APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menikahi Mantan Pacar Teman

Menikahi Mantan Pacar Teman

Dunia Mei runtuh saat pria impiannya sejak SMA menikah dengan sahabatnya. Di tengah pesta pernikahan yang menyakitkan itu, Juna datang membawa lamaran tak terduga. Meski mapan dan menawan, mantan kekasih sahabatnya itu juga sedang patah hati. Juna menawarkan sebuah pernikahan tanpa cinta sebagai jalan mencari kebahagiaan baru. Akankah persatuan dua jiwa yang terluka ini menjadi obat penawar lara, atau justru menggoreskan luka yang jauh lebih perih?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Four ...!”

“Three ...!”

“Two ...!”

Semua bersorak. Teriak serentak. Menghitung mundur dengan penuh penantian kala si pengantin wanita berdiri membelakangi stage, bersiap melempar buket bunga pengantinnya. Terutama bridesmaids sudah mulai saling sikut, tak sabar untuk saling rebut.

Namun tidak dengan Mei. Meski bibir wanita itu tersenyum, tetapi senyum itu tak mencapai matanya yang menyorot suasana itu dengan sendu. Meski begitu dia tetap bergabung dalam barisan besties yang  berseragam kebaya merah terang.

“Gooo!” 

Semua tanganpun melambai-lambai ke atas, siap menangkap disertai pekikan heboh. Tetapi. Semua kemudian terdiam. Semuanya bengong. Si pengantin wanita justru berbalik badan, mengulurkan buket bunga pengantin yang ditunggu-tunggu banyak orang itu kepada seorang lelaki yang berlari-lari kecil menghampiri untuk mengambilnya. Menciptakan berbagai tanya yang menggantung dalam pikiran semua orang yang melihatnya.

Dan ... tiba-tiba saja, lelaki itu dengan gentle membungkuk di depan Mei seraya berkata, “Meilani, will you marry me?” sambil mengulurkan buket bunga itu padanya.

Mei terperangah. Tak mengira Juna bakal bertindak sampai seperti ini.

Lelaki bernama Juna itupun menyeringai kecil dengan salah satu alis terangkat. Masih membungkuk dan menyodorkan bunga. Menantinya.

Seketika ballroom hotel diriuhkan teriakan orang-orang dalam satu ketukan irama komando.

“Yes!”

“Yes!”

“Yes!”

“Yes!”

Tepukan meriah dan siulan orang-orangpun saling bersahutan ramai kala tangan Mei akhirnya terulur jua, menerima buket bunga itu. Juna pun berdiri. Mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan meraih tangan kiri Mei. Lalu memasang cincin belah rotan bermata berlian yang berkilau cantik di jari manis wanita itu.

Mei berkedip-kedip, tatapannya beralih dari cincin itu ke wajah Juna yang tiba-tiba saja bergerak mendekat secepat kilat. Dan mendelik saat bibirnya terasa hangat di bawah kecupan Juna yang sedang mencuri ciumannya.

“Fans service,” bisik Juna di tengah jeritan ramai orang-orang yang menyoraki mereka.

Mei menelan ludah dan memalingkan wajah. Tatapannya pun membentur si pengantin pria yang berdiri di atas pelaminan sana, yang tak lain adalah Kevin. Pria itu tengah menatapnya setajam elang. Mengoyak perasaan Mei dengan ketidaknyamanan. Secepat kilat Mei pun mengalihkan tatapannya kepada Juna.

Juna justru menertawakan wajah Mei yang semerah tomat. “Jangan bilang kalau ... ini first kiss elu?” bisik cowok itu terdengar begitu meledek.

“Shut up,” desis Mei seraya berjinjit dan merangkul leher Juna. Membuat pria itu mematung kala sekonyong-konyong Mei melumat bibirnya yang menganga kaget.

Sekilas Juna melirik ke arah pelaminan, menangkap ekspresi sang pengantin wanita, yang tak lain mantan kekasihnya. Di sana, Raya terbelalak tak percaya sambil mencengkeram lengan Kevin yang juga  terlihat jengah memalingkan wajah. Membuat Juna bersorak menang dalam hatinya, kemudian dia berbisik disela-sela ciumannya, “Good job, Mei.”

***

Dua jam sebelumnya,

Mei berbaur dalam suasana pesta yang sudah selayaknya dipenuhi dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun tidak dengan perasaannya kini. Entah sudah yang keberapa kali Mei mencuri tatap ke pelaminan dengan sorot sendu. Memandangi Kevin. Pria itu tampak begitu menawan dan gagah dalam balutan jas mahalnya. Bersisian dengan Raya yang begitu cantik, secantik gaun pengantinnya saat ini.

“Mereka cocok banget ya? Serasi,” celetuk Sarah yang diamini teman-temannya. Lalu keempat bridesmaid berseragam kebaya merah terang itu mulai membicarakan tekad mereka untuk saling rebut buket bunga pengantin dari Raya nanti, biar yang mendapatkan bisa lekas menyusul kawin. ‘Siapa tahu mitos itu jadi kenyataan?’ Begitu harapan mereka.

Mei ikut tertawa palsu bersama teman-temannya yang lain meski perasaannya berantakan. Kevin adalah cinta satu-satunya, yang sampai kini bertahta di hatinya. Namun, bukan salah pria itu yang pilih melabuhkan hatinya kepada Raya, sebab tiada komitmen apa-apa antara Kevin dengan Mei. Bahkan mungkin Kevin tak peduli bagaimana jantung Mei berdebar dalam setiap momen kebersamaan mereka.

Mei masih ingat rasanya. Saat Raya melempar bom itu padanya di sebuah acara reuni 2 minggu yang lalu. “Mei, ini undangan buat elu. Gue sama Kevin mo merit, elu wajib datang. Elu mau kan jadi bridesmaid gue?” ucap Raya dengan ceria, berbanding terbalik dengan Mei yang seketika memucat.

Tak ada angin, tak ada hujan. Lalu. Dari manakah badai ini datang?

“M-memangnya ...,” Mei menelan ludah pahit, “sejak kapan elu sama Kevin jadian?”

Raya tersenyum simpul. “Actually, kami tunangan setahun lalu di Amrik. Kami mulai dekat sejak kuliah bareng di kampus yang sama di sana.”

Pengakuan Raya terasa mencekik Mei hingga sulit berkata-kata. Komunikasinya dengan Raya memang tersendat sejak Raya melanjutkan study pasca sarjananya di Amerika. Dan kesibukan membuat keduanya menjadi sulit bertemu sekembalinya Raya ke Jakarta beberapa bulan lalu.

Mei terlalu terkejut sampai lupa memberi selamat. Tatapannya menelusuri undangan cantik nan wangi di tangannya. Jantungnya dipecut nyeri mendapati foto prewed Raya dan Kevin yang begitu mesra. Mei mengabaikan sosok Raya dalam foto itu, perhatiannya tertuju lurus-lurus pada wajah Kevin yang sedang tersenyum dengan teramat manis. Rahang tegas dan belahan dagunya yang khas, menyihir Mei dengan kekaguman seperti biasa. Mei pun membaca baris demi baris kalimat dalam undangan itu. Dan tatapannya terhenti, tertancap pada  nama Kevin Febrian yang terukir indah dalam tinta emas. Seindah ukiran perasaan Mei terhadap pria itu selama ini.

Tiba-tiba mata Mei terasa memanas. Sebelum air mata benar-benar menetes dan mempermalukan dirinya di depan Raya dan teman-teman, Mei lekas menyingkir menuju restroom. Lalu membasuh wajahnya dengan air kran. Mei mati-matian menahan. Tapi, air mata sialan itu meluncur juga. Bersama setiap nyeri yang menggigiti hati. Dan hari ini ..., rasa nyeri itu kian terasa menjadi.

“I know, Mei. Lu pernah ada something kan sama Kevin? So, kita senasib sekarang. Right?” tembak Juna yang tiba-tiba berdiri di sampingnya, membuat Mei terbatuk-batuk kaget.

“Sorry ...? What do you talking about?” Mei mencoba mengelak dari ucapan Juna, si cowok berisik yang kerap membuntuti dan menyogoknya dengan aneka coklat semasa SMA, demi sekulik info tentang Raya. Ya. Juna adalah penggemar berat Raya sejak dulu. Harusnya Mei iba mengingat betapa bucinnya Juna kepada Raya, tetapi pria itu tetap membesarkan hatinya untuk hadir di sini. Tetapi Mei jadi kesal karena Juna mengungkit-ungkit tentang dirinya dan Kevin.

“Mata itu jendela hati, Mei. You show it too clear. So I know, everybody know. Pernikahan ini menghancuranmu.”

Kata-kata Juna bagai panah yang menancap telak ke jantung Mei. Seketika kakinya gemetar. Sejelas itukah?

Seakan bisa mendengar isi pikiran Mei, Juna bergerak mendekatinya dan berkata. “I feel you, Mei. Posisi kita sama. Kita sama-sama dicampakkan. Kevin tahu banget elu masih suka sama dia. Raya juga tahu gue masih suka sama dia. Di mata mereka, kita ini pecundang. So, gimana kalau kita bersekutu? Come on, kita tunjukin ke mereka kalau kita udah move on and happy together. Bukankah tampak bahagia itu pembalasan dendam terbaik?”

“Ckckck. Teori dari Hongkong!” ketus Mei sambil beranjak pergi.

Juna mencekal lengan Mei. “I will pay you,” ucapnya membuat wanita itu terpaku di tempat. Lalu pria itu merundukkan kepala dan membisikkan sesuatu ke telinga Mei.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adhiti
9.6
Kehidupan tenang Adhiti terusik saat takdir mempertemukannya dengan seorang pria misterius yang menyimpan dendam mendalam. Tanpa disadari, pria penuh luka tersebut memegang kunci atas tragedi masa lalu yang selama ini disembunyikan rapat oleh ayah Adhiti. Ketika misteri kelam ini mulai terkuak, hubungan asmara yang baru terjalin di antara mereka langsung didera cobaan berat. Adhiti kini harus memikul konsekuensi dari rahasia kelam yang sebenarnya bukan kesalahannya.
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter awalnya dikagumi karena dinikahi Victor Blake, pewaris Beaumont yang berjanji menjaganya terlepas dari keterbatasan fisiknya. Sialnya, mimpi indah itu sirna ketika Evelyn tahu bahwa cacat di kakinya adalah akibat perbuatan suaminya sendiri. Merasa dikhianati oleh sosok yang paling ia percayai, ia menolak untuk terus terpuruk. Kini, Evelyn bertekad menata ulang hidupnya dan bangkit demi membalaskan semua rasa sakit hati yang telah ia lalui.
Sampul Novel JATUH DI PELUKAN LELAKI BERISTRI
9.2
Keadaan pelik mempertemukanku dengan seorang pria yang menjadi penyelamatku. Lambat laun, perasaan cinta yang mendalam mulai tumbuh di hati ini. Sebagai perempuan biasa, aku tidak kuasa menepis pesonanya, meski tahu dia telah memiliki istri. Aku pun sangat menyadari konsekuensi rumit dan rasa sakit yang harus kuhadapi demi mempertahankan hubungan terlarang ini. Namun, aku tetap siap menanggung segala badai yang menghadang langkah kami di masa depan.
Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam
8.2
Terbuang dari rumah sendiri akibat keserakahan kerabatnya, Kinanti memilih mengasingkan diri ke Amerika demi kedamaian. Namun, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan Brian, pemimpin mafia kejam yang sejak lama terobsesi padanya. Jika dulu ia bisa lari, kini Kinanti tak berkutik di bawah dominasi mutlak Brian. Di tengah ancaman keluarga pamannya yang terus mengusik, mampukah ia lolos dari cengkeraman cinta sang mafia?
Sampul Novel Sentuhan Panas Suami Dingin
9.6
Setelah malam mabuk yang berujung fatal, Ziea Mahendra terbangun di samping Reigha Abbas Azam—sepupunya yang terkenal kejam dan sangat ia takuti. Bertekad menghindari pria itu, Ziea justru dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa sang ayah telah menjodohkan mereka. Meski Ziea menolak keras pernikahan dengan pria dingin yang jauh lebih tua darinya, Reigha mengunci perlawanannya lewat satu rahasia intim malam itu yang mengancam masa depan Ziea selamanya.
Sampul Novel Suamiku Membenciku
8.6
Demi bertahan hidup, Lilith terjerumus ke dalam kelamnya dunia malam. Di tengah kerasnya kehidupan yang merenggut asa, Henry dan Margaret selaku orang tuanya hanya sanggup terdiam dan tertunduk malu menyaksikan kehancuran sang putri. Ironisnya, di balik dosa yang membayangi, Lilith justru merasakan kendali dan kedamaian semu. Mampukah ia keluar dari lingkaran hitam tersebut, ataukah jiwanya yang penuh luka telah terikat selamanya dalam kegelapan?