APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu jadi pembantu

Menantu jadi pembantu

Pernikahan Sabira Prameswari dan Daffa Prasetya yang berawal dari media sosial justru berujung pilu. Sabira harus menghadapi kenyataan pahit akibat keegoisan sang suami dan campur tangan ibu mertua yang terlalu mendominasi rumah tangga mereka. Di tengah tekanan batin yang terus menyiksa dan konflik keluarga yang kian memanas, Sabira dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Akankah ia bertahan demi sebuah komitmen, atau memilih bercerai demi menyelamatkan dirinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hem, maksud istri saya, bukan orang lain lagi. Dia adalah istrinya Daffa. Gimana, cantik kan Bu Nurma?" timpal pak Andri angkat suara.

"Is papa apa-apaan sih, ngapain pakai di bela segala gadis kampung itu," sungut Aruna dalam hati.

Aruna mengernyitkan alis sambil mengerucutkan bibirnya dan melihat dengan tatapan begitu tajam ke arah suaminya.

"Gimana, ma, cantik kan menantu kita?" tanya Andri, membuat Aruna jadi gelagapan.

"I-iya Bu Nurma. Ini istrinya Daffa, me-nantu saya," jawab Aruna gugup.

"Oh, iya cantik kok Bu Aruna, menantunya. Wajahnya ayu dan adem melihatnya. Eh iya, ada yang bilang katanya, menantu kamu dari kampung ya?" cerocos Bu Nurma membuat Aruna terbelalak.

"Ssstt, iya, dia dari kampung. Lihat saja penampilannya sangat kampungan," desis Aruna menatap sinis pada menantunya.

Sedangkan Daffa, dia hanya terdiam mendengar istrinya di bicarakan oleh orang lain. Sebagai suami bukan malah membela sang istri, ia justru membiarkan orang-orang menghina istrinya.

"Tega kamu mas, kamu diam saja disaat aku di hina oleh ibumu di depan temannya," gumam Sabira dalam hati seraya mengepalkan tangannya.

"Ma, sudah. Ayo kita nikmati acara ini. Oh iya, selamat ya Bu Nurma sudah mendapat menantu," ucap Andri menengahi.

"Iya, sama-sama pak Andri, menantu saya itu S2 loh Bu Aruna, dia lulusan dari Amerika. Cantik kan? wajahnya kayak bule-bule gitu," imbuh Bu Nurma bangga.

"Iya, Bu Nurma," sahut Aruna tersenyum kecut pada sahabatnya itu.

"Kalau gitu, kita pamit dulu ya. Maaf kami nggak bisa lama-lama karena masih ada acara lain yang harus kita datangi," lanjut Aruna menganggukkan kepala memberi kode pada yang lain.

Andri mengernyitkan alis setelah mendengar ucapan sang istri. Baru beberapa menit yang lalu mereka sampai di tempat acara, Aruna mengajak pulang.

Daffa dan Sabira pun mengiyakan ucapan Aruna. Lalu mereka pulang ke rumah.

"Kamu lihat Daffa, teman mama dapat menantu lulusan Amerika, S2 lagi. Kamu apa! dapat istri yang cuma tamat SMA. Malu-maluin kamu," cerocos Aruna setelah tiba di rumah.

"Sudah lah ma, untuk apa di ributkan hal sepele seperti ini. Wajar saja anaknya Nurma dapat istri sarjana, anaknya juga sarjana. Terus mama mau samakan Daffa yang tamat SMA, dapat istri sarjana. Mana ada seperti itu ma. Mama ini ada-ada saja," sahut Andri dan melengos pergi.

Aruna yang tampak kesal pada suaminya pun pergi keluar rumah entah kemana.

"Kamu lihat, gara-gara kamu mama dan papa aku bertengkar," hardik Daffa pada Sabira yang berdiri di sampingnya.

"Loh, mas, kok malah nyalahin aku sih. Bukannya kamu yang meminang ku saat pertama kali bertemu. Kamu yang mengajak aku menikah," sahut Sabira heran.

Pria berstatus suami Sabira itu pergi tanpa menggubris ucapan istrinya. Daffa masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam. Hingga Sabira sulit untuk masuk ke kamar.

"Tega kamu sama aku, mas. Kamu yang datang ke rumahku dan bilang ingin meminang ku lima bulan yang lalu. Tapi kini dengan entengnya kamu menyalahkan ku. Dan membiarkan aku menghadapi semuanya sendiri," batin Sabira seraya menghapus bulir bening yang keluar dari sudut matanya.

Karena lelah di perjalanan, Sabira pun mendaratkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Dalam hitungan detik rasa kantuk menyerang dan ia pun tertidur.

"Sabiraaaaaa," teriak Aruna menyembul dari balik pintu.

Suara keras memekakkan telinga membuat Sabira terjaga dari tidurnya.

"Ayo ikut mama," ajak Aruna menarik paksa tangan Sabira.

"Mau kemana ma?" tanya Sabira sambil mengucek matanya.

"Nggak usah banyak tanya. Ayo ikut mama," ucap Aruna sedikit melengking.

Sabira mengikuti Aruna dengan berjalan kaki. Tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah toko kue. Awalnya Sabira mengira ibu mertuanya akan membelikannya cake kesukaannya. Namun ternyata ia salah, tujuan mereka kesana hanya untuk menyuruh Sabira bekerja di toko kue tersebut.

"Aku mohon terima lah menantuku untuk bekerja disini, daripada dia tidak ada kerjaan di rumah. Mending kerja disini, dapat gaji untuk bantu-bantu suaminya," rayu Aruna pada pemilik toko kue.

"Baiklah, buk. Saya akan terima menantu ibuk kerja disini. Kebetulan toko kami membutuhkan tenaga kerja satu orang," sahut pemilik toko.

Netra Sabira membulat sempurna saat mendengar ucapan ibu mertua yang mengatakan bahwa dirinya tidak ada kerjaan di rumah. Padahal selama Sabira di rumah, pekerjaan rumah tidak ada habisnya.

Tanpa basa-basi dan tanpa meminta persetujuan dari Sabira, Aruna menyuruh menantunya untuk bekerja dengan alasan membantu ekonomi rumah tangga.

Daffa yang bukan pegawai kantor dan bukan pemilik perusahaan ternama menjadikan alasan yang kuat untuk menyuruh Sabira bekerja.

Pria yang berusia kepala tiga itu bekerja di bengkel motor dan mobil milik orang lain. Setiap hari Daffa pergi ke bengkel hingga pulang larut malam. Dengan gaji kecil, Daffa tetap bertahan bekerja di sana meskipun harga barang-barang sembako kini meroket.

"Jadi kapan menantu saya bisa bekerja Bu?" tanya Aruna antusias.

"Besok pagi bisa langsung kerja, buk. Jam delapan pagi harus sudah sampai di sini. Saya ingin semua karyawan saya disiplin," jawab pemilik toko yang bernama Karina.

"Oh kalau itu ibuk tenang saja. Menantu saya ini orangnya tepat waktu kok," sahut Aruna tersenyum manis pada Karina.

"Kalau gitu kami permisi dulu ya, buk Karina," pamit Aruna tersenyum simpul, Karina pun mengangguk dan membalas senyuman Aruna.

Aruna dan Sabira pun pergi meninggalkan toko kue tersebut.

"Ma, kok mama menyuruh aku kerja?" tanya Sabira penasaran.

"Jadi kamu nggak mau bantu Daffa cari uang? kamu hanya ingin menghabiskan uang anak saya tanpa tau jerih payah mencarinya," cecar Aruna mengehentikan langkahnya dan menatap tajam pada Sabira.

"Bukan gitu maksud aku, ma- " ucap Sabira tercekat karena Aruna memotong ucapannya.

"Alah, jangan banyak omong kamu. Pokoknya besok pagi kamu harus bekerja di toko kue itu. Mama nggak suka penolakan," cerocos Aruna.

"Ta-tapi, Aku harus minta persetujuan mas Daffa, ma," ucap Sabira tertunduk.

"Sudah, kamu nurut aja apa kata saya. Tinggal numpang aja belagu. Sok nggak mau kerja," sungut Aruna.

"Lagipula ngapain sih pakai minta izin dari Daffa segala. Dia pasti setuju sama rencana mama. Kamu fokus saja dengan pekerjaanmu. Jangan sampai kamu mengecewakan ibuk Karina. Soal Daffa biar saya yang ngomong," lanjut Aruna.

Dengan langkah gontai, Sabira mengikuti keinginan ibu mertuanya. Baru satu minggu ia menginjakkan kaki tinggal di kota dan menumpang di rumah mertua, mungkin ada baiknya ia mengalah sementara waktu.

"Ma, mama darimana?" tanya Daffa setalah mereka tiba di rumah.

Seketika itu netra Aruna membulat sempurna saat melihat Daffa berdiri di balik pintu. Ia mengitari sekeliling mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan putranya.

Wanita paruh baya itu tidak ingin memberitahu pada Daffa apa yang terjadi. Karena ia tau, pasti suaminya akan marah jika tau hal itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini
8.4
Kehancuran bisnis dan pernikahan sang mantan membuat hidup Shiloh Jung terpuruk. Demi memulihkan diri, ayahnya mengirim Shiloh berlibur ke luar negeri. Di sanalah ia bertemu Edward Leung yang penuh misteri. Keduanya lalu sepakat menjelajahi Rusia sebagai sepasang kekasih tanpa membongkar identitas asli, dengan janji akan bersatu jika takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, setahun berlalu, Edward justru berpura-pura tidak mengenalnya. Rahasia besar apa yang disembunyikan pria itu?
Sampul Novel I'm Baby Doll
8.1
Model seksi Gea Mexalla terjebak dalam sisi gelap dunia hiburan, dipaksa melayani para sponsor demi ketenaran. Saat berniat keluar demi kariernya, ia malah diperkosa oleh manajer dan sponsornya sendiri. Di tengah keputusasaan, sosok Cale Vertoghen hadir menyelamatkannya. Namun, penyelamat tersebut adalah seorang CEO kejam yang sangat terobsesi pada Gea. Sanggupkah ia membebaskan diri dari jeratan para pria yang terus memangsanya?
Sampul Novel Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil
9.4
Terjebak dalam pelukan hangat seorang pria misterius, protagonis wanita dalam novel modern ini tidak berani bergerak sedikit pun saat sentuhan intim mulai membakar gairahnya. Di saat yang sama, majikannya dan sang kekasih sedang bermesraan di kamar sebelah. Suara bisikan menggoda di telinganya memicu hasrat terlarang yang sulit dikendalikan. Di tengah situasi yang menegangkan ini, ia mulai mempertanyakan kewarasannya saat keinginan serupa mulai tumbuh dalam dirinya.
Sampul Novel Perselingkuhan Liar Istriku
8.0
Bayu mengerahkan seluruh kemampuannya demi memicu gairah Dokter Mirza. Usai menanggalkan pakaian bawah sang dokter, jemari dan lidah Bayu mulai menjelajahi area sensitif wanita itu. Walau sempat merasa sesak akibat posisi yang menyulitkan, ia pantang menyerah demi menyuguhkan kepuasan tertinggi. Dokter Mirza yang terus mengerang hebat kini tak sanggup lagi membendung hasratnya. Bayu pun bergegas mempercepat ritme gerakannya demi mengantar sang dokter menuju puncak kenikmatan.
Sampul Novel Satu Jantung Dua Hati
8.0
Nahas, Salwa kecelakaan dua hari menjelang pernikahan. Demi lari dari masa lalunya, Salma pun menyamar menjadi kembaran indetiknya itu untuk menikahi Farhan. Begitu kebohongan ini terungkap, amarah Farhan tak terbendung. Salma lalu meminta waktu tiga bulan sebelum ia pergi. Namun, kebersamaan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Akankah Farhan bisa menerima kehadiran Salma seutuhnya?
Sampul Novel Satu-PD184
8.9
Niat baikku mengantar Lee ke Thailand demi cinta pertamanya justru dibalas dengan pengkhianatan kejam. Malam itu juga, ia menculik kedua orang tuaku sebagai sandera untuk memeras informasi tentang keberadaan wanita tersebut. Lewat layar monitor, aku dipaksa menyaksikan ayah dan ibuku tergantung terbalik dari sebuah pesawat. Saat perintah diberikan, sebutir peluru ditembakkan ke tali pengikat yang mulai rapuh. Kini, nyawa mereka benar-benar berada di ambang kematian.