APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mafia In The Night

Mafia In The Night

Demi ambisi besarnya, William, putra seorang bos mafia kejam, siap melakukan apa saja. Namun, sebuah pengkhianatan merenggut nyawa sang ayah, Ferdinand. Rosemary yang merupakan istri Ferdinand akhirnya mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah duka, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi oleh seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhir menyelesaikan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sedang ada pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan raya yang hendak menuju ke kantornya pagi itu. Padahal hari ini dia ada rapat dan sangat urgent tapi dia tidak bisa menghindari pemeriksaan itu, untuk memutar kembali arah agaknya tidak mungkin. Beberapa polisi sudah menghadang dari berbagai sudut jalan raya itu.

“Bisa tunjukkan kartu identitas dan kartu kepemilikan kendaraan bermotor anda?” pinta polisi wanita itu.

Dengan santai dan perlahan tanpa membuka kaca helm apalagi melepaskannya, Willi mengeluarkan identitas diri dan surat kendaraan bermotornya.

Tadi pagi-pagi sekali Gon mengantarkan motor itu ke rumah tanpa diketahui Ibunya, karena dia bilang semalam tidak menyalakan motor karena takut mengganggu waktu istirahat Ibu dan Om-nya.

Polisi wanita itu membaca dan memperhatikan secara seksama tapi dia cukup teliti dan menyuruh Willi untuk melepas helm-nya tanda untuk memastikan kebenarannya.

Helm full face berwarna biru langit itu dibuka secara perlahan, tidak ada yang mencurigakan dari wajah misterius Willi. Dia tidak memakai topeng seperti malam hari.

“Oh iya silahkan, maaf mengganggu perjalanan anda!” katanya. Willi di izinkan pergi.

Namun dia penasaran. “Memang ada apa ya? Tumben-tumbenan pagi-pagi di sini ada rajia segala?”

“Kami hanya menjalankan tugas, tidak ada sesuatu yang khusus!”

“Sejak kapan anda menjadi polisi wanita?”

“Maaf, silahkan lanjutkan kembali perjalanan anda!”

Polisi wanita tersebut berpikir kalau Willi sedang menggodanya dan dia tidak suka sama sekali, jika membahas masalah pribadi di saat sedang bekerja. Padahal maksud Willi bukan seperti itu.

“Wajah anda mengingatkan saya pada seseorang di masa lalu. Tapi semoga saja bukan, karena dia ramah dan juga cengeng!” celetuk Willi.

Motor sport miliknya itu langsung digerung-gerung setelah dia kembali memakai helmnya. Dia melaju dan meninggalkan asap knalpot yang berlebihan.

“Hey!”

Dengan gayanya Willi mengacungkan dua jarinya.

“Bagaimana bisa kamu datang terlambat seperti ini?” tegur Flo.

Wanita yang semalam mabuk itu ternyata sudah tiba lebih dahulu darinya. Apakah dia sudah meminum obat pengar sehingga begitu ceria pagi ini. Bahkan tanda-tanda mabuk semalam tidak terlihat sama sekali.

“Bagaimana bisa kamu datang lebih awal?” tanya Willi heran.

“Tentu karena aku bangun lebih dahulu, sudah bersiap sana. Kita akan rapat pagi ini, dan jangan mengacau…”

Willi tersenyum kecut. Wanita yang semalam begitu ramah dan baik hati tapi berbeda pagi ini. Ya Adeline memang merupakan atasannya di kantor ini maka dia harus bersikap patuh dan menurut.

Sesekali dia selalu mengajak bertemu di club, itu pun kalau dia sedang ada masalah dengan pacarnya. Tapi peduli apa?

Pekerjaan dan rapat hari itu berjalan begitu alot dan sangat lama, cukup melelahkan bagi pegawai baru seperti Willi itu. Terlalu banyak hinaan dan juga tuntutan dalam pekerjaannya dari sana sini.

“Hey, saya ini pekerja baru tapi kenapa kalian memperlakukan saya layaknya senior!” ucap Willi, padahal dia sedang menyindir seseorang.

“Kerjakan saja apa yang kami perintahkan dan jangan banyak mengeluh. Cepat yang ini fotocopy jadi sebanyak lima lembar, yang ini dua lembar, nah yang itu tiga lembar. Awas loh jangan sampai salah. Setelah itu kamu kirimkan ke ruangan masing-masing yang namanya tertera di setiap atas lembaran berkas ini,”

“Baik Bos,” jawab Willi yang memang penurut.

Dia mengingat-ingat tugas yang diberikan tadi.

Celaka! Dia salah…

Hari mulai larut malam, Willi mulai beraksi bersama anggota genknya. Dia sudah memakai topengnya, tidak ada yang mengenali kecuali Gon, semua anak buahnya tidak pernah tahu wajah asli Willi seperti apa.

Otot-otot Willi mulai menegang, karena tidak ada pelampiasan, dia memakas diri untuk menarik napas dalam-dalam. Badannya terasa remuk redam, ingin rasanya meringkuk sejenak, setelah seharian bekerja dan melepas penat.

Tapi jelas bukan saatnya tidur sekarang.

Willi dan anak buahnya datang ke markas genk yang kemarin membuat onar.

Tiba-tiba Willi menangkap gerakan dari arah kiri.

(Jleb

Jleb)

Dia melonjak, dan beberapa anak buahnya siap siaga dan berhasil menghindari dan menangkis anak panah yang dilesatkan pihak musuh.

Willi segera mengambil komando.

“Serang!”

Terjadi baku hantam yang tidak dapat di elakkan. Kedatangan Willi dan kawan-kawan ingin membalas dendam atas kejadian kemarin.

“Kalian tidak bisa seenaknya datang kemari? Kenapa membuat keributan macam ini?” tanya pimpinan mereka.

Willi angkat bicara dengan suara yang ditahan. “Harusnya saya yang bertanya seperti itu, kenapa semalam kalian menyerang markas kami. Sebenarnya apa masalah kalian?”

“Oh kalian genk Mild One rupanya, tidak salah datang kemari? Anak buah kami tertangkap polisi karena ulah kalian!”

“Ulah kami, tentu itu merupakan senjata makan tuan.”

Tanpa banyak bicara lagi, terjadi serangan demi serangan kembali. Willi mencoba berjalan selangkah demi selangkah mendekati markas genk yang sudah mengacau semalam. Ingin tahu apa alasan mereka sedangkan tidak pernah ada masalah sebelumnya.

Anak buah termasuk Gon menghadapi para musuh dengan skill yang mereka miliki. Willi tidak sembarangan merekrut anak buah, mereka orang-orang terlatih dan terpilih.

Dia menghindari setiap anak panah yang mengarah pada dirinya. Sambil berjalan Willi coba menganalisa setiap serangan itu. Bukan hanya sekedar lesatan anak panah dari orang biasa. Dia ahli panah.

“Siapa kamu?”

“Kamu yang siapa?”

“Ah! Rupanya kamu ketua bertopeng dari geng Mild One itu? Senang berjumpa denganmu. Agaknya jamuan yang aku lakukan ini tidak sia-sia. Dengan mudah bisa membawamu kemari,” ucap pria berjanggut panjang dengan rambut di kucir ke atas.

Willi mengerutkan keningnya, ada apa? Kenapa orang ini ingin bertemu denganku, aku harus waspada. Jangan-jangan ini merupakan sebuah jebakan, gumamnya sambil kembali membaca situasi.

Bola matanya tak henti bergerak menyusuri setiap sudut tempat itu, tidak ada siapapun selain mereka berdua itu yang bisa dia pastikan.

“Apa kita pernah ada masalah sebelumnya?”

Dia menggeleng. “Lalu?”

“Apa untuk sesuatu yang membuat dir bahagia kita mesti membuat masalah dulu? Aku tahu geng mu sudah sejak lama. Sudah terlalu banyak wilayah yang kamu kuasai saatnya berbagai atau aku ambil alih!”

“Ambil alih? Tidak semudah itu, aku mendapatkannya dengan perjuangan. Siapa kamu berani-berani ingin mengambil alihnya?”

Willi terhunyung menahan sebilah pisau dengan tangannya yang hampir saja menembus dan mengoyak isi perutnya. Pegangannya mengendur saat itu menendang orang itu hingga terjungkir dari meja ke lantai. Tendangan yang di ajarkan Alex begitu sangat sempurna, kini tangannya berdarah.

Orang itu mengerang kesakitan. “Aku hanya heran, kenapa kamu menampakkan diri di malam hari saja? Apa siangnya kamu berhibernasi?”

“Sungguh lucu dugaanmu. Tapi maaf aku tidak akan memberitahumu apa-apa soal diriku,” willi mendekat dan menginjak dada orang yang ternyata lemah dan tidak ada apa-apanya itu.

“Bos! Semua anak buahnya sudah tumbang!” Gon melapor.

“Bagus! Tinggal dia yang begitu angkuh ingin mengambil wilayah kekuasaanku. Harus aku apakan dia?”

(Dor)

Semua angkat tangan tempat ini sudah dikepung.

Ini jebakan pemirsa!

Willi beserta anak buahnya menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat orang yang sama pada malam itu. Polisi wanita itu cerdik telah merencanakan semua ini, itu yang dipikirkan olehnya.

“Ikat orang ini sebelum kita pergi!”

“Jangan ada yang bergerak tetap di tempat!”

(Dor)

Teriakan di sertai tembakan kembali terdengar. Gon dengan cepat berhasil mengikat orang itu. Dia menutupi Willi, pria berjanggut dan sudah di ikat itu dengan tenaga dan tangannya yang berdarah di angkat kemudian di lempar.

(Bug

Bug)

Tubuhnya terbanting sebanyak dua kali.

(Dor)

“Jika kalian tidak mendengar instruksi dariku, peluru dalam pistol ini akan bersarang di kepala kalian?”

Semuanya angkat tangan tidak terkecuali dengan Willi.

Bagaimana kelanjutan kisah yang menegangkan ini?

Apa Willi akan lumpuh oleh orang masa lalunnya?

Atau

Dia dan kawan-kawan berhasil melarikan diri seperti biasanya?

Fortsetzung...

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra, bos kartel Raven sekaligus pebisnis ulung, tak pernah menduga hatinya yang dingin akan terpikat oleh Kaela Seraphine saat mereka bertemu di sebuah pesta. Di balik pesonanya, Kaela memendam misi rahasia untuk melenyapkan sosok Raven. Ketika takdir menjebak keduanya dalam sebuah misi penuh mara bahaya, benih cinta mulai tumbuh. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti kata hati atau saling membunuh demi tuntutan dunia hitam yang kejam.
Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
8.4
Dua pewaris takhta terkaya di New York, sang pembalap F1 dan genius investasi, telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Ketika kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem kain pemberian Ella, persahabatan mereka retak. Kecewa dengan pengkhianatan ini, Mia yang menyembunyikan identitas aslinya memutuskan menyerah dan menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik demi keluarganya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
9.4
Ulang tahun Thania yang harusnya bahagia berujung tragis ketika ia diculik dan dipaksa melihat orang tuanya dibunuh. Kini, dirinya disekap sebagai pemuas hasrat oleh seorang pemimpin mafia yang amat kejam. Demi bertahan hidup, Thania harus memikirkan cara untuk memikat hati sang penyiksa. Bisakah ia menaklukkan sang bos mafia agar bersedia membantunya membongkar konspirasi besar di balik kematian keluarganya, atau ia justru akan terperangkap selamanya?
Sampul Novel One Night With Mafia
8.1
Satu malam tragis bersama Jack Harrison menghancurkan hidup Pretty Jolie sepenuhnya. Kehilangan kesucian membuatnya dicampakkan calon suami dan diusir paksa oleh keluarganya sendiri yang menanggung malu. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Pretty merasa kehilangan harapan hidup dan berniat mengakhiri segalanya. Akankah Jack Harrison bersedia bertanggung jawab setelah menyadari penderitaan hebat yang dialami oleh korbannya tersebut?
Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM
9.6
Kendati telah kabur dari ayahnya demi menghindari dunia hitam, warisan darah mafia tetap mengalir kuat di tubuh pria ini. Di balik sosoknya yang sangat dingin, kejam, dan mematikan, ia memiliki ketampanan memikat layaknya iblis Lucifer. Kebrutalan serta bahaya yang menyelimuti dirinya justru menjadi magnet kuat yang tak bisa ditolak oleh para wanita dan orang-orang di sekitarnya, memancarkan pesona gelap yang begitu menawan.