APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Maria

Maria

Masa lalu yang kelam merenggut seluruh impian Maria. Usai dikhianati oleh sang kekasih, ia harus menanggung beban berat karena mengandung tanpa pertanggungjawaban. Penderitaannya kian mendalam ketika kedua orang tuanya meninggal dunia, tak mampu bertahan di tengah cemoohan publik yang menghancurkan kehormatan keluarga mereka. Kini, Maria harus berjuang sendirian dalam kepedihan, menghadapi kenyataan pahit akibat kesalahan fatal yang telah merusak hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Tunggu! Kamu siapa?" Suara itu semakin dekat terdengar.

Maria yang sudah sangat ketakutan hanya bisa berlari sembari menangis dan berharap supaya Radit datang kembali dan membantunya.

Berlari diatara hutan yang lebat di malam hari bukanlah hal yang mudah baginya, berkali-kali ia terjatuh karena tak bisa lagi melihat jalan dengan benar.

Rembulan dan bintang yang tadinya sempat menerangi bumi sudah mulai menghilang diatara awan malam yang menutupinya.

"Aku tau ada seseorang disana, tolong berhenti!" Orang itu terus meneriaki dan mengejar Maria.

Maria yang tak ingin tertangkap itu terus berlari ke sembarangan arah, arah yang sama sekali tak ia kenal.

Keringat sudah mulai membanjiri wajahnya, tanggannya yang mulus itu supaya sudah mulai gemetaran lantaran rasa takut.

"Ayo berhenti dan perlihatkan dirimu!" Suara itu semakin jelas dan menakutkan.

Maria terus berlari menyusuri hutan yang sudah nampal semakin gelap lantaran bulan benar-benar sudah hendak menghilang.

Kakinya berlari tak lagi mengikuti arah, sandal yang ia kenakan juga sudah tak lagi berada di telapak kakinya.

"Berhenti kamu!"

Orang itu tak menyerah, ia terus mengikuti jejak Maria yang terlihat jelas diantara tanah yang masih basah itu.

Maria mencoba untuk bersembunyi diantara semak-semak dan pepohonan yang ada di dalam hutan lebat itu.

Ia kembali menangis tersedu-sedu takut jika orang itu akan menemukannya dan membawanya ke hadapan orang tuanya.

Radit merupakan orang yang paling ia percaya dan cinta juga tega meninggalkannya sendirian di hutan itu.

Padahal sebelumnya, Raditlah yang selalu mengajaknya untuk datang ke hutan itu walau ia sudah sering menolak.

Deraian air mata sekaligus penyesalan tak bisa dielakkan lagi, semuanya sudah terjadi dan takkan bisa dirubah lagi.

"Ayo cepat keluar sebelum aku yang menemukanmu!"

Suara itu semakin keras, membangun para binatang yang sudah tertidur dengan lelapnya dari lelahnya kehidupan siang hari.

Maria terus berlari dengan penuh rasa takut, ia tak lagi peduli dengan apa yang akan ia temui di depan sana asalkan tidak bertemu dengan orang itu.

"Aw, lepaskan aku!" Maria mulai berteriak.

Seseorang yang tak ia ketahui menutup mulutnya dengan tangan dari belakang dan membuatnya tak berdaya.

Ia mencoba untuk berontak dan ingin mengetahui siapa yang sudah menemukannya di temgah hutan itu.

"Diam dan ikuti saja aku!"

Semakin Maria meronta-ronta maka orang itu semakin keras menutup mulutnya dan memaksanya untuk terus berjalan.

Tangannya masih terus berusaha untuk bisa lepas dari orang yang belum sempat ia lihat itu tetapi ia mulai mengingat suara laki-laki itu.

"Di mana kamu!" Orang yang tadinya mengejarnya kembali menguarkan suara yang membuatnya semakin ketakutan.

"Jangan berisik atau kamu akan tertangkap oleh orang itu!" Laki-laki yang menutup mulutnya berjalan melangkag mundur.

Ia membawa Maria menjauhi tempat itu dengan memasuki jalan lain yang tertupi oleh semak-belukar.

Semakin lama ia semakin jauh membawa Maria, ia tak peduli meski Maria sudah semenjak dari tadi meminta untuk dilepaskan.

"Duduk di sini dan jangan ke mana-mana tanpa seizin aku!" Ia melepaskan Maria dengan sekuat tenaganya.

Gadis yang malang itu terlempar ke atas gubuk kecil yang hampir mirip dengan gubuk tempat ia biasanya memghabiskan malam bersama dengan Radit.

"Masih ingat aku kan Maria?"

Laki-laki yang terlihat lebih tua darinya itu memperlihatkan wajahnya dengan sangat dekat penuh dengan senyuman kemenangan.

"Apa yang kamu lakukan di sini Ezi?" Maria nampak kaget setelah melihat wajah Ezi itu.

"Apa lagi kalau bukan menyaksikan kalian menghabiskan malam di gubuk kecil itu, apalagi sekarang Radit sudah menjadi suami orang."

Maria segera berdiri dan lebih mendekat ke arah Ezi. Ia mengatakan tidak mengerti dengan apa yang dikatan oleh Ezi.

Wajahnya sudah mulai pucat, air mata itu sudah kembali lagi dan membuatnya menangis di tempat itu juga.

Ezi segera mengeluarkan hpnya dan memperlihat kepada Maria video perbuatan dosa mereka di gubuk itu.

Maria benar-benar tak menyangka jika Ezi punya videonya pada saat melalukan hubungan terlarang itu dengan Radit.

"Cepat hapus dan jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya!" Maria berusaha untuk mengambil hp Ezi.

Ezi dengan begitu sigapnya menghalangi Maria untuk mengambil hp itu, bahkan Maria tak bisa menyentuhnya sedikitpun.

"Apa jadinya kalau aku perlihatkan video ini kepada kedua orang tua kamu?" Ia mulai tertawa menikmati kebahagiaannya itu.

Maria terus berusaha untuk membujuk Ezi supaya mau menghapus video itu dan tak memperlihatkannya kepada siapapun.

Ezi yang merasa menang kali ini terus memperlihatkan video itu kepada Maria dengan penuh tawa kemenangan.

"Cepat hapus Zi! Aku akan ngelakuin apa aja asalkan kamu hapus video itu!"

Maria sudah kehabisan akal untuk mengambil hp itu dari tangan Ezi, badannya yang sudah sangat lemah hanya bisa duduk terdiam menangis.

"Ok, aku akan menghapus video ini asalkan kamu mau mengikuti keinginanku sekarang juga."

Ia kembali tersenyum dengan puasnya setelah membuat kesepakatan dengan Maria yang akan sangat menguntungkan dirinya.

Selama ini ia secara diam-diam mengikuti Maria dan Radit yang pergi ke hutan itu. Tentu saja ia akan mengabadikan momen itu.

Perlahan ia membuka kancing bajunya dengan penuh senyuman, bidang dadanya mulai terpampang dengan sangat jelas.

Maria yang mulai mengetahui kesepakatan apa yang dimaksud oleh Ezi itu segera menjauh dari laki-laki itu.

"Kamu mau ke mana? Bukankah kita sudah membuat kesepakatan? Apa kamu ingin melihara kedua orang tua kamu tiada karena video ini?"

Ia mulai membaringkan Maria dengan kasarnya, tak peduli dengan linangan air mata yang terus mengalir dari matanya itu.

"Aku mohon jangan lakukan ini!" Maria masih berusaha untuk berontak.

Ezi tak peduli, ia mulai menindih gadis itu dan bisa untuk berontak lagi. Ia lebih kuat dari Maria yang malang itu.

"Permainan aku juga tak kalah hebatnya dari Radit, saya yakin kamu akan minta lebih padaku nanti."

Perlahan ia mulai membuat gadis itu tak mempunyai sehelai benang kainpun untuk menutupi diri.

Tangannya juga tak lagi bisa berontak karena Ezi juga sudah mulai mengikatkan tangannya di tempat itu.

"Ini akibat karena kamu pernah menolakku, Maria. Aku terus melakukan ia sama kamu meski aku tau kalau kamu sudah bekas orang lain."

Tanpa basa-basi lagi ia mulai memaikan kedua gunung kembar itu dengan sigapnya, ia tak peduli meski Maria terus berontak.

Melihat tubuh Maria yang tanpa busana itu saja sudah membuatnya merasa sangat senang dan ingin segera melakukan apa yang ia impikan selama ini.

Malam menjadi malam yang paling buruk bagi Maria, ia benar-benar sudah kehilangan segalanya.

Ezi dengan begitu puasnya bisa menikmati hal yang ia dambakan tanpa takut Maria akan menolaknya lagi.

Selama Maria mau melakukan apa yang ia inginkan maka video itu takkan pernah bisa tersebar kepada siapapun.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Lima Belas Tahun
8.3
Lima belas tahun menjalani hubungan penuh kebahagiaan bersama Bagas Saputra tidak menjamin akhir yang indah. Kehadiran sosok wanita lain mengubah sikap Bagas menjadi asing, hingga ia tega mendesak sang istri untuk bercerai. Meski batinnya terluka sangat dalam, sang istri sempat memilih bertahan dengan harapan suaminya akan kembali seperti dulu. Namun, kenyataan pahit akhirnya menyadarkannya bahwa perjuangan itu sia-sia dan kisah cinta mereka memang telah mencapai titik akhir.
Sampul Novel IZINKANLAH AKU MENCINTAIMU
8.4
Tepat di malam pertama, Gaza mengusir dan menceraikan Rania akibat fitnah video syur yang dituduhkan padanya. Di tengah keputusasaan Rania, Azka hadir untuk menikahinya. Berbeda dari Gaza yang kaya, Azka hanyalah saudara kembar Gaza yang hidup sederhana dan kerap dipandang rendah oleh keluarganya sendiri. Meski pernikahan ini diragukan oleh ibu mereka karena perbedaan status sosial, Rania memilih bertahan. Namun, kesetiaannya diuji saat Gaza kembali dan memohon maaf.
Sampul Novel Mari berpisah, Mas
9.4
Hanif terhenyak ketika istrinya tiba-tiba meminta cerai tanpa sebab konkret. Badai rumah tangga ini pecah setelah sang istri mengklaim tahu bahwa perasaan Hanif sebenarnya masih tertinggal untuk mendiang mantan pacarnya. Hanif pun didera kebingungan tentang bagaimana rahasia terdalamnya itu bisa bocor. Siapa dalang misterius di balik hasutan ini? Kini, ia harus memilih: merelakan pernikahan demi masa lalu, atau berjuang mempertahankan rumah tangga yang hambar tanpa cinta.
Sampul Novel Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan
9.8
Mengubah Cinta Lampau Yang Menyakitkan mengisahkan kesempatan kedua seorang wanita untuk lolos dari takdir kelam. Di kehidupan lalu, ia menolong Luna, sahabat tunangannya, namun tindakan itu berujung pada kesalahpahaman, tragedi bunuh diri, hingga penyiksaan kejam oleh tunangannya sendiri saat ia hamil. Terbangun kembali di masa lalu tepat di depan bar tempat Luna tak sadarkan diri, kali ini ia memilih pergi demi menyelamatkan hidupnya sendiri dari kehancuran.
Sampul Novel My Iceberg
9.3
Akibat salah paham, Prana Guntara yang kaku dan otoriter tega mengusir istrinya, Ganistra Yunata. Ia tidak tahu bahwa sang istri pergi dalam kondisi mengandung anaknya. Setelah empat tahun berpisah, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, sikap Prana kini berubah drastis. Ia menjadi sangat protektif dan terobsesi untuk mendapatkan Ganistra kembali. Prana pun bertekad tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari sisinya untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Seandainya Waktu Bisa Kembali
8.2
Demi menyelamatkan cinta pertamanya, Lolly, yang menderita gagal ginjal, seorang hakim tega mengambil keputusan sepihak untuk merebut ginjal istrinya sendiri. Sang istri mencoba menjelaskan bahwa dirinya juga mengidap penyakit yang sama dan akan mati jika kehilangan organ tersebut. Namun, sang suami justru menuduhnya cemburu dan tidak berhati nurani. Dipaksa menjalani operasi transplantasi, kondisi sang istri terus memburuk hingga akhirnya ia meninggal sendirian di sudut rumah sakit yang sepi.