APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Panas Dengan Mantan Suami

Malam Panas Dengan Mantan Suami

Satu malam intim bersama Calvin memutarbalikkan hidupku. Niat awal menjebaknya agar bersama Nona Agnes demi menyudahi pernikahan kami justru berbalik menjerat diriku sendiri. Walau menyadari kekeliruan fatal ini, bayang masa lalu dan kenangan indah bersamanya begitu sulit kulupakan. Kini, aku sepenuhnya terjebak dalam dilema besar akibat konsekuensi dari rencana yang kubuat sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ada apa, Pak?" tanya salah satu security yang datang berjumlah dua orang, keduanya langsung berjongkok meraih tubuh Kak Calvin.

"Rekanku tiba-tiba pingsan, dia tadi sempat mengeluh sakit kepala, Pak. Tolong sekarang angkat tubuh dia, bawa ke mobilku, aku akan membawanya ke rumah sakit." Pria itu menjelaskan.

"Baik, Pak." Pak Security mengangguk, lalu bersama teman seprofesinya dia mencoba mengangkat tubuh Kak Calvin yang cukup besar, kemudian melangkah cepat membawanya keluar dari restoran dan disusul oleh pria tadi.

"Eh, Pak! Tunggu, Pak!" Aku berteriak seraya berlari mengejar, karena tidak mungkin aku membiarkan mereka membawa Kak Calvin begitu saja, bisa-bisa rencanaku gagal.

Dua pria berseragam yang hendak memasukkan Kak Calvin ke dalam mobil langsung terhenti, saat dimana aku mencoba menghalanginya.

"Nona mau ngapain? Menyingkir dari sini!" Rekan Kak Calvin berusaha menarikku untuk menjauh dari mobilnya, tapi diri ini mencoba menahan diri.

"Biar aku saja yang membawa Kak Calvin, Pak!" pintaku cepat sambil memegangi lengan kanan mantan suamiku.

"Nona memangnya siapa Pak Calvin?"

"A-aku adiknya, adiknya Kak Calvin!" Dengan sedikit terbata, aku melontarkan kebohongan.

Ya Allah maafkan aku.

"Oh ya sudah, kalau begitu Nona ikut naik saja ke dalam mobilku, kita pergi bersama-sama ke rumah sakit," tawar pria itu lalu membukakan pintu mobil bagian depan untukku.

"Ah enggak usah, Pak! Aku bawa mobil!" Aku menolak cepat dengan gelengan kepala, segera kuputar otak untuk mencari sebuah alasan supaya bisa membawa Kak Calvin tanpa mengajak dia. "Eemmm ... kebetulan aku juga sama Omku, Pak. Jadi biar kami yang bawa Kak Calvin."

"Lebih baik rekan Bapak ini dibawa sama keluarganya saja, Pak," usul salah satu security, yang tampaknya percaya dengan kebohonganku.

Rekan Kak Calvin terlihat memandangiku dengan raut curiga, sebelum akhirnya dia bertanya, "Di mana mobilnya Nona? Dan Omnya Nona?"

"Itu! Di sana!" Aku langsung menunjuk kepada mobil berwarna putih, yang berada di paling ujung area parkir. Tak lama, seorang pria dari dalam sana keluar dan melangkah cepat menghampiri kami.

"Ada a-"

"Om, ayok bantu Kak Calvin bawa dia ke rumah sakit!" potongku cepat, saat pria yang adalah sopir taksi onlineku tengah bicara.

Kalah cepat sedikit saja, bisa-bisa aku ketahuan berbohong. Dan untungnya lagi, aku sudah menyewa jasa taksi online untuk rencanaku ini, jadi aku tidak perlu repot-repot mencari taksi lain untuk bisa membawa Kak Calvin ke hotel.

"Ya sudah, bawa Pak Calvin ke mobil adiknya saja, Pak," ucap rekan Kak Calvin, yang akhirnya memberikan izin, dia berbicara kepada dua security.

Setelah berhasil memasukkan Kak Calvin ke dalam mobil dan ikut mendampinginya dikursi belakang, mobil itu pun kini melaju pergi meninggalkan restoran.

"Hhhaaahhh ...." Aku menghela napas panjang, merasa begitu lega sekali sambil mengelus dada.

Sekarang hanya tinggal selangkah lagi, dan rencana ini akan berhasil.

Tapi ... aku masih penasaran, dengan alasan Kak Calvin tiba-tiba pingsan. Apa pengaruh obat yang Nona Agnez berikan? Atau ada sesuatu lain?

Rasa penasaranku membawa tangan ini menyentuh kedua pipinya, dan sontak mataku membulat karena terasa begitu panas seperti pantaat panci.

"Ya Allah... Apa Kakak demam?!" Tanganku turun ke arah dada bidangnya, untuk memastikan denyut jantung. Tapi entah mengapa, tiba-tiba tanganku gemetaran sendiri. Jantungku pun ikut berdebar kencang.

"Sesuai orderan terakhir 'kan, Nona, Hotel Sunflower?" tanya sang sopir taksi, yang langsung membuat aku menoleh.

"Iya, Pak." Aku mengangguk. "Nanti sekalian juga bantu bawa ya, Pak, boleh 'kan?"

"Bawa apa, Nona?"

"Bawa pria ini ke kamar hotel, Pak. Kan Bapak tau sendiri dia pingsan."

"Oke." Sopir itu mengangguk setuju, tanpa bertanya kembali.

Drrriinnggg!!

Hapeku tiba-tiba berdering di dalam kantong celana, segera kuambil dan tertera panggilan masuk dari Nona Agnes.

"Halo," ucapku segera mengangkat panggilan.

"Bagaimana, Vio? Lancar?"

"Lancar, Nona. Saya berada di jalan, ke arah hotel."

"Bagus. Langsung saja bawa ke kamar, ya, Vio. Nanti kamu tunjukkan saja kartu namamu ke security depan biar dia bisa mengizinkanmu masuk."

"Baik, Nona."

*

*

Sesuai perintah dari Nona Agnes, aku dengan dibantu oleh sopir taksi akhirnya berhasil membawa Kak Calvin masuk ke dalam kamar hotel dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Meski diawal dengan bersusah payah karena tubuhnya cukup berat.

Namun, rasanya ada yang membuatku heran, pasalnya sebelum masuk ke dalam kamar, pintu hotel ini justru terlihat sedikit terbuka dan tidak ada sesosok Nona Agnes. Ke man dia?

"Nona, kalau begitu saya pamit pergi, ya. Saya ada orderan masuk," ucap sang sopir taksi sambil menunjuk ponsel yang berada dalam genggamannya.

"Iya, Pak. Terima kasih," jawabku sambil tersenyum, lalu membiarkannya pergi meninggalkanku dan menutup pintu kamar.

"Nona Agnes!" panggilku seraya menatap sekeliling, mencari-cari keberadaan bosku yang entah dimana dia berada.

"Apa dia ada di kamar mandi?" Mataku langsung tertuju pada ruangan yang berada disudut kamar.

Kakiku baru ingin melangkah, tapi secara tiba-tiba terasa seseorang menarik lenganku hingga membuat tubuhku terjatuh di atas kasur.

"Kak Calvin?!"

Astaghfirullah! Mataku terbelalak sempurna, melihat secara cepat mantan suamiku itu sudah berada di atas tubuhku, yang bahkan aku sendiri tidak tahu kapan dia terbangun dari pingsannya.

"Kakak ... apa, yang ...." Lidahku mendadak kelu dan gemetar, saat Kak Calvin menyentuh bibirku dengan jemarinya. Kedua mata indahnya itu terlihat sayu dan merah memandangiku.

Cup~

Sejurus kemudian, sebuah sentuhan bibir tak dapat kuhindari.

Dia menciumku. Astaga! Bagaimana ini? Berusaha kudorong dada bidangnya, tapi mengapa begitu sulit rasanya? Dia berat, ditambah kedua kakiku pun terjepit oleh kakinya.

Dapat kurasakan ada sesuatu yang keras menindih pahaku. Apa itu? Apa Kak Calvin mengantongi batu? Tapi buat apa?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Keinginan Sang Elf: Petualangan Erotis di Dunia Peri
8.7
Lyra, seorang elf muda, memutuskan menjelajah dunia luar demi menjawab rasa penasaran dan hasrat terpendamnya. Petualangan ini mempertemukannya dengan peri tampan bernama Orion, yang membimbingnya menyelami sisi erotis yang asing baginya. Di tengah keindahan dunia peri, bahaya gelap mulai mengancam. Sembari mengungkap rahasia besar yang menguji cinta mereka, hubungan keduanya pun bertumbuh menjadi sebuah ikatan intim yang sangat mendalam.
Sampul Novel Pernikahan Piutang Berujung Cinta
9.1
Hidup Acasha hancur setelah memergoki kekasihnya berselingkuh di tengah jeratan utang miliaran rupiah sang ibu. Demi melunasi beban itu, ia terpaksa bekerja sebagai LC dan menjalani realita kelam hingga berulang kali menggugurkan kandungan. Titik balik muncul saat Lucas menawarkan bantuan pelunasan utang dengan satu syarat berat. Namun, di tengah perjuangan barunya, Deryl kembali hadir dan terkejut melihat perubahan drastis pada diri Aca yang kini telah sangat berbeda.
Sampul Novel Putriku Bukan Anak Pembawa Sial
8.5
Rani harus berjuang sendirian demi membesarkan Luna, putrinya yang menderita gangguan pendengaran. Kondisi fisik Luna merupakan akibat dari percobaan aborsi yang dipicu oleh depresi Rani akibat kekejaman suaminya, Niko. Setelah Niko pergi dan menghilang tanpa jejak, Rani kini harus memikul beban ganda sebagai ibu sekaligus ayah. Di tengah bayang-bayang trauma masa lalu, ia bertekad bekerja keras demi memberikan masa depan yang layak bagi Luna agar tidak menderita seperti dirinya.
Sampul Novel Rahasia Gelap Kekasihku
8.5
Dibuang sang ayah akibat tuduhan kejam membuat hati Arsen membeku. Namun, takdir mempertemukannya dengan Rose, perempuan misterius yang tiba-tiba lenyap. Dalam pencariannya, Arsen menemukan Claire, gadis polos berwajah sama persis. Demi mengobati rindu, Arsen pun mendekatinya. Sayang, ia justru menemukan berbagai kejanggalan mengerikan. Kekasih barunya itu ternyata menyimpan rahasia kelam. Kini, Arsen terjebak dalam dilema besar antara cinta dan bahaya maut.
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker
8.2
Misteri kelam menyelimuti rumah tua berberingin di ujung Dusun Sentani. Teror Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib kian mencekam setelah beberapa warga tewas secara misterius. Saat pulang ke kampung halamannya bersama sang kekasih, Clara justru dihadapkan pada penolakan penduduk serta berbagai kejadian ganjil. Kini, ia terjebak di antara kutukan desa dan rahasia masa lalu. Mampukah Clara membongkar semua kebenaran di balik rumah angker itu?
Sampul Novel Thankyou My Angel
8.4
Di usia 25 tahun, Pricillia Amerta yang sukses dipaksa menerima perjodohan dengan CEO kaya, Adrian Askara Biru. Walau awalnya menolak, hubungan mereka berubah manis saat rahasia masa lalu terkuak. Sayangnya, jalinan asmara ini diuji oleh kemunculan wanita dari masa lalu Adrian serta perebutan warisan yang berujung pada percobaan pembunuhan. Menghadapi tekanan rekan kerja dan ancaman maut, sanggupkah cinta keduanya bertahan hingga ke pernikahan?