APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mahasiswi Piaraan Dosen Muda

Mahasiswi Piaraan Dosen Muda

Dunia kuliah Jiyya menjadi gempar karena Silvana bertekad menggoda Sir Leon, dosen muda mereka yang rupawan, demi kencan semalam. Silvana pun berusaha mendekatkan Jiyya dengan Sir Joan, dosen yang juga mantan kekasih Jiyya. Rencana perjodohan ini dibuat agar Jiyya bisa melupakan cinta pertamanya. Di saat Silvana sibuk mengejar Sir Leon, sanggupkah Jiyya berdamai dengan masa lalunya bersama Sir Joan dan membuka hatinya kembali?
Bab
Bagikan

Bab 2

Silvana sudah menyimpan ketertarikan pada Sir Leon, dosen tampan mereka semenjak semester pertama. Tidak mengherankan gadis itu terus saja memasukan nama pria itu dalam daftar kelas yang dia hadari sepanjang semesternya. Tentu saja Sir Leon akan membantu siapapun yang membutuhkan dirinya, tapi dalam segi romansa Sir Leon jelas jenis pria yang sulit untuk dicapai. Cukup sulit bagi Silvana untuk melakukan pendekatan padanya, terlebih pria itu selalu saja memiliki cara terbaik dalam membuat sebuah batasan jelas antara dirinya dengan para mahasiswi yang memiliki niatan yang sama dengan Silvana. Karena alasan itulah Silvana menyimpan ketertarikan itu hanya sebatas kekaguman semata, tidak lebih. Tapi bila dia punya kesempatan untuk tidur di ranjang si dosen muda, kenapa tidak?

Pagi ini saja saat dia menggoda Jiyya, gadis itu malah mendapatkan peluang lebih dekat dengan dosen mereka yang satu lagi. Orang dengan predikat nomor dua sebagai primadona pria dewasa di kampus menurut Silvana, Sir Joan. Pria itu memang menarik tapi jujur saja bukan tipe-nya. Dia tidak cemburu, bukan itu masalah utamanya. Namun yang membuatnya terganggu diatas segalanya adalah jika sahabatnya punya peluang sebagus itu, lantas kapan gilirannya dengan Sir Leon?

Dia mengutuk situasi romantik yang selalu saja tidak bagus untuknya.

Apalagi situasinya sekarang, Silvana sedang berjalan sendirian tanpa Jiyya disisinya. Gadis itu memang baru saja menyelesaikan beberapa tugasnya hingga larut malam setelah bersenang-senang dengan temannya yang lain karena Jiyya pergi dengan Sir Joan dan teman satu clubnya.

Silvana tidak yakin jam berapa saat itu, tapi yang pasti sudah masuk tengah malam nampaknya. Silvana merasa kelelahan, kakinya bahkan terasa seperti jelly yang menumpu pada jalanan aspal yang dia tapaki saat dirinya berjalan pulang menuju ke rumahnya.

Dia sebenarnya sudah tidak sabar untuk segera pindah dari kediaman orangtuanya. Tapi orangtuanya yang tahu bagaimana kelakuannya, tidak memberikan izin bagi Silvana untuk hidup sendiri. Mereka tidak percaya bahwa Silvana bisa menjaga diri. Dan insting orangtuanya memang benar. Dia sudah sangat liar bahkan sejak SMA. Dia ingin keluar dari rumah itu tujuannya memang supaya bebas melakukan apapun yang dia inginkan, tanpa harus mendapatkan omelan dan rasa malu keesokan harinya.

Saat dia sibuk dengan tempat tinggal dan romansa impiannya bila terpisah dari orangtuanya, tiba-tiba Silvana mendengar suara yang datang dari arah kanannya. Kedengaran seperti napas berat. Dengan lugu, Silvana berpikir bahwa barangkali itu adalah suara orang yang terluka. Sebab suara itu terdengar seperti seseorang yang berjuang melawan rasa sakit.

Sampai tiba-tiba suara itu berubah menjadi erangan keras. Kaget, wajah Silvana jelas langsung memerah. Dia tidak bodoh, dia cukup tahu tentang hubungan pria dan wanita sehingga mudah baginya untuk menebak suara apa itu.

Tanpa dia sadar, tubuhnya malah mendekat kearah sumber suara. Di sebelah kanannya memang kebetulan ada bar. Bar yang sebelumnya tidak pernah menarik perhatiannya sama sekali. Tapi suara itu justru berasal dari arah gang sempit diantara bangunan bar dengan pertokoan yang sudah tutup malam itu. Suara erangannya makin mengecil, dan terdengar seperti suara seorang wanita. Rasa penasaran menguasai dirinya, seberapa bagusnya permainan si pria sampai bisa mampu membuat suara erangan seperti itu?

Silvana tahu bahwa dia sudah melakukan hal yang tidak terlalu bagus sekarang. Dia yang mengendap dan merayap mendekati gang tersebut dan mengintipnya adalah hal random yang seumur hidup tidak pernah dia pikirkan.

Dan dia melihatnya, dua siluet yang terkena cahaya bulan. Bersandar pada dinding dan mereka terlihat begitu liar.

Si wanita terlihat makin merapat ke dinding, napas mereka memburu, erangan si wanita semakin keras lagi namun bibir wanita itu ditutup rapat oleh satu tangan si pria. Meredam suaranya agar tidak terdengar, tapi mereka tidak tahu bahwa aksi keduanya telah disaksikan oleh Silvana.

“Fuck…” suara baritone si pria mengerang.

Silvana kontan merasa menggigil, rasanya suara itu seperti merayap naik dan juga turun dari sekitar tulang punggungnya. Dia mengenal suara itu.

Wanita yang sibuk dia gagahi terus mendesis, tapi Silvana tidak peduli sedikitpun padanya. Dia lebih tertarik memastikan pria yang membuat tubuhnya terasa membeku ditempat. Gadis itu merayap lebih dekat, sedekat yang memungkinkan untuk tidak dapat disadari kedua orang itu, namun cukup untuk menuntaskan kecurigaannya. Pria itu punya kulit sewarna perunggu dengan kedua kakinya yang berotot. Silvana melihat tas selempang yang terlempar dibawah kakinya, itu milik Sir Leon. Seratus persen Silvana bisa memastikannya karena dia selalu memperhatikan dosen tampannya itu dan menganalisa penampilannya setiap hari.

Ini tidak benar! Seorang pria yang terhormat di kampus mereka sebagai seorang pengajar melakukan hal seperti ini di muka umum. Dia bertaruh bahkan bila dia menceritakannya pada Jiyya gadis itu pasti akan memukulnya dibandingkan mau percaya. Ini moment pribadi, dia harusnya segera pergi sekarang sebelum mereka berdua tahu bahwa ada seorang gadis muda menonton kegiatan mereka seperti ini. Tapi meski punya pikiran sewaras itu, Silvana malah tidak bisa beranjak dari sana.

Sebaliknya, gadis itu malah meneliti tubuh sang dosen saat dia sibuk dengan wanita-nya malam ini. Silvana tertegun akan setiap lekukan ototnya yang tidak terhalang kemeja sialan yang dia kenakan setiap kali mengajar. Khusus malam itu Sir Leon menggulung kemejanya hingga ke siku dan tidak dia duga bahwa ada bekas luka yang tersebar disana, anehnya itu malah membuat pria itu tambah terlihat seksi. Silvana terpesona, dan tergelitik untuk tahu lebih banyak. Sebab meski pasangannya sudah berantakan, Sir Leon masih tetap berpakaian utuh kecuali bagian celananya yang sedikit melorot.

Sensasi aneh muncul diperut Silvana. Rasa panas malah menjalar kebagian bawah tubuhnya. Sial, dia malah terbawa suasana. Ini menjijikan, pikirnya. Gadis itu memutuskan untuk beranjak darisana. Tapi baru beberapa langkah dia malah mendengar suara tubuh yang melekat dan saling menampar, menggema di udara.

“Kau begitu panas,”

Wajah Silvana merah padam mendengar suara Sir Leon dari balik gang sempit itu. Lagi, dia malah melakukan kesalahan dengan berbalik menyaksikan mereka berdua disana. Suara Sir Leon seolah menyuruhnya untuk tetap berada disana dan menyaksikan semuanya hingga tuntas.

“Kau sempurna, aku tahu sejak aku melihatmu. Ah!” Wanita itu berteriak, Silvana tidak tahu bagaimana ekspresi wajahnya tapi yang jelas gesture tubuh wanita itu benar-benar menandakan bahwa dia telah dimabuk oleh kenikmatan. Mereka terlihat saling terpuaskan satu sama lain dalam puncak gelombang yang diraih bersamaan.

Seluruh tubuh Silvana tergelitik lagi melihat adegan panas itu. Silvana tidak tahu siapa perempuan itu, tapi gadis itu iri mengingat betapa beruntungnya dia mendapatkan Sir Leon pada dirinya.

Sebelumnya Silvana memang tertarik pada dosennya dan sempat mengubur keinginannya mendekati pria yang lebih dewasa darinya itu. Tapi setelah ini sepertinya dia harus menarik kembali ucapannya untuk melupakan Sir Leon. Bahkan detik ini juga, Silvana merasakan adanya gelombang kecemburuan yang menerpa dirinya.

“Sangat hebat,” komentar si wanita. Ada sedikit desahan yang dibuat-buat disana.

“Aku hanya melakukan apa yang biasa aku lakukan,” balas Sir Leon. Suaranya lebih serak daripada biasanya, sekali lagi Silvana merasa perutnya melilit.

Silvana masih mengamati mereka, terutama Sir Leon yang kini sudah merayap mengambil sesuatu dari tas selempangnya yang ada dibawah kakinya. Mengeluarkan sebatang rokok dan juga pematiknya sekaligus.

Pria itu menyalakan rokoknya. Wajah wanita yang menjadi teman mainnya sedikit buram karena penerangan yang minim. Tapi Silvana optimis bahwa wanita itu tidak lebih cantik darinya. Kenapa harus dia yang punya kesempatan seperti itu dengan Sir Leon yang dia kagumi?

Tapi perhatiannya teralihkan pada Sir Leon yang sedang mengulum rokoknya. Lalu menggerakan tangannya untuk mengambil rokok yang dia hisap dari mulutnya. Anehnya pergerakan kasual itu jadi terlihat sensual sekarang. Kenapa Silvana baru menyadari semua itu sekarang?

Belum lama kekaguman merajai, rasa panas oleh amarah mematiknya lagi. Terjadi tepat ketika Sir Leon dengan lembut meletakan rokok bekas mulutnya kepada wanita itu sembari menepuk kepalanya dengan penuh sayang. Seperti perlakuan yang pernah Sir Leon lakukan pada Silvana saat dia berhasil mendapatkan nilai sempurna dalam ujiannya yang super sulit.

“Kita akan bertemu lagi?” Wanita itu bertanya penuh harap, menghisap rokok yang diberikan oleh Sir Leon seolah takut rokok itu akan diambil kembali olehnya.

“Entahlah,” balas Sir Leon, pria itu menyelempangkan tasnya lagi ketubuh tegapnya dan kemudian berjalan kearah sebaliknya. Meninggalkan si wanita begitu saja. Silvana cukup beruntung dosen tampannya itu tidak mengambil jalan menuju kearahnya.

Tapi selepas dia pergi dan melihat wanita itu terkulai di gang sempit sambil menghisap rokok bekas Sir Leon membuat Silvana marah padanya tanpa alasan.

Dia merasa punya dorongan gila untuk mencabut rokok itu dari si wanita asing tersebut. Namun dia tahu, dia tidak mungkin melakukannya. Setelah semua adegan itu berakhir, pada akhirnya dia benar-benar memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulangnya yang tertunda.

Ini hari yang gila. Meski kakinya melangkah menuju kerumah, tapi pikirannya masih tetap berkelana pada setiap adegan yang dia lihat. Bahkan pada saat dia sampai didepan pintu rumahnya, masuk kedalam kamarnya. Gadis itu malah membayangkan dirinya yang ada diposisi wanita itu dan melakukannya dengan sang dosen.

Silvana sudah tidak waras, dia tahu. Baru siang tadi dia bilang bahwa Sir Leon menarik, malamnya dia malah mendapatkan pembuktian konkret. Padahal pagi tadi dia hanya senang membercandai Jiyya, dengan mengatakan pria yang lebih dewasa lebih berpengalaman. Pendapatnya tidak salah.

“Dia benar-benar sangat hebat, tidak salah kalau aku tertarik padanya sejak pertama kali bertemu.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
8.9
Pernikahan rahasia Risa selama delapan tahun kandas setelah Teguh melamar Selia. Merasa dikhianati, Risa memilih bercerai dan pergi dari restoran mereka. Dengan angkuh, Teguh mengusir Risa dan Heru, adiknya, demi sang selingkuhan. Namun, kehancuran bisnis akibat ulah Selia memaksa Teguh menyusul Risa ke Swiss demi mengemis maaf. Kini, Risa yang telah bangkit siap membongkar kebenaran pahit masa lalu dan membiarkan Teguh tenggelam dalam penyesalan.
Sampul Novel Dikejar Oleh Sang Miliarder
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati suami dan mertuanya, Kayla Herdian terlahir kembali ke masa lalu. Bertekad membalas dendam, ia bangkit untuk menghancurkan para musuhnya sekaligus membawa bisnis keluarganya menuju puncak kejayaan. Namun, di tengah perjuangannya, seorang miliarder dingin yang dahulu tak tergapai tiba-tiba mendekat. Pria kaya tersebut kini gencar merayu Kayla dan memohon agar diberi kesempatan menjadi pendamping di pernikahan keduanya.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Pacar
8.6
Pertemuan kembali dengan Leon membawa situasi baru bagi Nisa. Dahulu, pria itu sangat berarti dalam hidupnya, tetapi kini Nisa sama sekali kehilangan ingatannya tentang Leon. Bukannya kasih sayang, Nisa justru menyimpan rasa benci yang kuat dan selalu menghindarinya. Di tengah kondisi yang sulit ini, Leon tidak menyerah dan terus berupaya keras mendapatkan kembali cinta Nisa. Sanggupkah Leon menumbuhkan kembali perasaan yang telah sirna dari memori sang mantan kekasih?
Sampul Novel Kasih Terlarang
9.0
Anna terus meragukan keseriusan Keymal yang tiada henti mengejarnya, padahal status mereka adalah saudara tiri. Keymal bertekad membuktikan ketulusan cintanya, tetapi sikapnya yang posesif dan memaksa justru membuat batin Anna tersiksa. Terjebak dalam pergolakan moral dan rasa bersalah, mampukah Anna akhirnya menerima perasaan sang kakak? Kisah romansa modern ini menyoroti konflik cinta rumit yang terbentur norma keluarga dalam hubungan yang dianggap tabu.
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien mengira Kelsey adalah perempuan lemah yang harus selalu ia lindungi. Namun, sang istri ternyata sangat tangguh dan gemar terlibat perkelahian, hingga Julien kewalahan mengurus berbagai laporan kekerasan akibat ulahnya. Walau lelah, Julien justru terobsesi dan tak bisa melepaskan perempuan itu. Konflik memuncak ketika Kelsey nekat melarikan diri bersama anak mereka. Mampukah obsesi Julien pada istrinya yang bermuka dua ini berujung pada akhir bahagia?
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Terbangun di tubuh masa kecilnya yang berumur delapan tahun, Yun Shang membawa memori kelam dari masa depan. Di kehidupan lalu, ia dikhianati oleh suami dan kakaknya sendiri hingga kehilangan anak tercinta secara tragis. Kini, sang putri kerajaan bertekad mengubah takdirnya yang kelam. Berbekal rasa sakit dan pengetahuan masa depan, ia mulai merancang rencana pembalasan yang matang demi membalas setiap kekejaman dan penderitaan yang pernah dialaminya dahulu.