APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MENGGODA MANTAN ISTRI

MENGGODA MANTAN ISTRI

Valeria memilih bercerai dan pindah ke London karena terluka oleh Alan, suaminya yang terlalu ramah pada semua orang. Saat terpaksa pulang ke Indonesia demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang hampir bangkrut, Valeria justru menghadapi dilema besar. Alan datang menawarkan bantuan keuangan, namun dengan syarat yang merendahkan harga dirinya: Valeria harus bersedia menjadi kekasih gelapnya. Sanggupkah Valeria menerima tawaran dari sang mantan suami?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bagaimana?"

Tangan Valeria mengepal. Dia masih tak menyangka kepada pria yang duduk di hadapannya dengan balutan jas hitam tersenyum remeh memandangnya. Seorang mantan suami yang sudah menceraikannya selama tiga tahun kini menawarkan uang untuk menutupi kerugian yang menimpa perusahaannya.

"Apa maksudmu, Tuan Alan? Aku tidak sudi menerima uang yang kau berikan!" maki Vale sambil melemparkan amplop coklat berisi uang yang berada di atas meja ke wajah Alan.

Weni sang asisten yang sejak tadi duduk di sofa dengan tenang melihat Tuan Alan dihina seperti itu langsung buka suara. "Anda bisa saja menolaknya Nona Valeria, tapi bagaimana dengan ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan orangtua anda yang sedang berada di ujung tanduk?"

"Itu urusanku bukan urusan kalian. Jangan sok tahu tentang masalah keluargaku. Sekarang pergilah, kalian tentu tahu pintu keluar di mana."

Baru saja Weni ingin menyahuti Valeria, Alan langsung mengisyaratkan tangannya agar jangan bicara. Alan memajukan punggungnya sedikit dekat ke meja yang membatasi mereka berdua.

" Kau jangan terburu-buru menolaknya mantan istri. Aku bisa mengerti dengan egomu yang tinggi itu. Tapi bagaimana dengan Ayahmu dan nasib perusahaan kalian yang sedang di demo hampir seluruh karyawan. Bagaimana? Kau pilih apa yang aku inginkan atau kau menumbalkan semua apa yang sudah Kakekmu perjuangkan?"

Alan mengambil amplop coklat tebal yang dilemparkan tadi oleh Valeri ke wajahnya. Dia meletakkan amplop berisi uang itu ke meja lalu dia geser tepat di depan Valeria sambil berkata.

"Kau akan membutuhkannya karena sebentar lagi kamu dan mantan Ayah mertua harus meninggalkan rumah ini. Jangan lupa Ayah Kamu berhutang banyak kepadaku."

Setelah mengatakan ucapan yang semakin membuat Valeria kesal Alan berdiri dari duduknya, tersenyum tipis menatap Vale kemudian pergi dengan langkah lebarnya sambil bersiul.

Weni menaruh paperbag yang berisi gaun indah dari merk brand ternama di atas meja. "Anda harus memakai ini nanti malam ke tempat yang sudah dipesan tuan Alan. Nanti akan ada sopir yang akan menjemput Anda. Nona, tolong turuti perintah tuan Alan kali ini saja semua demi keberlangsungan hidup anda dan tuan Satia kedepannya."

Wenipun pergi menyusul Tuannya yang sudah lebih dulu pergi keluar menunggunya di dalam mobil.

"Sialan! Turuti apanya dia pikir aku boneka yang gampang dia permainkan, dasar buaya laut. Oh, astaga kenapa nasibku seperti ini," keluh Valeria sambil menatap pias ke paperbag mewah yang berada didepannya.

*

*

Belum ada setengah jam Vale istirahat di kamarnya. Tiba-tiba pintunya diketuk dari luar oleh pelayan.

Tok!

Tok!

"Nona, ada orang yang mengaku dari Bank ingin menemui anda," ucap pelayan itu.

Vale yang mendengar kata Bank langsung bangun dari tempat tidurnya. "Ya! Aku akan turun tolong tunggu sebentar," sahut Vale yang sedang menarik nafas pelan lalu bersiap keluar.

Vale menuruni tangga dengan wajah datarnya menatap dua orang karyawan Bank yang sedang menunggunya.

"Selamat siang Pak, ada keperluan apa datang kerumahku?"

"Siang, Nona Valeria. Kami diperintahkan untuk menemui anda agar secepatnya keluar dari rumah ini karena rumah ini akan disita."

"APA?! Jangan bercanda kalian Ayahku tidak pernah menjaminkan rumah ini kepada pihak kreditur jangan sembarangan kalau bicara."

"Tuan Satia mempunyai tunggakan sebesar 10 triliun kepada Bank. Rumah ini dijaminkan dan beberapa mobil juga Nona. Ini bukti tanda tangan Tuan Satia yang meminjam kepada Bank Kami."

Vale mengambil surat perjanjian kredit pinjaman itu. Tapi tiba-tiba matanya melotot kaget melihat nama Bank yang tertulis. "Bank ALAN CC," gumam Vale. "Ini Bank ALAN, Alan mantan suamiku," ucapnya lagi dengan wajah terkejutnya.

"Benar sekali Nona, Bank ALAN milik mantan suami anda. Tuan Satia mempunyai hutang yang belum dibayarkan sudah terlalu lama. Dan saya ditugaskan untuk menyita rumah ini. Tapi ada pesan dari Tuan Alan agar memberi anda waktu selama tiga hari untuk keluar dari rumah ini."

Vale dibuat syok dengan perbuatan Ayahnya yang sekarang entah kemana sudah seminggu tidak bisa dihubungi. Sejak kepulangannya dari London dia belum bisa menemui Ayahnya.

"Kalian pergilah nanti aku sendiri yang akan menghubungi Tuan Alan," titah Vale.

"Baik Nona, kami permisi," pamit mereka.

Setelah kepergian dua orang dari Bank milik Alan. Vale menghubungi nomer Ayahnya. Sayangnya nomer telpon yang dia hubungi tidak aktif. Hatinya dibuat resah dengan kabar Ayahnya yang entah kemana seperti kabur dari masalah.

Sedangkan asisten Ayahnya juga sudah lelah dengan pekerjaan dan tuntutan karyawan yang berdemo hampir setiap hari diperusahaannya. Entah sebenarnya kenapa perusahannya tiba-tiba kacau seperti ini.

"Apa yang harus aku lakukan Kakek, di mana Ayah... Aku tidak sanggup kalau seperti ini. Apa harusku lepaskan saja semua yang sudah Kakek bangun," ucap Vale lirih sambil memegang figura kecil ditangannya.

*

*

Di atas balkon ada Alan yang sedang mendengarkan laporan dari Weni asistennya dengan serius.

"Tuan Satia berada di Rusia untuk menemui sahabatnya, Tuan Mario . Tapi sampai saat ini tuan Satia belum ada kabar lagi tuan. Menurut informasi terakhir yang saya terima tuan Satia tidak pernah terlihat keluar setelah masuk ke dalam kediaman mewah milik sahabatnya. Tak ada kabar dari beliau membuat perusahaan terguncang dan colap."

"Kebiasaannya bermain judi membuat dia lupa dengan nasib perusahaannya. Kalau sampai Vale tahu mantan istriku itu pasti sangat kecewa. Karena selama ini yang dia tahu Ayahnya itu seorang yang bersih tanpa cela."

"Lalu apa yang anda inginkan. Apa mereka masih harus mengikuti Tuan Satia?"

"Biarkan saja dia di sana, andai saja pria tua itu masih hidup jaga dia untukku. Tapi kalau sudah tidak bernyawa bawa mayatnya kerumahku."

"Baik Tuan... tapi bagaimana dengan Nona Violet apa anda mau menemuinya?"

"Ya tentu saja bilang aku akan menemuinya. Jangan sampai dia menunggu," ucap Alan yang masih memunggungi Weni.

"Baik, saya akan menyampaikannya."

Weni keluar dari kamar Alan untuk menemui Violet kekasih tuannya yang sedang menunggu. Sepanjang jalan menuju kamar Violet, Weni berpikir keras memikirkan tuannya. Sangat sudah jelas kalau tuannya itu masih mencintai mantan istrinya. Tapi karena kecintaannya dengan wanita Jerman itu membuat dia rela menceraikan Nona Valeria.

"Tuan Alan benar-benar payah apa matanya buta menceraikan wanita secantik itu. Lihat saja Violet itu benar-benar wanita matre dan manipulatif. Hanya modal membuka kaki lebar saja sudah bangga. Tapi dasar Tuan Alan juga aneh setelah mendengar mantan istrinya itu sedang dekat dengan pria lain langsung saja kepanasan," gerutunya sepanjang jalan menuju kamar Violet.

Alan masih menikmati rokok dan wine ditangannya. Tatapannya menarawang jauh memikirkan Vale. Selama dia bercerai dan lebih memilih Violet. Entah sadar atau tidak hanya satu kamar utamalah yang tidak boleh dibuka selain dirinya yang membuka kamar itu. Pernah Violet berusaha membukanya membuat Alan murka tak ingin berhubungan lagi dengannya.

'Kau tidak akan bisa menolakku kali ini. Maaf kalau aku harus membuatmu menderita,' monolognya.

***

Tiga hari kemudian...

"Kalau aku pergi menemuinya pria itu pasti besar kepala. Tapi kalau aku tidak menemuinya bagaimana dengan nasib perusahaanku. Apa aku harus menerima tawaran gilanya menjadi kekasih gelapnya? Akh!... Rasanya inginku tonjok saja wajahnya waktu itu," geram Vale mengingat pertemuannya dengan mantan suaminya setelah sekian lama tidak bertemu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After Of You
9.2
Tiga tahun menemani Alvin merintis karier dari bawah hingga sukses, Laura justru dikhianati. Perselingkuhan Alvin dengan sang sekretaris menghancurkan hati Laura hingga ia memutuskan pergi. Terjebak depresi berat, Laura berniat mengakhiri hidupnya. Namun, saat maut hampir menjemput, sesosok pria misterius hadir menyelamatkannya. Sebelum pingsan, hanya satu hal yang Laura dengar: suara dingin pria itu yang menyebutnya wanita bodoh.
Sampul Novel Game Maya
9.6
Kehidupan Purple, seorang wanita panggilan menawan, berubah drastis setelah menerima tawaran Gery, pelanggan setianya. Bukannya dijadikan kekasih, Purple justru diperalat oleh Gery untuk menjebak sepupunya yang bernama Logan. Namun, misi rayuan ini malah menyeret Purple ke dalam pusaran emosi yang sangat rumit. Di tengah kepalsuan dan ketakutan akan kehilangan, permainan cinta yang awalnya sederhana kini berubah menjadi konflik batin yang sangat menyiksa dirinya.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Demi segera menikah, Nadine memutuskan memilih pria yang diyakini telah bangkrut. Ia bahkan sudah bersiap bekerja keras demi menopang hidup mereka. Namun, serangkaian keajaiban aneh justru mulai berdatangan. Saat berniat membeli mobil murah, ia malah membawa pulang Porsche, disusul kepemilikan sebuah vila megah. Keberuntungan tiada henti ini rupanya bersumber dari suaminya yang penuh rahasia. Nadine pun tersadar bahwa suaminya adalah miliarder yang menyamar.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO
9.3
Demi kesembuhan ibunya, Arana Salingga dihadapkan pada tawaran tak terduga dari pengusaha kaya, Danendra Danu Atmaja. Danendra bersedia melunasi seluruh biaya medis tersebut, asalkan Arana mau menjadi istrinya. Tawaran ini membuat Arana bimbang setengah mati. Selain sudah mempunyai kekasih, ia juga heran mengapa CEO sukses itu bersikeras menikahi gadis biasa dari kelas sosial yang jauh berbeda. Rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan Danendra?
Sampul Novel Istri Untuk Duda Tampan
8.2
Akibat dikhianati di masa lalu, Adskhan memilih menutup rapat hatinya. Namun, kehadiran Caliana Noushafarina seketika meruntuhkan pertahanan tersebut sejak pandangan pertama. Sayangnya, Caliana justru membenci bos dudanya itu dan menganggapnya sebagai pria buruk. Caliana terus menolak semua perhatian Adskhan karena sosok duda tak pernah ada dalam kriteria pasangan impiannya. Mampukah keteguhan hati Adskhan meruntuhkan kebencian dan meluluhkan hati Caliana?
Sampul Novel Wholehearted Love
8.2
Naratria Abiyaksa, gadis tomboy berjuluk preman pasar, hancur setelah memergoki pacarnya berselingkuh dengan calon kakak iparnya. Pengkhianatan ini memvalidasi ucapan sahabatnya, Altan, tentang tabiat buruk pria. Di sisi lain, Adzan Akbar Dewangga trauma akibat dikhianati hingga menganggap wanita manipulatif dan dituduh gay. Pertemuan Nara dan Adzan pun diwarnai sindiran tajam, mulai dari gaya gembel Nara hingga kecurigaan Nara pada orientasi seksual Adzan.