APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua

Makanan Menjijikkan Dari Mertua

Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Tak perlu kakak ikut campur dan membesar-besarkan masalah seperti itu, bisa saja kan bukan selaq (kuyang) yang mengambil, tapi mahluk lain. Pembuat status hanya ingin viral, itu sebabnya memposting hal yang tidak berguna seperti itu!"

Sensitif karena hamil muda si, iya. Tapi apa mungkin sampai separah ini, yang dibahas di status orang ini bukan dirinya, tapi mengapa Farra begitu marah seolah pembuat status dengan terang-terangan menyinggung dirinya. Sungguh, aku semakin heran dan bingung saja dengan tingkah istriku ini.

Kutatap matanya yang melotot marah seperti tadi, tapi dengan segera dia membuang muka.

"Ada apa?" tanyaku kemudian. "Apa yang salah, mengapa sampai semarah ini hanya karena sebuah status?" sambungku.

Dia berbalik, menatapku lagi dengan tajam, tapi ketika aku balas menatap dia menundukkan wajah.

"Aku tidak marah karena status itu, yang membuatku geram ketika dia memamerkan apa yang tak sepantasnya dipamerkan!" ketusnya.

"Dia tidak memamerkan, dia hanya berbagi pengalaman dan mengingatkan agar semua orang menjadi waspada. Seharusnya kau suka itu, karena kaupun sedang mengandung, pesan orang itu hendaknya diikuti, kita harus berjaga-jaga!"

Dalam status tadi orang itu juga menyertakan ucapan pengingat, agar semua yang membaca menjadi waspada, agar apa yang dia dan keluarganya alami tidak terjadi pada keluarga lain. Bukankah semua itu sesuatu yang mulia, lalu mengapa Farra harus marah.

"Hiks ... hiks ... "

Aku kaget, karena tiba-tiba saja terdengar isak tangis, Farra yang tadi terlihat beringas jadi menangis.

"Kakak jahat, gara-gara orang jauh membentak dan memarahiku. Kakak membela orang luar, dan membuang aku!"

"Astagfirulloh ... " lirihku, serapuh inilah orang yang sedang hamil. Padahal aku tidak pernah marah, tidak juga membentak, hanya mengucapkan kebenaran dari status orang itu agar Farra mengerti dan tidak marah lagi.

Untuk membuatnya tenang, kuraih jemarinya. "Bukan begitu, sayang. Aku tidak pernah memarahimu," ucapku, tapi dengan kasar dia menepis dan memalingkan wajah.

"Pergi saja ke orang yang Kakak bela, jangan bersamaku lagi!" ucapnya sinis, sebelum aku bergerak dan berucap lagi dia bangkit dan berlalu menuju kamar.

Brakkkk ... 

Pintu kamar terhempas dengan keras, dan akupun hanya bisa mengelus dada.

Malam berlalu disertai angin dingin menusuk tulang, diatas pembaringan Farra tidur membelakangiku. Sudah berulang kali aku memeluk dan meminta maaf, tapi dia masih saja diam. Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya. 

Akan tetapi, rasa kantuk yang begitu kuat membuatku tidak tahan dan  akhirnya kubiarkan saja dia dengan ngambeknya. Aku berpikir besok pagi, bersamaan dengan bangunnya dari tidur dia akan baik lagi. Kupeluk tubuhnya dari belakang kemudian terlelap.

"Emmm ... nyammm ... emmm ... !"

Aku tersentak bangun karena mendengar suara aneh, kulihat jam dinding yang tergantung di tembok kamar, waktu menunjukkan jam dua tengah malam.

"Emmm ... !"

Aku bangkit ketika suara gerakan itu terdengar lagi, suaranya mirip dengan kucing yang tengah memangsa tikus. Tapi terdengar lebih menyeramkan, bahkan sampai membuat bulu kudukku meremang. Aku bergerak ingin keluar untuk memastikan suara yang sepertinya dari arah dapur itu.

Baru saja berjalan dua langkah, kaki berhenti. Aku mengingat sesuatu.

"Dimana Farra?" gumamku sambil berpaling menatap ranjang. "Kemana anak itu tengah malam begini?" gumamku lagi.

"Apa mungkin ada di kamar kecil?" Aku berbicara pada diri sendiri sambil bergerak menuju kamar mandi yang masih berda di dalam kamar, kubuka pintu dan menemukan kamar itu kosong.

"Farra ... !" seruku kemudian sambil bergegas membuka pintu dan keluar.

"Farra, kau dimana, sayang?" teriakku lagi. Melewati ruang tengah, dan tak menemukan istriku di sana. Tapi ada yang aneh, begitu aku keluar dan berseru suara geraman itu langsung hilang.

"Apa mungkin di dapur?" gumamku lagi, dan tanpa membuang waktu aku menuju dapur dengan langkah cepat.

Astagfirulloh, hampir saja aku berteriak karena ada seseorang yang duduk menapaki lantai dapur, jika saja aku tidak mengenali baju yang dia kenakan aku pasti menjerit.

"Farra, kaulah itu!" seruku kemudian. 

Piyama merah muda, yang dikenakan wanita dengan rambut acak-acakan yang duduk menapak lantai dengan posisi membelakanguku ini, sama persis dengan yang dikenakan Farra tadi.

Akan tetapi bila benar dia Farra lalu kenapa diam saja, jangankan menoleh bergerakpun tidak. Meski begitu hatiku tetap yakin jika yang didepanku ini adalah Farra, hingga akhirnya aku memanggil lagi.

"Farra, apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku sambil maju mendekatinya.

Sebelum ada reaksi, mataku menangkap sesuatu, tempat makanan berwarna merah dari mertuaku tadi ada di depan wanita ini, dan semua itu membuatku semakin yakin jika dia  memang istriku.

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
8.1
Di hari pernikahan mereka, Bradley tega mengurung Beatrice di ruang bawah tanah yang gelap selama sepuluh hari hingga tewas membusuk. Tragisnya, Bradley justru menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh, memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawa ibu Beatrice. Pria itu mengabaikan semua permohonan Beatrice demi membela sahabat masa kecilnya. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang mengenaskan, penyesalan mendalam perlahan menyeretnya ke dalam kegilaan.
Sampul Novel Keanehan Keluarga Pacarku
7.9
Niat hati menemani sang kekasih pulang kampung, protagonis justru terjebak dalam pusaran misteri yang mencekam di Keanehan Keluarga Pacarku. Kejanggalan bermula saat ia menemukan adik pacarnya dipenuhi luka memar misterius, disusul peringatan mengerikan dari seorang nenek setempat untuk segera melarikan diri. Situasi kian membingungkan ketika ia melihat sahabat lamanya yang telah lama hilang berada di kediaman paman pacarnya. Di tengah kepungan rahasia gelap ini, tatapan sang kekasih pun mulai berubah drastis.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sampul Novel Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
9.2
Mata air kembar di Kampung Serigi tak pernah kering dan menjadi penyelamat warga saat kemarau. Namun, di balik keajaiban pancuran bambu tersebut, tersimpan misteri kelam dan pantangan yang sangat ketat. Siapa pun yang berani melanggar aturan akan didatangi oleh entitas gaib penjaga tempat sakral itu. Kini, teror mistis terus membayangi penduduk lokal dan pendatang, mengubah ketenangan sumber air legendaris ini menjadi ancaman nyata yang mencekam.
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Demi membalas dendam, jurnalis ambisius Alianna Monru memutuskan pulang. Namun, jalannya dihalangi sosok misterius yang ternyata pembunuh berantai pemilik kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai gadis yang ia puja sejak sekolah. Ia sangat terpukul melihat pujaan hatinya kini berubah menjadi sosok yang penuh kebencian. Damian pun didera rasa bersalah yang mendalam, karena dialah dalang kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.