APKDock Logo
Sampul Novel Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Manis di Bibir, Pahit di Takdir

9.4 / 10.0
Devan Atmadja berulang kali mengkhianati Viona dengan dalih kesetiaan pada mendiang sahabatnya. Mulai dari pernikahan rahasia dengan Keira Maheswari, menjadikannya nyonya besar demi aliansi mafia, hingga kehamilan yang diklaim sebagai kecelakaan. Setelah berkali-kali mengalah dan memaafkan janji manis Devan, Viona akhirnya tersadar bahwa hubungan mereka tidak memiliki masa depan. Di tengah jaringan intrik dan dusta ini, Viona memilih untuk melepaskan diri dan pergi selamanya.

Manis di Bibir, Pahit di Takdir Bab 1

Devan Atmadja, pria yang katanya mencintaiku sepenuh hati.

Di mata orang lain, dia adalah suami teladan… pria idaman.

Namun, dia telah mengkhianatiku tiga kali.

Pertama kali, tiga tahun lalu.

Sahabatnya, Dion Prasetya, meninggal demi menyelamatkannya.

Devan menyembunyikan semuanya dariku, lalu diam-diam menikah dengan pacar Dion, Keira Maheswari.

Hatiku saat itu hancur. Aku sudah bersiap pergi.

Namun, malam itu juga, dia mengirim wanita itu ke luar negeri, lalu berlutut di hadapanku, memohon dengan penuh kesedihan.

“Viona… Dion mati demi aku. Aku harus menjaga istrinya. Surat nikah itu hanya jaminan untuk Keira. Setelah membalaskan dendam Dion, aku akan menceraikannya. Satu-satunya wanita yang kucintai… hanya kamu!”

Dan bodohnya… aku memaafkannya.

Setahun kemudian, Devan justru mengumumkan status Keira sebagai nyonya besar keluarga di depan semua media.

Dia kembali memberiku penjelasan.

“Keira adalah putri tunggal Keluarga mafia Maheswari. Pernikahan ini adalah bentuk aliansi demi membalas dendam untuk Dion! Kami sudah sepakat, setelah semua selesai, aku akan menceraikannya… lalu menikahimu!”

Lagi-lagi aku percaya padanya.

Kemudian setahun lalu, di sebuah pesta, Devan dijebak dan menghabiskan malam bersama Keira. Dia menutupinya dariku. Sampai dua minggu lalu, ketika aku melihatnya sendiri, dia menemani wanita itu melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit.

Dengan tatapan yang tak sanggup bertemu denganku, dia berbisik, “Viona, ini cuma kecelakaan. Setelah dia melahirkan, aku akan mengirimnya pergi. Anaknya akan diasuh orang tuaku, dan seumur hidup mereka tak akan pernah muncul di hadapanmu.”

Dengan dalih cinta, Devan membuatku terus mengalah.

Tapi hari ini… aku sadar.

Tak ada lagi masa depan untuk kami.

Sudah saatnya… aku pergi.

“Devan…”

Suara teriakan panik Keira terdengar dari belakang. Dia menekan perutnya, wajahnya meringis menahan kesakitan.

Tubuh Devan menegang. Tanpa pikir panjang, dia refleks mendorongku menjauh, lalu berbalik menggendong Keira.

Aku yang lengah seketika terdorong hingga terhuyung, bahuku membentur dinding. Rasa nyerinya membuat air mataku langsung mengalir.

“Viona, keadaan Keira mendesak. Aku harus segera membawanya ke dokter. Kamu pulang dulu, nanti aku akan jelaskan semuanya,” ucap Devan tergesa, bahkan tanpa menoleh.

Dia berlari masuk ke ruang medis sambil memanggil dokter, mendekap Keira erat.

Aku bersandar di dinding, air mata mengalir semakin deras.

Hutang nyawa, status sebagai nyonya besar yang sudah diumumkan ke publik, ditambah anak yang akan menjadi milik mereka… Devan, kamu takkan pernah bisa melepaskan Keira seumur hidupmu.

Masih mungkinkah kita memiliki masa depan?

Menahan sakit di bahu, aku melangkah keluar rumah sakit dan naik ke mobil.

“Nyonya, apa kita kembali ke vila Keluarga Atmadja?” tanya sopir hati-hati.

Aku bersandar lemah di kursi.

“Nggak… antar aku ke Kantor Imigrasi lebih dulu.”

Dua jam kemudian, paspor dan berkas aplikasi visa Negara Nusavara sudah di tanganku.

“Permohonan visanya butuh antrean, tujuh hari lagi baru bisa diambil,” kata petugas.

“Tujuh hari lagi… tujuh hari lagi, aku takkan punya hubungan apa pun lagi dengan Devan,” gumamku lirih.

Sesampainya di vila Keluarga Atmadja, aku langsung mulai mengemas barang.

Benda-benda milikku tak terhitung banyaknya.

Karena pekerjaannya, Devan sering bepergian ke berbagai tempat, dan ke mana pun dia pergi, selalu membelikanku tas mewah, perhiasan, serta barang-barang mahal lainnya.

Di vila ini ada tiga ruangan penuh—semuanya untuk menyimpan hadiah darinya.

Setiap sudut rumah menyimpan kenangan kami.

Setiap bulan kami selalu berfoto di bilik stiker dan menempelkannya hingga memenuhi dinding.

Setiap hari anniversary di tiap tahunnya, dia selalu memberiku cincin berlian—kotak-kotak penyimpannya kini sudah penuh sampai tiga lapis.

Ada juga boneka edisi terbatas dan figur langka yang sudah tak diproduksi lagi.

Semua itu menjadi bukti betapa dia memanjakanku tanpa batas.

Sebelum Keira muncul, aku sungguh percaya kami akan menua bersama.

Aku mengusap air mata. Foto-foto di dinding kucabut satu per satu, lalu kuhempaskan ke tempat sampah.

Semua hadiah darinya kubungkus ke dalam kardus.

Sebelum pergi, aku akan mengembalikan semuanya.

Saat tengah mengemas barang, tiba-tiba terdengar suara ramai dari lantai bawah.

Dari koridor lantai dua, aku mengintip ke ruang tamu. Para pelayan mengangkut kotak-kotak perhiasan yang tampak berat.

Keira berdiri di sana, menggeleng lembut pada Devan.

“Ini terlalu banyak. Aku cuma bilang suka, tapi kamu hampir memborong semua barang di tempat lelang,” ujarnya manja.

“Aku hanya ingin kamu senang. Kalau kamu senang, proses persalinan juga akan lancar,” balas Devan dengan tatapan lembut.

Lalu dia mendongak dan melihatku berdiri di lantai dua, di balik pegangan balkon. Wajahnya langsung menegang.

“Maaf, Viona… barusan setelah periksa dokter, Keira mood-nya buruk, jadi aku membawanya ke tempat lelang. Ada sesuatu yang kamu suka? Nanti aku belikan untukmu.”

Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata pelan.

“Hadiah darimu sudah terlalu banyak. Belikan saja untuk Keira.”

Devan tampak hendak bicara, tapi Keira lebih dulu menarik lengannya.

“Aku ngantuk… mungkin bayi ini ingin tidur. Bisa antarkan aku ke kamar?”

Devan langsung panik, lalu menopangnya dengan hati-hati.

“Pelan-pelan, jangan sampai jatuh! Kalau ngantuk kenapa nggak bilang dari tadi? Kalau sampai tertidur tiba-tiba dan terjatuh, gimana?”

Dia tak lagi sempat bicara padaku, merangkul Keira dan membawanya menuju kamar utama.

Hatiku seperti tertusuk—nyerinya samar, tapi terasa begitu menusuk jiwa.

Kamar itu dulunya adalah kamar pengantin kami. Devan menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menatanya, bahkan dengan sungguh-sungguh pernah berkata, “Tak seorang pun boleh masuk sebelum hari pernikahan. Aku ingin jadi orang pertama yang menuntunmu masuk ke sini.”

Namun nyatanya… kamar pengantin yang dulu dia siapkan dengan sepenuh hati, kini telah diberikan pada wanita lain.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Manis di Bibir, Pahit di Takdir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bersama Gadis Gila Di Konser
9.0
Pertemuan tidak sengaja di sebuah konser musik mengubah hidup seorang remaja laki-laki yang membosankan. Gadis asing yang eksentrik dan penuh energi menyeretnya ke dalam rangkaian petualangan malam yang tak terduga. Di tengah riuh penonton dan melodi lagu, ia harus memutuskan untuk tetap berada di zona nyamannya yang aman atau membiarkan gadis itu mengajarinya cara menikmati masa muda yang sesungguhnya. Kisah romansa modern remaja yang hangat, dinamis, dan penuh warna.
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Tak Punya Gelar
7.8
Dicampakkan oleh pacarnya yang ambisius demi lelaki bergelar spesialis, Rayhan yang hanya dokter umum mencoba mengobati patah hatinya lewat hubungan virtual dengan El, perempuan misterius. Siapa sangka, sosok yang selama ini menjadi tempatnya berkeluh kesah adalah Dr. Elvira Maheswari, Direktur Utama berdarah dingin di tempat kerjanya sendiri. Kenyataan ini pun menyeret Rayhan ke dalam pusaran asmara dan profesionalisme yang sangat membingungkan.
Sampul Novel Istri kecil tuan mafia
8.9
Kehidupan Yui Miura runtuh setelah terjebak dalam prostitusi daring dan bertemu bos Yakuza yang kejam. Pria itu menjadikan Yui budak penebus utang nyawa ayahnya, Matsumoto. Dalam keputusasaan, Yui nekat menawarkan rahimnya demi uang. Kesepakatan kelam pun terjalin lewat tawa dingin sang mafia. Malam penuh gairah itu resmi dimulai, menjadi awal dari penyesalan terdalam yang akan terus menghantui sisa hidup Yui.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan
8.8
Sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus menjadi awal kehancuran hidupku ketika pacar teman sekamarku menyebarkan fitnah keji bahwa aku telah meniduri seluruh mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan mendapat permohonan maaf dari temanku, penyebaran video syur yang mirip denganku membuat situasi tak terkendali. Dituduh oleh seisi kampus, dipaksa cuti, hingga diusir oleh orang tua sendiri membuatku putus asa dan mengakhiri hidup. Anehnya, aku justru terbangun kembali di hari pertama fitnah itu dimulai.
Sampul Novel WANITA-WANITA SEKAR LANGIT
8.8
Sekelompok perempuan pemulasara jenazah di organisasi nirlaba Sekar Langit didera rangkaian peristiwa ganjil nan mencekam. Di tengah pengabdian suci tersebut, berbagai keanehan terus menghantui aktivitas mereka. Perlahan, terungkap bahwa dalang di balik teror mengerikan ini ternyata berasal dari dalam kelompok mereka sendiri. Sebuah rahasia gelap dan misteri besar kini mengancam keselamatan seluruh anggota yang tersisa.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan