APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Saat kurir pria mabuk mendatangi rumahnya, sang protagonis memilih melapor polisi dibanding menghubungi kedua kakaknya. Di kehidupan lalu, panggilan darurat itu membuat kakak-kakaknya mengabaikan pertunjukan adik angkat mereka, Hilda, yang berujung insiden tragis. Akibatnya, sang protagonis disiksa sebagai pelampiasan amarah. Kini, setelah terlahir kembali di hari yang sama, ia membiarkan kakak-kakaknya fokus mendukung Hilda. Namun, keputusan itu justru mendatangkan penyesalan mendalam bagi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 4

Meskipun aku tidak tahu dengan pasti situasi di luar pintu, kenyataan bahwa orang di luar sudah menunjukkan senjata tajam membuatku semakin yakin ... aku tidak boleh keluar!

Aku berusaha merangkak menuju jendela, tapi bibiku segera menyadari niatku. Dengan cepat, dia menangkapku dan menarikku kembali. Aku tidak punya pilihan selain kembali meminta bantuan dari Bibi Deslin.

"Bibi Deslin, dengar itu! Pemabuk di luar sudah mengeluarkan senjata tajam dan mencoba mendobrak pintu rumahku!"

"Di sini penghuninya sangat sedikit. Kalau penjahat itu selesai merusak rumahku dan pindah ke rumahmu, lalu kamu baru melapor, itu sudah terlambat!"

"Dasar kamu ini, jangan maksa orang lain untuk buat laporan palsu!" Bibiku buru-buru memotong perkataanku dan melotot tajam dengan wajah penuh senyum jahat.

"Senjata tajam apa? Itu karena dia terlalu lama menunggu di depan pintu! Pengantar barangnya hampir kena penalti karena telat. Makanya dia jadi mengetuk pintu dengan panik."

"Kamu ini nggak tahu ya, kurir sekarang sangat berdedikasi. Mereka pasti memastikan barang sampai di tangan pelanggan. Aku akan bukakan pintu sekarang."

Bibi Deslin yang sebelumnya terdengar khawatir, tiba-tiba menjadi ragu. Aku ingin berteriak lagi, tetapi bibiku dengan cepat melepas salah satu kaus kakinya dan menyumpalkan ke mulutku.

"Aku akan bawa anak ini untuk menerima barang. Aku lagi sibuk, jadi kalau nggak ada apa-apa lagi, telepon ini aku tutup ya. Maaf mengganggu malam Anda." Di ujung telepon, tidak ada suara lagi.

Harapanku perlahan-lahan pupus. Bagaimanapun juga, aku hanya kenal Bibi Deslin dalam waktu singkat. Dia memang orang yang baik hati, tetapi tidak mungkin mengambil risiko besar untukku.

Sementara itu, bibiku terlihat sangat bertekad untuk menghabisiku!

Dengan ekspresi wajah kejam, dia mendekatkan wajahnya ke telingaku dan berbicara dengan suara rendah.

"Kamu ini lucu sekali! Orang itu selalu memilih menghindari bahaya. Kamu baru kenal wanita tua itu beberapa hari, tapi berharap dia menyelamatkanmu? Jangan mimpi! Lebih baik kamu buka pintu dan terima pengiriman itu."

Matanya berkilauan, senyumnya terlihat penuh kemenangan. "Walaupun kamu pasti mati, pelakunya adalah pemabuk itu. Aku? Aku cuma seorang bibi yang sayang sama keponakannya. Apa hubungannya sama aku?"

"Kematianmu cuma kecelakaan. Salahmu sendiri terlalu manja. Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu yang nggak tahan sakit sampai minta obat pereda nyeri! Setelah kamu mati, rumah ini sepenuhnya milik Hilda! Nggak ada lagi yang menghalanginya!"

Bibiku benar-benar ingin membunuhku demi Hilda! Dia bahkan berani mengatakannya dengan terang-terangan! Aku menatapnya dengan terkejut.

Kenapa bisa begini? Meskipun bibiku tidak menyukaiku, aku selalu bersikap hormat kepadanya, menuruti semua permintaannya tanpa protes Hilda yang bahkan tidak memiliki hubungan darah dengan kami, kenapa dia sampai layak membuat bibiku mengambil risiko sebesar ini?

Sebelum aku sempat merenungkan jawabannya, tiba-tiba telepon di pinggir kusen pintu berbunyi.

Aku mendongak, melihat layar yang terus bergetar. Nama yang tertera membuatku terkejut ... kakak sulungku!

Telepon itu hampir terjatuh karena terus bergetar. Jika kakakku menelepon, pasti Hilda sudah menyelesaikan pementasannya. Ini mungkin kesempatanku untuk diselamatkan!

Seolah mendapatkan kekuatan besar, aku menggunakan semua tenagaku untuk menendang bibiku hingga terlepas. Saat telepon terjatuh, aku bergegas melompat dan menangkapnya.

"Winona, kenapa lama sekali angkat telepon?" Suara kakakku terdengar tidak sabar.

"Hilda sudah selesai tampil. Kami mau adain pesta perayaan untuknya. Kamu mau datang nggak?"

Bibiku segera menyela, menutup mulutku erat-erat. "Dia nggak akan datang. Aku sudah siapkan makanan untuknya, kami sedang bersiap makan malam."

"Oh, Bibi ada di sana ya," jawab kakakku. "Ya sudah. Kalau bukan karena Hilda memintanya, aku juga nggak mikir dia mau datang. Baiklah, makan saja. Aku tutup telepon ini."

Aku panik, mencoba membuat suara dengan sekadar bergumam. Namun, itu tidak cukup untuk menarik perhatian kakakku. Saat dia hampir menutup telepon, terdengar suara keras. Bam!

Itu suara pemabuk memukul pintu dengan keras. Karena dekat dengan pintu, suara itu terdengar jelas dan bahkan bergetar.

Kakakku langsung menjadi waspada. "Suara apa itu?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model pintar berumur 20 tahun yang yatim piatu, mendirikan yayasan wanita untuk membantu sesama. Namun, nasib buruk menimpanya saat ia diperkosa hingga hamil. Ketika berupaya bangkit dan membangun kembali kariernya di tengah berbagai sabotase dari musuh-musuhnya, Fulfi justru dihadapkan pada bahaya besar yang membawanya bertemu dengan otak di balik tragedi masa lalunya itu. Sanggupkah ia bertahan hidup dan kembali bersinar di panggung modeling?
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Gian selalu dirundung oleh keluarga dan teman-temannya. Hanya Alicia yang setia menemani, walau itu membuat Gian makin diintimidasi. Nasibnya berubah usai menolong seekor kucing, di mana ia mendapat kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius lewat mimpi. Dipandu mentor berwujud tikus putih, Gian pun memulai misi balas dendam. Namun, saat dirinya dicap sebagai monster dan Alicia mulai menjauh, mampukah Gian memenangkan pertempuran ini?
Sampul Novel Gerhana
9.6
Pertikaian antara Gerhana Putri Alam dan preman sangar, Tangguh Langit Ramadhan, tak diduga memicu getaran asmara. Walau Tangguh bersikap cuek dan minder karena status Gerhana sebagai anak jenderal, sang gadis percaya ada ketulusan di hatinya. Meski Tangguh terus mengelak, Gerhana justru kerap menggoda rahasia pria itu yang kedapatan menyimpan fotonya. Akankah cinta mereka mampu mengatasi jurang perbedaan status sosial yang membentang?
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
Akibat terlalu asyik memadu kasih hingga bangun kesiangan, George, seorang agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal mengeksekusi misi pembunuhan presiden musuh. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan dari helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing serta tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus berjuang menyelamatkan diri. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah membara tetap menyelimuti keduanya. Mampukah mereka bertahan dari kepungan global?
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Demi bertahan hidup, seorang pemuda desa memutuskan merantau ke kota besar dengan impian sederhana menjadi pengawal profesional. Namun, takdir berkata lain saat ia justru terseret ke dalam gelapnya dunia kriminal. Tanpa diduga, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang mengubahnya menjadi seorang gangster. Kini, ia harus terjebak di tengah pusaran konflik dunia bawah tanah yang menguji seluruh prinsip hidup serta keberaniannya.
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Dibesarkan secara sederhana oleh Mbah Wiguna, Satya Wiguna tumbuh menjadi pemuda tangguh nan bersahaja. Bersama para sahabatnya, ia melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu untuk menumpas kebatilan. Ketika kekuatannya berada di titik tertinggi, entitas alam gaib mengangkatnya sebagai panglima perang. Membawa kekuatan dahsyat Pedang Naga Siluman, Satya memikul tugas krusial demi menjaga dimensi moksa dan bumi dari ancaman invasi besar Raja Iblis yang haus kekuasaan.