APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan

Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan

Akibat wajah hitam bertompel yang kontras dengan tubuhnya, seorang pria kerap dihina sebagai sosok miskin. Sang istri bahkan sempat meragukan siapa dia sebenarnya. Padahal, rupa buruk itu hanyalah penyamaran untuk mencari cinta tulus dari gadis desa. Saat kedoknya sebagai CEO kaya raya terbongkar, tetangga yang dahulu meremehkannya langsung bungkam. Apa motif sang Sultan di balik keputusannya hidup penuh cercaan?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Semua orang tahu wajahmu. Bagaimana kau bisa mencari tahu tentang tindak korupsi yang terjadi, di desa Rengganis, Nak? Lagi pula Mama khawatir padamu ..."

"Ma, percayalah pada Adnan. Adnan akan buktikan kecurangan yang terjadi di pabrik dengan hati-hati."

_____

"Aduh nikah kok sama orang miskin, udah miskin tambah miskin deh."

"Mending kalau ganteng, loh ini mukanya sudah burik malah di tambal sama tompel."

"Puspa, kok kamu mau aja sih, di jodohin ibumu sama pria modelan kaya gini?"

"Mas, kalau sudah nikah rajin-rajin mandinya, sekalian gosok itu dakinya, biar ga berkerak, mas sudah berapa hari itu ga mandi, sampai item banget kaya gitu!'

"Halah di mandiin juga bentuknya nga bakalan berubah. Lagian Si Ranti nemu nih g e m b e l ini di mana sih? bisa-bisanya dia jodohin anak perempuannya sama orang ini" ujar Uwa Rosid saudara dari ibu.

Mereka menatap jijik Bang Adnan yang sekarang telah menjadi suamiku. Namun, bang Adnan tetap bersikap tenang, seolah itu adalah sebuah nyanyi di telinganya.

"Cukup, Wa! Jangan hina suamiku lagi," ucapku. Namun, langsung di hadiahkan tepukan tangan oleh para tamu.

Saat ini, kami baru saja melangsungkan acara pernikahan sederhana, yang di saksikan oleh tetangga dan saudara dekat saja.

Namanya Adnan. Pria ber-penampilan sederhana dengan rambut gaya cepmek, kulit hitam serta di pipi kiri terdapat sebuah tompel, yang lumayan cukup besar.

Kami menikah karena di jodohkan. Entah apa alasan ibu menjodohkanku dengan pria ini.

Prok! Prok! Prok!

"Puspa mata kamu rabun, Ya. Suami burik nga jelas asal usulnya kaya gitu, pake segala di belain," umpat Bi Ningsih dengan mulut pedasnya.

Bi Ningsih adalah istri dari Uwa Rosid. Jelas mereka begitu marah dan semakin membenciku, karena mereka telah gagal menjodohkanku, dengan seorang juragan kaya raya yang umurnya sudah kakek-kakek, istrinya pun sudah banyak.

'Parah memang manusia dua ini'

Mending aku nikah sama Bang Adnan. Ya walaupun tampangnya kaya gitu, tapi dia masih muda dan bujangan.

"Mau dia burik, miskin harta atau apapun itu. Sekarang ia adalah suamiku bi, yang wajib aku bela, karena aku sudah menjadi istrinya."

"Puspa, kamu pasti nyesel sudah milih dia, dari pada Jurangan Nasir!"ucap Uwa Rosid.

"Gak lah Wa, aku malah lebih nyesel, kalo nikah sama aki-aki, pilihan Uwa," balasku.

Wajah Uwa Rosid dan Bi Ningsih langsung merah, tangan mereka mengepal dengan kuat.

"Bisa apa sih suamimu ini. Kerjaannya ga jelas, bibit bobot ga jelas juga, sudah untung aku tawarin kamu ke jurang Nasir! Eh malah nolak, malah milih nikah sama pria yang model gemb3l, "ucap bi Ningsih angkuh.

"Bodoh banget emang si Puspa, lebih milih hidup menderita dengan si buruk rupa, dari pada hidup bergelimang harta," timpal Bu Dewi yang memang pro pada Bi Ningsih.

"Bergelimang harta belum tentu bahagia. Bagi saya asalkan hidup itu yang penting tidak minta makan, dan minta-minta uang sama orang lain!"

"Apa kamu bilang?" herdik Bi Ningsih yang merasa tersinggung.

Orang-orang langsung mengkerutkan keningnya, atas tanggapan Bi Ning.

"Kenapa Bi? Bibi tersinggung ya? Bi saran saya dari pada aki-aki itu nganggur, mending si Wulan aja yang di jodohin sama dia, nantikan Bibi bakalan terjamin makan-nya, bahkan kalian bisa hidup makmur,"ucapku tanpa dosa.

"Dasar ponakan l a k n a t. Siapa yang meminta makan pada kalian?" tuding Bi Ningsih.

"Wah ngaku sendiri! padahal aku tidak menuduh Bibi selalu minta makanan padaku loh," ucapku santai.

Semua tetangga yang hadir terlihat terkejut, mendengar ucapanku, mereka tak menyangka bahwa Bibi dan Uwa, yang ternyata sering meminta makan bahkan uang pada kami.

"Benaran itu bu Ning?"tanya Bu Dewi.

Para tamu undangan pun terus menatap wajah Uwa dan Bibi. Wajah mereka begitu merah entah karena malu atau marah.

"Jangan percaya! mana mungkin kami meminta minta pada mereka, merekkan keluarga miskin, justru mereka lah yang sering meminta makan pada kami," ujar Uwa memutar balikan fakta.

Pria paruh baya itu menatap tajam wajahku.

"Jangan fitnah saudaramu sendiri, Pus!" ucap Bu Dewi.

"Kami lebih percaya bu Ning, dari pada ucapan kamu!"

"Aduh, berisik banget sih, suara Kuntilanak!" ucapku sambung menutup daun telinga.

"Siapa yang kamu sebut Kuntilanak?"sengit Bu Dewi.

"Gak tahu, yang jelas suara itu berasal dari mulut orang yang dari tadi nyinyir mulu."

***

"Pasti tubuh suaminya si Puspa, bakalan nga jauh beda sama mukanya," ucap Bi Ningsih.

"Benar paling tubuhnya penuh dengan borok dan kutil," timpal Bu Siti.

"Biarin, asal ga peyot aja kaya muka ibu,"ucapku berani.

Wajah mereka langsung memerah, aku hanya tersenyum.

"PUSPA DI ADA LAWAN."

Cerita ini ada season duanya, yuk baca dengan judul KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER.

ADA DI GOODNOVEL JUGA CERITANYA

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu
8.4
Pernikahan Tiara Maheswari yang tampak begitu sempurna dan penuh kasih sayang ternyata menyimpan dusta besar. Reno Sebastian, sang suami yang ia percayai, diam-diam telah mendua dan melakukan poligami tanpa izin darinya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Tiara dan menuntutnya mengambil keputusan besar. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan ikatan suci yang telah ternoda, atau berani melangkah pergi meninggalkan Reno selamanya.
Sampul Novel Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku
9.8
Kiyano sekarat di koridor rumah sakit usai dipaksa menyerahkan jantungnya demi Sheilla, cinta pertama suaminya. Di ambang ajal, putra mereka yang berusia enam tahun memohon pertolongan sang ayah. Alih-alih peduli, sang suami menuduh istrinya berbohong dan mengusir anak mereka. Demi menyelamatkan ibunya, bocah itu menyerahkan Kalung Penjaga Umur miliknya untuk menyewa kamar. Namun, Sheilla sengaja menghalangi kamar tersebut demi menempatkan anjing peliharaannya atas izin suaminya.
Sampul Novel Never Move On
9.6
Hubungan Nico dan Nina kandas saat kuliah karena terhalang restu orang tua, hingga Nico pergi ke Amerika. Enam tahun kemudian, Nina yang sebatang kara dan kehilangan rumah harus bekerja menjaga apartemen kosong. Kejutan datang saat Nico kembali sebagai pemilik tempat tersebut. Karena Nina tidak memiliki tempat tinggal, Nico memperbolehkannya menetap. Tinggal bersama membuat mantan kekasih ini harus berbagi ruang lewat aturan ketat demi menjaga profesionalitas.
Sampul Novel PEMBALASAN DI KEHIDUPAN KEDUA
9.7
Adelia Jalwa Bagaskara harus melewati lima tahun penuh penderitaan sebagai istri yang diabaikan oleh Bagas Radithya Wijaya. Semua itu terjadi akibat manipulasi kejam saudara tirinya, Rosella, yang juga menghancurkan keluarga Bagaskara hingga merenggut nyawa Adelia. Kini, sebuah keajaiban melemparnya kembali ke masa enam tahun sebelum tragedi kematiannya. Berbekal kesempatan hidup kedua ini, Adelia bangkit dengan tekad kuat untuk membalas dendam pada Rosella. Akankah ia berhasil membalas semuanya?
Sampul Novel Sangkawang
8.6
Terbangun di kerajaan asing, Reyna Mahesa syok mendapati dirinya menjadi permaisuri yang sangat mirip dengannya. Di balik kemegahan istana, ia justru terjebak dalam pusaran kebencian dan intrik yang mengancam nyawa. Kenyataan pahit terungkap bahwa suaminya, sang raja, adalah sosok yang pernah menghukum mati permaisuri terdahulu. Kini, Reyna harus memilih: mencari celah untuk pulang ke era modern atau bertahan demi membongkar konspirasi pengkhianatan di tempat itu.
Sampul Novel Sekretaris Pengkhianat
9.1
Dituduh tidak setia oleh Daniel Lee, Scarlett Chen diusir dalam kondisi mengandung. Sebagai bos besar berdarah dingin dengan latar belakang mafia, Daniel sangat membenci pengkhianatan. Lima tahun kemudian, Scarlett kembali memakai identitas lain demi menuntut keadilan. Akankah momen reuni ini menjadi pembalasan dendam yang sempurna, atau justru menyeret mereka berdua kembali ke dalam pusaran obsesi kelam yang tak berujung?