APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Maaf, Merebut Suamimu

Maaf, Merebut Suamimu

Melihat kebahagiaan orang lain membuat Gilsha merasa hidupnya sangat tidak adil. Didorong rasa putus asa, ia bertekad merebut kembali apa yang diyakininya sebagai miliknya. Target utamanya adalah Noah, pria yang kini telah membangun rumah tangga bahagia bersama wanita lain. Demi obsesi tersebut, Gilsha nekat menghancurkan pernikahan mereka. Namun, akankah tindakan ini benar-benar membawanya pada kebahagiaan sejati yang ia impikan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Dia tersenyum, lesung pipinya menambah manis wajah dari pemilik netra berwarna coklat terang itu. Dia Melodi, seorang penulis artikel dari sebuah perusahaan swasta yang cukup memiliki nama di Indonesia. "Wah...dia benar-benar cantik," pujinya pada deretan foto seorang wanita. "Pasti dia sangat pintar juga. Pantas saja begitu banyak penggemar dan menjadi salah satu artis yang legendaris. Aku benar-benar beruntung bisa mewawancarainya hari ini."

"Terima kasih atas pujiannya, Nona Melodi." Mendengar namanya disebut, dia langsung memutar tubuhnya hingga terlihatlah seorang wanita yang umurnya sudah masuk lima puluh tahun. Namun, dia masih terlihat cantik sekali. Begitu anggun dengan balutan kemeja over size berwarna putih serta celana berbahan kain berwarna hijau, rambutnya yang sudah mulai berwarna putih dia sanggul sederhana. Dia duduk dikursi roda, sambil menjalankan benda yang menopang tubuhnya itu mendekati Melodi.

"Bu Gilsha, terima kasih sudah mau menerima kedatangan saya dirumah Ibu ini." Melodi berbicara sangat sopan, dia juga terlihat bergetar karena berjumpa dengan seorang wanita yang sudah lama menghilang dari layar kaca. Meski banyak orang masih memperbincangkan karyanya, tetapi tidak pernah ada yang mampu membuat berita tentang wanita ini lagi setelah dua puluh tahun lebih.

Namanya Gilsa Alyne, seorang model juga artis yang banyak sekali membintangi film-film populer pada masanya, mantan Ratu Kecantikan yang juga memenangkan banyak penghargaan dunia film, baik dari dalam maupun luar negri. "Jadi apa yang ingin kau ketahui tentangku Nona Melodi Oliver?" pertanyaan itu membuat kening Melodi berkerut.

"Maaf, bagaimana anda tahu nama belakang keluarga saya?"

"Aku mengenal dekat Papa mu, Noah Oliver." Saat Melodi berpikir, dia tanpa sengaja melihat sebuah foto, yang letaknya di atas meja hias. Tepat di sudut ruangan.

Itu adalah foto ayahnya, wajahnya terlihat masih sangat muda. Dia memeluk seorang wanita yang memakai kebaya putih, senada dengan pakaian Noah__ayahnya. Mereka tampak sangat mesra, dan bahagia. Wanita cantik itu tak lain adalah Gilsha Alyne.

**** End Of Prolog***

Bab 1. Selamat Tinggal

'Ketika sebuah perpisahan terasa sangat manis, mampukah kau melepaskan tanpa rasa sakit?'

*****

Bali 1992.

Deburan ombak dibibir pantai Kuta,Bali terasa seperti irama indah untuk sepasang kekasih yang tengah melepas rindu. Netra coklat terang itu berbinar malu, saat satu kecupan dia dapatkan. Mereka sedang duduk di atas pasir,  sambil Pria itu memeluk kekasihnya dari belakang.

Ini bukan ciuman pertama mereka, meski memang di tempat yang sama. Namun, rasanya masih begitu malu dan desiran aneh selalu mereka berdua rasakan jika sudah bersama seperti ini. Begitu memabukkan, dan ingin terus mengulanginya.

Pria itu memakaikan sebuah kalung yang dia beli di Sydney. Kalung itu ia pesan khusus untuk kekasihnya, liontin hati bermatakan berlian. Dia ingin cinta mereka abadi seperti sinar berlian yang tidak pernah pudar, meski umurnya sudah ribuan tahun. Dia tersenyum ketika pemberiannya itu terlihat sangat indah dipakai oleh kekasihnya. Namanya Noah Oliver, wajahnya tampan dengan khas darah campuran yang terlihat jelas ketika orang melihatnya. Bahkan saat di Bali, orang-orang mengiranya seorang wisatawan.

Ibunya adalah penduduk Kota Bali yang indah, sementara ayahnya warga negara asing, berasal dari Melbourne yang bekerja di Jakarta, hingga sekarang dia dan keluarganya menetap di Jakarta. Dia ke Australia hanya karena urusan pekerjaan saja.

Mengendarai mobil yang sangat populer Mazda Astina 323 berwarna merah, Noah Oliver menjemput kekasihnya dirumah wanita itu, kemudian mereka memilih pantai untuk tempat berkencan mereka. Seperti dulu, mereka pertama bertemu.

Noah dan Gilsha sudah berpacaran selama empat tahun, dan satu tahun terakhir harus berhubungan jarak jauh. Semua tidak lain karena Noah ada pekerjaan di Sydney. Sementara Gilsha juga hijrah ke Jakarta, dia ingin lebih sukses lagi menjadi seorang bintang dilayar kaca.

"Ku pikir kau tidak akan kembali ke Bali," kata Noah sambil terus memainkan hujung rambut Gilsha. Bagi Noah, kali ini kekasihnya itu terlihat berbeda, wajahnya murung padahal mereka baru bertemu. "Sayang, kamu kenapa?" Noah menarik wajah Gilsha untuk menatapnya.

"Tidak ada...aku hanya sangat merindukan mu." Gilsha memeluk erat tubuh Noah.

"Kamu memikirkan hubungan kita ya? Jangan khawatir, aku akan...."

"Noah maukah kamu menikahiku?" pertanyaan itu membuat Noah bungkam, dia tidak menduga jika ini yang akan dipikirkan oleh Gilsha sekarang.

"Kita akan menikah, aku akan datang melamar kamu. Namun, tidak sekarang karena aku baru mulai memegang usaha keluargaku. Setelah semua berjalan lancar, aku berjanji akan segera melamar kamu." Gilsha mengangguk sambil memberikan senyuman terpaksa.

Dia berharap agar Noah mengerti kegundahan di hatinya ini, tapi ternyata harapannya pupus begitu saja. Gilsha membuka kemeja flanel yang dia gunakan untuk menutupi kaos putih yang membentuk tubuhnya itu. "Aku akan menetap di Jakarta, tapi orang tuaku ingin ada seorang Pria yang bisa menjaga  pergaulanku. Ku pikir akan lebih baik, kalau orang itu adalah kamu."

"Gilsha, kamu tahu aku juga belum pasti kapan kembali ke Jakarta. Urusanku di Sydney masih banyak."

"Ya, aku mengerti. Jadi mungkin lebih baik kita akhiri saja hubungan ini."

"Sayang...kenapa berbicara seperti itu?"

"Karena bukan hanya kamu saja yang ingin maju dan berkembang Noah. Aku juga memiliki impian, orang tuaku setuju jika menikah sekarang. Aku yakin juga orang tuamu setuju, bukankah mereka pernah mendesak kita agar segera menikah?! Jika memang kamu tidak mau menikahi ku saat ini, aku mengerti. Ku harap juga kamu mau mengerti keputusan ku."

Percuma dia meminta Noah menikahinya, dia sudah bertanya dan semua keputusan ada pada Noah. "Lalu, kamu akan tetap pergi ke Jakarta?"

"Ya, tentu saja. Lagi pula sudah ada beberapa kontrak film yang aku terima, mau tidak mau aku harus tetap pindah ke sana."

"Siapa pria yang ingin kau nikahi?" tanya Noah. Dia tahu kekasihnya memiliki banyak sekali penggemar, dan juga tidak sedikit pria diluar sana menginginkan posisi Noah saat ini, yaitu menjadi kekasih dari seorang Gilsha Alyne. Wanita berparas cantik, yang memiliki darah campuran seperti dirinya. Selain cantik, Gilsha juga pintar. Tidak heran tahun semalam Gilsha menang pada ajang Ratu Kecantikan.

"Siapapun Pria itu, kelak bukan urusanmu lagi." Gilsha menahan tangis saat mengatakannya.

"Tidakkah kamu mau menungguku?"

"Sudah berapa lama aku menunggu Noah? Apa kamu pernah berpikir bagaimana aku menjalani ini semua? Saat aku di Bali kamu berada di Jakarta, Bandung dan entah dimana lagi. Sekarang aku di Jakarta kamu berada di Australia. Sekarang aku benar-benar membutuhkan kamu Noah, tapi jika kamu tidak bisa aku tidak masalah." Gilsha tidak marah, sungguh dia tidak ingin egois. Hanya saja dia juga ingin menggapai mimpinya. "Aku akan menjalani kesendirian ini sebisaku, dan jika kamu juga ingin menjaga cinta kita sampai nanti kamu bisa menetap di Jakarta aku harap kamu datang padaku Noah."

Gilsha menutup wajah dengan kedua tangannya, Noah mendekap tubuhnya erat. Mereka tidak bertengkar, hanya berbicara tentang masa depan. Sayangnya demi keinginan serta impian mereka masing-masing, keduanya harus memilih jalan untuk berpisah.

Berpisah disaat masih saling mencintai, itu sangat sulit. Lengan kokoh Noah tidak melepaskan tubuh Gilsha sedikitpun, dia benar-benar takut waktu akan membuat mereka harus kembali ke tempat masing-masing. Kenangan indah mereka berdua terlalu banyak, bahkan tidak dapat Noah ingat pertengkaran hebat apa yang pernah mereka lalui. Semua begitu sempurna, Gilsha benar-benar tipe wanita yang dia inginkan untuk menjadi istrinya.

"Jangan lupakan aku Gilsha," pinta Noah sambil mengecup kening Gilsha, lalu memeluknya kembali.

"Aku tidak akan pernah melupakanmu Noah, yang aku tidak yakin adalah kamu bisa segera kembali dan tetap meraihku lagi."

Mengurai pelukan mereka disaat senja menyapa, waktu yang Noah takutkan itu terjadi. Dia terpaksa mengantarkan Gilsha kembali ke rumah orang tuanya. Bali mempertemukan mereka, dan di tempat ini juga mereka memutuskan untuk berpisah. Mobil sudah sampai didepan rumah berwarna putih gading, tangan Noah menghentikan pergerakan Gilsha yang ingin turun dari dalam mobil. Senyuman Gilsha masih pria itu lihat, satu tangan wanita itu juga mengusap rahangnya. "Cepatlah kembali jika kau tidak ingin aku diambil orang lain." Gilsha tersenyum kemudian dia mengecup pipi dan terakhir bibir Noah. Pagutan itu cukup dalam, seperti keyakinan Gilsha yang begitu dalam pada Noah.

Tidak pernah Noah bayangkan mereka akan berpisah semanis ini, dia rasanya ingin berteriak sekarang juga. Namun, memang dia juga belum siap untuk menikahi Gilsha. "Hati-hati di jalan," ucap Gilsha kemudian benar-benar turun dari dalam mobil itu. Masuk kedalam rumah tanpa melihat Noah lagi, seketika ruang disekitar Noah hampa. Memukul setir berulang kali tidak membuat sesak di dadanya berkurang, yang terjadi dia semakin kesakitan. Dia melihat kemeja Gilsha tertinggal di mobilnya. Ingin keluar dan mengembalikan, tetapi niat itu terhenti saat dia ingin kemeja flanel tersebut dia simpan, sampai nanti dia kembali kepada Gilsha.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Jadikan Kau Ratu
9.7
Demi menyelamatkan wanita pujaan hatinya, Darren Gerald rela dipenjara hingga nyaris kehilangan nyawa. Walau hampir putus asa, ia tetap setia menemani kekasihnya yang kini menjanda dan mengalami gangguan mental. Sayangnya, begitu restu dari orang tua sang wanita berhasil didapatkan, cobaan baru datang dari Rossi. Ibu kandung Darren tersebut menentang keras hubungan mereka, membuat Darren kini terjebak di antara bakti kepada ibunya atau memperjuangkan cinta sejatinya.
Sampul Novel Harta, Tahta, Perjodohan
8.8
Demi ambisi orang tua, dua remaja SMA terjebak dalam rencana perjodohan paksa. Laluna Hasywa, gadis rupawan berpendirian kokoh, menolak keras karena meragukan ketulusan calon suaminya. Sebaliknya, Biru Al Arsakha, sang pewaris tampan Arsakha Company, sempat menolak sebelum akhirnya berbalik arah. Kini, Biru harus berjuang keras demi meluluhkan hati Laluna yang begitu keras. Akankah kegigihan sang pewaris mampu meruntuhkan benteng pertahanan gadis pilihannya?
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang melarikan diri dari pernikahan akibat rencana licik keluarganya. Ia kini menjadi istri sah Zain, seorang tuan muda tampan berkursi roda yang memiliki sifat dingin. Walau awalnya penuh tekanan dan peringatan, Zain berjanji akan memperlakukan Anna dengan baik asalkan ia patuh. Sebagai perempuan yang sekian lama terasing, Anna kini harus beradaptasi menjadi istri dari pria yang menuntut kepatuhan mutlak tersebut.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa adalah gadis menawan yang kerap berbuat onar demi mencari perhatian orang tuanya yang gila kerja. Di balik gelimang hartanya, ia sebenarnya sangat kesepian. Akibat kenakalannya yang sering memicu emosi, ia akhirnya dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Kini, Alexa harus menghadapi babak baru bersama suami misteriusnya. Akankah pernikahan ini mampu mengubah sikap iblisnya menjadi sosok yang manis, atau justru ia akan menciptakan kekacauan yang lebih besar dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Jovan, Birahi Anak Panti
8.1
Membangun biduk rumah tangga rupanya tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Dulu, dalam benak saya, pernikahan hanyalah soal menyatukan dua orang dan saling memenuhi kebutuhan lahir batin secara simpel. Namun, realitas menyuguhkan kerumitan lain yang mewarnai perjalanan ini. Kisah nyata ini menceritakan perjuangan kami sebagai pasutri muda berumur dua puluh dua tahun, yang harus menghadapi berbagai ujian berat demi mempertahankan komitmen.