APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif

Luka Cinta Dari Suami Obsesif

Demi menyelamatkan kakeknya, seorang wanita terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungnya selama sepuluh tahun. Naas, dia justru disiksa Virginia hingga wajahnya hancur, lalu dibuang Simon ke sungai es dalam kondisi sekarat. Di ambang kematian, ia mengetahui sang kakek telah wafat. Simon telah merenggut orang tua, kebebasan, dan harapannya. Kini, dengan dendam yang membara, wanita itu bersumpah akan bangkit untuk menghancurkan hidup Simon sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku dipaksa menikah dengan Simon Adijaya, pria yang mengurungku selama sepuluh tahun, demi menyelamatkan nyawa kakekku. Namun, tepat di hari kakekku seharusnya pulih, aku malah dihajar habis-habisan oleh kekasih barunya, Virginia.

Dia dan teman-temannya menyeretku, mematahkan jari-jariku, dan menghancurkan wajahku hingga tak bisa dikenali.

Saat Simon pulang, dia melihatku yang berlumuran darah dan cat, tergeletak di antara puing-puing lukisan bunga matahariku. Tanpa ragu, dia menyebutku "sampah".

"Buang dia ke sungai," perintahnya dengan dingin.

Aku dilempar ke air yang sedingin es. Saat kesadaranku hampir hilang, aku mendengar kabar yang menghancurkan segalanya: kakekku telah meninggal pagi itu.

Simon, pria yang merebut orang tuaku, kebebasanku, dan tanganku, kini juga telah merenggut satu-satunya alasanku untuk hidup.

Api dendam yang selama ini terpendam akhirnya meledak. Aku bersumpah, aku akan menghancurkan dunianya, membuatnya merasakan setiap tetes penderitaan yang kurasakan, sampai dia berlutut memohon kematian yang tak akan pernah kuberikan.

Bab 1

Syahira Ekaputri POV:

Ketika ayah meninggal dalam kecelakaan mobil yang mencurigakan itu, aku tidak hanya kehilangan dirinya. Aku kehilangan segalanya. Seluruh duniaku runtuh di hari itu. Kemudian, Simon Adijaya datang, menawarkan padaku sebuah 'rumah' yang terasa lebih seperti sangkar.

Simon adalah teman masa kecilku. Kami tumbuh besar bersama, bermain di taman belakang rumah kami yang berdekatan. Dia adalah putra dari Adijaya, saingan bisnis ayahku. Aku tidak pernah membayangkan dia akan menjadi pewaris kekuasaan sebesar ini, atau bahwa dia akan menggunakan kekuasaannya untuk mengikatku.

Setelah pemakaman, Simon membawaku ke vila keluarganya. Itu adalah tempat mewah, tapi bagiku, itu adalah penjara emas. Aku merasa seperti benda, bukan manusia. Statusku tidak jelas. Terlalu disayangi untuk disebut pembantu, terlalu dikendalikan untuk disebut anggota keluarga.

Sepuluh tahun berlalu dalam kabut yang menyakitkan. Sepuluh tahun hidup di bawah kendali Simon yang posesif. Dia mengawasiku, setiap langkahku, setiap napas. Cintanya terasa seperti rantai yang mengikatku erat.

Aku dipaksa menikah dengannya. Itu adalah satu-satunya cara agar kakekku bisa mendapatkan perawatan medis terbaik. Kakek adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa, satu-satunya alasan aku hidup. Simon tahu itu. Dia menggunakan kakekku sebagai alat untuk mengendalikanku.

Dua bulan yang lalu, semuanya berubah. Simon mulai bosan dengan sikap dinginku. Dia mulai memamerkan kekasih barunya, Virginia Hombing. Gadis itu memiliki gaya busana yang mirip denganku, bahkan selera yang hampir sama. Simon ingin aku cemburu.

Dia terus-menerus mengirimiku foto-foto mesra mereka. Foto-foto itu menumpuk di ponselku, di kotak masuk emailku. Aku melihatnya, tapi tidak ada yang terasa. Hatiku sudah mati. Aku mengabaikannya.

Aku mencurahkan seluruh waktuku untuk menyempurnakan motif batik warisan ayahku, "Kembang Harapan." Studiku adalah satu-satunya tempat aku merasa bebas. Aku melukis motif bunga matahari di dinding-dinding vila. Setiap garis, setiap warna, adalah bagian dari jiwaku.

Dinding-dinding itu, yang dulunya polos dan dingin, kini hampir sepenuhnya tertutup bunga matahari. Mereka tumbuh, memenuhi setiap celah, seperti harapan yang terus aku pupuk di dalam diriku. Harapan untuk kakek.

Kakekku hampir pulih. Dokter mengatakan dia akan segera keluar dari panti jompo. Hati mati rasa ini merasakan sedikit getaran. Sedikit kebahagiaan. Simon berjanji aku bisa bertemu kakek setelah dia keluar. Itu adalah janji yang aku pegang erat-erat.

Aku bersenandung pelan sambil bekerja di studiku. Suara kuas di atas kanvas, aroma malam batik yang hangat, semua terasa menenangkan. Ini adalah salah satu momen langka di mana aku merasa ringan. Kakek akan pulang. Aku akan bisa melihatnya lagi.

Tiba-tiba, aku mendengar suara-suara dari luar. Suara cekikikan perempuan, langkah kaki yang banyak. Suara mereka memecah keheningan yang nyaman.

"Simon pasti akan terkejut!" Sebuah suara melengking berkata. "Dia tidak akan menyangka kita datang!"

"Tentu saja, Virginia. Dia akan sangat senang. Siapa yang tidak suka kejutan seperti ini?" Suara lain menimpali, penuh nada menjilat.

Jantungku berdebar kencang. Virginia. Kekasih Simon. Mereka ada di sini.

Aku teringat aturan Simon yang ketat. Tidak ada yang boleh masuk ke vila ini tanpa izinnya. Tidak ada pengunjung. Vila ini adalah bentengnya, tempat dia menyembunyikanku dari dunia. Aku harus memperingatkan mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi jika Simon tahu.

Aku pernah mencoba melarikan diri, dulu sekali. Seorang tukang kebun melihatku dan mencoba membantuku. Simon menemukannya dan memukulinya sampai babak belur. Dia hampir mati. Setelah itu, tidak ada yang berani membantuku. Vila ini terlalu terpencil. Tidak ada jalan keluar. Hanya Ibu Lilis, kepala pelayan yang setia, yang merawatku. Tapi dia juga takut pada Simon.

Aku bergegas keluar dari studio, melintasi koridor panjang. Aroma cat masih menempel di pakaianku. Aku membuka pintu utama.

Dan di sanalah dia. Virginia Hombing.

Dia berdiri di depan pintu, dikelilingi oleh tiga temannya yang berpakaian mencolok. Mataku terpaku padanya. Rambutnya, potongan pakaiannya, bahkan cara dia berdiri-semuanya sangat mirip denganku. Ini bukan kebetulan. Simon sengaja memilihnya.

Aku menatap pantulan diriku di wajahnya. Ada cermin di depanku. Aku terkejut. Virginia juga terkejut. Udara terasa dingin, tegang.

"Siapa kau?" Virginia yang pertama memecah keheningan. Nadanya berubah tajam, penuh amarah.

Aku tidak sempat menjawab. Tangannya melayang.

PLAK!

Pipi kananku terasa panas, berdenyut. Kepalaku terhempas ke samping. Rasanya seperti ditampar dengan kekuatan penuh.

"Berani-beraninya kau masuk ke vila Simon?" teriaknya, matanya menyala-nyala. "Kau ini penyusup, kan? Pelacur murahan yang mencoba memancing perhatian Simon?"

Aku mencoba menjelaskan. "Aku..."

Dia mencengkeram rambutku dengan kasar. Jari-jarinya menarik kulit kepalaku, rasanya sakit sekali. "Kau pikir kau bisa mengelabuhiku? Kau menyelinap ke sini, mencoba merusak hubunganku dengan Simon?"

Dia menarikku, menyeretku. Aku tersandung, lututku terbentur paving, lenganku tergores. Rasa sakit menjalar, seperti ribuan jarum menusuk-nusuk. Dia menyeretku melewati halaman, ke arah taman bunga matahari yang aku lukis di dinding.

"Kau pasti salah." Rasa sakit membuat suaraku serak.

"Lihat ini, teman-teman!" Virginia menunjuk ke dinding yang penuh bunga matahari. "Dia bahkan meniru seleraku dalam melukis! Mentertawakan seleraku! Pikirannya pasti sakit."

Dia tertawa sinis, dan teman-temannya ikut tertawa. Tawanya menusuk telingaku.

Dia menunjuk ke wajahku. "Kau bahkan melakukan operasi plastik agar terlihat sepertiku, kan? Dasar wanita gila! Penyusup menjijikkan!"

Kakiku terseret paksa. Punggungku terbentur dinding. Semakin lama, tangannya semakin kuat mencengkram rambutku.

"Kau pikir dengan meniru gayaku, kau bisa menarik perhatian Simon? Kau pikir kau bisa merebutnya dariku? Kau salah besar, jalang!" Dia meludahkan kata-kata itu dengan penuh kebencian. "Kau pikir kau bisa melukis di dinding ini dan Simon akan terkesan? Simon membenci bunga matahari!"

Dia mengibaskan rambutku, lalu menendang betisku. Aku jatuh terduduk, pandanganku berputar. Rasa sakitnya luar biasa. Rasanya seperti setiap tulangku hancur.

"Dengar, jalang," katanya, membungkuk menatapku dengan mata penuh api. "Simon itu milikku. Jika kau berani mendekatinya lagi, aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa melihat cahaya matahari lagi."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta
7.9
Saat mengetahui kehamilannya, sang protagonis justru mendapati suaminya, Yohan Suharso, mendampingi Maudy Hutomo memeriksakan kandungan. Menghadapi sikap dingin Yohan yang memilih tidak pulang, ia memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Selama ini, semua orang mengira ia tidak akan pernah pergi karena sangat mencintai Yohan. Padahal, pengorbanannya bertahan selama sepuluh tahun murni demi membalas utang budi. Kini, saatnya ia mengakhiri pernikahan sepihak ini dan melangkah pergi.
Sampul Novel Bos, Jangan! Nanti Ketahuan
9.6
Hidup Selena sebagai ibu rumah tangga berubah total setelah Haris, bos suaminya, terpesona oleh penampilannya yang sederhana saat berkunjung. Haris menawarkan posisi sekretaris pribadi yang menjadi jalan keluar Selena dari kekangan rumah tangga. Namun, pekerjaan ini justru menyeretnya ke dalam perselingkuhan panas. Demi ambisi naik jabatan, sang suami memilih mengabaikan pengkhianatan tersebut. Kini, mereka semua terjebak dalam pusaran gairah dan tuntutan moral yang mengancam pernikahan mereka.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan, miliarder ramah namun ceroboh dalam asmara, kerap memicu pertikaian keluarga karena gemar merayu kekasih para sepupunya. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan. Kini, sang bujangan kaya harus berjuang keras membuktikan ketulusan hatinya. Sanggupkah Erhan meyakinkan wanita tersebut bahwa ia telah sepenuhnya menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya adalah CEO sukses yang dikenal sebagai monster berwajah malaikat. Ia sangat berambisi untuk sepenuhnya memiliki Sarah Rania, asisten pribadinya sendiri. Namun, rencana Kevin terhambat oleh Hansen Rudolf, sahabat masa kecilnya yang juga menaruh hati pada Sarah dengan penuh kelembutan. Di antara persaingan ketat kedua pria itu, Sarah kini terjepit dalam badai emosi yang menguras hati. Akankah ia memilih sang bos yang dominan, atau bersandar pada Hansen yang tulus?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Niat Vivian menemui Darren di kantor untuk urusan tanda tangan kontrak penting berujung pilu. Meski terbiasa santai, ia sempat bimbang mengetuk pintu ruang kerja kekasihnya itu. Begitu masuk, hatinya hancur seketika saat menyaksikan keintiman Darren dan Khloe. Di bawah kehangatan sinar matahari, Khloe tampak mesra merapikan dasi pria itu. Kehadiran Vivian yang tiba-tiba membuat suasana langsung membeku, meninggalkan dirinya terpaku tanpa mampu berucap sepatah kata pun.