APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mainan Tuan Muda

Mainan Tuan Muda

Fiona dirundung ketakutan saat Arion mengungkap rahasia kelamnya. Identitas aslinya sebagai wanita sewaan kini diketahui oleh murid paling berbahaya di sekolah. Semua berawal dari ketidaksengajaan Arion yang membeli kesucian Fiona, yang kini menjadi awal petaka panjang. Terobsesi dan enggan melepaskan Fiona, Arion bertekad menjadikan gadis malang itu sebagai mainan pribadinya. Hidup Fiona kini sepenuhnya terjebak dalam cengkeraman kendali sang tuan muda.
Bab
Bagikan

Bab 3

Besoknya aktivitas berjalan seperti biasa, di hari senin ini Fiona sudah sibuk bersiap berangkat sekolah. Ia sudah kelas dua belas, sedang persiapan menghadapi ujian kelulusan juga masuk perguruan tinggi. Fiona sudah berusaha belajar dengan rajin supaya mendapatkan beasiswa di Perguruan Tinggi.

Setelah meminum susu nya, Fiona pun beranjak dari duduknya mendekati Ibunya untuk mengecup pipi. "Aku berangkat sekolah dulu ya Bu, Ibu istirahat saja di rumah. Awas ya jangan bersih-bersih, jangan lakuin hal berat, Ibu belum pulih!" ucap nya memperingati dengan kedua mata melotot pura-pura galak, tapi Ibunya malah terkekeh kecil merasa lucu.

"Iya-iya Ibu akan istirahat, gak akan nakal dan turutin semua perintah kamu," kata Ibu nya seraya mengusap kepalanya lembut. Sudah banyak merepotkan putrinya ini, tidak mau bertingkah aneh-aneh. "Kamu belajar dengan baik ya di sekolah, Ibu tunggu kamu pulang."

Fiona mengangguk lalu menyalami tangan Ibunya terlebih dahulu, Ia melangkah pergi setelah mengucapkan salam perpisahan. Seperti biasa Fiona selalu berangkat dengan menaiki sepeda, kebetulan jarak dari rumahnya ke sekolah Swasta bergengsi itu tidak terlalu jauh. Seperti biasa saat memasuki gerbang selalu menjadi perhatian.

Bukan, mereka bukan terpesona pada nya atau semacam nya. Tatapan meledek mereka itu bisa disimpulkan jika mereka menertawakan Fiona yang tidak malu datang ke sekolah dengan sepeda, sedang murid lain memiliki kendaraan pribadi yang lebih bagus. Fiona tidak peduli, lagi pula Ia ke sekolah untuk belajar bukan untuk pamer.

Saat Fiona berjalan akan meninggalkan parkiran, tidak sengaja Ia mendengar suara benda terjatuh cukup keras di belakang nya. Kepalanya menoleh untuk melihat, kedua matanya langsung terbelak karena ternyata sepeda nya lah yang jatuh. "Hei apa-apaan ini?!" teriak nya protes, sedang yang menonton di sekitar sana hanya menertawai nya.

Fiona menggeram pelan lalu berusaha membenarkan lagi posisi sepeda nya, Ia langsung melirik tajam pada sebuah mobil yang terparkir di sebelah nya. Sudah dapat dipastikan jika yang sengaja menabrak sepeda nya adalah mobil mewah sport itu. Baru saja bibir nya terbuka untuk memarahi si pengendara yang baru turun, tapi malah terkatup lagi karena yang turun adalah Arion.

Saat keduanya bertatapan, Fiona malah jadi terbayang lagi adegan kotor saat mereka berhubungan badan. "Sebaiknya aku pergi saja, jangan sampai dia kenal sama aku," Batin Fiona memutuskan menghindar tidak jadi memarahi si penabrak sepeda nya.

Tetapi baru saja berbalik dan akan pergi, panggilan Arion dengan suara bass menghentikan Fiona. "Heh sepeda butut itu punya lo, kan? Jangan disimpen di sini lah, ganggu pemandangan aja!" Fiona pun langsung melirik nya sinis. Kurang ajar sekali mengatai sepeda kesayangannya.

Melihat tatapan Arion yang semakin tajam begitu, membuat Fiona menghembuskan nafas kasar dan memilih mengalah untuk membawa sepeda nya pergi. Padahal biasanya juga Ia selalu parkir di sana, Arion juga aneh sekali, tempat parkir mereka kan berbeda. Setelah memarkirkan sepeda nya di tempat yang aman, Fiona pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas nya.

Baru saja mendudukan tubuhnya di bangku, panggilan seseorang diikuti rangkulan di bahu nya membuat Fiona menolehkan kepala dan langsung tersenyum pada sahabat nya. "Fiona, gimana kabar Ibu kamu? Nanti pulang sekolah aku mau jenguk ya," kata Vivian seraya membenarkan letak kaca mata nya.

Fiona yang mendengar itu tentu saja senang dan langsung menerima. "Boleh dong, nanti kita pulang bareng ya, kamu nebeng aja di sepeda aku," ajak nya seraya mengedipkan sebelah mata. Tetapi Vivian malah mengerucutkan bibir seraya mengusap perut bulat nya. "Emangnya sepeda nya kuat bawa aku yang kaya gajah ini?" tanyanya sedih.

"Ih kok ngomong nya gitu sih? Kuat dong, sepeda aku kan sepeda tua, mesin nya gak suka ngambek kaya sepeda zaman sekarang." Fiona lalu mencubit pipi gembul Vivian berusaha menghibur sahabat nya itu yang selalu insecure.

Di kelas ini Fiona memang hanya dekat dengan Vivian, mereka sama-sama murid terkucil kan dan dari kalangan orang biasa. Murid lain yang sekolah di sini karena bayar mahal mana mau berteman dengan orang miskin seperti mereka, paling di dekati pun hanya untuk dimanfaatkan saja otak nya. Tetapi Fiona tentu tidak se-lemah itu, Ia dan Vivian pun selalu berusaha saling melindungi.

***

"Bu saya izin ke toilet ya!" ucap Fiona seraya mengangkat sebelah tangan nya. Kernyitan dalam terlihat di kening nya karena berusaha menahan sesuatu yang mendesak di bagian bawah nya, Ia sudah tidak tahan. "Aduh kamu ini Fiona alasan saja, padahal sebentar lagi juga jam istirahat. Ya sudah gak papa, sana!" kata guru wanita itu dengan nada sewot nya.

Fiona pun segera beranjak dan berlari kecil keluar dari kelasnya, tidak mempedulikan tawa mengejek dari teman-teman nya. Ia juga sudah biasa mendapatkan hal seperti itu. Setelah mendapatkan bilik kamar yang kosong, segera Ia masuk untuk menuntaskan hajat nya.

"Huft untung tepat waktu, kalau telat dikit bisa-bisa aku pipis di Koridor lagi," Batin Fiona sambil tersenyum-senyum di tengah kegiatan nya buang air kecil. Setelah merasa cukup, Ia pun membersihkan diri lalu keluar dari bilik itu.

"Emmh!"

Mendengar suara desahan tertahan tidak jauh dari nya, membuat Fiona menolehkan kepala ke samping. Kedua matanya langsung terbelak lebar melihat adegan tidak senonoh di pojok toilet. Seorang murid perempuan berjongkok tepat di depan selangkangan pria yang berdiri di depannya. Walau tidak terlihat jelas sedang melakukan apa, tapi Fiona bisa langsung menyimpulkan sesuatu.

"Ma-maaf aku gak lihat kok!" ucap Fiona tersenyum kikuk pada Arion yang menoleh ke belakang menyadari kehadirannya. Tatapan pria itu terlihat tajam, mungkin kesal karena kegiatannya ada yang mengganggu.

Merasa tidak nyaman di perhatikan pria itu terus, Fiona berbalik untuk keluar dari toilet itu. Malang sekali nasib nya harus menyaksikan adegan tidak bermoral itu, matanya jadi ternodai. Tetapi tangannya yang akan membuka engsel pintu, malah ditahan dan pintu yang sempat terbuka sedikit itu pun kembali tertutup karena di dorong oleh sebuah telapak tangan besar dari balik tubuh nya.

Glek!

Fiona langsung menelan ludah nya kasar bisa merasakan sosok tubuh jangkung di belakang nya. Sekarang Ia tidak tahu harus bagaimana, ingin pergi keluar pun seperti tidak punya kekuatan walau hanya menggerakkan sedikit tubuhnya pun. Fiona terlalu gugup. "Tuhan, tolong aku.. "

"Kenapa cuman pakai anting sebelah, kemana satu lagi?" tanya Arion berbisik di samping telinga nya, membuat Fiona tersentak.

Fiona merasa bingung dengan sikap pria itu, aneh sekali memperhatikan nya se-detail itu. Untuk membuktikan, Fiona pun menyentuh telinga nya, dan ternyata benar, sebelah anting nya hilang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap jalanan legendaris berjaket kulit hitam di Jakarta, baru saja menaklukkan Melia dalam adu balap. Namun, kemenangan itu hancur seketika saat sang ayah menelepon dan memberi ultimatum keras. Raina dipaksa pulang untuk dijodohkan dengan anak sahabat keluarganya. Sambil menangis dan bimbang, ia dengan tegas menolak dikendalikan oleh orang tuanya demi mempertahankan kebebasan yang sangat ia cintai.
Sampul Novel Dua Hati, Satu Kehancuran
8.0
Hanya dua minggu menjelang hari pernikahan, sebuah pertengkaran hebat meretakkan hubungan kami. Radit secara sepihak meminta izin untuk menjalani program bayi tabung bersama Lisa, putri dari profesornya yang sedang sekarat, demi memberikan masa depan yang aman bagi wanita itu. Bagi Radit, hal ini hanyalah bantuan medis tanpa perasaan, namun bagiku ini adalah pengkhianatan nyata. Setelah dia pergi dan membanting pintu, aku yang merasa hancur segera mengambil keputusan nekat. Lewat sebuah unggahan di media sosial, aku mengumumkan pencarian pengantin pria baru untuk menggantikannya.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi melampiaskan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikahinya. Tentu saja Zahra terkejut dan langsung menolak rencana gila tersebut. Tak menyerah, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menjadi pengantin pengganti. Akankah Zahra menerima kesepakatan itu? Sanggupkah ia menjalani biduk rumah tangga sebagai istri pengganti dari pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Pudarnya Rasa Cinta
9.7
Nyawa Selina terancam ketika bom di tubuhnya hanya tersisa sepuluh menit sebelum meledak. Dipaksa penculik menghubungi pacarnya yang seorang polisi, ia justru mendapat makian. Sang pacar menuduhnya berbohong karena cemburu, demi menyelamatkan kucing milik Vinie, teman masa kecilnya. Di sela telepon, terdengar manja suara Vinie yang berterima kasih. Saat bom hampir meledak, Selina mengirim pesan terakhir yang menyatakan selamat tinggal dan berharap tidak akan bertemu lagi di kehidupan berikutnya.
Sampul Novel Suami Penggoda Iman
8.8
Kehidupan Rifki Viran Al-Maqdisi, selebgram tampan berotot berusia 22 tahun yang kerap menjadi model majalah dewasa, mendadak berubah. Ia dipaksa menikahi Nabila Syakira Putri, gadis berhijab pilihan orang tuanya. Rifki yang merasa Nabila bukan tipenya bersikap sinis, namun Nabila tetap ikhlas mendampingi sang suami yang digilai banyak wanita. Akankah rahasia pernikahan ini terbongkar ke publik? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?