APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir

Membawa Kabur Benih Presdir

Kebahagiaan Aurora Winters sirna seketika saat mengetahui dirinya hamil. Sang suami, Julian Ryder, sejak awal telah menegaskan keengganannya memiliki anak dalam pernikahan mereka. Berada di posisi sulit antara naluri keibuan dan penolakan keras sang suami, Aurora bertekad bulat untuk tidak menggugurkan kandungannya. Demi menyelamatkan sang buah hati, ia pun mulai menyusun sebuah rencana rahasia untuk pergi dan menyembunyikan kehamilannya dari Julian.
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara dering telepon memecah keheningan ruangan. Julian Ryder mengangkatnya dengan ekspresi dingin, tetapi begitu mendengar laporan dari anak buahnya, wajahnya berubah.

"Tuan Ryder... dia kabur."

Hening.

Seketika, gelas kristal di tangannya dihantamkan ke dinding. Pecahan kaca berhamburan di lantai. Nafas Julian memburu, matanya menyala penuh amarah.

"Kalian bilang apa?!" suaranya dalam, mengandung bahaya.

"Aurora kabur, Tuan. Kami sudah menyisir area sekitar, tapi-"

"Brengsek! Bagaimana bisa dia kabur dari mansion yang aku buat seperti benteng?!" Julian menghantam meja dengan tinjunya, membuat barang-barang di atasnya bergetar.

Anak buahnya di seberang telepon terdiam, tahu bahwa ini bukan saat yang tepat untuk beralasan.

"Kalian berdua kubayar mahal bukan untuk berdiri di sana seperti orang tolol! Jika kalian tidak bisa menemukannya dalam satu jam, aku pastikan kalian tidak akan melihat matahari besok!"

Ryder melemparkan ponselnya ke sofa, lalu berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya.

Aurora kabur? Kenapa?

Selama ini dia memang mengawasi setiap gerak-geriknya, tapi itu hanya karena dia tidak ingin kehilangan wanita yang dia cintai. Lalu kenapa wanita itu memilih kabur dengan cara seperti ini?

Apa yang dia sembunyikan?

Ryder mengusap wajahnya dengan kasar. Dia harus menemukannya. Sekarang juga.

---

Di sisi lain kota, Aurora meringkuk di dalam bagasi taksi yang berhenti di pinggir jalan.

Nafasnya ditahan, jantungnya berdentam keras. Di luar, suara langkah kaki menggema di sekitar mobil.

"Periksa setiap sudut mobil ini!" suara berat salah satu pria menggema.

Sopir taksi yang tadi membawanya mengerang kesakitan di jalan aspal, tubuhnya penuh luka akibat pukulan brutal anak buah Julian.

"Di mana wanita itu?" seseorang menendang perut pria malang itu.

"Aku... aku tidak tahu..." jawabnya dengan suara parau.

Aurora memejamkan mata, mencoba menahan tangis. Tubuhnya kecil, dia beruntung bisa menyelinap ke dalam bagasi ini tanpa terlihat.

Namun, keberuntungan itu bisa berakhir kapan saja.

Suara pintu taksi terbuka.

Seseorang mengacak-acak kursi belakang.

Aurora mengepalkan tangan, tubuhnya bergetar hebat. Jika mereka membuka bagasi ini, semuanya akan berakhir.

---

Di ruang kerjanya, Julian menatap layar ponselnya dengan mata tajam.

Lokasi Aurora telah terlacak.

Sebuah senyum dingin terukir di bibirnya. Tidak ada yang bisa kabur dariku, Aurora.

Dia segera mengambil mantel hitamnya dan melangkah keluar dari kantor pribadinya. Begitu pintu terbuka, seorang pria berbadan besar sudah menunggunya.

"Mobil sudah siap, Tuan," ujar pria itu dengan nada hormat.

Julian berjalan melewati lorong panjang mansionnya, diikuti oleh beberapa anak buahnya yang membawa senjata. Semua orang tahu-ketika Julian Ryder marah, itu adalah saat yang berbahaya.

Dia masuk ke dalam mobilnya, duduk dengan tenang di kursi belakang, sementara pria di sampingnya memberi laporan.

"Kami sudah memeriksa rekaman CCTV di sekitar mansion. Sepertinya, Nona Aurora berhasil keluar dengan menyamar sebagai salah satu pelayan."

Julian tertawa kecil, tapi tidak ada tanda kesenangan di matanya.

"Istriku semakin pintar rupanya," gumamnya.

"Kami juga menemukan taksi yang membawanya, Tuan. Saat ini anak buah kami sedang menginterogasi sopirnya."

Julian memandang ke luar jendela, ekspresinya gelap.

"Cepatlah. Aku ingin dia kembali sebelum malam ini."

Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju lokasi di mana Aurora terakhir kali terlihat.

---

Aurora merasakan tubuhnya mulai kesemutan di dalam bagasi yang sempit itu. Dia tidak tahu sudah berapa lama dia bersembunyi, tetapi setiap detik terasa seperti selamanya.

Suara langkah kaki di luar semakin mendekat.

Kemudian-

Klek!

Pegangan bagasi bergetar.

Aurora menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak mengeluarkan suara.

Seseorang mencoba membukanya!

Terdengar suara pria menggeram. "Sial, bagasinya terkunci. Buka dengan paksa!"

Aurora menahan napasnya. Dia menggenggam sesuatu di dalam tasnya-gunting kecil yang biasa dia bawa. Itu satu-satunya senjata yang dia punya sekarang.

Namun sebelum pria itu bisa memaksa membuka bagasi, suara lain terdengar.

"Sudahlah, dia tidak ada di sini. Kita buang waktu!"

"Tapi kita harus pastikan-"

"Bodoh! Kalau dia ada di sini, dia pasti sudah ketahuan sejak tadi! Kita cari di tempat lain!"

Langkah kaki mereka perlahan menjauh.

Aurora hampir tidak percaya.

Mereka pergi.

Dia menunggu beberapa saat sebelum akhirnya perlahan membuka bagasi dari dalam.

Begitu kepalanya menyembul keluar, dia melihat sopir taksi itu masih tergeletak di tanah, mengerang kesakitan.

Aurora buru-buru keluar dari bagasi dan mendekati pria itu.

"Pak... Anda tidak apa-apa?" tanyanya dengan suara bergetar.

Sopir itu mengangkat wajahnya yang penuh luka lebam. Dia tampak terkejut melihat Aurora masih ada di sana.

"Pergilah, Nona... mereka pasti akan kembali!"

Aurora menggigit bibirnya. Dia tahu itu benar.

Tanpa membuang waktu, dia meraih dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu menyelipkannya ke tangan pria itu.

"Saya minta maaf... karena Anda harus mengalami ini," bisiknya.

Sopir itu menatapnya lemah, tetapi dia tidak menolak uang itu.

Aurora lalu berlari secepat yang dia bisa, menyelinap di antara bayangan gedung-gedung, mencari jalan keluar dari situasi ini.

Dia tidak bisa kembali.

Dia tidak bisa tertangkap.

Karena jika Julian menemukannya...

Dia tidak akan pernah bisa melarikan diri lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini, seorang janda dengan dua anak perempuan, mengira hidupnya membaik setelah dinikahi pengusaha kaya bernama Dafa Suryaningrat. Keluarga mertua pun menerimanya dengan baik. Namun, kebahagiaan Senja hancur saat mengetahui Dafa mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah keretakan rumah tangga ini, kakak iparnya, Bagas, justru menaruh hati pada Senja. Kini ia dilema antara bertahan dalam pernikahannya atau menerima cinta Bagas.
Sampul Novel Mr Cool On My Bed
9.8
Dalam sekuel My Sexy Lady ini, Alina Davidson harus menerima kenyataan pahit bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Hati Thomas masih sepenuhnya milik Erika, membuat segala pengorbanan Alina sia-sia. Karena frustrasi terus diabaikan, Alina mengambil langkah nekat dengan menanggalkan pakaiannya demi memohon kehangatan Thomas. Sempat menepis, pertahanan Thomas akhirnya runtuh oleh godaan tersebut. Lewat tatapan tajam, ia menyerah pada gairah dan siap menuruti keinginan Alina.
Sampul Novel Pemuas Nafsu Keponakan
9.0
Kehidupan Rina, wanita berusia 30 tahun, berubah rumit saat menumpang di rumah sang kakak karena suaminya bekerja di kapal pesiar. Alih-alih mendapat ketenangan, ia justru menghadapi paksaan nafsu terlarang dari keponakannya yang baru berumur 17 tahun, Aldi. Tanpa sepengetahuan kakaknya, Rina harus menanggung beban batin yang sangat menyiksa. Setiap malam ia terjebak dalam pergulatan batin antara rasa bersalah dan hasrat kuat untuk lepas dari obsesi gelap pemuda tersebut.
Sampul Novel Sentuhan Panas Pelayan Bar
9.2
Kayla harus membanting tulang sebagai pelayan bar sekaligus berkostum badut demi menyambung hidup. Takdir membawanya bertemu Andreas dalam dua kondisi berbeda. Di bar, Andreas terpikat oleh pesona Kayla hingga menawarinya pekerjaan model. Di sisi lain, Andreas malah jatuh cinta pada sosok badut jalanan, tanpa tahu bahwa itu adalah Kayla, model yang sangat ia benci. Rahasia identitas ganda ini kini mengancam hubungan mereka dalam pusaran konflik cinta dewasa.
Sampul Novel Sesal yang Terlambat
9.4
Lima tahun silam, ia memilih pergi saat didesak melakukan tes DNA untuk sang anak. Sekarang, ia kembali dan memohon hal serupa. Di tengah kesuksesanku, aku curiga ia hanya ingin memanfaatkan anak itu. Namun, kebenaran di balik kepulangannya sungguh tak terduga. Ia ternyata ingin menitipkan buah hati kami karena sisa usianya tak lama lagi. Penyesalan mendalam kini mulai menghantui seiring terungkapnya rahasia masa lalu.