APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mendadak Presdir

Mendadak Presdir

Melly Sabira harus bertahan di tengah siksaan finansial dari Alan, suaminya, serta perlakuan buruk dari sang ipar, Lian. Di balik penderitaan itu, Melly diam-diam merintis bisnis kecantikan hingga sukses besar di tingkat nasional. Ketegangan memuncak saat Lian berniat menjodohkan Alan dengan Siska, yang sebenarnya merupakan bawahan Melly. Merasa direndahkan, Siska nekat melakukan tindakan keji yang menewaskan orang-orang terdekat Melly. Kini, ia harus menghadapi duka mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sore ...." Suara seorang lelaki yang memasuki rumah. "Wah, lagi pada ngumpul ni. Padahal, aku bawa Pizza buat Mbak Mel sama Alea," sahut Dilan, adik dari Alan, sambil menunjukkan dua dus pizza berukuran Large.

"Sini bagi Kakak, Lan! Kakak gak kebagian makan, tau!" Lian berdecak sembari berdiri dan melirik dengan tajam ke arah Melly.

"Ini yang satu buat Kakak sama Mami, satu dus lagi buat kakak iparku yang cantiiik."

"Melly gak usah, Lan. Dia udah makan banyak tadi. Ya, kan, Mel?" Rosa, mertuanya, menunggu jawaban "ya" dari Melly.

Melly hanya mengangguk segan. Pasalnya, selama berumah tangga dengan Alan, belum pernah sekali pun diajaknya makan di luar atau sesekali membelikan makanan enak. Baru saja ada yang membawakan makanan enak, ia malah harus mengalah dan menahannya. Melly pun hanya bisa meneguk air liurnya dalam-dalam.

Belum habis makanan di piring, Melly merasa mual. Ia mencoba menahannya, tetapi dorongan yang sudah di ujung kerongkongan itu tak dapat ditahan lagi. Ia segera berlari kecil ke kamar mandi dan memuntahkan semua yang sudah masuk.

Setelah kembali dari kamar mandi, Alan dengan penasaran bertanya, "Kamu masih kurang sehat?"

"Iya. Mas. Aku disuruh banyak istirahat sama dokter."

"Ya, udah. Setelah makan kamu langsung tidur. Piring kotornya dibersihkan besok aja, ya," ucap Alan.

'Padahal, aku berharap dia akan membantu mencuci piring. Dasar suami gak peka!' Melly mencibir dalam hati.

***

"Melly, kamu belum bayar listrik? Ini, kok, bisa ada tagihan terlambat?"

"Aku gak ada uang, Mbak. Tolong dibayarkan dulu, ya? Nanti aku bilang Mas Alan supaya gantiin uang Mbak."

"Masa gak ada uang! Emang uang dari Alan kamu kemanain? Jangan-jangan kamu pake foya-foya? Kamu pake shopping, ya? Ngaku kamu!"

"Astaghfirullah, Mbak. Aku, tuh, dikasih uang gak banyak sama mas Alan. Mbak, kan, tau aku masak buat dua keluarga. Boro-boro ada buat kebutuhan aku, buat keperluan dapur juga aku ngutang sama Bu Minah."

"Alaaah … alesan aja kamu!" sanggah Lian yang tidak mempercayainya.

"Terserah Mbak aja! Kalo Mbak gak mau talangin juga gak apa-apa, paling nanti aliran listriknya dicabut!" pekik Melly mengancam Lian.

Lian diam selama beberapa detik, lantas berjalan ke kamarnya untuk mengambil ponsel baru yang tergeletak di meja kecil. Tak lama terdengar suara sambungan telepon.

"Halo, Mi. Mami, ini masa Melly gak bayar tagihan listrik sampe ada teguran dari pihak PLN, kalo listrik dicabut gimana, Mi?"

Bergantian suara maminya yang berbicara, Melly pun tak dapat mendengarnya. Kemudian, terdengar jawaban dari Lian. "Mi, suruh si Alan ceraikan wanita itu aja, Mi. Aku kesel lama-lama kalau dia di sini."

"Loh, gak kebalik? Ini sebenernya Lian itu kakak atau madunya Alan, sih? Kok, aku jadi ngerasa kaya istri tua yang mau ditendang mertua, ck" gumamnya.

'Kalo aku beneran ditendang, gimana dengan Alea? Aku gak punya tabungan untuk menetap di tempat lain. Aku harus cari kerja! Tapi siapa yang mau ngasih kerjaan ke ibu rumah tangga tanpa pengalaman kerja?' batinnya dengan bingung.

Segera Melly pergi ke kamarnya dan tak lupa menutup pintu. Ia mengambil ponsel dan mencari-cari referensi atau sesuatu yang bisa menjadi nilai jual.

Ia coba men-download aplikasi belanja online di ponsel android miliknya keluaran tahun 2012. "Duuh, memorinya gak cukup."

Ia terpaksa menghapus beberapa aplikasi permainan yang biasa dimainkan putrinya. "Maaf, ya, Nak. Bunda hapus dulu, semoga secepatnya bunda bisa sukses dan beli hp baru."

Selama satu menit setelah menghapus beberapa games, akhirnya Melly bisa men-download aplikasi online shop yang dipilihnya.

Setelah berhasil memverifikasi pendaftaran dirinya. Ia terus menggerakkan jemarinya menggeser layar ke atas, ke bawah, dan matanya langsung tertuju pada salah satu produk perawatan kecantikan.

"Sepertinya, ini cocok. Banyak sekali jumlah pembelinya, rating-nya juga sangat bagus. Tapi, aku gak punya modal. Hmmm …?"

Tak lama bunyi pesan masuk terdengar. Ternyata sebuah pesan dari aplikasi menawarkan pembelanjaan dengan sistem bayar setiap akhir bulan. Matanya seketika memancarkan binar melihat kesempatan emas itu.

Teknologi saat ini canggih, ya? Aku mau coba sistem dropship sambil ngumpulin modal sedikit demi sedikit. "Bismillah," ucapnya dengan perasaan penuh harap.

Ia meminta izin pada penjual untuk menjadi seorang reseller supaya diberi harga miring. Setelah disetujui seller, ia menyalin gambar produk serta meng-copy paste deskripsi produk.

Ia masukkan beberapa jenis produk di galeri tokonya, "Semoga ada yang beli."

“Melly ...!" Teriakan wanita yang membencinya terdengar sangat nyaring. Baru saja Melly berharap pada jualan pertamanya itu, tetapi semangatnya kembali melonggar.

Ia pun bergegas keluar kamar supaya tidak membangunkan Alea yang sudah terlelap selama satu jam.

"Kamu belum masak makan siang?! Kita udah pada kelaparan tau, gak!"

Tanpa membalas semburan iparnya, Melly segera pergi ke dapur membersihkan lauk, menanak nasi, dan memasak. Hatinya sedang tak ingin berdebat. Ia hanya sedang berdoa sambil berharap semoga ada pesanan masuk dari produk yang baru di unggahnya itu.

Tiga puluh menit sudah ia selesai memasak menu yang simpel karena hati tak sabar ingin cepat-cepat melihat notifikasi di ponselnya.

"Cepet banget masaknya, kamu mau pergi?!"

"Cepet salah, lambat juga salah! Serba salah, kan, jadi aku, Mbak?!" Melly menghardik tanpa menoleh pada Lian.

"Kamu ada di sini aja udah salah, Melly! Jangan-jangan kamu kasih racun makanannya!"

"Ya, udah, gak usah dimakan kalo gak mau mati, Mbak!" tantangannya membuat Lian tercengang dan membelalak.

Melly lantas menarik langkah ke kamarnya sambil terkekeh setelah menyerang Lian seperti itu. Baru kali ini Melly merasa senang bisa merisak iparnya itu.

Ia memasuki kamarnya yang berukuran empat kali empat meter dan segera menggaet ponsel jadulnya. Satu pesan dari aplikasi belanja online memberitahu ada pesanan masuk. Raut wajahnya berubah girang sekali meskipun hanya mendapat satu pesanan. Pasalnya, hal itu baru pertama kali dilakukannya.

Orderan diterima, ia memesan kembali produknya dengan sistem dropship ke distributor yang sudah ia hubungi sebelumnya.

"Oke, estimasi barang diterima dua sampai tiga hari!" pungkasnya sambil mengangkat ponsel ke atas dan menaikkan kedua sudut bibirnya. Melly bahagia bukan kepalang sambil berjoget meliukk-liukkan badannya.

Setelah lama memainkan ponselnya, Melly pun tampak memejamkan mata di samping putrinya yang masih terlelap sampai Alea tergugah dan membangunkan bundanya.

"Alea udah bangun, Sayang?"

"Alea ... mau maakaaan, Buun?" Alea merajuk seraya mengucek kedua matanya.

"Ayo, Sayang," ajak wanita berdaster panjang itu sambil merapikan kerudungnya. Ia menggendong Alea ke luar kamar menuju meja tempat semua masakannya tersaji.

Melly membuka tudung saji dan tiba-tiba membelalak. Betapa kagetnya Melly mendapati lauknya hanya tersisa untuk satu porsi. Ia menghela napas sambil menggeleng tidak percaya, perasaan bahagianya langsung turun seketika itu juga.

"Dasar! Ususnya sebesar apa, sih, sampe ngabisin jatah orang, ck ...! Yang penting cukup untuk Alea makan, deh."

Lian keluar dari kamarnya untuk memandikan Rachel.

"Mbak masih hidup?" Melly menyindir kepada iparnya itu.

Lian sontak melirik dan mengerlingkan matanya sambil terus berjalan ke kamar mandi tak menghiraukan sindiran Melly.

Melly lantas menyipitkan mata melihat tingkah iparnya dan terbahak tanpa suara. Ia merasa puas karena berhasil merisak iparnya itu.

Sepiring nasi beserta lauknya dibawa Melly sambil menuntun Alea ke teras rumah, menyuapi Alea sambil bercerita, dan menemaninya bermain sepeda di teras yang cukup luas.

Tiba-tiba Rachel yang sudah rapi setelah mandi, menghampiri Alea dan ingin mengambil paksa sepedanya. Alea mencoba mengalah. Ia hendak turun dari sepedanya, tetapi kalah cepat saat Rachel sudah memegang kendali sepeda, lalu membuat Alea tersungkur ke lantai yang berpori kasar dan menangis.

"Innalillahi!" teriak Melly. Tak disangka, Alea langsung mendepak ban depan sepedanya sebelum Melly datang menghampiri. Ia merasa kesal atas perlakuan sepupunya itu. Tindakannya spontan putri kecil itu membuat sepeda yang ditumpangi Rachel tergelincir meluncur di terasnya yang miring dan ….

Rachel pun menabrak pagar, kemudian terjungkal bersama sepedanya. Melly yang melihat hal itu sontak terbahak dan lekas menolong Rachel sambil menggendong Alea.

"Kamu apain Rachel, Mellyyyy!" terdengar suara wanita yang dikenalnya sedang mengeraskan pita suara. Cepat-cepat Melly menolong Rachel sebelum kakak iparnya datang.

"Aku gak ngapa-ngapain, Mbak. Rachel tahu-tahu merebut sepeda waktu lagi dimainkan Alea," pungkasnya sambil menahan tawa.

"Kamu diapain sama mereka, Rachel?! Kamu gak apa-apa? Mana yang luka? Mana yang sakit?"

"Kaki Ahel saakiit, Maa, Ahel didorong sama Alea!" Anak itu mengeluh pada mamanya yang sudah mengatur napas kencang dan memelototi Alea.

"Alea, kamu gak sopan, ya, sama Rachel yang lebih tua dari kamu. Dasar Anak Bego!" Tangannya sudah siap menjewer telinga Alea. Namun, Melly menangkisnya dengan cepat.

"Didik anak kamu yang benar, Mel, supaya gak nyelakain orang! Paham!”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.8
Setelah mengetahui kebenaran pahit di kehidupan sebelumnya bahwa Samuel mengabaikannya demi mencintai adiknya sendiri, sang protagonis menolak melanjutkan kebodohan tersebut. Dalam kesempatan hidup kedua ini, ia menolak pernikahan politik dengan Samuel. Sebagai gantinya, ia memilih Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus penguasa tertinggi di keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini tidak hanya membalikkan keadaan, tetapi juga membuat Samuel kehilangan akal sehatnya di hari pernikahan.
Sampul Novel Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
8.1
Cinta tulus Jilly selama tiga tahun hancur saat Elton tega membuangnya ke laut demi menyelamatkan Rachel. Menghadapi pengkhianatan kejam sang suami, Jilly memilih menyembunyikan kehamilannya dan berencana kabur dari pernikahan toksik mereka. Ketika Elton akhirnya berhasil melacaknya dalam keadaan kacau dan memohon maaf demi anak mereka, hati Jilly telah membatu. Baginya, sosok ayah dari bayinya sudah lama mati sejak hari di mana Elton lebih memilih nyawa wanita lain.
Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Kehidupan Falisha Marbella hancur seketika saat kekasihnya, Ben Andrigo, tewas di dekatnya. Tragedi mahasiswi 19 tahun ini berbuntut panjang ketika ayah Ben, Cedric Andrigo, menuduhnya sebagai penyebab kematian sang putra. Sebagai miliarder kejam yang memimpin bisnis ilegal, Cedric bersumpah membuat hidup Falisha menderita. Didorong dendam, pria arogan itu memaksa Falisha menjadi budak pemuas nafsunya. Akankah Falisha sanggup membebaskan diri dari belenggu kekejaman Cedric?
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Kehidupan Prasasti menjadi rumit sejak berurusan dengan tiga putra konglomerat Adisurya. Hubungan asmaranya dengan si bungsu, Prasetya, hancur akibat tindakan Pramudya, sang sulung, yang hampir melecehkapannya hingga reputasi Sasti rusak. Demi menyelamatkan nama baik, Prahara yang merupakan anak kedua akhirnya menikahi Sasti. Sayang, pernikahan ini memicu dendam wanita lain yang ingin mencelakainya. Sanggupkah Sasti bertahan di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras?
Sampul Novel Kala Hidup Mengalir dengan Damai
9.8
Pernikahan tiga tahun Calista Lisano diwarnai kebencian dari suaminya, Kayden Farista. Begitu Nadia Farista kembali, Kayden berencana memalsukan kematiannya demi melepas status pewaris dan kawin lari. Setelah tidak sengaja mendengar rencana tersebut di ruang operasi, Calista mengambil keputusan besar. Ia segera menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian dan bersiap menyusul kakaknya ke luar negeri. Calista akhirnya menyerah mempertahankan hubungan sepihak ini demi kedamaian hidupnya.