata mencintai adik kandung Anda sendiri? Akibat kelalaian fatal orang tua saat proses lamaran, seorang wanita terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Ia harus menelan pil pahit kehidupan rumah tangga yang dipenuhi ketidakpastian, sembari menghadapi kenyataan bahwa hati suaminya milik wanita lain. Di tengah luka batin dan kekecewaan yang mendalam, ia terpaksa bertahan menjalani takdir pernikahan yang salah sasaran ini.
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka
8.4
Setahun menjalani pernikahan hampa, Aurelia Shanum langsung diceraikan Damian Revan Alveric begitu ayah mertuanya tiada. Dua tahun berlalu, kini Aurelia telah bangkit menjadi perempuan mandiri yang sukses memimpin bisnis EO pernikahannya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali lewat cara yang tak terduga. Damian mendadak datang sebagai klien baru yang meminta Aurelia merancang hari bahagianya. Kini, ia dituntut profesional di hadapan mantan suami yang dahulu telah mematahkan hatinya.