APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Setelah delapan tahun membina rumah tangga, Lina Watson mengambil keputusan sulit untuk meninggalkan keluarganya demi pergi ke ibu kota dalam waktu setengah bulan. Hubungan yang renggang membuat putranya, Alan, tidak lagi menganggap Lina sebagai ibu dan memilih tinggal bersama ayahnya. Di tengah kepedihan ini, Lina membulatkan tekad untuk memulai lembaran baru hanya bersama putrinya, Alicia. Sang guru yang telah lama menantinya di ibu kota pun hanya bisa mendukung langkah berani Lina untuk melepaskan masa lalunya yang penuh luka.
Bab
Bagikan

Bab 6

Hari-hari berikutnya, Lina tidak lagi memperdulikan apa pun.

Dia hanya menunggu dengan penuh harap hari keberangkatan ke ibu kota.

Apa pun yang dikatakan Sam dan Lili, dia terima saja.

Hari pernikahan mereka makin dekat. Warga kompleks perumahan mulai menyiapkan suvenir, kue, dan perlengkapan pernikahan.

Orang-orang yang terampil membuat dekorasi di halaman. Setiap kali satu dekorasi selesai dibuat, yang lain segera memasangnya.

Seluruh pabrik kendaraan dipenuhi suasana meriah.

Tiga hari sebelum pernikahan, Sam membawa Lili ke studio foto untuk memotret foto pernikahan pada siang hari.

Saat kembali di malam hari, Sam memberikan Lina sebuah syal kotak-kotak.

Dia berkata dengan nada agak canggung, "Cuaca lagi dingin, aku lihat telingamu kedinginan. Aku melihat syal ini cocok untukmu, jadi kubelikan. Terimalah."

Lina tidak ingin menimbulkan keributan dan diam-diam menerimanya.

Sam merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Dia menahan Lina dengan memanggilnya, "Apa kamu nggak ingin mengatakan apa-apa?"

Lina menggeleng.

Sam kembali merasa marah. "Kamu!"

Namun, dia berkata dengan nada menahan emosi, "Lina, aku tahu aku bersalah padamu, kamu pasti kecewa, tapi aku nggak punya pilihan. Menikahi Lili dan tetap menanggungmu, ini sudah yang terbaik yang bisa kulakukan. Kuharap kamu bisa mengerti."

Kesedihan melintas di mata Lina. Dia tidak menoleh dan hanya berkata dengan tenang, "Aku tahu, aku nggak menyalahkanmu."

Namun, dia memutuskan untuk tidak menginginkan pria itu lagi.

Sam tampaknya masih merasa tidak puas.

Setelah terdiam sesaat, dia berbalik dan melangkah pergi.

Keesokan harinya, setelah menikmati sarapan buatan Lina, seperti biasa, Sam pergi bekerja, sementara Alan segera keluar untuk menemui Lili.

Lina dan putrinya tetap tinggal di rumah. Dia kembali mengecek barang-barang yang akan dibawa.

Alicia ikut menghitung bersama, seperti ekor kecil yang selalu menempel.

Barang-barang mereka berdua tidak banyak, hanya beberapa pakaian lama.

Lina menyembunyikan tiket kereta, lalu membawa Alicia keluar untuk membeli bahan makan siang.

Saat kembali ke rumah, matanya langsung menangkap pintu kamar kecilnya terbuka.

Perasaan tidak enak muncul di hati Lina, dia hendak bergegas masuk untuk memeriksa.

Namun, terdengar suara Lili dari samping.

"Alan, Tante ajari kamu. Batu giok ini kualitasnya buruk dan nggak berharga. Nanti jangan sampai ditipu orang, jangan bodoh menganggap barang sampah sebagai harta."

Lina segera menoleh.

Dia melihat Lili memegang liontin giok yang sudah sangat dikenalnya dan mengayunkannya di depan Alan.

Ekspresi Lina langsung berubah, dia tidak bisa menahan amarahnya lagi. "Kembalikan padaku!"

Lina berusaha merebutnya.

Lili menghindar sambil tersenyum. "Aku sudah bilang, barang ini nggak berharga, bahkan kalau dikasih pun aku nggak mau. Alan hanya ingin menunjukkannya padaku sebentar, nanti juga dikembalikan. Kenapa buru-buru begitu?"

Lina mengepalkan tangan kuat-kuat. "Alan Houston! Kenapa diam-diam mengambil barangku?"

Alan tekejut sejenak, lalu membantah dengan keras, "Siapa yang mencuri? Ini rumahku, aku boleh mengambil apa saja yang kuinginkan!"

Alan menatap Lina dengan marah. "Aku melihat sendiri, ayah diam-diam memberikan syal padamu di belakang Tante Lili dan kamu menerimanya! Dasar nggak tahu malu!

Lina menatapnya dengan pandangan yang membuat Alan gemetar hingga bersembunyi di belakang Lili.

Lili mencemooh, "Gimana? Berani berbuat, tapi nggak berani bertanggung jawab?"

Dia mengayunkan liontin giok itu sambil mengejek, "Aku akan menikah dengan Sam besok. Kamu diam-diam menerima barangnya, wajar kalau aku marah ke kamu. Sudah untung wajahmu nggak kupukul sampai hancur. Cepatlah berterima kasih padaku!"

Lina menarik napas dalam-dalam. "Lili, aku nggak ingin berdebat denganmu. Aku akan kembalikan syal itu, kembalikan liontin giokku."

Lili tersenyum mengejek. "Berdebat denganku? Kamu punya hak apa? Menukar syal dengan liontin giok? Oke, ambillah."

Lina berbalik dan dengan cepat mengambil syal yang diberikan semalam.

Lili tersenyum sinis. "Ambil gunting, potong menjadi potongan kecil."

Lina mengambil gunting dan tanpa ragu memotong syal itu hingga hancur.

"Cukup?"

Lili mengangguk. "Oke, ini untukmu."

Belum selesai berbicara, dia melempar liontin giok itu keluar jendela.

Wajah Lina pucat pasi. Dia segera berlari keluar dan menemukan liontin giok putihnya sudah hancur berkeping-keping, hanya tali merah yang memudar yang tetap utuh.

Lina berlutut dan tangannya gemetar memandangi pecahan-pecahan itu. Air matanya jatuh satu demi satu.

Seseorang bertanya, "Apa yang pecah?"

Lina meraih pecahan-pecahan itu ke telapak tangannya, tiba-tiba dia menengadah, lalu mengambil sebuah batu bata dan menerjang Lili.

Lili menjerit, "Ada pembunuhan! Tolong!"

Namun, Lina sudah mencapai batas kesabarannya. Satu-satunya warisan kakeknya telah hancur.

Saat itu, dia hanya ingin bertarung habis-habisan. Matanya memerah, seperti orang gila.

Semua orang ketakutan.

Lina menerjang ke arah Lili, batu bata di tangannya siap menghantam Lili.

Orang-orang di sekeliling menjerit ketakutan.

Tepat satu detik sebelum batu bata menghantam Lili, tangan Lina ditahan.

Sam berkata dengan suara berat, "Lina, apa yang kamu lakukan?"

Lina mencoba melepaskan beberapa kali, tetapi cengkeraman Sam makin kuat dan hampir hampir mematahkan pergelangan tangannya.

Dia sadar kekuatannya kalah jauh dari Sam. Akhirnya, Lina terpaksa melepaskan batu bata itu.

Lina mengulurkan tangan lainnya, serpihan giok putih di telapak tangannya melukainya hingga berdarah.

Lina berkata dengan suara gemetar, "Dia menghancurkan satu-satunya warisan kakekku."

Sam terkejut dan reflek membela, "Lili pasti nggak sengaja..."

Lina menutup mata sejenak, saat membukanya, tatapannya pada Sam seperti menatap orang asing.

Dia tidak berkata sepatah kata pun, lalu berbalik pergi.

Di belakang, Sam memanggil dengan gelisah, "Lina..."

Lina pura-pura tidak mendengar dan berjalan tanpa menoleh.

Lili sudah meringkuk ke pelukan Sam. "Sam, aku kaget sekali, untung kamu datang! Aku memang nggak sengaja. Besok kita kasih dia suvenir yang banyak, dan gaji bulan ini kita tambah sepuluh ribu sebagai permintaan maaf..."

Lina mendengar Sam menjawab, "Besok kita menikah. Lili, kamu harus tidur lebih awal malam ini."

Lina menutup pintu.

Alicia memeluknya. "Ibu, jangan menangis. Di sini penuh orang jahat. Besok kita pergi dan jangan kembali lagi!"

Lina memeluk putrinya erat, sambil terisak mengangguk.

Malam itu, Sam mengetuk pintu lagi.

Lina tidak menanggapi.

Dia berdiri di pintu dan berkata dengan suara pelan, "Lina, satu-satunya warisan kakekmu hilang. Aku mengerti perasaanmu, aku juga sedih. Nanti aku akan menggantinya dengan yang lebih baik, oke? Jangan marah pada Lili, dia nggak sengaja."

"Syalmu rusak, nanti kubelikan yang baru, tanpa sepengetahuan Alan."

Itulah kompensasinya.

Lina tersenyum sinis.

Lina tidak tidur semalaman, sambil menunggu waktu tiba. Saat waktunya tiba, Lina membawa bungkusan barang dengan satu tangan dan menggendong Alicia dengan tangan lainnya. Lina meninggalkan Rumah Keluarga Houston tanpa menoleh ke belakang.

Dia berjalan cepat menuju stasiun kereta.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B39478" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B39478
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas
8.2
Pernikahan yang didambakan harmonis justru berujung pilu akibat lisan tajam sang ibu mertua. Setiap hari, seorang istri harus menahan tuduhan mandul dan cercaan atas pernikahan mereka, sembari memikul beban urusan domestik yang tiada henti. Tekanan batin kian berat saat ia terus dituntut segera menghadirkan cucu. Di tengah perlakuan semena-mena ini, ia kini berada di titik krusial untuk menentukan pilihan: tetap berjuang bertahan atau menyudahi segalanya.
Sampul Novel Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
9.3
Solene sangat hancur saat suaminya yang berprofesi sebagai dokter mendiagnosisnya mengalami kehamilan ektopik. Sang suami tampak panik dan mendesaknya untuk segera melakukan operasi aborsi demi menyelamatkan nyawanya, bahkan menyarankan adopsi anak. Namun, Solene kemudian tidak sengaja mendengar rencana busuk suaminya dengan wanita lain. Ternyata, diagnosis tersebut hanyalah kebohongan demi memuluskan rencana membawa anak kandung rahasianya, Leo, masuk ke dalam rumah dan menguasai seluruh warisan harta.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Kehidupan Deo runtuh setelah Freya memilih menikah dengan kakaknya sendiri. Saat terpuruk, takdir mempertemukannya dengan Veren, gadis putus asa yang hampir mengakhiri hidupnya karena patah hati. Akibat kesalahpahaman besar, mereka berdua justru terikat dalam pernikahan muda yang tak terduga. Di tengah komitmen baru ini, sanggupkah Deo dan Veren menyembuhkan luka masa lalu bersama dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif
8.9
Demi mengejar Dian, Liam, insinyur ternama sekaligus pemimpin Jacob Group, rela terbang langsung ke Jakarta. Sejak menyelamatkannya di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Walau merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang direstui orang tuanya, Dian tidak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan yang rumit ini, ketulusan Liam perlahan meluluhkan hatinya. Sosok yang awalnya menakutkan itu ternyata mampu memberikan cinta sejati dan momen romantis.
Sampul Novel Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan
9.5
Pernikahan lima tahun Sofia Storia hancur setelah Alvian berselingkuh dengan Clara, seorang pemandu karaoke. Alvian menceraikannya hanya karena penampilan Sofia kini berubah gemuk. Di masa sulitnya, Sofia bertemu Reyfaldi, CEO kaya yang tertutup. Pria itu menawari pernikahan dengan kesepakatan khusus. Dibantu Reyfaldi, Sofia bertekad mengubah penampilannya demi membalas dendam kepada mantan suami dan selingkuhannya. Berhasilkah Sofia membalaskan sakit hatinya?