APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya

Menjadi Bayang Cinta Pertamanya

Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lengan Viola juga terkena bara panas dari panggangan yang terjatuh. Saat dia berusaha membantuku, lengannya tidak sengaja tersentuh bara tersebut.

"Jessy, aku tahu kamu nggak suka aku, tapi kamu nggak perlu sengaja melempar bara ini ke lenganku."

Setelah kata-katanya terucap, semua mata langsung tertuju padaku. Tatapan mereka penuh dengan tuduhan.

"Jessy, kamu kejam sekali. Kami tahu kamu nggak pernah suka Viola, tapi kamu nggak seharusnya melakukan hal seperti ini!"

Aku memejamkan mata sejenak, lalu membuka kembali untuk menatap Viola. Dia tampak tidak stabil dan bersandar pada Jasper dengan air mata yang berlinang.

Orang-orang di sekitarnya jelas termakan oleh aktingnya dan makian kepada diriku semakin keras, "Wanita jahat, kenapa kamu nggak tenggelam saja waktu di laut tadi?"

Aku berkata dengan suara tenang, "Viola, jangan coba-coba memfitnahku ...."

Belum sempat aku selesai membela diri, Jasper sudah memotong dengan suara tegas, "Cukup!"

Dia menatap lengan Viola yang memerah karena luka bakar, alisnya berkerut dalam-dalam. "Kamu yang meletakkan bara itu di lengan Viola. Kenapa sekarang malah memutarbalikkan fakta?"

Aku membuka mulut, tapi hanya tertawa kecil penuh ironi. "Jadi, apa pun yang dia katakan, itu pasti benar? Aku bilang aku nggak pernah melakukan itu. Apa kamu bakal percaya sama aku?"

Aku menatap mata Jasper dengan tajam, tapi dia membalasnya dengan dingin, "Kalau kamu salah, seharusnya kamu minta maaf!" katanya dengan nada penuh penekanan. "Cepat minta maaf sama Viola!"

Tatapan Jasper tidak lagi terlihat adanya cinta. Rasa sakit dari luka bakar di kakiku terasa semakin menyiksa, tetapi hatiku terasa lebih dingin.

Waktu berlalu, dan orang-orang di sekitarku mulai kehilangan kesabaran. Tatapan mereka seperti menuntutku.

Aku menunduk melihat luka di kakiku. Aku hanya ingin segera pergi untuk mengobati lukaku. Akhirnya, aku tertawa sinis dan berkata, "Baiklah, aku minta maaf."

Dengan langkah tertatih-tatih, aku mendekati Viola dan Jasper sambil menahan rasa sakit di kakiku yang parah. Aku menatap tajam ke mata Jasper dan berkata dengan suara dingin, "Sudah puas?"

Ruangan itu langsung sunyi, tidak ada yang berani berkata apa pun. Aku berbalik dan mulai berjalan ke arah mobil, air mataku mengalir deras tanpa bisa kutahan.

Melihatku yang begitu tenang dan kehilangan semangat, Jasper tiba-tiba merasa panik. Dia mengikuti langkahku menuju mobil.

Ketika dia mencoba meraih tanganku, aku langsung menepisnya dengan tegas. "Aku sudah lompat ke laut, sudah minta maaf. Sekarang, apa aku pergi mengurus luka di kakiku yang terbakar ini?"

Awalnya aku tidak ingin menunjukkan rasa tertekanku, tetapi kata-kata yang akhirnya keluar dipenuhi dengan kesedihan. Aku mengerutkan alis menatap Jasper. Sampai sejauh mana kamu ingin menghancurkanku demi Viola?

Jasper tampak ragu. Bulu matanya bergetar ringan, bibir tipisnya sedikit terbuka, seolah ingin mengatakan sesuatu.

Namun, begitu melihat keadaanku yang menyedihkan, dia menghentikan niatnya. Tenggorokannya bergerak, lalu dia berkata dengan suara rendah, "Jessy, aku nggak bermaksud menyuruhmu melakukan apa pun."

Pandangan penuh kewaspadaanku tertuju padanya. Dia menelan ludah dengan gelisah, lalu berjalan mendekat dan meletakkan tangannya di atas perutku.

Udara malam yang dingin sedikit menghangat oleh sentuhan telapak tangannya. Nada bicaranya melunak, "Kamu tahu bagaimana sifat Viola. Mengalah sedikit padanya nggak ada salahnya, 'kan?"

"Lihat kakimu sekarang, semua ini hanya karena kamu lagi marah. Kamu bahkan hampir melupakan anak kita di dalam kandungan."

Aku memejamkan mata dan air mataku berderai tanpa henti. Rasa sedihku terlihat jelas dan tak bisa lagi kusembunyikan. Dengan suara serak, aku bertanya, "Apa anak kita masih ada di hatimu?"

Dia terdiam dan tampak bingung, lalu mencoba menjawab dengan nada menenangkan, "Tentu saja ...."

Namun, sebelum dia selesai berbicara, seorang pria dari kelompok itu berlari mendekat dengan tergesa-gesa. "Jasper, gawat! Viola sedang berjalan ke arah laut!"

Kami langsung melihat ke arah laut mengikuti arah pandangan pria itu. Viola terlihat berjalan perlahan menuju air, bibirnya bergetar, menggumamkan sesuatu.

"Jessy pasti marah padaku karena hari itu dia masuk ke laut. Kalau aku juga masuk ke laut, Jessy pasti nggak akan marah lagi." Dia meneteskan air mata, wajahnya penuh kesedihan. "Dengan begitu, Jasper nggak akan berada dalam posisi sulit lagi."

Ekspresi Jasper langsung berubah. Dia berdiri dengan cepat tanpa bisa menyembunyikan rasa khawatir dan paniknya. "Dia sudah gila ya?! Dia nggak bisa berenang!" katanya keras.

Jasper segera berjalan ke arah kursi pengemudi mobilku. Aku yang berdiri di samping, langsung meraih ujung celananya dengan marah. "Kamu gila, Jasper!" teriakku.

"Mobil itu adalah hadiah pernikahan dari ayahku! Kalau kamu bawa ke laut, mobil itu akan rusak!"

Jasper tertawa dingin dan sinis. "Jessy, kamu yang gila. Di hadapan nyawa seseorang, kamu masih memikirkan mobilmu!"

Aku semakin marah, suaraku bergetar karena emosi. "Kenapa, Jasper?! Kenapa?! Hanya karena dia bertingkah manja, aku harus kehilangan mobilku? Hanya karena dia cinta pertamamu, aku harus menanggung akibat atas semua tindakannya?!"

Entah kata-kataku yang mana yang membuat Jasper marah besar, tetapi ekspresinya langsung berubah dingin. Dia mendorongku dengan keras, membuatku terhuyung ke belakang, lalu masuk ke mobil dan pergi meninggalkanku.

Luka di betisku terus mengeluarkan darah, beberapa bagian bahkan sudah dipenuhi lepuhan. Perutku mulai terasa sakit lagi dan penglihatanku perlahan menjadi kabur.

Akhirnya, aku tidak mampu lagi menahan diri dan jatuh pingsan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Pertemuan tak sengaja dengan seorang duda menawan setelah Dilara Aysila Airene menolong seorang nenek di jalan menjadi awal dari segalanya. Terpikat oleh ketampanan sang pria, Dilara jatuh cinta dan bertekad merebut hatinya. Demi menarik perhatian sang idaman, ia meluncurkan berbagai rayuan hingga aksi konyol. Akankah misi cinta Dilara ini berakhir manis atau justru menghadapi rintangan? Ikuti perjuangan unik gadis ini dalam mengejar cinta sang duda.
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia dijebak calon mertuanya hingga terpaksa menikah dengan Verdi, paman mantan tunangannya yang lumpuh dan sakit. Meski mengira hidupnya akan menderita, ia justru dimanjakan dengan kemewahan. Namun, rahasia besar terbongkar saat Sonia tahu Verdi hanya berpura-pura sakit untuk mengawasinya. Begitu kedoknya terungkap, pria kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan sang istri yang sedang mengandung anaknya.
Sampul Novel Kasih Tak Sampai
9.2
Selama sepuluh tahun, Zed menyimpan dendam membara karena saudara laki-laki mantan kekasihnya telah menyiksa dan membunuh adiknya. Sang kakak kini dikurung di rumah sakit jiwa setelah dipukuli hingga cacat mental, sementara sang protagonis terjebak di sisi Zed tanpa jalan keluar. Menghadapi depresi, keguguran, dan tumor, ia menderita hingga ajal menjemput. Saat keinginan Zed agar seluruh keluarganya mati akhirnya terkabul, sebuah gundukan makam baru yang kecil muncul tepat di sebelah nisannya.
Sampul Novel Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku
8.5
Di bawah kegelapan malam, sebuah tindakan nekat di kursi taman menjadi awal dari obsesi yang tak terkendali. Menyadari kehadiran sosok pria berotot setinggi dua meter yang mengamatinya, wanita ini justru sengaja memuaskan hasratnya sendiri di tempat terbuka. Alih-alih takut, tatapan intens itu memicu sensasi menantang yang melumpuhkan akal sehatnya. Kegilaan impulsif ini berubah menjadi candu yang membakar, membuatnya kian haus akan gairah yang terlarang dan mustahil untuk dihentikan.
Sampul Novel Scarred Hearts
9.7
Aryadi dan Alyasha terjebak dalam kepalsuan rumah tangga yang harmonis. Kebohongan mereka runtuh ketika perselingkuhan masing-masing terbongkar secara senyap. Walau saling mengkhianati, keduanya tetap bersandiwara demi mempertahankan status sosial. Namun, kepura-puraan ini mulai menemui batasnya. Saat ego menguasai diri, kehancuran hubungan mereka tak lagi bisa dicegah. Di tengah badai konflik ini, Arion dan Annanda menjadi korban tidak bersalah atas ego orang tua mereka.
Sampul Novel Tetap mencintaimu
9.6
Ketulusan Keyzia Khanza dalam mencintai Yahya Al-Zayyan begitu menguras energi. Bersama dukungan para sahabat, ia akhirnya menyadari bahwa berharap pada manusia hanya akan menggoreskan luka. Bagi mereka, pernikahan adalah ikatan suci yang jauh lebih tinggi daripada pacaran, dengan takdir Tuhan sebagai penentu akhir. Walau badai dan perpisahan mengintai, Keyzia dan Yahya memilih saling menjaga rasa lewat diam dan doa, berharap cinta mereka abadi hingga ke jannah tanpa melukai siapa pun.