APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lyana

Lyana

Demi menghidupi keluarganya di desa, Lyana rela bekerja keras sebagai wanita sederhana. Malangnya, takdir mempertemukannya dengan Justin, seorang miliarder sombong yang kemudian menghancurkan masa depannya. Di bawah pengaruh alkohol hingga kehilangan kesadaran, Justin tega melakukan perbuatan keji yang meninggalkan penderitaan mendalam bagi Lyana. Di tengah keputusasaan ini, akankah pria kaya tersebut bersedia mempertanggungjawabkan tindakannya, atau justru memilih kabur?
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah mendapatkan setuju dari keluarganya, Lyana pun menghubungi Putri untuk memberitahukan bahwa dia bisa ikut ke kota dan bekerja bersamanya.

"Put, Alhamdulillah Ibu dan juga Adikku setuju untuk aku pergi ke kita,'' ucap Lyana dengan senang

"Baik lah Lyana. Dua hari lagi aku akan menjemputmu dan kita akan pergi ke kota ya." ucap Putri dari seberang sana

"Baik lah Put. Makasih banyak ya, Assalamualaikum,"

"Iya. Waalaikumsallam." jawab putri

Lyana pun mematikan telefonnya dan menyiapkan semua keperluannya untuk dia bawah ke kota.

Dan waktu pun berjalan begitu cepat, kini Lyana sudah tiba dimana dia akan berangkat ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih menghasilkan.

"Bu, doain Lyana ya. Semoga di sana Lyana mendapatkan pekerjaan dan semoga juga Lyana di permudahkan dalam mencari Rizkinya, Bu hiks" ucap Lyana meminta doa pada Sang Ibu sambil menangis

"Amin Nak. Ibu selalu mendoakan kamu yang terbaik, semoga kamu di sana baik baik saja. Satu pesan ibu Nak, jangan pernah lupakan sholatmu ya." pesan Sang Ibu

"Iya Bu," Lyana pun menghampiri Rika yang saat ini tengah menangis.

" Dek, Mbak titip ibu ya. Jaga Ibu buat mbak ya dan ingat kamu harus belajar dengan sungguh sungguh, gapai lah cita citamu, Rika. Kau harus menjadi orang sukses dan bisa membanggakan mbak juga Ibu." ucap Lyana pada Rika lalu memeluknya

" Iya mbak. Rika janji bakalan jagain ibu dan juga belajar dengan giat, aku tidak akan mengecewakan mbak yang sudah bersusah payah membiayai sekolah Rika." ucap Rika sambil menangis di pelukan Lyana

Lyana pun menghapus air matanya, lalu mengambil tas dan juga perlengkapan yang akan dia bawah ke kota.

" Titip Lyana ya, Nak" ucap Sang Ibu pada Putri

" Iya Bu. Insya Allah aku akan jaga Lyana dengan baik di sana." jawab putri sambil tersenyum

" Baik lah. Lyana pamit dulu ya Bu, Rik. Assalamu'alaikum" ucap Lyana menyalami tangan ibunya

"Waalaikumsallam." jawab Ibu dan juga Rika bersamaan

" Jangan lupa Nak ,sering sering hubungi kami.'' ucap Ibu sambil melihat kepergian Lyana

" Iya Bu. Lyana pasti akan sering sering menghubungi Ibu." jawab Lyana sambil berteriak

Lyana menangis di dalam mobil, dia tidak menyangka bahwa dia akan meninggalkan Ibu dan juga adiknya. Tapi Lyana harus kuat, semua ini dia lakukan untuk keluarganya. Dia harus berjuang agar keluarganya mendapatkan kebahagian yang seperti yang lainnya.

"Kau harus kuat Lyana. Semua ini kamu lakukan untuk keluargamu, untuk pengobatan Ibunya dan juga untuk biaya sekolah adikmu. Ayo Lyana, kau harus semangat." ucap Lyana dalam hati menyemangati dirinya sendiri

Dan setelah tiba di kota, Lyana menatap sepanjang perjalanan. Dia sangat kagum dengan gedung gedung bertingkat tinggi dan juga gemerlap lampu di sepanjang jalan yang menerangi perjalanannya.

"Ya Allah Putri, itu beneran bangunan. Itu yang buat butuh berapa tahun, tinggi bener putri??" ucap Lyana dengan kagum

" Hahah..Kau ini lucu banget ya, Ly. Kita itu udah hidup di jaman modern dan kalau kamu masih berpikir kuno, pasti bangunan itu gak akan selesai sampai kamu punya cucu." ucap Putri ngeledek ke arah Lyana.

"Heheh.. Iya Put. Maklum lah, orang desa masuk kota jadi agak sedikit norak." ucap Lyana tersenyum

" Ya udah. Sebentar lagi kita akan sampai di kontrakan aku, dan mungkin besok kamu sudah bisa interview. Semoga aja kamu di terima dan kita bisa bekerja di tempat yang sama."

" Iya Amin Put. Semoga aja aku di terima dan aku bisa satu kerjaan sama kamu. Pasti sangat menyenangkan, bekerja sama sahabat sendiri." ucap Lyana tanpa melupakan senyumannya

" Oh ya nanti kalau udah sampai. Jangan lupa kasih kabar ke Ibu kamu, biar mereka gak khawatir sama kamu." ucap Putri memberikan hpnya

Benar, di rumahnya Lyana hanya memiliki satu hp dan dia berikan pada adiknya agar saat di kota dia bisa menghubungi keluarganya. Dan karena dia tidak memiliki uang untuk membeli hp baru jadi dia meminjam hp Putri untuk menghubungi keluarganya di desa.

" Iya Put. Nanti aku pasti akan menghubungi mereka, makasih banyak ya put karena kamu udah ngebantu aku. Aku tidak tau harus bagaimana caranya untuk membalas semua kebaikan mu." ucap Lyana sambil menundukkan kepalanya

" Lyana, kita ini adalah sahabat dan sesama sahabat kita harus saling membantu. Apalagi waktu masih sekolah, kamu sering membantu aku. Dan sekarang sudah waktunya untuk aku membalas semua kebaikan kamu." ucap Putri lalu memeluk Lyana.

Lyana pun mengambil hp yang tadi diberikan oleh Putri. Lyana pun menekan nomor ponsel keluarganya dan dengan cepat nomer itu langsung tersambung.

''Assalamualaikum,'' ucap Lyana saat telefonnya terangkat.

''Waalaikumsallam, Mbak.'' Rika menjawab telefon Lyana dengan perasaan gembira.

''Dek, Mbak udah sampai di kota dan Alhamdulillah Mbak besok sudah langsung interview di tempat pekerjaannya, Mbak.'' ucap Lyana memberikan kabar pada Rika

''Alhamdulillah, selamat ya Mbak. Semoga Mbak bisa diterima bekerja dan disana tanpa halangan apapun.'' ucap Rika memberikan doa pada Lyana

''Amin, Dek. Makasih ya udah doain Mbak. Oh ya Ibu kemana Dek, Mbak mau bicara sama Ibu.''

''*Bentar ya Mbak, aku kasih ke Ibu dulu." Rika berjalan ke kamarnya Ibu sambil memberikan hpnya.

"Assalamu'alaikum Lyana," ucap Ibu dengan suara lemah seperti ingin menangis*

"Waalaikumsallam, Bu. Ibu lagi apa??" tanya Lyana basa basi meskipun saat ini dia tengah menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Ibu sedang sholat, Nak. Gimana kamu udah sampai kan di kota, Nak??" tanya Lina dengan perasaan cemas

"Alhamdulillah, Bu. Lyana udah sampai kok dan doain Lyana ya Bu, Semoga besok Lyana acara interviewnya berjalan dengan lancar dan Lyana bisa diterima di sana, Bu." ucap Lyana pada sang Ibu meminta doanya.

"Tentu saja, Nak. Ibu pasti doakan Lyana disana , Semoga kamu baik baik saja dan segera mendapatkan pekerjaan. Maafkan Ibu, Lyana karena Ibu kamu harus berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Maafkan Ibu yabg tidak berguna ini, seharusnya kau tidak merasakan semua kesusahan ini. Tidak seharusnya kau harus memikul beban seberat ini, Lyana." ucap Ibu sambil menangis, tidak bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh.

Lina sangat terpukul saat harus melepas Lyana bekerja di kota dan jauh darinya. Tapi dia juga tau bahwa kebutuhannya disini juga banyak, jadi mau tidak mau. Lina harus merelakan putri sulungnya untuk bekerja di kota demi membiayai semua kebutuhannya dan juga adiknya yang masih duduk di bangku SMA.

Lyana berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Tapi dia tidak bisa saat mendengar suara Ibunya yang terisak dan membuat air matanya jatuh.

''Ibu, Ibu jangan berfikir seperti itu. Sudah berapa kali Lyana katakan pada Ibu, semua kebutuhan Ibu dan juga Rika sudah menjadi tanggung jawab Lyana. Jadi Ibu jangan pernah menyalakan diri Ibu sendiri, Lyana juga ikhlas dalam menjalani semua takdir kehidupan Lyana. Meskipun Lyana harus pergi jauh dari Ibu dan juga Rika, tapi ini hanya sementara, Bu. Jika suatu hari nanti Lyana sudah mendapatkan uang yang cukup banyak, Lyana akan pulang kok, Bu. Lyana akan tinggal disana bersama Ibu dan juga Rika. Lyana juga akan memulai usaha kecil kecilan agar Lyana tidak perlu bekerja di kota lagi.'' ucap Lyana menjelaskan semua keinginannya dan berusaha menenangkan hati Ibunya.

Memang benar apa yang dikatakan oleh Lyana pada Ibunya. Dia memiliki rencana jika suatu hari nanti dia telah memiliki beberapa tabungan yang cukup, maka Lyana akan kembali ke desanya dan memulai usaha kecil kecilan. Lyana akan memulai usahanya dari nol dan jika Lyana memiliki rejeki yang lebih, maka dia akan melanjutkan pendidikan sang adik hingga dia sukses dan apa yang dia cita cita kan bisa terwujud.

Itu lah Rencana Lyana selama ini, membahagiakan keluarganya tanpa memikirkan dirinya sendiri. Lyana ikhlas jika dia harus bekerja keras tapi membuat keluarganya bahagia tanpa kekurangan apapun seperti yang pernah mereka alami.

Kini Lyana bertekad mengadu nasib di kota agar dia dan keluarganya tidak lagi merasakan kesusahan dan yang terpenting bagi Lyana adalah mereka semua dalam keadaan sehat dan berkecukupan.

''Amin, Nak. Semoga semua kerja kerasmu bisa mendapatkan hasil yang kau inginkan dan apa yang menjadi cita cita mu bisa segera terwujud, Lyana. Ibu disini hanya bisa mendoakan mu agar kau disana baik baik saja.'' ucap Ibu dengan perasaan lega

''Amin, Bu. Ya udah ya Bu, Lyana mau istirahat dulu. Lyana juga capek dan besok Lyana juga harus interview lebih awal jadi Lyana harus bangun pagi untuk bersiap siap.'' ucap Lyana mengakhiri pembicaraannya.

''Iya, Nak. Assalamu'alaikum,''

''Waalaikumsallam, Bu.'' Lyana pun mematikan telefonnya.

Lyana pun memberikan kembali hpnya pada Putri.

''Makasih banyak ya, Put. Kamu udah mau meminjamkan hpnya sama aku.'' ucap Lyana berterima kasih.

''Iya sama sama, Ana. Lagian cuma masalah hp kok.'' ucap Putri dengan santai sambil tersenyum kearah Lyana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Dengan Sang Presdir
9.0
Pengkhianatan kejam adik tirinya menghancurkan mimpi Alice Harper untuk menikah dengan Dean Walcott. Setelah dipermalukan di hari pernikahan, Alice memilih pergi ke Birmingham demi menata ulang hidupnya. Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sang mantan kekasih, Dastan Lancaster, yang dulu pergi tanpa kabar. Pesona sang presdir kembali menyalakan api asmara masa lalu. Saat Dastan tiba-tiba melamarnya di hadapan publik, akankah Alice meraih kebahagiaan yang sempat sirna?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Nayara terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya demi melunasi utang. Kejadian ini membuat Arkan Ravendra kehilangan calon pengantinnya dan bersumpah untuk merebut Nayara kembali. Di sisi lain, Laras yang merupakan istri sah Darryl merasa dikhianati hingga terjerumus ke dalam perselingkuhan. Kini, Nayara terjebak di antara obsesi keluarga Arkan dan hinaan keluarga Darryl. Akankah ada cinta yang tumbuh di tengah paksaan, atau justru kehancuran yang tersisa akibat balas dendam?
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis sederhana berusia 22 tahun, bertekad hidup mandiri tanpa membebani ayahnya yang kaya dengan bekerja di perusahaan Alvino Daffa Haidar. Penampilan anggun Zahra yang syar'i dan natural sukses memikat perhatian. Sementara itu, Alvino dikenal sebagai pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Tanpa disangka, ayah Alvino telah merencanakan perjodohan dirinya dengan putri dari sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan mendampingi takdir Alvino?
Sampul Novel Gairah Tuan Besar
8.2
Zain, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan trauma mendalam. Sejak kecelakaan tragis akibat pengkhianatan Bella lima tahun lalu, ia mengalami disfungsi seksual. Kondisi ini dimanfaatkan sang istri untuk berselingkuh dan menginjak harga dirinya. Namun, gairah Zain yang padam mendadak bangkit setelah bertemu Yvone di kelab malam. Konflik rumit pun terjadi karena Yvone ternyata adalah kekasih Daniel, anak tiri Zain sendiri.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
9.4
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat sang mantan kekasih kembali memikat Dave. Melalui pesan provokatif dan bukti kemesraan mereka, termasuk kembang api biru di malam anniversary yang sepi, Sheila menyadari akhir dari hubungan mereka. Tanpa air mata, ia menandatangani surat perceraian. Lebih dari itu, Sheila meminta sekretarisnya menyiapkan pernikahan baru untuk Dave dan selingkuhannya, sebelum akhirnya terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung bagi keduanya.