APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan

Embun terjebak dalam dilema besar ketika harus segera angkat kaki dari rumah kakak iparnya. Syaratnya berat: ia wajib menikah agar sang kakak tidak cemas, padahal ia sendiri tidak punya pasangan. Di tengah keputusasaan, seorang kakek yang merupakan pelanggan setia kafenya datang membawa solusi tak terduga. Sang kakek meminta Embun untuk menikahi putra bungsunya, Kaisar Rahardja, seorang presdir kaya. Meski pernikahan impian ini akhirnya terwujud, Embun dilingkupi tanda tanya besar mengenai alasan sebenarnya di balik kesediaan Kaisar menikahinya begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 5

- Senyuman

“Kak, menurutku itu tidak perlu.”

“Hanya untuk jaga-jaga. Kita tidak pernah tahu pernikahanmu ke depannya akan seperti apa. Ini juga untuk kebaikanmu.” Rindang mencoba menjelaskan.

Sebagai wanita yang sudah menikah, Rindang lebih paham tentang hal itu. Apalagi jika menjadi istri yang tidak memiliki penghasilan, sertifikat rumah seperti itu akan menguntungkan.

Walaupun Embun memiliki penghasilan sendiri, tetapi setidaknya kehidupannya bisa terjamin dengan baik jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Kurasa aku tidak akan meminta hal itu pada suamiku, Kak.” Embun berusaha menolak permintaan Rindang.

“Baiklah kalau kamu tidak mau, tapi kalau begitu kakak juga tidak jadi memberikan restu untuk pernikahanmu.”

Embun menatap Rindang tidak percaya, lalu detik berikutnya menghela napas. “Baiklah Kak, aku akan coba bicarakan dengan Kaisar.” Embun bisa melihat Rindang tersenyum senang atas ucapannya.

Ada perasaan bersalah di hati Embun melihat Rindang tersenyum seperti itu, karena sebenarnya Embun hanya berpura-pura mengiyakan permintaan Rindang. Ia lakukan karena tidak ingin membuat Rindang khawatir dan bisa secepatnya mengizinkan Embun pergi dari rumah kakak iparnya.

Embun tidak akan mengikuti saran Rindang untuk meminta memasukkan namanya pada sertifikat rumah Kaisar. Kaisar sudah mau memberikan tempat tinggal dan memberinya nafkah adalah suatu hal yang bagus, dan ia tidak ingin meminta lebih daripada itu.

Namun, jika nantinya Kaisar sendiri yang menambahkan namanya di sertifikat rumah, ia juga tidak akan menolak. Karena meskipun ini pernikahan tanpa cinta, mereka tetap adalah suami-istri yang akan tinggal bersama seumur hidup.

“Kapan kamu akan mengenalkan suamimu pada Kakak?” Rindang tiba-tiba bertanya saat Embun selesai berkemas.

“Aku belum bisa pastikan, Kak. Suamiku ini sangat sibuk, hari ini saja dia ada perjalanan bisnis ke luar kota,” kilah Embun. Embun hanya belum siap mengenalkan Kaisar pada siapa pun, lagipula belum tentu Kaisar mau bertemu dengan keluarganya.

Daripada memberikan janji yang sulit ia tepati, lebih aman menjawab seperti itu, pun Kaisar sepertinya memang sibuk.

“Suamimu sudah pergi dinas ke luar kota di hari pernikahannya?”

Rindang tidak percaya, suami Embun sepertinya tidak perhatian pada adiknya sendiri. Bisa-bisanya lebih memilih pekerjaan dibanding istrinya sendiri?

“Dia juga terpaksa, Kak. Lagi pula, dia berjanji akan pulang secepatnya. Nanti, setelah sudah pulang, aku akan pertemukan dia dengan Kakak ya.”

Walau tidak rela, tapi Rindang hanya bisa memercayai adiknya.

Setelah berpamitan pada Rindang, Embun pun pergi menuju tempat tinggal Kaisar.

Siang itu jalanan tidak terlalu ramai, tetapi Embun membutuhkan waktu satu jam untuk tiba di komplek apartemen Kaisar.

Embun bisa melihat komplek apartemen ini adalah komplek apartemen mewah, dan ketika melihat sekeliling, Embun sadar ia belum tahu di lantai dan unit berapa apartemen Kaisar.

Embun berhenti di dalam lobi lalu duduk di sofa. Ia mengeluarkan ponsel dan mencoba untuk menghubungi Kaisar.

Kaisar melihat ponselnya di atas meja menyala.

[Embun Prajaya]

Melihat nama Embun, pria itu menjulurkan tangan dan sempat berniat untuk mengangkatnya. Namun, teringat dirinya sedang menghadiri rapat, Kaisar pun berakhir menolak panggilan itu.

Sudah menjadi kesepakatan bersama di perusahaan itu bahwa ketika rapat sedang berlangsung, siapa pun yang menghadirinya tidak boleh melakukan panggilan untuk urusan pribadi. Demi menghormati peraturan rapat itu, maka Kaisar pun tidak mengangkat telepon Embun.

Akan tetapi, tak lama ponsel Kaisar kembali menyala. Lantas alih-alih menerima panggilan itu, Kaisar langsung mengirimkan pesan.

Ting!

Satu pesan dari Kaisar masuk ke ponsel Embun.

[Ada apa?]

Tanpa menunggu jeda, Embun membalas pesan dari Kaisar.

[Saya sudah di lobi apartemenmu. Tapi saya tidak tahu nomor unit dan di lantai berapa.]

Ting! Pesan baru kembali masuk.

[Penthouse. Lt. 50].

Setelah tahu unit dan lantai apartemen suaminya, Embun gegas berdiri dari duduknya. Dia membawa semua barang-barangnya menuju lift khusus yang menghubungkannya ke unit apartemen Kaisar.

Ketika Embun sudah berada di depan pintu apartemen, dia pun menggunakan kartu akses dan kode sandi dari Kaisar untuk membuka pintu.

Ting!

[Sudah bisa masuk?]

Satu pesan dari Kaisar kembali masuk ke dalam ponsel Embun.

[Sudah.]

Tidak lama pesan dari Embun dibalas kembali oleh Kaisar.

[Perlu bantuan?]

Sudut bibir senyum agak terangkat melihat tawaran Kaisar.

[Tidak apa-apa. Lagipula jika saya butuh bantuanmu sekarang, memangnya kamu bisa langsung pulang secepatnya?]

Tidak lama berselang sebuah notifikasi pesan masuk kembali ke ponsel Embun.

[Tidak.]

Embun tertawa kecil membaca balasan pesan dari Kaisar. Embun sama sekali tidak merasa tersinggung dengan jawaban suaminya itu.

Merasa tidak perlu membalas pesan pria itu lagi, Embun pun hanya membalas dengan emoji tertawa sekaligus menangis dan sebuah jempol.

Kaisar menatap layar ponselnya. Lelaki itu tanpa sadar tersenyum tipis saat melihat dua buah emoji yang dikirimkan Embun. Belum pernah ada yang berani membalas pesannya hanya dengan emoji, dan wanita itu melakukannya, jadi ini membuatnya merasa aneh.

Tahu dirinya tidak perlu membalas lagi pesan dari Embun, Kaisar pun menutup ponselnya.

Pria itu belum mengenal Embun dengan baik. Dia hanya mengetahui Embun sebatas dari cerita sang ayah setiap ayahnya kembali dari kafe langganannya, yang mana kemudian Kaisar tahu kafe itu adalah milik Embun.

Kaisar hanya berharap agar Embun tidak merepotkannya. Karena dia tidak akan memiliki waktu untuk meladeni Embun.

Kaisar meletakkan kembali ponselnya ke atas meja dan hendak lanjut mendengarkan rapat yang sempat ditinggalkannya sesaat tadi.

Namun, ketika Ķaisar mendongak, semua orang di ruangan meeting itu sedang menatapnya dengan tatapan penasaran yang tinggi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Satu dekade membina rumah tangga, pernikahan Jonathan dan Theresia hancur akibat depresi karena belum dikaruniai anak. Lelah menghadapi siksaan fisik serta mental, Jonathan memutuskan menggugat cerai istrinya. Saat proses perceraian berlangsung, ia terpikat pada Karin, sekretarisnya yang berhati lembut. Namun, Theresia enggan menyerah dan berjuang mempertahankan pernikahan mereka. Sanggupkah Jonathan lepas dari sang istri, ataukah ada maksud terselubung di balik ketulusan Karin?
Sampul Novel Hari Pamermu, Hari Kematianku
8.9
Demi menyelamatkan diri dari kemiskinan dan kejaran musuh saat Andre bangkrut, tokoh utama memilih memutuskan hubungan dan berpaling ke pria kaya lain. Meski Andre memohon dan menyatakan tidak bisa hidup tanpanya, penolakan kejam dengan siraman wiski akhirnya mengusir pria itu pergi. Enam tahun berlalu, Andre kembali ke Jalan Wandara sebagai taipan keuangan sukses Kota Yorin. Berniat memamerkan tunangan barunya sebagai pembalasan dendam, Andre justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa wanita yang dicarinya telah meninggal dunia tepat di hari kepulangannya.
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Akibat tekanan ibu mertua yang merendahkan status sosialnya, Lara terpaksa berpisah dari Elara. Suaminya yang dulu hangat kini berubah dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam keliru yang dikira Elara bersama Elena, ia bertunangan dengan wanita itu. Lara yang terluka memilih pergi ke desa untuk merintis usaha sabun organik. Di sana, ia memulai hidup baru tanpa menyadari bahwa dirinya sedang mengandung anak yang akan menjadi pewaris takhta Elara.
Sampul Novel Noda Darimu
8.5
Satu malam tak terduga dengan Biantara Edzhar Martinez, kekasih sahabatnya, mengubah hidup Violetta Gilda. Kehamilan Gilda akibat peristiwa di pesta itu membuat kakek Edzhar mendesak pernikahan demi menutupi aib. Carla yang murka bersekutu dengan ibu Edzhar untuk menghancurkan Gilda lewat pernikahan kontrak. Di tengah penderitaan itu, Gilda harus bertahan demi bayinya sembari memendam cinta yang tumbuh pada Edzhar. Akankah perasaan tulusnya terbalas?
Sampul Novel Pelarianku: Pernikahan Kontrak
7.9
Lima tahun mendampingi Adrian hingga sukses, aku sadar hanya menjadi bayangan Annika, mantan kekasihnya. Adrian terus mengabaikan nyawaku demi wanita itu, membuktikan aku cuma pengganti yang bisa dibuang. Lelah terjebak kebohongan, aku pergi saat dia kembali memilih Annika di kapal pesiar. Demi kebebasan, aku mengambil posisi adiknya untuk menikahi pria misterius yang cacat.
Sampul Novel Perceraian dan Bersinar: Terlambat untuk Meminta Maaf
8.8
Dua tahun Caitlin bertahan dalam pernikahan dingin bersama Isaac. Namun, kembalinya cinta pertama sang suami dalam kondisi mengandung membuat kesabarannya habis. Caitlin memilih pergi dan menggugat cerai tanpa mengungkap kehamilannya sendiri, meski Isaac memandang sebelah mata keputusan tersebut. Kini, Caitlin telah menjelma menjadi perancang busana sukses yang kaya dan dikagumi. Di sisi lain, Isaac didera penyesalan mendalam dan harus memohon pengampunan dari mantan istri yang dulu ia abaikan.