APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Saat kurir pria mabuk mendatangi rumahnya, sang protagonis memilih melapor polisi dibanding menghubungi kedua kakaknya. Di kehidupan lalu, panggilan darurat itu membuat kakak-kakaknya mengabaikan pertunjukan adik angkat mereka, Hilda, yang berujung insiden tragis. Akibatnya, sang protagonis disiksa sebagai pelampiasan amarah. Kini, setelah terlahir kembali di hari yang sama, ia membiarkan kakak-kakaknya fokus mendukung Hilda. Namun, keputusan itu justru mendatangkan penyesalan mendalam bagi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku berusaha menenangkan bibiku. Namun, dia menarikku dengan kuat ke depan seperti kerasukan. Seketika aku sadar, kemungkinan besar pemabuk itu adalah perbuatannya.

Dia tidak menyukaiku karena aku adalah anak angkat, dan kini dia rela berbuat sejauh ini, menggunakan tangan gelandangan untuk mencelakaiku. Aku merasa sangat putus asa. Apakah meskipun memulai kembali, aku tetap tidak bisa menghindari takdir disiksa hingga mati oleh pemabuk?

Di kehidupan sebelumnya, meskipun aku lolos dari tangan pemabuk, aku akhirnya tetap mati di tangan mereka. Aku diam-diam menelepon kakakku tanpa sepengetahuan bibi. Kakak yang mendengar permohonanku, membawa orang-orang dan menangkap pemabuk itu tepat waktu, sehingga aku berhasil selamat.

Namun, adik angkatku, Hilda, merasa ditinggalkan karena tidak melihat kakak kami hingga pertunjukan selesai. Merasa diabaikan, dia memilih menusuk tubuhnya sendiri dengan alat peraga di panggung.

Dia meninggal seketika.

Di pemakamannya, aku sangat sedih, tetapi kedua kakakku memelukku erat dan menghiburku. "Jangan salahkan dirimu, setidaknya kamu masih selamat."

Namun, pada malam itu juga, mereka mengikatku dan mengirimku kepada sekelompok pemabuk.

Di tengah kegelapan, mata kakak sulungku bersinar menyeramkan. "Kenapa kamu masih punya nyali untuk hidup di dunia ini?"

Kakak kedua menarik rambutku dengan marah. "Ini cuma pemabuk, kamu tinggal usir saja, kenapa harus panggil kami pulang? Kamu sengaja menelepon kami di depan kamera, bukankah untuk membuktikan bahwa kamu lebih penting?"

"Sekarang lihat hasilnya, Hilda sudah mati, kamu juga nggak layak hidup!"

Tujuh atau delapan tangan besar mulai menjamah tubuhku dan bajuku langsung terkoyak. Aku menahan tangis dan berusaha menjelaskan sekuat tenaga.

"Aku sama sekali nggak mikir sejauh itu! Aku cuma refleks teringat kalian waktu dalam bahaya! Kalau aku tahu drama itu lebih penting daripada nyawa, aku lebih baik mati sendiri!"

Sejak kecil, aku tumbuh besar bergantung pada kakak-kakakku. Demi bertahan hidup, kami berusaha sekuat tenaga. Tidak mungkin kami menyerah begitu saja.

Ketika aku tahu Hilda mengakhiri hidupnya hanya karena kakak kami tidak menonton pertunjukannya, aku sangat terkejut hingga tidak bisa berkata-kata. Yang lebih mengejutkan lagi, kakakku memilih mengorbankanku demi hal itu!

Tangan-tangan yang kasar menjelajahi tubuhku. Aku merasa malu dan marah hingga berharap kakak sulungku segera menghabisiku saja. Namun, dia justru tertawa pelan.

"Sejak kamu bermain trik kecil itu, kamu seharusnya sudah tahu hari ini akan datang!"

"Kalian semua, bersenang-senanglah dengannya. Kalau sampai dia mati, ada hadiahnya!"

Mereka semua pun pergi. Namun tak lama kemudian, kakak keduaku kembali. Harapanku seketika membuncah.

Namun, dia mengeluarkan beberapa pisau dan memaku keempat anggota tubuhku. Jeritanku memecah keheningan malam dan membuatnya puas. "Dasar licik, coba aku lihat trik apa lagi yang bisa kamu mainkan!"

Aku terkulai di lantai dan tenggelam dalam kesedihan, membiarkan orang-orang itu berbuat semaunya. Aku masih ingat saat Hilda baru datang ke rumah kami. Mereka bersumpah bahwa aku akan selalu menjadi satu-satunya adik mereka. Aku percaya. Namun pada akhirnya, hanya aku yang menjadi orang bodoh!

Suara pintu diketuk dengan keras membangunkan lamunanku. Aku menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Bagaimanapun, bibiku sudah tua. Setelah berulang kali memaksakan diri, dia pun kelelahan dan terengah-engah.

Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menggigit tangannya dengan keras, lalu segera melepaskan diri dan berlari ke kamar tidur. Aku langsung mengunci pintu dan meninggalkan bibiku di luar yang marah-marah.

Saat kebebasan kembali kuraih, tubuhku menjadi lemas, dan aku terduduk perlahan bersandar di pintu. Harapan besar memenuhi hatiku. Ini adalah langkah pertama menuju keberhasilan. Kali ini, aku harus bertahan hidup!

Namun tiba-tiba, terdengar suara kunci yang sedang diputar di pintu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso, pengusaha tangguh berhati dingin, mengikat wanita pilihannya dalam ikatan pernikahan. Merasa terjebak oleh sikap Xavi yang sangat dominan, sang istri pun meminta cerai. Namun, sang taipan justru membalasnya dengan menyerahkan seluruh kekayaan, bisnis, serta raganya demi memanjakan sang istri. Di balik keangkuhannya, sosok penguasa ini ternyata menyimpan sisi lain layaknya iblis yang memiliki cinta tanpa batas bagi pasangannya.
Sampul Novel Cermin Retak Masa Lalu
8.0
Pertanyaan suami tentang kenyamanan bra tanpa kawat awalnya dikira perhatian biasa. Namun, kecurigaan muncul saat asisten suaminya panik mengambil kembali paket yang salah alamat. Kebenaran terungkap lewat unggahan Susan Kumala di media sosial yang memamerkan hadiah lingerie dari kekasihnya di hotel romantis. Sadar suaminya berselingkuh demi wanita lain, sang istri langsung menyukai postingan tersebut. Ia mengirim tangkapan layar itu kepada suaminya dengan sindiran tajam tentang diskon belanja.
Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Suri Hidayah harus menelan pil pahit setelah delapan tahun menikah. Prasetyo, sang suami, berubah menjadi sangat sombong sejak menjabat sebagai direktur. Ia kerap menghina Suri dan membandingkannya dengan atasannya, Murni. Di tengah kepedihan itu, Suri memilih bangkit, membenahi diri, dan merintis bisnis rajutan. Langkahnya membawa Suri bertemu Damar Adhiyatna, pengusaha benang yang juga mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang mengembalikan harga dirinya.
Sampul Novel  Kerudung Pembalasan
8.1
Kehidupan Ana hancur seketika setelah menyaksikan perselingkuhan Javier dengan sahabat dekatnya sendiri. Pengkhianatan kejam itu menghancurkan seluruh rencana masa depan mereka. Namun, di tengah rasa sakit, Ana menolak terpuruk. Ia bangkit dari kepalsuan tersebut demi menata ulang hidup dan jati dirinya. Saat Javier datang memohon dimaafkan, Ana menyadari bahwa harga diri dan mencintai diri sendiri adalah segalanya. Mampukah ia merelakan masa lalu demi menyambut cinta baru yang jauh lebih tulus?
Sampul Novel Mengasuh Bayi Mantanku
9.6
Kehilangan Safira dalam kecelakaan tragis membuat Dirga Mahendra depresi hingga enggan mengasuh bayi mereka. Demi sang bayi, orang tua Dirga menunjuk Keysha Adinata menjadi pengasuh. Pertemuan ini mengejutkan karena Keysha adalah mantan kekasih Dirga yang dulu berpisah akibat fitnah. Kini, Keysha terpaksa merawat anak dari pria yang pernah melukainya, sementara perlahan kebenaran masa lalu mereka yang kelam mulai terbongkar kembali.
Sampul Novel MY Nerdy Wife
9.7
Paras menawan justru menjadi sumber malapetaka bagi Arcella Shameera Caluella. Atas desakan ibunya, ia terpaksa menyamar sebagai gadis culun demi meredam rasa cemburu buta sang kakak, Vanessa. Meski begitu, Vanessa tetap berambisi merusak hidupnya dengan merebut Zale dan Auriga, pria-pria yang dicintai Arcella. Lewat siasat licik, Vanessa bahkan berhasil menjebak adiknya dalam pertunangan dengan pria berhati kejam. Mampukah Arcella bertahan dari siksaan kakaknya?