APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Melepas Suamiku Demi Adikku

Melepas Suamiku Demi Adikku

Pernikahan Anisa runtuh setelah skandal keji sang suami terbongkar. Pria yang sangat ia sayangi itu rupanya tega bermain api di belakangnya bersama Laura, adik tirinya sendiri. Rasa sakit hati Anisa kian mendalam saat mengetahui bahwa kini Laura sedang berbadan dua akibat perselingkuhan tersebut. Di tengah kepedihan yang luar biasa, Anisa akhirnya memilih mundur dan merelakan suaminya menikahi Laura demi bayi di kandungan adik tirinya itu.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Heh, kamu mau kemana?" Tanya Nenek itu sambil menarik kerah baju Anisa.

"Eh, Nenek. Aduh, kenapa malah di tarik? Ini itu aku akan mengejae suami aku. Ah ya sudah lah ayo Nenek ikut." Anisa mengangkat Nenek itu ke atas motor dan memakaikan helm dengan cepat, hingga menutup wajah Nenek itu.

"Astaga, ini menutup wajah saya!" Nenek itu memegang helm dan memukul pundak Anisa.

Anisa membawa motor dengan kecepatan tinggi, hingga membuat Nenek itu ketakutan dan memeluk Anisa dengan kencang.

Hingga sampai di mana kecepatan mobil itu ternyata tidak bisa ditandingi oleh motor yang ke bawa oleh dirinya, hingga akhirnya Anisa memilih untuk berhenti dan tidak melanjutkan untuk mengejar mobil suaminya. Awalnya Anisa berpikir itu hanya mirip suaminya saja, namun disaat ia memastikan jika itu adalah mobil suaminya, ia yakin jika orang yang ada dalam mobil itu adalah suaminya dan wanita yang sedang merangkul tangan suaminya itu begitu sangat familiar di matanya. Anisa berhenti dan turun dari atas motor, tentu saja Nenek yang dibawa oleh Anisa menatap Anisa dengan tatapan bingung, karena wajah Anisa terlihat begitu sangat sedih. Nenek tersebut langsung membuka helmnya dan duduk di samping Anisa.

"Ada apa? Kenapa kamu terlihat begitu sangat sedih? Memangnya apa yang terjadi? Kenapa suami kamu harus kamu kejar?" Tanya Nenek itu.

"Entahlah Nek, aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi, akhir-akhir ini Suamiku begitu berubah dan menuntutku untuk mengubah penampilanku dan tadi aku melihat dia dengan wanita lain sedang bermesraan di dalam mobil, wanita itu aku sangat mengenalnya dan sepertinya.." ucapan Anisa terhenti.

Ia langsung tersadar, bahwa tidak seharusnya ia bercerita tentang apa yang ia alami kepada orang lain. Anisa menggelengkan kepada.

"Ah tidak, tidak jadi, Nenem mau ke mana? Akan aku antarkan, ini sudah malam. Nenek tidak baik jika terus berada di luar seperti ini, nanti jika Nenek ada yang menjahati bagaimana?" Nenek itu melihat ke sana kemari, ia membuang lepasnya dengan kasar.

"Tidak tahu ini, tidak tahu harus kemana. Apakah kamu mau mengantarkan Nenek ke hotel tempat Nenek menginap?" Dengan tatapan penuh harap. Tidak seperti awal mereka bertemu.

"Loh kok ke hotel? Memangnya Nenek baru pertama kali datang ke kota ini?"

"Iya, saya baru pertama kali datang ke kota ini, karena Nenek ingin bertemu dengan cucu Nenek yang tinggal di sini, dia baru juga baru tinggal di sini beberapa bulan yang lalu, ternyata Nenek malah nyasar. Nenek kira tempat tinggalnya dekat dengan hotel yang Nenek tempati. Tetapi ternyata tidak," Anisa yang mendengar itu langsung bangkit.

"Baiklah, kalau seperti itu ayo kita berangkat!" Riko sudah sampai di kediaman wanita tersebut. Ia langsung membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan wanita kesayangannya untuk turun.

"Silakan turun Sayang, jangan lupa istirahat." ucap Riko sambil mengeluh rambut wanita itu dengan begitu lembut dan mengecup bibirnya dengan sekilas. Wanita itu tersenyum manis.

"Terima kasih, kamu selalu membuat aku puas dan terima kasih atas kalung yang kamu berikan." ucap wanita itu sambil memainkan kalung yang ia pakai. Riko menganggukkan kepalanya dan tepat di mana di pintu masuk rumahnya, ternyata ada Mama wanita itu yang sedang berdiri sambil tersenyum, serta menyilangkan kedua tangannya.

"Ini sudah malam, lebih baik kamu pulang, nanti istri kamu bakalan curiga kalau kamu tidak pulang, besok kan kalian masih bisa bertemu." ucap Mama wanita itu "Mama. Iya aku akan pulang, tolong jaga kekasihku ya." ujar Riko dan dia langsung pergi dari sana.

Anisa sudah sampai di hotel di mana tempat Nenek itu tinggal.

"Nenek bisa kan masuk ke dalam sendiri? Aku akan pulang, karena aku rasa aku saat ini sudah begitu lelah."

"Iya bisa, terima kasih ya. Dan ini kartu nama Nenek, kalau ada apa-apa kamu hubungi saja nomer itu." Anisa melihat itu hanya menatap dengan tatapan aneh dan bingung, karena untuk apa ia mengambil kartu nama tersebut, karena ia kenal saja tidak dengan orang yang ada di hadapannya, tanpa banyak bicara Anisa langsung mengambil kartu itu dan pergi dari sana. Zesampainya ia di rumah, ternyata Ia bersamaan dengan Riko yang baru pulang dari entah berantah. Anisa turun dari motornya dan menyimpan helmnya di tempat biasa, ia menatap suami dengan tatapan tajam. Zedangkan Riko yang baru keluar dari mobilnya tentu langsung bersikap biasa saja, ia tidak mau menunjukkan sikap mencurigakan. Jika ia baru saja pergi dan bertemu dengan wanita lain.

"Habis dari mana kamu Anisa? Kenapa kamu pergi tanpa berbicara dulu dan minta izin kepada aku?" Tanyak Riko. Anisa yang mendengar itu langsung mengangkat halisnya Satu.

"Untuk apa aku meminta izin kepada kamu? Kamu saja pergi dari rumah ini tanpa berbicara dulu kepadaku dan juga.." Anisa berjalan mendekati suami dan mengelus-endus tubuh suaminya, hal itu tentu saja membuat Riko langsung membulatkan matanya, karena Anisa begitu sangat aneh. "Apa-apaan sih kamu Anisa, kenapa kamu malah seperti ini? Seperti tidak punya pekerjaan saja." Anisa langsung melipat kedua tangannya.

"Tidak, aku hanya mencium bau perempuan di tubuh kamu, kamu habis dari mana? Apakah begitu menyenangkan di luar, hingga sampai kamu melupakan aku ini? Sampai puluhan kali aku menghubungi kamu, kamu tidak mengangkatnya." Riko yang mendengar itu langsung gelagapan.

"Tidak, aku sibuk dengan kerjaanku. Kamu kenapa malah berbicara seperti itu? Awas! Aku mau mandi, aku capek. Jangan cari gara-gara Anisa." Riko mendorong tubuh Anisa. Anisa yang didorong seperti itu dia tersenyum miris. Ia mengepalkan tangannya dan bertekad untuk mencari tahu kebenaran, apa yang sebenarnya terjadi, ia tidak mau jika sampai ia kecolongan nantinya.

Pagi harinya di saat Anisa hendak mencuci pakaian suaminya, seperti biasa ia terlebih dahulu mengecek pakaian suaminya, siapa tahu ada barang yang tertinggal. Namun, siapa sangka, ia malah melihat tanda bibir yang begitu merah di kerah baju suaminya, hal itu tentu saja membuat darah Anisa mengalir dengan sangat deras dan juga detak jantungnya begitu sangat kencang, ia meremas pakaian itu.

"Jadi, mereka sudah sejauh ini, apa yang mereka lakukan di belakangku?" Tanya Anisa pada dirinya sendiri.

Hingga di mana, disaat Anisa sedang terbelenggu dengan pikirannya sendiri Riko dari luar memanggil namanya dengan begitu sangat kencang.

"Anisa, Anisa. Di mana kamu? Cepat datang ke sini!" teriak Riko dengan beberapa kali. Anisa langsung tersadar dan ia langsung melempar pakaian itu ke dalam mesin cuci dan ia langsung keluar untuk menemui suaminya. "Iya ada apa? Kenapa sih kok teriak-teriak? Kalau terdengar oleh tetangga kan tidak enak Mas, ada apa? Kamu kan bisa memanggil aku dengan pelan." ucap Anisa sambil menghampiri suaminya.

"Ini ada adik kamu datang, tolong buatkan minum dan juga makanan untuk dia, katanya dia tadi belum sarapan karena dia sengaja datang ke sini, untuk bertamu dan menemui kamu, katanya ia rindu sama kamu." ucap Riko yang saat ini sedang berdiri di samping Laura. Anisa yang melihat adiknya tentu langsung terdiam dan menatap Laura dengan tatapan yang sulit diartikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena kerap dicap parasit oleh Kenneth, sang suami. Lelah terus terluka, ia akhirnya menggugat cerai dan meminta pembagian aset. Kenneth yang mendambakan kebebasan segera menyetujuinya. Namun di luar dugaan, Selena justru bangkit menjadi pebisnis sukses yang didekati banyak pria. Terpaku melihat perubahan mantan istrinya yang kini mandiri, Kenneth pun berbalik mengejarnya. Di tengah luapan amarah Selena, Kenneth mengakui obsesinya dan memohon rujuk demi menyatukan harta serta masa depan.
Sampul Novel Bukan Salah Jodoh (Si Kembar)
8.0
Claire terpaksa menikah kontrak dengan saudara kembar mantan calon suaminya demi menyelamatkan harga diri setelah ditinggal kawin. Saat ia mulai berusaha mencintai suami barunya, berbagai cobaan berat justru datang menguji. Claire tidak hanya harus menghadapi gangguan dari sang mantan tunangan yang telah berkhianat, tetapi juga harus melawan kehadiran mantan kekasih suaminya yang bertekad kuat merusak pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat
9.4
Sejak kondisinya menjadi bodoh, sang pemuda selalu dirawat sendiri oleh ibu angkatnya melalui pijatan dan bantuan olahraga. Sang ayah angkat pun memanfaatkan keadaan tersebut untuk bermesraan di depannya tanpa ragu. Namun, mereka tidak tahu bahwa ia sebenarnya sudah lama sembuh normal. Saat sang ibu melakukan panggilan video dengan suaminya sambil menggunakan alat bantu, pemuda ini diam-diam mengambil alih benda tersebut ke tubuh sang ibu tanpa disadari sang ayah.
Sampul Novel Cintaku Tersesat di CEO Gila
9.5
Ziana Hauwel terjebak dalam jerat obsesi Andreas Johnson, seorang CEO yang bertekad terus mengikatnya. Walau tersiksa oleh sikap posesif sang miliarder, Zia tak kuasa menolak hasrat dan ketertarikan mendalam pada pria tersebut. Di balik keputusasaan menghadapi kegilaan Andreas, hati Zia perlahan mulai goyah. Akankah jalinan asmara yang penuh gairah membara ini berujung pada akhir bahagia, atau justru membawa kehancuran bagi keduanya? Ikuti kisah cinta dewasa yang sangat emosional ini.
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan sang kakak kembar, Berenice, yang kabur di hari pernikahannya dengan Nicholas Chevalier. Menjadi istri pengganti, Alice justru diperlakukan kejam layaknya budak. Ia kerap menerima siksaan fisik dan cambukan menyakitkan dari sang suami saat di ranjang. Kebebasan serta raga Alice dikungkung habis-habisan oleh Nicholas yang posesif. Di tengah penderitaan tiada akhir ini, sanggupkah Alice bertahan, atau ia akan berhasil meloloskan diri?
Sampul Novel Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah
8.2
Kirana mengira hari pernikahannya dengan Donny akan bahagia, namun ia justru dijebak dalam sandiwara kejam demi menghibur adik tirinya. Di hadapan para tamu, Donny membatalkan pernikahan dan mempermalukannya. Saat ditantang untuk menikahi salah satu tamu yang hadir, Kirana mengambil keputusan nekat. Ia benar-benar melangkah ke pelaminan bersama seorang pria di sana, membuat Donny dan orang-orang yang mempermainkannya seketika panik atas konsekuensi tindakan mereka.