APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENIKAM MENTAL SUAMI DAN GUNDIKNYA

MENIKAM MENTAL SUAMI DAN GUNDIKNYA

Sawitri, seorang guru TK honorer, menghadapi ujian berat ketika ibu mertuanya, Masita, menuntutnya menyetujui poligami Burhan dengan Nuri. Tergiur kekayaan Nuri, Masita lebih memilih mendukung wanita itu demi keuntungan materi. Di saat hati Sawitri hancur, Burhan justru tega berselingkuh terang-terangan tanpa memikirkan perasaan sang istri. Sanggupkah Sawitri bertahan melewati kejamnya pengkhianatan suami dan mertuanya dalam pernikahan yang kini penuh penderitaan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Baru saja Sawitri selesai menunaikan sholat azhar empat rakaat, saat ia dengar suara suaminya berbincang dengan ibu mertuanya. “Tumben mas Burhan pulang cepat.” Gumam Sawitri. Bergegas ia melepaskan mukenanya dan menggantung di gantugan khusus mukena yang ia sediakan di dalam kamar sederhana itu. Dan segera ia keluar kamar untuk menemui suaminya.

Tapi tunggu…sepertinya ada tamu lain…seorang perempuan…

siapa ya kira-kira…

Manik Sawitri sedikit memicing, saat melihat seorang wanita duduk berdempetan sangat dekat dengan suaminya. Rabut sebahu wanita itu terlihat diwarnai.

“Oh sudah bangun rupanya, menantu Ibu. Sini Wit!” Bu Masita yang memang bila siang hari banyak tinggal di rumah anak dan menantunya, melambaikan tangan pada Sawitri yang berdiri di ambang pintu.

Tamunya perempuan jadi Sawitri tak mengenakan hijab tadi. “Kenalkan ini Nuri, calon istri kedua Burhan.” Tandas bu Masita tanpa tedeng aling-aling. Buat tangan Sawitri yang siap menyalami sang tamu, hanya menggantung di udara.

Seperti petir di siang bolong yang akan membawa kemarahan hujan, begitulah perasaan Sawitri melihat senyum suaminya, senyum ibu mertunya dan wanita yang bernama Nuri yang sedang tersenyum jumawa ke arahnya.

_________________

“Maksudnya apa ini, Mas?” tak terima rasanya Sawitri dengan kata-kata mertuanya barusan. Sawitri tak terima bila harus di madu. Mana ada perempuan yang rela dimadu. Cukup geram Sawitri kali ini, hampir habis kesabarannya.

Burhan yang ditanya oleh istrinya menghela napas panjang. Sebenarnya ada rasa tak tega melihat posisi Sawitri sekarang ini, namun remasan kuat Nuri pada jemari kirinya, buat Burhan nekat menggores luka pada sanubari wanita sabar yang telah membersamainya dua tahun lebih ini. “Jadi, yang ibu katakan barusan itu benar, Wit. Nuri ini calon adik madumu.” Seperti godam yang dihantamkan di palung hati sawitri. Sakit dan perih luar biasa dirasakan wanita dua puluh enam tahun ini.

“Jadi yang kamu bilang lembur hampir tiga bulan ini, ternyata kamu jalan sama perempuan binal ini, Mas?” gelegar suara Sawitri menahan amarah.

“Jaga mulut kamu, Sawitri!” hardik Burhan pada istrinya itu.

“Perempuan apa namanya Mas, yang jalan dengan suami orang kalau bukan perempuan binal?” tatapan Sawitri nyalang menguliti gundik suaminya. Memang cantik dan bahenol, di tambah pakainnya yang cukup ketat ditubuhnya, menampakkan semua aset berharganya.

“Cukup Sawitri!” kali ini bu Masita yang angkat suara, membela kelakuan busuk putranya. Sementara Nuri yang memang sadar diri salah, malah berpuran menangis dengan wajah memelas.

“Aku memang cinta sama mas Burhan, Mbak. tapi bukan berarti aku perempuan binal hu…hu..hu…” Nuri sudah memainkan dramanya sendiri. Sebisa mungkin air mata buayanya ia keluarkan demi menggaet simpati calon mertuanya yang tampak gembira dengan kehadirannya sebagai duri di rumah tangga Burhan dan Sawitri.

“Kamu sudah bikin calon mantu ibu, nangis.” Geram bu Masita pada istri sah putranya.

“Sudah sayang, tenang dulu. Biar mas jelasin lagi sama Sawitri.” Burhan langsung memeluk tubuh kekasih gelapnya. Merasakan benda kenyal itu menempel di dada bidangnya.

Rasanya seperti luka yang ditaburi garam, begitulah perasaan Sawitri melihat bagaimana suami dan ibu mertuanya memperlakukan kekasih gelap mas Burhan itu di hadapan matanya. Tak ayal kaca-kaca yang mengaburi pandangannya sedari tadi akhirnya jatuh juga, pecah menjadi deraian air yang mengaliri pipi kuning langsat miliknya. Sakit dan perih itu yang dirasa Sawitri. Ingin rasanya ia menjambak gundik suaminya ini. Namun ia menahan tangannya itu yang baru saja tersentuh air wudhu.

Sawitri akan mengadukan semua ini pada Rabb-nya.

__

“Kamu nggak apa-apa, Sayang?” bujuk Burhan pada Nuri yang terlihat merajuk sepulangnya dari rumah Burhan. Sekarang ini mereka bukan lagi bertemu di hotel, tapi bertemu di rumah kontrakan dua kamar milik Nuri. Lumayan luas dan tenang.

Nuri tak ingin lagi menyembunyikan hubungannya dengan Burhan, sebab tadi ibu pria itu sangat merestui hubungan mereka, hanya adiknya saja yang tadi nampak tak senang saat pulang sekolah melihat Nuri tadi di rumah kakaknya.

Anak kecil itu gampang saja, tinggal dikasi uang jajan. Aman. Restu untuk bersatu dengan Burhan akan Nuri dapatkan. Tinggal bagaimana ia harus membuat kekasihnya ini menceraikan istrinya yang lugu itu. Nuri tak ingin membagi Burhan dengan wanita lain. Hanya untuk dirinya saja, satu-satunya wanita dalam hidup mas Burhan nanti.

Nuri lupa bila ia sedang berusaha membagi cinta suami wanita lain untuk dirinya. Dan drama merajuk pun berlanjut.

“Aku sampai dikatain perempuan binal, Mas.” Nuri berpura menyeka air mata di netra yang ia pasangi softlens coklat itu.

“Maafkan, Sawitri sayang, Mas akan beri pelajaran sama dia.” Burhan mulai memeluk tubuh semok itu dari belakang. Bahkan dengan sengaja ia taruh tangannya di bagian dada milik Nuri, merasakan puting keras wanita itu.

“Gimana kalau dia jambak aku tadi, Mas?” netra coklatnya itu sudah kembali mengeluarkan air mata buayanya. Buaya betina tepatnya.

“Tidak akan mas, biarkan.” Sahut Burhan cepat, sambil menciumi tengkuk mulus Nuri. Birahi keduanya selalu meledak bila sedang berdekatan begini. Nuri yang mendapat ciuman di tengkuknya sudah meremang saja.

“Pokoknya aku nggak mau jadi adik madu mbak Sawitri, Mas.” Nuri sudah benamkan wajahnya yang berlinang air mata di dada bidang milik Burhan. “Mas pilih aku atau istrimu itu!” raung Nuri kembali tersedu, tentu saja Nuri takut kehilangan pria gagah yang sedang memeluknya ini.

“Iya, Sayang.” Sahut Burhan, sambil berusaha mencerna kata-kata Nuri. Maksudnya ini bagaimana, haruskah ia menceraikan Sawitri? Padahal dulu ia berjanji akan pada pak Saleh, bila akan menjaga dan setia pada putrinya itu.

“Iya, apa? Aku mau jadi satu-satunya wanita yang kamu peluk begini, Mas.” Ucap Nuri lagi masih tersedu.

“Iya, Sayang, nanti Mas bicarakan sama Ibu dan Sawitri. Yang penting ini…Cuma buat mas saja.” Sahut Burhan.

“Mas, pengen, sayang.” Ucap Burhan dengan suara serak, sementara jemarinya sudah kembali berusaha membuka kancing blouse putih yang cukup ketat itu.

“Ia Mas sabar dong. Ini punya, Mas koq.” Nuri membantu membuka kancing blouse itu dan…

“Wow,” Burhan langsung melahap benda kenyal itu di sofa ruang tamu milik Nuri. Bila gundiknya ini ngambek, gampang saja untuk mengembalikan moodnya. Dengan cara bercinta tentu saja. Lalu dengan tergesa keduanya melepas pakaian masing-masing, hingga tak sehelai benang pun menempel di tubuh keduanya.

Lalu kembali Burhan menunggangi tubuh gundik binalnya itu, mereka melanjutkan tiga ronde yang tadi siang di hotel. Bahkan malam ini Burhan tak pulang ke rumahnya. Ia dan Nuri sibuk memuaskan birahi liar mereka. Keduanya bergumul hingga dini hari, buat Nuri merem melek merasakan pentungan besar milik Burhan yang keluar masuk di kemaluannya yang berkedut-kedut. Segala macam rupa dan gaya mereka lakukan demi memuaskan birahi mereka yang dahaga. Keduanya saling menunggangi dengan liar, bahkan kata-kata vulgar tak henti mereka ucapkan yang buat birahi keduanya semakin panas.

Burhan begitu lihai membuat Nuri berkali-kali menjerit puas tanpa takut kedengaran tetangga sebelah. Mereka bermain gila dan liar di rumah kontrakan Nuri, meninggalkan Sawitri seorang diri yang sedang berlinar air mata, membiaskan perih luka-luka yang ia rasa. Mungkin dengan menangis akan bisa sedikit mengobati, perasaanya yang hancur.

Jika Burhan masih sibuk saling menunggangi bersama Nuri, maka Sawitri sibuk dengan do’a-do’a dan aduan pada sang Rabb subuh ini. Air matanya mengalir di setiap luka yang ia adukan. Memohon segala petunjuk atas rumah tangganya. Haruskah berakhir atau ia pertahankan. Sungguh ia tak ingin menjadikan rumah tangganya sebagai penjara untuk suami yang sangat ia hormati. Sawitri berusaha rela bila harus melepaskan. Namun jalannya janganlah semenyakitkan ini.

Rasanya netra wanita sabar ini tak bisa lelap. Sehabis sholat malam tadi, Sawitri berusaha memejam walau sebentar namun tak bisa. Lalu ide dan rencana – rencana indah muncul di benaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati
9.7
Demi membalas kematian sang adik, Dirham Assegaff tega merenggut kesucian Dinar Azalea. Namun, aksi balas dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar mengandung lalu lenyap demi menyembunyikan aibnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Dirham pun menawarkan pernikahan demi merebut anaknya. Sayang, hadirnya cinta pertama Dirham menjadi rintangan besar. Akankah kebencian terkikis oleh cinta, atau justru luka lama Dinar yang akan semakin perih?
Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares
8.1
Pernikahan paksa tanpa cinta adalah mimpi buruk bagi siapa saja. Takdir pahit ini harus dijalani oleh Ares dan Anggun yang dipersatukan dalam perjodohan tanpa rasa. Meski batin mereka menolak keras, tidak ada jalan keluar untuk melarikan diri dari situasi pelik ini. Mereka terpaksa tunduk pada komitmen pernikahan yang tak diinginkan, karena tidak ada satu pun alasan kuat yang mampu membatalkan ikatan sakral tersebut.
Sampul Novel Mengejar Cinta Ustaz Tampan
9.7
Di usia kepala tiga, Dian yang tomboi dan ceplas-ceplos didera kecemasan karena belum juga melepas masa lajang. Sebuah saran tak biasa menuntunnya rajin ke masjid di waktu Subuh demi mencari pasangan. Tak disangka, ia malah jatuh hati pada Fajar Faizan, ustaz muda nan tampan yang juga seorang dosen. Demi memikatnya, Dian rela merombak drastis seluruh penampilannya. Akankah niat awal yang murni demi urusan dunia ini mampu bermuara pada kisah cinta yang tulus?
Sampul Novel Pemuas Nafsu Sang Casanova
8.6
Nasib malang menimpa Aletta Casandra. Gadis berparas menawan ini dijadikan alat bayar utang oleh pamannya sendiri. Kebebasannya direnggut paksa ketika ia diserahkan kepada Leonardo Pradungganegara. Leonardo adalah konglomerat muda yang sangat kejam dan berkuasa. Kini, kehidupan masa muda Aletta hancur sepenuhnya. Ia terjebak dalam lingkaran hitam, dipaksa menjadi pemuas hasrat bagi pria berdarah ningrat tersebut tanpa bisa melarikan diri.
Sampul Novel Selamat Tinggal, Haris Gunawan
8.3
Aku tewas mengenaskan di tempat Haris Gunawan dan Lea Linata berselingkuh. Lea memanipulasi Haris untuk membedah perutku demi merebut bayi kami, lalu memfitnahku agar Haris berhenti mencariku. Setelah mengetahui kebenaran mengerikan bahwa jasad yang ia bedah adalah aku, Haris didera penyesalan. Namun, ia tetap menikahi Lea. Di hari pernikahan, Haris membongkar semua dosa Lea, lalu melompat bersamanya dari gedung. Lea tewas seketika, sementara Haris menjadi vegetatif seumur hidup.
Sampul Novel Terpaksa Menikah Karena Kesalahpahaman
8.5
Akibat salah paham terkait undangan sebuah pesta, Marissa terpaksa menikahi Hendra, sopir pribadinya yang berpenampilan biasa saja. Keputusan keluarga demi menutupi skandal membuatnya tak berkutik, meski ia sempat menolak keras karena merasa kebebasannya direnggut. Namun, ketulusan serta kesabaran Hendra perlahan-lahan meluluhkan hati Marissa. Ia pun akhirnya menyadari bahwa kesetiaan sejati jauh lebih bernilai dibanding penampilan fisik semata.