APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku

Membalas Suami Bajinganku

Impian Lara membangun keluarga sirna akibat perselingkuhan Seno. Demi ambisi pribadinya, sang suami bahkan tega menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka, sekaligus menolak menceraikan Lara walau kerap bergonta-ganti pasangan. Di masa sulit ini, Lara bangkit dan bersekutu dengan Andre, cinta pertamanya yang sempat difitnah membunuh ibunya. Namun, rencana balas dendam mereka dihalangi oleh kemunculan Dokter Miriam. Akankah Lara berhasil mengalahkan pengkhianatan Seno?
Bab
Bagikan

Bab 2

Senja yang mulai menguning, memberi keindahan alami yang seharusnya bisa dinikmati, namun tidak olehku. 

Kehadiran Olivia yang mendadak, setelah penggerebekan yang kulakukan, menjadi hinaan terbesar bagiku. 

"Jalang itu! Beraninya!"

Aku terduduk lemas setelah berbagai peristiwa yang kualami terasa mengguncang duniaku. Tiba-tiba saja, perutku terasa sakit, ototku kembali menegang. Padahal, aku baru saja berjanji pada dokter untuk menjaga kandungan yang berusia hampir 6 bulan ini dengan baik, setelah sebelumnya hampir mengalami keguguran. 

Seno tidak pulang selama beberapa hari, dengan dalih lembur, lagi dan lagi. 

Aku sekarang mengetahui, mengapa ada beberapa properti yang dimiliki atas namanya, tanpa kuketahui. Apakah, Seno membelikan Olivia apartemen atau rumah? Membayangkan hal itu, kepalaku menjadi sangat sakit. Teganya mereka bermain api di belakangku! 

"Bu," panggil Bi Yani, aku dapat mendengar suaranya meski samar. Namun, aku masih bersusah payah mengatur napas. 

Peningkatan kekayaan Seno yang drastis, membuatku tidak bisa mencecar Seno seperti awal pernikahan kami, dulu. 

Pria itu telah berubah. 

Seno yang manis dan perhatian sekarang menjadi pria pemarah. Aku sekarang hanya sanggup merajut mahligai rumah tangga dengan kebersamaan ala kadarnya. Aku bahkan tidak bisa merasa kecewa, karena hal ini sudah kualami sejak lama. 

Entah mengapa, aku bisa bertahan. 

Entah karena kepolosan, kebodohan, atau karena prinsip hidup yang selama ini kupaksakan dalam bawah sadar. 

Aku adalah gadis yang tumbuh dalam keluarga tak utuh, dan aku tidak ingin buah hatiku mengalami perasaan terbuang seperti yang aku rasakan dulu. 

"Bi … bi …"

Aku akhirnya memanggil Bi Yani. Rasanya, aku sudah tak kuat lagi. 

Prang! 

"Bu! Astaga!" Bi Yani berteriak, bahkan membanting nampan yang berisi buah-buahan potong yang masih segar, untuk segera berlari menuju ke arahku.

"Bu!" panggilnya lagi, dengan kepanikan tiada tara, ketika mengetahui aku tampak sedang mengeluarkan darah yang mulai merembes di antara kaki. 

"Bi—bi…"

"Sa—saya akan memanggil dokter! Bu! Bertahanlah!"

Aku hampir pingsan, beruntung aku masih bisa menyesuaikan diri dan memposisikan tubuhku dengan benar. Bi Yani memapahku ke sofa yang tak jauh dari awal tempatku berdiri tadi, dan aku dibaringkan dengan lembut di sana untuk sementara. 

Bi Yani tampak kebingungan karena belum pernah mengalami kejadian yang mencengangkan seperti ini. 

Napasnya memburu, sambil mencoba mencari-cari kontak dokter yang ada di tas tanganku. 

"Di mana… di mana kartu nama dokter itu? Astaga!"

Bi Yani terus mencari nomor kontak dokter atau rumah sakit yang biasa didatangi olehku. Namun, ia tak kunjung menemukannya. 

Pelayan itu lalu menumpahkan segala isi taski sambil berdoa semoga kartu nama dokter kandungan atau bidan yang biasa kudatangi segera ditemukan. 

"Saya akan menelpon Pak Seno!"

"Ti… dak… jangan."

"Tapi, Bu!"

Aku tidak lagi dapat merespon. Aku mengantuk. Aku kemudian tertidur dan tak mengetahui apa yang sedang terjadi. 

*** 

"Oh, Tidak!"

Tak lama kemudian, sebuah kartu berlatarbelakang biru terang, dapat ditemukan. Bi Yani segera menghubungi nomor yang tertera dan meminta diantarkan ambulans segera. 

"Halo?" 

Bi Yani mulai berbicara dengan operator yang ada di seberang sana. 

Bi Yani, pelayan itu adalah pelayan baru, yang dipilih sendiri olehku, setelah ia memecat semua pelayan yang dipekerjakan oleh Seno. 

Hal ini dikarenakan, tidak ada satu pun pelayan yang menjawab ketika aku menanyakan perihal Seno. Mereka bahkan bersekongkol untuk menyembunyikan jejak perselingkuhan suamiku dengan berbagai alasan. 

Aku baru mengetahui dan memiliki bukti akan firasat burukku dari seseorang yang tidak dikenal. 

Sebuah pesan anonim mengirimkan gambar mengejutkan yang mencitrakan penampakan suamku dengan seorang wanita yang tidak berbusana. 

Hancur hatiku ketika mengetahui pesan tersebut. Tanpa aba-aba, aku segera meluncur ke kantor suami dan mendapati kenyataan pahit yang selama ini tidak kusadari. 

***

"Halo?!"

"Ya? Dengan Rumah Sakit Andromeda, ada yang bisa saya bantu?"

"Tolong! Ambulans! Majikan saya berdarah! Tolong, Mbak!"

"Apa? Bu! Tenanglah! Berikan alamat Anda."

"West avenue resident blok gg no. 7, Menteng. Tolong! Segera!"

Bi Yani mengucapkan alamat sebuah komplek perumahan elit yang ada di kawasan pusat Jakarta, dengan penjagaan tercanggih dan tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang jika tidak berkepentingan. 

Ya. 

Kami memang semakmur itu dalam gelimang harta. Usaha Seno melesat bagai kilat menuju ke puncak tangga bisnis prestisius dalam sekejap mata. 

Namun, siapa yang menyangka? Kebahagiaan tidak dapat ditaksir dari kekayaan yang ada. 

Aku sangat mengetahui hal itu. 

Aku bukanlah gadis yang terlahir dari keluarga sederhana. Orang tuaku adalah pasangan kaya raya, ironisnya, kekayaan itu lah yang menjadi penyebabku menderita gangguan mental yang sangat besar. 

Orang tuaku bercerai ketika aku masih muda. Sehingga, meninggalkan bekas rasa sakit dan pengabaian dalam masa tumbuh-kembangku. 

Perceraian tidak akan pernah ada dalam kamusku. 

Aku sangat mengetahui sakitnya menjadi anak—korban dari perceraian orang tua—yang hancur harga dirinya. 

Perceraian itu hanya berlangsung beberapa waktu saja, namun jejak dari perpisahan dari Mama dan Papa yang pernah membesarkan kita dengan kasih sayang, akan membekas hingga seumur hidup anaknya. 

Aku berjanji pada diriku sendiri, aku tidak akan menceraikan suamiku, separah apapun kondisi pernikahan kami, demi anak-anakku. 

Itulah dedikasiku sebagai ibu dan sebagai anak yang pernah terbuang tanpa memiliki keluarga. Hidupku menjadi sebatang kara karena Papa pergi begitu saja. 

Mama, yang kemudian harus membanting tulang untuk keluarga, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya selepas bekerja. Ia terlibat kecelakaan lalu lintas, dan tewas begitu saja. 

Satu-satunya yang diwariskan kepadaku adalah sebuah Lara—rasa sakit—yang tidak pernah lepas dariku, seperti sebuah kutukan, yang menjelma menjadi identitasku hingga hari ini. 

Lara. Rasa sakit, adalah sahabatku dari waktu ke waktu. 

Aku mengira, Seno, yang datang beberapa waktu lalu, dapat menghapuskan rasa sakit itu dengan kasih sayang dan kelembutan yang ditawarkannya. Ternyata, aku salah. 

Nama ini tetap menjadi kutukan dan tidak dapat terpisahkan. Sampai, pada suatu ketika, kemalangan yang terjadi, menjadi titik balik kehidupanku. 

***

"Di mana ruang operasinya?"

"Di lorong kedua, ikuti saya!"

Seorang perawat kemudian membimbing tim medis dengan cepat menuju ke ruang operasi. Langkah mereka berderap bergantian, suasana di lorong itu penuh dengan ketegangan.

"Hati-hati!"

Dengan sorot mata yang penuh kekhawatiran, perawat rumah sakit dan tim medis yang bertugas mendorong kereta itu dengan kecepatan yang terkontrol. 

Mereka melewati lorong-lorong rumah sakit yang hening dengan langkah gusar. Aku yang sedang berada di atas kereta dorong, merasa lemah. Aku dapat mendengar mereka berbicara bahwa tindakan darurat harus segera dilakukan.

Mereka kemudian masuk ke dalam ruang operasi namun tentu saja kemudian tim dokter yang berada di sana, mengambil alih segalanya.

"Oh, Tuhan. Kumohon, selamatkan Bu Lara," bisik Bi Yani yang mengiringiku menuju ke ruang operasi. Namun, ia harus puas duduk di ruang tunggu tanpa bisa masuk karena ruang operasi harus steril. 

Di dalam ruang tersebut, seorang dokter telah bersiap dengan alat-alat canggihnya. 

Bi Yani itu tidak mengetahui bahwa tindakannya hari ini akan menjadi sebuah harapan bagiku dalam melanjutkan kehidupan pahit ini. 

"Dokter, saya berharap… saya berharap… bayi saya selamat," ucapku dengan suara yang gemetar.

Untuk sesaat, aku bahkan tidak mengenali pria yang kuajak bicara. 

Dokter itu, ah, seandainya aku tahu, siapa dokter yang sedang menanganiku. Niscaya, aku tidak akan mau dibawa ke rumah sakit ini. 

***

"Lara?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO LEBAY
8.3
Richard tewas usai kalah memperebutkan Claudia. Di akhirat, protesnya atas nasib buruk berbuah kesempatan hidup kedua dari Tuhan. Ia pun bangkit berkat doa tulus seorang gadis, lengkap dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Kini, Richard menguasai banyak bahasa, seni, serta lokasi harta karun. Sembari mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, ia mulai bimbang apakah obsesi itu benar atau justru ada cinta lain yang jauh lebih tulus untuknya.
Sampul Novel Kenikmatan Bercinta
8.1
Kisah romansa modern dewasa ini menyoroti kehidupan sopir tampan yang terjebak dalam hubungan intim tak terduga bersama majikan dan anaknya. Narasi penuh gairah ini menyajikan adegan panas eksplisit yang menuntut kebijakan pembaca. Konflik batin serta ketegangan fisik memuncak dalam persaingan ranjang yang memikat, di mana setiap momen membawa sensasi tak terduga bagi para tokohnya.
Sampul Novel LILYA - Gadis yang Digadaikan Keluarga
8.2
Lilya terpaksa menggantikan Kenanga, kakaknya, untuk menikahi pria dari keluarga Gunawan demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang di ambang kehancuran. Meski rumor menyebut calon suaminya adalah pak tua mesum, sosok Evan yang muncul di pernikahan justru pria muda yang tampan. Evan pun menepis semua tuduhan miring tersebut. Kini, di tengah bayang-bayang obsesi Kenanga yang mengancam, akankah pernikahan Lilya dan Evan berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
8.5
Pernikahan dua pasang kembar dengan Leo sang hakim dan Sam sang dokter bedah berakhir tragis. Saat diculik dari rumah sakit, sang istri kehilangan bayinya karena disiksa setelah Sam mengabaikan puluhan panggilan telepon. Sang kakak yang menyelamatkannya juga diabaikan oleh Leo saat meminta bantuan. Setelah lolos dari maut akibat terjebak badai salju dan tanah longsor, kedua saudari yang terluka ini sepakat untuk mengajukan perceraian bersama begitu mereka tersadar di rumah sakit.
Sampul Novel Pernikahan Di Atas Dendam
9.5
Demi mengusut kematian sang ayah, Alesya bertekad membalas dendam pada Barra. Karena kekurangan bukti, ia mengambil langkah ekstrem dengan menikahi Edward, anak kandung Barra, agar bisa menyelidiki musuhnya dari dekat. Namun, pernikahan tanpa cinta ini membawa dilema baru. Akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara mereka? Ataukah nyawa Alesya justru terancam habis di tangan Barra sebelum misteri itu terpecahkan?
Sampul Novel Rahasia
8.8
Leanna, manajer 27 tahun, merasa terganggu oleh Elver, wakil barunya yang berusia lebih muda dan bertingkah ganjil. Hubungan mereka kian tegang setelah Elver membongkar rahasia Leanna sebagai Nona D di situs dewasa. Di balik konflik tersebut, benih asmara justru tumbuh. Elver mulai jatuh hati pada Leanna, tetapi ia didera ketakutan. Elver menyimpan trauma masa lalu yang kelam dan mematikan, serta cemas Leanna akan pergi menjauh jika rahasia gelapnya itu terungkap.