APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Istri Pengganti

Menjadi Istri Pengganti

Demi menjaga nama baik keluarga karena pengantin wanita kabur, Satya harus menikahi Arabella Sky, anak sahabat orang tuanya. Bella yang baru lulus kuliah menerima pernikahan ini demi membalas budi. Namun, pernikahan tanpa cinta mereka diuji saat mantan kekasih Satya datang kembali untuk merebut posisinya, sementara mantan kekasih Bella juga terus mengejarnya. Akankah mereka goyah atau justru bertahan demi menjaga janji suci tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ibu senang karena akhirnya pernikahanmu tidak jadi dibatalkan dan terlaksana juga," ucap istri dari pemilik Brawiyaja Grup kepada putranya yang sedang duduk di meja makan sambil sesekali melirik penyanyi yang sedang membawakan lagu city of star di perjamuan tamu malam itu.

Satya hanya melemparkan sebuah senyuman kepada ibunya. Sebuah senyuman palsu yang lagi dan lagi Satya tampakkan hanya untuk menutupi kekacauan yang memenuhi isi kepalanya.

"Dan terima kasih untuk kamu, Nak Bella. Aku sangat bahagia kamu menjadi istri dari Satya dan menantu di keluarga kami. Aku sangat bersyukur hari ini, Sayang."

Reva—ibu dari Satya —kali ini mengalihkan perhatiannya ke arah Bella yang sejak tadi diam di samping Satya dan melontarkan kalimat bahagianya setelah pernikahan antara Satya dan Bella terlaksana.

Bella yang sejak tadi tengah bergelayut dengan pikirannya sendiri seketika tersentak saat mendengar ibu Reva—mertuanya—tengah mengajaknya berbicara.

Bella mendongak dan mengulas senyum tipis. "Iya, Ibu. Aku juga sangat senang menjadi bagian dari keluarga Anda."

Seketika semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Bella yang tergolong begitu kaku. Semua orang tertawa, tetapi tidak bagi Satya dan Bella. Mereka berdua seakan tenggelam dalam pikiran masing-masing dan merasa tidak ada yang lucu dari kalimat barusan.

"Jangan terlalu kaku seperti itu dong, Nak," ucap ibu Reva kembali di sela-sela kekehannya.

Sekali lagi Bella hanya tersenyum malu-malu, dan sama sekali tak bisa berkata-kata. Entahlah, ia merasa begitu canggung berada di tengah-tengah keluarga Satya.

Sedangkan Satya sendiri sekali lagi hanya tersenyum tipis. Senyum yang berarti senyuman sakit hati, senyuman luka, atau yang lainnya. Dia masih berandai-andai, andai kata Luna yang berada di tengah-tengah obrolan hangat itu bersama keluarganya. Pasti ia akan lebih banyak tertawa dan tersenyum. Dan pastinya ia akan berbahagia, bukannya muram seperti saat ini.

Tetapi tetap saja, rasa marah kepada Luna masih dirasakan oleh Satya. Ingin rasanya ia mencecar habis-habisan perempuan itu, bertanya apa alasan terbaik yang dimiliki oleh Luna hingga memilih pergi di hari pernikahan mereka?

Satya tidak mengerti mengapa kekasihnya itu meminta Satya melaksanakan pernikahan sebagai bukti dari keseriusannya, jika pada akhirnya perempuan itu sendiri tidak menginginkan pernikahan.

Apa Luna tidak pernah mencintainya? Apakah hubungan yang mereka bangun selama bertahun-tahun hanyalah lelucon baginya? Sungguh! Satya ingin tahu semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu dari mulut Luna.

Sungguh, dalam situasi ini Satya tidak tahu harus meletakkan dirinya di mana. Pada Luna kekasihnya yang menghilang di hari pernikahan mereka atau istrinya yang sedang duduk di sebelahnya tanpa mengatakan apa pun.

Perempuan bermata coklat itu sejak tadi hanya diam, tampak fokus pada makanan penutup yang berada di hadapannya.

Meskipun begitu, Satya tahu betul bahwa wanita itu juga sedang berpura-pura sama seperti dirinya.

Mereka memang sudah menikah dan mengambil sumpah untuk memulai hari yang baru bersama. Tetapi bukan berarti semuanya langsung berubah begitu saja, 'kan? Satya tahu betul bahwa masalahnya tidak sesederhana itu.

Ada banyak hal yang tidak bisa menjadi sederhana terutama saat mereka melibatkan dua hati dan dua kehidupan di dalamnya.

"Aku berhutang banyak padamu, Jeng Shena," ucap ibu Reva pada ibu Bella yang juga berada di sana.

"Jangan berkata seperti itu, Jeng Reva. Aku akan melakukan untukmu," balas Shena, ibu dari Bella.

"Aku sangat senang akhirnya kita besanan juga. Akhirnya keinginan kita di masa lalu dapat terwujud," balasnya kembali.

Shena terkekeh dengan anggun. "Aku pun seperti itu, Jeng. Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan besanan seperti itu dan persahabatan antar keluarga kita akan semakin erat."

Tampak kedua wanita paruh baya itu yang masih begitu muda dan cantik di umurnya sekarang tengah saling melontarkan rasa bahagia dan syukurnya atas pernikahan Bella dan Satya.

Sementara itu, Satya melihat dengan baik bagaimana kedua orang tuanya merasa sangat bahagia dengan pernikahannya dan Bella. Meskipun itu tidak direncanakan, tetapi tetap saja hal yang pernah menjadi impian kedua orang tuanya akhirnya tercapai.

Dulu, Satya sungguh berpikir bahwa dia tidak mungkin bisa menikah sesuai dengan keinginan orang tuanya. Bukan karena dia tidak menyukai Bella, perempuan itu memiliki daya tarik tersendiri yang tidak akan bisa dilewatkan oleh kaum Adam.

Dan meskipun sedikit, Satya sangat yakin bahwa Bella menjadi satu-satunya perempuan yang menarik perhatiannya di masa sekolah dulu. Namun sayangnya, sejak dulu Satya tidak pernah percaya terhadap cinta, karena dia meyakini cinta selalu berakhir dengan hal-hal yang menyakitkan dan Satya benci perasaan seperti itu.

Benar saja, kini rasa sakit itu benar-benar dialaminya. Terpatahkan dan dihancurkan oleh cinta.

Satya bahkan tidak tahu mengapa dia akhirnya memilih Luna sebagai perempuan yang akan dinikahi, dan menghabiskan seumur hidupnya hanya bersamanya. Saat itu, dia hanya berpikir Luna adalah satu-satunya perempuan yang berada di sisinya beberapa tahun terakhir dan hanya itu yang dia butuhkan.

Terlebih lagi, Luna adalah perempuan lembut dan sangat penyayang. Dan Satya akhirnya menjatuhkan hatinya hanya kepadanya.

Selama Luna berjanji untuk tetap setia dan berada di sisinya, Satya akan memberi segalanya untuk perempuan itu. Tetapi lagi-lagi takdir membawa kenyataan pahit, Luna memilih menyerah dan pergi. Bahkan setelah semua yang Satya berikan untuk kebahagiaan perempuan itu.

Hampir seluruh keluarga termasuk kedua orang tuanya tidak menampakkan kebahagiaan di saat Satya membawa Luna untuk diperkenalkan sebagai calon menantu.

Meskipun Luna memperlakukan Satya seperti sekarang, tetapi dia tidak pernah menyesal pernah berjuang untuk mempertahankan perempuan itu di sisinya. Satya rasa apa pun yang dia lakukan untuk Luna sebanding dengan pengorbanan Luna bersama dengannya. Setidaknya Satya sudah berusaha memperjuangkan Luna, pikirnya.

"Permisi, Nyonya. Ini waktunya tuan muda dan nona Bella untuk beristirahat," ucap sang kepala pelayan pribadi di keluarga Satya.

Mendengar kata istirahat, mata Bella langsung berbinar senang. Itu tandanya dia akan segera mengakhiri pesta yang membosankan ini dan terbebas secepatnya dari tempat ini.

"Artinya kita sudah bisa pulang 'kan, Ibu?"

Pertanyaan Bella membuat Nyonya Reva hanya tersenyum maklum.

"Kau ingin pulang ke mana, Sayang? Ini kan juga rumahmu sekarang. Tidak baik meninggalkan suami kamu sendirian, bukan?" Wanita itu berkedip nakal pada Bella kemudian pada Satya.

Apa maksudnya itu? tanya Bella dalam hati sebab dia tidak mengerti arah pembicaraan nyonya besar keluar Brawiyaja itu.

"Satya, ajak istrimu untuk beristirahat. Kalian berdua pasti sangat kelelahan hari ini."

Satya mengangguk, kemudian segera meraih tangan Bella untuk mengikutinya. "Saatnya beristirahat, Bella!"

Entah kenapa, tetapi Bella langsung patuh begitu saja dengan apa pun yang dikatakan Satya —suaminya. Seolah perintah Satya adalah titah seorang raja yang tak bisa dibantah.

Bella bahkan tidak mencoba protes atau bertanya mengenai apa pun, dia hanya ikut melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju sebuah ruangan yang sepertinya akan menjadi kamar mereka.

Astaga! Apakah malam ini dia harus berperan menjadi istri yang sesungguhnya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beetwen love and hate
9.2
Hati Hendra hancur setelah dicampakkan Luna yang memilih mengejar karier model dan lelaki lain. Di masa terpuruknya, sebuah kecelakaan mempertemukan Hendra dengan Nita, sosok tulus yang menyelamatkannya. Perlahan, kebaikan Nita berhasil menyembuhkan luka di hati Hendra yang sempat menutup diri. Namun, saat hubungan mereka mulai erat, Luna kembali hadir dan meminta Hendra kembali. Kini, Hendra bimbang memilih masa lalu kelamnya atau masa depan hangat bersama Nita.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Karier hancur dan harta keluarga ludes akibat jebakan kejam Darma Wijoyo serta Jihan Prameswari. Demi biaya berobat ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak pernah kulakukan. Namun, janji bosku itu dusta belaka, dan aku hanya diperalat tanpa harga diri. Di tengah kehancuran dan kepahitan pengkhianatan ini, aku bangkit. Rasa sakit kini menjelma menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang merampas segalanya.
Sampul Novel Duet Maut Janda dan CEO Badass
8.2
Pasca bercerai, Vina Pryanika (29) terjepit kesulitan finansial. Di bawah pengaruh alkohol, ia tidak sengaja menampar Eros Gaharu, seorang CEO teknologi yang terkenal kejam dan pemarah. Sebagai bentuk balasan, Eros meniduri Vina yang tidak berdaya. Di tengah konflik ini, Vina bertekad menghancurkan keluarga mantan suaminya. Keduanya pun bersekutu dalam kolaborasi mematikan demi menuntaskan dendam masing-masing. Akankah kemitraan ini menumbuhkan rasa yang tak terduga?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pebisnis mebel yang gemar balap mobil, telah hidup bersama dua istri rupawan. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang umbrella girl saat menjamu rekan bisnisnya. Pertemuan itu memicu obsesi baru dalam diri Sebastian untuk beristri tiga. Akankah kedua istrinya merelakan pernikahan ketiga ini, atau justru bersekutu menyusun rencana besar demi menghentikan ambisi sang suami mereka mereka?
Sampul Novel To My Dear Mr. Huo
8.8
Yun Shang diam-diam puas melihat anjing liar mengacaukan istana, menyerang Permaisuri dan melukai Hua Jing. Di balik topeng cemasnya, ia sengaja menambah penderitaan sang kakak demi membalas dendam. Setelah menyingkirkan pendeta palsu, ia merancang taktik baru bersama Qin Yi, pelayan setianya. Mengingat pengkhianatan kejam pada upacara kedewasaannya dahulu, Yun Shang kini bertekad membalikkan situasi untuk menghancurkan semua musuh yang pernah menjatuhkannya.