APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

Binar Mentari memilih menyudahi tiga tahun pernikahan penuh penderitaan bersama sang penguasa sombong, Barra Atmadja, yang kerap merendahkannya. Usai lenyap tanpa kabar, ia kini hadir kembali sebagai dokter sukses yang membesarkan anak kembar genius. Saat banyak lelaki hebat mengagumi sosoknya, Barra justru datang lagi dengan penyesalan besar demi meminta maaf. Sanggupkah Binar memaafkan masa lalu sang mantan suami dan kembali bersatu demi anak-anak mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Barra, kamu bebas dan bisa hidup bersama wanita yang kamu cintai!"

Binar beranjak dari atas tempat tidur dengan hati-hati, dia mengambil pakaiannya dari atas lantai yang berantakan, dan langsung mengenakannya, menutupi bekas ciuman panas di sekujur tubuhnya. Rasa sakit di bagian inti tubuhnya mengingatkannya pada kegilaannya tadi malam bersama Barra.

Binar menahan air matanya, dia menenangkan dirinya agar dia tidak merasakan sakit yang membuat hatinya jadi rapuh. Wanita itu mengeluarkan surat perjanjian perceraian dari dalam tasnya, dan meletakkannya di meja samping tempat tidur.

Binar masih terdiam dan dia berdiri di samping tempat tidur dan menatap pria itu yang saat ini tubuhnya tidak ditutupi kain sehelai benang pun. Pria ini adalah pria yang dicintainya selama tujuh tahun: Barra Atmadja.

Pada waktu itu, Salim Atmaja, ayahnya Barra sedang sakit keras dan tak bisa melakukan apa-apa, Salim menginginkan Barra, sang pewaris utamanya untuk segera menikah agar perusahaan bisa diambil alih dengan segera sampai ada seorang pemuka agama bernama Anton, salah satu orang yang selalu memberi nasehat pada keluarga Atmadja meramal bahwa tanggal lahirnya cocok untuk pernikahan. Tanggal lahirnya bisa membawa keberkahan untuk kelangsungan keluarga Atmadja di masa depan, karena itu, ayah dan ibu tiri Binar memaksanya untuk menikah dengan Barra Atmadja dan langsung menyerahkan wanita itu pada keluarga Atmadja secara suka rela.

Atas perjodohan yang dilakukan oleh Salim itu membuat Barra muak, dia tidak menyukai kehadiran Binar! Dia merasa Binar hanya wanita matre, wanita yang tak sepadan dengannya yang berusaha menggodanya agar dia tertarik pada wanita yang dia anggap murahan itu. Namun, berbeda dengan Binar, saat dia tahu akan menikah dengan Barra Atmadja, wanita itu yang awalnya tidak suka dijodohkan akhirnya bisa tersenyum karena pria itu adalah Barra, pria yang diam-diam selalu Binar kagumi sejak lama, dan ternyata mimpinya menikah dengan pria itu menjadi nyata! Bagaimana bisa Tuhan mengabulkan rencananya tanpa dia sangka sama sekali?

Tapi saat malam pertama tiba, ternyata Barra sangat membencinya, pria itu bersikap dingin padanya. "Binar, kamu bukan orang yang ingin aku nikahi. Kamu tidak memenuhi syarat untuk menjadi istriku! Jadi jangan berharap kalau aku sudi menikah denganmu! Aku menikah karena papa yang memintanya, aku tidak akan pernah menganggap keberadaanmu sampai kapan pun!"

Ucapan Barra selalu jadi luka di hatinya, tapi Binar tidak menyerah, dia yakin kalau dia bersabar dan tulus mencintai Barra, maka hati pria itu akan luluh dan Barra akan mengubah benci di hati menjadi cinta. Tapi, ternyata kesabarannya pun ada batasnya, harapannya seperti angin yang berlalu begitu saja karena saat kemarin dia berada di rumah sakit dan harus dirawat beberapa hari, Binar menerima pesan WhatsApp yang menunjukan potret Barra sedang melakukan makan malam romantis dengan Chelsea Estelle, mantan kekasih Barra yang selalu pria itu sebut namanya dan dibandingkan dengannya. Hatinya sakit dan patah, luka yang dia rasakan sangat perih. Binar tahu sampai kapan pun dia tidak akan memenangkan hati suaminya karena di mata pria itu, dia hanya lah penganggu! Wanita yang tidak diinginkan hadir di dalam hidup Barra.

Satu-satunya cara agar luka tidak membunuh hidupnya, Binar harus melepaskan Barra. Dia akan bercerai dengan pria itu dan pernikahan ini tak perlu dilanjutkan lagi!

Binar langsung tersadar dari lamunannya, dia tidak boleh terlalu lama di sini. Dia harus pergi karena Barra masih tertidur.

"Sudah waktunya untuk pergi! Aku tidak mau lemah lagi untuk tetap tinggal di sisinya dengan memeluk luka," ucap Binar. "Selamat tinggal, Barra!"

Kita tidak akan pernah bertemu lagi! Binar langsung bergegas pergi tanpa melihat ke arah belakang. Hatinya telah mati karena luka.

***

Barra terbangun dan dia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Tadi malam, dia telah diberi obat tidur oleh Binar, jadi dia hanya bisa membiarkan wanita itu melakukan apa pun yang dia inginkan padanya ... Hal yang paling dibenci adalah dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan dengan gila memintanya terus pada Binar. Tanpa Barra sadari, tubuh Binar selalu membuatnya seperti kecanduan.

Barra pun tak mengerti kenapa dia bisa terperangkap dalam perasaan yang dia benci? Dan sebagai seorang CEO dan juga pebisnis handal, dia telah melihat begitu banyak skema di dunia bisnis dan bisa menguasai semuanya, tetapi sekarang dia telah jatuh pada seorang wanita! Wanita yang sangat dia benci! Rasanya sekarang, dia hanya ingin mencekik wanita terkutuk itu. Barra mengedarkan pandangan ke semua arah di kamarnya dengan marah, mencari sosok keberadaan Binar, tapi wanita itu tak terlihat sama sekali.

"Wanita sialan itu dimana?" tanya Barra kesal, dan kedua matanya melihat ada sekilas dokumen yang tersimpan di sisi ranjangnya. Barra langsung mengambil dokumen itu dan membacanya, tak lama keningnya mengernyit. "Surat perjanjian perceraian?" tanyanya tak percaya, wajahnya langsung merah padam."Apakah dia akan mengajukan cerai? Bagaimana mungkin?"

Ini pasti taktik wanita itu agar bisa menarikku ke sisinya.

"Apa yang ingin dilakukan wanita murahan ini?" tanya Barra agak kesal.

Barra langsung bangun dan keluar. Begitu dia tiba di lantai bawah, salah satu asistennya, Pak Hadi, datang dan melaporkan dengan hormat, "Tuan Barra, tadi Nyonya Binar sudah pergi!"

"Kapan?" Pria itu bertanya dengan nada mendesak.

"Ini pagi-pagi sekali hari ini!"

Barra segera menatap pintu. Entah kenapa, dia panik dan juga gelisah. 'Apakah dia benar-benar pergi?' tanyanya dalam hati.

***

Enam tahun kemudian.

Singapura.

"Terima kasih atas kerja kerasmu, Dokter Binar. Sudah dua hari aku tidak pulang untuk acara ini."

"Proyek ini sangat penting dan kita tidak boleh membuat kesalahan. Untungnya, ini hampir selesai." Balas Binar berbicara, dia mengenakan jas putihnya dan hendak memasukkan ponselnya ke dalam laci mejanya, tapi ada notif pesan masuk.

Ada dua pesan. Binar langsung membukanya tanpa menunggunya.

[Mami, apakah pekerjaanmu sudah selesai?]

[Mami, kamu belum pulang selama dua hari!]

Binar masih sedikit lelah, tetapi ketika dia membaca pesan dari kedua putranya, dia tersenyum. Hanya kedua putra kembarnya itu lah jadi obat saat dia merasa lelah luar biasa.

Enam tahun lalu, dia pergi ke Singapura untuk melanjutkan studinya setelah meninggalkan Barra. Binar yang tadinya lulusan kedokteran umum akhirnya melanjutkan lagi dan mengambil spesialis pengobatan tradisional, dan Binar tidak menyangka bahwa kegilaan malam itu bersama Barra akan membuatnya hamil. Binar melahirkan tiga bayi kembar, satu bayi perempuan, dan kedua bayi laki-laki, namun putrinya meninggal karena kekurangan oksigen.

Nama kedua putra kembar Binar adalah Bumi dan Langit! Keduanya adalah dunia bagi Binar. Bumi dan Langit adalah anak yang cerdas, bahkan sangat kritis seperti orang dewasa.

Binar tersenyum, dia langsung membalas pesan dari kedua anaknya yang sudah pandai mengirim pesan.

[Kalian berdua tinggal di rumah dan jangan membuat repot Tante Mila. Mami akan pulang secepat mungkin setelah Mami menyelesaikan pekerjaan di rumah sakit. Jangan membuat masalah].

Setelah mengirim pesan, Binar langsung memasukkan ponselnya ke laci mejanya dan langsung memasuki ke ruang operasi.

Sepuluh menit kemudian.

Salah satu perawat dan asisten Binar datang untuk melaporkan, "Dokter Binar ada yang tidak beres. Instrumennya rusak, dan komputer yang menyimpan data juga terhapus, banyak data pasien di sana dan juga penelitian masalah prosedur bedah plastik itu sangat penting sekali."

Binar segera me-restart komputer. Yang mengejutkannya, ada wajah menggemaskan yang muncul di layar. Dia tidak bisa menahan tawa, dan kemudian dia berkata kepada perawat yang panik, "Jangan panik, aku tahu alasannya! Aku ke luar dulu, kamu tetap di sini!"

Binar langsung keluar dari ruangan staff-nya, dia bertemu dengan Dokter Vaness, dokter senior yang berjalan ke arahnya.

"Saya mendengar bahwa instrumen dan komputer laboratorium rusak? Apakah sudah diperbaiki? Ini terkait dengan hasil penelitian yang sangat penting masalah penemuan baru untuk operasi plastik," kata Vaness terlihat khawatir.

"Jangan khawatir, Dokter Vaness. Datanya pasti akan kembali." Nada bicara Binar terdengar tenang.

Ketika Vaness melihat betapa tenangnya Binar menjawabnya, dia tiba-tiba menyadari sesuatu. "Apakah kedua bocah itu melakukannya lagi?"

***

Halo, teman-teman. Selamat jatuh cinta dengan kisah Binar dan Barra, kembali lagi bertemu dengan ISMI. Buku ini adalah proyek terjemahan dari HotBuku. Jangan lupa review-nya, dan selamat membaca. ISMI harap teman-teman jatuh cinta dengan karya luar biasa ini. Jaga kesehatan, bahagia selalu ^^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, pewaris tunggal raksasa properti Asia, lebih memilih mengabdi sebagai guru sederhana. Sementara itu, Rachelia Amora Dirgantara, siswi populer di SMA Cakrawala, tengah bahagia berpacaran dengan Leonel Grestavio. Namun, asmara Rachel hancur berantakan begitu mengetahui dirinya akan dijodohkan. Kejutan besar menanti saat ia menyadari calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Kini, ia terjebak dalam dilema antara cinta dan takdir.
Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan
8.6
Dikhianati oleh suaminya sendiri yang kejam, seorang wanita dijadikan barang barter dan dikirim ke kediaman asing untuk menjadi ibu susu. Namun, situasi berubah drastis saat ia justru memikat perhatian sang tuan rumah—seorang pria berkuasa dengan fisik atletis dan aura maskulin yang kuat. Di balik kemewahan dan ketertarikan intens pria tersebut, tersimpan sebuah misteri besar yang siap mengguncang dunia. Akankah ia menemukan pelarian atau justru terjerat lebih dalam?
Sampul Novel Lima Tahun, Cinta yang Memudar
8.3
Demi wasiat Yudha, pria yang dicintainya, Aruna rela mengabdi lima tahun sebagai asisten Brama. Namun setelah kontraknya berakhir, pengorbanan Aruna yang bahkan nyaris tewas dalam balapan maut demi Brama justru dituduh sebagai cari perhatian. Kekejaman Brama kian tak berperasaan saat ia membiarkan Cheryl menyiksa Aruna hingga menjualnya di lelang amal. Merasa pengabdiannya dibalas kehinaan, Aruna memilih mengakhiri hidup di jembatan kenangan Yudha dengan pesan terakhir yang memilukan.
Sampul Novel Pengantin Bos Mafia
8.2
Dipilih sebagai tunangan Alexander sang pewaris mafia, Alana menghadapi kenyataan pahit saat Alexander terpikat oleh keliaran Kiara, putri pedagang senjata. Demi meredam pemberontakan Kiara yang menolak menjadi selir, Alexander meminta Alana menyerahkan gelar istrinya. Di tengah rusaknya gaun pengantin yang terkena darah, Alana mengambil keputusan ekstrem. Menolak tersingkir, ia bertekad merebut posisi yang lebih tinggi: jika tidak bisa menjadi istri sang pewaris, maka ia akan menjadi wanita dari sang Bos Mafia sendiri.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng itu runtuh saat rahasia gelap sang miliarder mulai terungkap. Pernikahan yang selama ini Elena jalani ternyata bukan didasari cinta, melainkan sebuah taktik licik yang dirancang Samuel. Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan demi ambisi tersembunyi sang suami, amarah Elena pun meledak dalam jebakan rumah tangga ini.