APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love my adoptive father

Love my adoptive father

Demi mengobati luka hatinya, Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent yang berusia tiga belas tahun dari panti asuhan. Alex sempat berjanji tidak akan menikah lagi, tetapi kedekatan mereka justru menumbuhkan cinta terlarang yang begitu mendalam. Hidup Alex menjadi lebih berwarna dan hubungan keduanya pun kian intim. Sayangnya, kisah asmara mereka kini terancam hancur akibat rencana perjodohan dari orang tua Alex serta kembalinya sang mantan kekasih yang mulai mengusik.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi tampak begitu terlihat indah dan cerah. Cuaca dipagi itu terlihat sangat mendukung. Orang-orang sudah sibuk dengan aktivitas mereka diluar sana.

Tapi tidak dengan wanita cantik yang masih begitu terlelap diatas pembaringannya, ia begitu menikmati tidurnya dengan begitu pulas dengan senyuman manis di-bibirnya, ia seakan sedang memimpikan sesuatu yang membuatnya tersenyum ditidurnya.

Tubuh seksinya masih nyaman terpejam dibawah selimut tebal dengan memeluk gulingnya.

Beberapa detik kemudian terdengar bunyi langkah kaki memasuki kamar wanita cantik dan seksi itu. Pria tersebut tersenyum saat sudah membuka pintu kamar itu, ia menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan terlipat didepan dada.

Karena ulahnya semalam membuat Bella begitu terlihat lelah diatas pembaringannya. Bukan tanpa sebab karena ia menggempur Bella habis habisan semalaman, ia baru membiarkan Bella tertidur pada pukul jam 3 pagi.

Ia terkekeh pelan mengingat Bella merengek untuk menyudahi permainan mereka semalam. Alexander dengan perlahan melangkah kearah ranjang mendekati tubuh molek itu.

"Sayang bangun, dasar pemalas. Ayo bangun ini sudah pagi. Memangnya kamu tidak ingin jalan jalan bersama Dadddy." Ucap Alex yang masih tidak dijawab oleh Bella.

Bella belum juga terusik dengan panggilan Alex. Melihat itu Alex pun mendekati wajah Bella lalu memberikan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Bella.

"hmmpt, Dadd jangan diganggu lagi ah aku masih ngantuk nhi." Rengek Bella dengan bibir mata yang masih tertutup.

Alex tersenyum saat mendapat sahutan dari bella. "Ayo bangun bukannya kamu ingin Daddy bawah kamu jalan-jalan, hari ini?"

"Nggak jadih deh, aku udah kehabisan tenaga lagi buat pergi. Daddy aja yang pergi." Ucap Bella sambil mempererat pelukannya di guling.

"Jadi benar kamu nggak mau? Hmm sayang banget dong kalau gitu. Padahal hari ini Daddy udah nyiapin tempat yang bagus banget buat kamu." Bohong Alex mencoba merayunya.

Mendengar itu Bella seketika membuka matanya dengan sempurna, ia langsung bangkit dari tidurnya. Duduk menghadap pria mapan tersebut.

Bahkan Bella tanpa sadar sudah setengah telanjang di-bagian atasnya karena selimut itu melorot. Hingga memperlihatkan dua buah kembarnya yang begitu menantang pria di depannya tersebut.

"Memangnya Daddy udah nyiapin tempat apa?" Tanya Bella dengan penasaran.

"Hmm kasih tau nggak ya, jangan dong nanti nggak jadi suprise lagi." Ucap Alex.

"Loh emangnya kenapa? Bukannya Bella juga belum ulang tahun kan? Terus ngapain buat surprise?" Tanyanya dengan bingung.

"Memangnya cuman orang yang ulang tahun aja di kasih surprise? Kan tidak. Semua juga berhak dapat kejutan." Ucap Alex tersenyum dengan tangannya terangkat mengelus pipi mulus Bella.

"Ah Daddy kasih tau dong dad, Daddy mah nggak asik." Rengek Bella dengan bibir terlihat meruncing ke-depan.

"Jangan menggoda Daddy dengan bibir kamu dimajukan kayak gitu, pengen banget di gigit ya kamu. Dari tadi juga kamu kayaknya pengen godain Daddy dengan tubuh yang udah setengah telanjang kayak gitu." Ucap Alex sambil tersenyum nakal.

"Ap-apa! Astaga!" Bella begitu terkejut menatap dadanya yang tidak tertutup lagi oleh selimut.

Tapi itu juga tak membuatnya menutupi kedua benda tersebut karena percuma juga, tubuhnya sudah dilihat dan dijamba oleh pria di depannya itu. Bahkan pria tersebut begitu menghafalnya di-setiap inci tubuh itu.

"Ayo mandi kamu harus siap-siap, kita akan berangkat bareng." Ucap Alex meraih tangan Bella untuk digenggam.

Tapi Bella masih bergeming ditempatnya dengan wajah bingung ia perlihatkan pada pria tersebut.

"Memangnya kita mau kemana sih Dad? Dan lagian hari ini bukannya Daddy mau ke kantor?"

"Tidak papi tidak ke kantor, hari ini papi mau habisin waktu buat kamu." Ucap Alex tersenyum.

"Beneran Dad? Daddy ngga sibuk lagi kan?" Tanya Bella dengan wajah begitu senang. Ia senang karena bisa punya waktu seharian dengan pacar sekaligus Daddy angkatnya itu.

Biasanya pria itu selalu disibukkan dengan pekerjaannya hingga membuat keduanya hanya bisa bertemu jika malam hari.

"Iya, sayang. Hari ini kamu sepuas-puasnya kuasai Daddy lagi tanpa harus bersaing dengan pekerjaan Daddy." Sambil terkekeh.

Bella pun sontak langsung memeluk tubuh Alex dengan begitu senangnya. "Akhirnya kita bisa me time lagi." Ucapnya pelan dalam pelukan Alex.

Alex mengulum senyumnya sembari mengelus punggung Bella dengan sayang.

"Iya." Ucap pria itu.

Merasa sudah cukup berpelukan, Alex pun melepaskan pelukan mereka. Ia kemudian menatap wajah Bella sebentar sebelum melabuhkan kecupan di wajah Bella.

"Ayo sekarang kamu harus mandi setelah itu siap siap kita akan pergi." Ucap Alex tersenyum.

Bella mengangguk membalas senyuman Alex.

"Ayo." Sambil menyodorkan tangannya untuk menggenggam Bella menuju kamar mandi.

"Bella mau digendong Dad." Ucapnya dengan manja.

"Dasar manja." Ucap Alex terkekeh lalu membawa tubuh Bella dalam gendongannya, mengendongnya bak koala.

Bella tersenyum senang sambil melingkarkan kedua kakinya di-pinggang Alex. Dengan kedua tangan mengalun di leher pria mapan tersebut.

Alex tersenyum merasa gemas dengan Bella, yang begitu manja pada dirinya. Alex Kemudian melangkah kearah kamar mandi sesekali mengecup bibir Bella, Bella tak menolaknya ia bahkan dengan senang hati membalas kecupan Alex.

Sesampainya mereka di kamar mandi itu, Alex langsung menurunkan Bella di-atas bathub lalu menyalakan air untuk wanita itu.

"Udah sekarang kamu mandi, Daddy akan tunggu di bawah. Jangan lama lama mandinya." Ucap Alex sambil mengecup pelipis Bella.

Saat Alex akan melangkah Bella dengan cepat menahan pergelangan tangan Alex, hingga membuat pria itu langsung menoleh lagi kearah nya.

"Kenapa?" Tanya Alex dengan bingung.

"Aku mau dimandiin sama Daddy." Ucapnya dengan suara manja.

"Astaga, tapi Daddy udah selesai mandi sayang. Masa Daddy harus mandi lagi." Ucap Alex.

"Pokonya Bella nggak mau mandi kalau nggak dimandiin Daddy." Ucapnya yang sudah terlihat merajuk.

Melihat itu mau tidak mau Alex harus mengalah demi tidak membuat wanita yang ia sayangi itu menangis.

"Baiklah putri manja Daddy." Sambil mencubit gemas pipi Bella.

"Aow sakit Daddy." Bella mengaduh.

Alex pun langsung menanggalkan pakaiannya lalu ikut masuk kedalam buthub yang sama bersama Bella.

Bella tersenyum lalu menganti posisi di pangkuan Alex. Mereka pun mandi bersama dengan Alex yang menyabuni tubuh polos bella dari belakang.

"Hmmpt." Lenguh Bella saat Alex dengan isangnya meremas dua bukit kembarnya.

"Dia semakin besar." Ucap Alex merasa gemas dengan kedua benda itu.

Bella tersenyum sambil menyadarkan kepalanya di dada Alex. "Mungkin Daddy kebanyakan pegang deh." Ucap Bella tak kalah frontal hal itu berhasil membuat Alex tertawa.

"Mungkin, bisa jadi karena itu." Ucap Alex.

"Oh iya Dad, kapan orang tua Daddy mau ke sini?" Tanya Bella sambil mendongakkan wajahnya keatas menatap Alex.

Alex pun membalas tatapan Bella dengan kedua tangan yang masih terus bermain-main di kedua benda padat milik Bella.

"Mungkin lusa, mereka udah kangen sama Daddy jadi pengen makan malam bersama bareng di Daddy sama kamu." Ucap Alex sambil mengecup dahi Bella.

"Oh gitu ya dad." Ucapnya mengerti.

Keduanya pun menikmati mandi bersama itu.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Putri Konglomerat
8.2
Kehidupan Aluna hancur saat memergoki suaminya, Dian, mendampingi Ratnasari di rumah sakit ketika ia tengah berjuang menjalani program bayi tabung. Penderitaan Aluna memuncak saat ia dikurung dan dipaksa menggugurkan kandungannya lewat sabotase obat. Usai kehilangan bayinya dan diusir, identitas asli Aluna sebagai putri konglomerat media yang hilang akhirnya terungkap. Sang pewaris kini kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.3
Sena Monela mengalami nasib buruk hanya karena mengenakan gaun sang kakak di hari ulang tahun kekasihnya. Ia diculik oleh Alexander Sagala, seorang pria berkuasa yang ingin membalas dendam demi adiknya yang depresi akibat ditinggalkan oleh Giana, kakak Sena. Meski menyadari telah salah menangkap orang, Xander menolak melepaskan Sena dan justru menjadikannya tawanan pribadi. Kisah penuh misteri dan penderitaan Sena dimulai saat ia terperangkap dalam kemarahan sang CEO kejam.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
9.4
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat sang mantan kekasih kembali memikat Dave. Melalui pesan provokatif dan bukti kemesraan mereka, termasuk kembang api biru di malam anniversary yang sepi, Sheila menyadari akhir dari hubungan mereka. Tanpa air mata, ia menandatangani surat perceraian. Lebih dari itu, Sheila meminta sekretarisnya menyiapkan pernikahan baru untuk Dave dan selingkuhannya, sebelum akhirnya terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung bagi keduanya.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Ketika Kapal Tenggelam, ⁠Tunanganku Menolong Cinta Pertamanya
9.3
Tragedi tenggelamnya kapal pesiar menyisakan luka mendalam bagi Zayden yang memilih menyelamatkanku dibanding cinta pertamanya, Caitlyn, yang akhirnya tewas. Meski tetap menikahiku, selama lima tahun Zayden menyiksaku karena dendam atas kematian Caitlyn. Saat aku meminta cerai, dia justru menyeret kami berdua ke dalam kematian. Beruntung, takdir membawaku kembali ke hari kecelakaan maut itu terjadi. Kali ini, aku memutuskan merelakan tempat di perahu penyelamat untuk wanita yang sangat dia cintai.
Sampul Novel Mama Polos Dan Bayi Jenius
9.2
Kehidupan seorang wanita berubah total setelah insiden salah kamar enam tahun lalu. Tanpa mengetahui identitas pria malam itu, ia memilih kabur demi membesarkan anaknya seorang diri. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di dunia kerja, di mana ia menjadi sekretaris dari pria tersebut. Meski sang bos tidak mengenali dirinya, ketertarikan kuat mulai tumbuh di antara mereka. Di tengah situasi ini, rahasia masa lalu membayangi ketenangan hidupnya.