APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Panjang di Bus Terakhir

Malam Panjang di Bus Terakhir

Malam mencekam di dalam bus menjadi awal mimpi buruk bagi seorang wanita. Empat pria yang merupakan rekan kerja suaminya menyudutkan dan menyerangnya secara brutal di atas kursi kendaraan yang melaju. Di bawah ancaman kekerasan fisik yang keji, korban tidak berdaya menghadapi tindakan paksa dari para pelaku. Peristiwa traumatis ini memicu misteri kelam dan aksi bertahan hidup yang menegangkan, mengungkap sisi gelap dari orang-orang terdekat yang seharusnya bisa dipercaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Selesai bicara, Arga menjulurkan tangan dan mengambil mainan kecil itu.

"Kalian lihat, masih basah begini, cairannya sampai lengket."

Aku refleks merapatkan kedua kakiku. Saat benda itu ditarik keluar tadi, rasanya seperti ada aliran listrik yang menyambar tubuhku. Aku hampir saja tidak kuat menahan teriakan.

Namun, gerakan itu tertangkap mata Arga. Dia langsung menunjuk ke arahku.

"Gawat, perempuan ini pura-pura tidur, kakinya barusan gerak!"

"Serius? Jangan nakut-nakutin kita." Tiga rekan kerja lainnya tampak panik, takut aksi bejat mereka ketahuan.

"Pasti benar, tadi waktu diraba dia nggak bereaksi sama sekali, itu pasti akting. Jangan-jangan dia malah menikmatinya."

......

Mendengar mereka sibuk berdebat, jantungku berdegup kencang karena merasa sangat tegang.

Mereka semua adalah rekan kerja suamiku. Kalau sampai terjadi sesuatu, bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkannya pada suamiku?

Akhirnya Arga mengertakkan gigi dan menghasut yang lain.

"Nggak usah peduli dia akting atau nggak. Kalau dia pura-pura, berarti dalam hatinya setuju. Kalau dia beneran tidur, kita pakai pun dia nggak bakal tahu."

Setelah hasutan itu, tiga orang lainnya langsung dikuasai nafsu buas.

Mereka menyikap rok pendekku dengan kasar, membuat area pribadiku terlihat jelas tanpa penghalang.

Seluruh tubuhku bergetar, aku langsung membuka mata.

Dengan tatapan yang tampak lemah, aku melihat ke arah mereka. "Ka ... kalian mau apa?"

Mereka sempat terpaku sejenak begitu melihatku membuka mata. Namun, kemudian mereka tersenyum licik seolah baru menyadari sesuatu.

"Ternyata kamu memang pura-pura tidur ya. Tadi waktu kami raba, kamu pasti merasa enak banget, 'kan?"

Sensasi itu memang sangat menggairahkan, tapi aku tidak boleh biarkan mereka tahu. Aku pun berakting seolah tidak tahu apa-apa.

"A ... apa? Aku tadi ketiduran. Kalian ngomong apa sih?"

"Nggak usah akting lagi, mana ada orang tidur tapi sengaja nyelipin mainan."

"Waktu tubuhmu diraba tadi, badanmu gemetaran semua. Kamu pikir kami nggak lihat?"

"Kamu sekarang pasti lagi gatal banget, 'kan? Lihat celana dalammu sampai basah kuyup begini. Tenang saja, kami bakal puasin kamu."

Selesai bicara, mereka berempat langsung menerjang ke arahku.

Mereka membagi tugas di sisi kiri dan kanan, lalu mengangkat kedua kakiku tinggi-tinggi sampai bagian itu terekspos sepenuhnya.

Aku tidak menyangka mereka sebegitu beraninya, sampai melakukan hal seperti ini di dalam bus!

Aku berteriak panik, "Kalian ini melakukan kejahatan! Nggak takut apa kalau sopirnya lihat?"

Sopir di depan tetap fokus menyetir, sama sekali tidak memedulikan apa yang terjadi di belakang.

Arga meraba pahaku dengan ekspresi penuh kenikmatan.

"Teriak aja. Sopir itu orang kami. Sekencang apa pun kamu teriak, nggak bakal ada yang nolong."

Aku benar-benar putus asa, mataku mulai berkaca-kaca menatap mereka.

Rekan kerjanya yang lain menatap bagian pribadiku dengan liar, sementara empat pasang tangan mereka nyaris meraba seluruh tubuhku tanpa sisa.

Bahkan mereka membukanya untuk melihat lebih jelas.

"Cantik banget, masih merah muda dan kenyal. Lihatnya saja sudah bikin pengen."

"Aku beneran mau coba rasanya, pasti sempit dan licin banget."

Dipermainkan secara kasar oleh mereka membuat tubuhku terasa gatal sekaligus linu, hingga tanpa sadar ada cairan hangat yang mengalir pelan dari sana.

Semuanya terlihat jelas oleh mereka, rasanya benar-benar memalukan.

Arga berkata kepada teman di sampingnya, "Begini aja udah basah banget. Kita nggak usah nahan diri lagi, ayo sikat bareng-bareng!"

"Ayo!"

Sambil berseru, mereka merobek celana dalamku hingga hancur dan menarik kedua kaki mulusku sekuat tenaga sampai terbuka maksimal.

Aku sangat panik dan hampir menangis, mulutku terus meracau.

"Nggak, jangan! Empat orang terlalu banyak, nanti bisa rusak!"

Arga melepas ikat pinggangnya, lalu menyabetkan benda itu dengan keras ke pantatku yang sedang terangkat.

Rasa pedas dan sakit itu merangsang sarafku. Anehnya malah memunculkan sebuah dambaan di dalam hati.

"Perempuan segatal kamu masih takut rusak? Jangan-jangan malah kamu yang bikin kami habis."

"Angkat pantatmu lebih tinggi! Biar aku bisa memuaskanmu dengan benar." Dia menyabetkan ikat pinggangnya sekali lagi.

Entah kenapa tubuhku seperti lepas kendali. Pantatku terangkat, kedua kakiku terbuka lebar, sepenuhnya memperlihatkan bagian itu.

Arga antusias melepas celananya, lalu mengeluarkan miliknya yang berukuran sangat besar.

Ukuran itu ... pasti bakal membuatku hancur!

"Tahan ya, awalnya bakal agak sakit."

Dia mencengkeram kakiku untuk mencari tumpuan, mengarahkannya tepat ke lubang itu, lalu menyentakkan pinggangnya ke depan dengan kuat ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM CINTA SANG MAFIA
8.3
Dunia kelam mafia mengubah total hidup seorang wanita biasa. Terjerat pesona sang bos kriminal yang kejam, ia kini terjebak di tengah gairah berbahaya dan aksi balas dendam yang brutal. Konflik berdarah tersebut memaksanya menghadapi dilema batin yang sangat berat. Pada akhirnya, ia harus menentukan pilihan sulit: tetap mengikuti kata hatinya untuk mencintai sang mafia, atau mempertahankan prinsip moralitas yang selama ini ia pegang teguh.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
8.4
Demi menggali petunjuk penting, agen elite Telik Sandi 69 bernama Lintang rela memakai daya pikatnya untuk menjebak Bernardo yang mesum. Namun, ini barulah awal dari misi kerajaan yang jauh lebih besar. Bersama empat rekannya, Lintang dikirim untuk mengusut teror mencekam di Benua Swarna Dwipa. Penyelidikan menuntun mereka ke Tanah Kematian, sebuah area kejam tanpa hukum. Di sana, mereka harus menghentikan konspirasi gelap yang mengancam eksistensi umat manusia di Jagad Mayapada.
Sampul Novel Obsesi saya
9.1
Impian seorang wanita menjadi model ukuran plus sirna setelah diculik oleh sindikat pasar gelap. Di masa kelam itu, ia malah menarik perhatian seorang pria posesif yang sangat terobsesi padanya. Pria tersebut bertekad melakukan apa saja demi menjadikannya sebagai istri. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk pada takdir baru yang mengekang atau mempertaruhkan segalanya demi bisa kabur dari jeratan pria berbahaya itu.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo melepas takhta Kerajaan Krendobumi demi misi kemanusiaan. Menguasai Rajah Cakra Geni, sang Pendekar Kembara Semesta ini menjelajahi jagat raya dan menghadapi berbagai ujian berat. Suro terjerat dalam perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kedahsyatan Tombak Siung Sardula. Konflik harta Goa Barong juga menyeretnya ke dalam bahaya. Kini, ia harus bertarung melawan Putri Siluman Alas Waru demi menegakkan keadilan.
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, anak yatim piatu berumur sepuluh tahun, sering menjadi sasaran perundungan akibat mimpinya menjadi pendekar pedang luar biasa walau bakatnya sangat minim. Latar belakangnya yang misterius di bawah bimbingan Master Pedang pun kerap memicu kecemburuan rekan-rekannya. Begitu mengetahui bahwa ayah kandungnya merupakan sosok pendekar legendaris, tekadnya langsung berkobar. Zero kini harus berjuang keras melewati rintangan demi membuktikan kelayakannya meraih gelar tertinggi.