APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love In Bandung

Love In Bandung

Di balik romansa Bandung, Lisa memendam rasa pada Reyhan, sahabatnya. Namun, kehadiran Louis dari Singapura mengubah segalanya dan berhasil memikat hati Lisa. Ketika hubungan Lisa dan Louis terjalin, Reyhan baru menyadari perasaannya sendiri. Sayang, sebuah rintangan pahit menghadang cinta Lisa dan Louis. Meski Reyhan berusaha mendekat, sosok Louis tetap tak tergantikan. Akankah Lisa bersatu dengan salah satu dari mereka, atau justru kehilangan keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Di alun-alun kota Bandung, ada banyak sekali penjual bakso dengan ciri khas rasanya yang berbeda-beda.

Namun, dari sekian banyaknya penjual bakso, Lisa hanya ingin memakan bakso yang bernama bakso beledug. Sebenarnya, bakso ini tidak cukup terkenal. Malahan ada bakso lain yang lebih terkenal dari bakso beledug.

Lisa sempat berpikir, kenapa bakso yang menurutnya bakso terenak di dunia itu tidak diketahui orang lain. Entah benar bakso itu adalah bakso terenak, atau ada bakso yang lebih enak yang tidak mau Lisa coba.

Lisa tipikal orang setia. Terhadap makanan pun dia setia. Jika dia sudah menemukan makanan yang menurutnya enak, dia akan tetap memilih makanan itu sampai makanan itu tidak ada lagi. Bahkan, dia tidak berminat mencari makanan yang jauh lebih enak dari makanan itu.

Berbeda dengan Reyhan. Dia adalah tipikal orang pemilih dalam segala hal. Termasuk dalam makanan. Reyhan hanya suka makan di restoran, karena menurutnya makanan di restoran sudah pasti sehat dan enak. Berbeda dengan makanan pinggiran yang jauh dari kata sehat. Itu menurutnya!

Seperti saat ini, dia tidak mungkin datang ke tempat bakso di pinggiran jalan, kalau bukan Lisa yang menginginkan untuk makan di sana.

Seharusnya dia tidak membiarkan Lisa untuk memilih restoran yang akan mereka datangi, karena Lisa tidak akan memilih restoran mana pun.

Tidak masalah! Kali ini Reyhan mengalah. Dia lebih suka melihat Lisa yang lahap memakan bakso dari pada Lisa yang pura- pura tidak mempedulikannya seperti tadi.

Reyhan tidak memesan bakso itu. Mustahil baginya, jika dia ikut memakan bakso yang berada di pinggiran jalan. Dia lebih memilih untuk menahan rasa laparnya, dari pada harus memakan bakso yang kini tengah dimakan Lisa.

"Katakan!"pinta Lisa dengan mulutnya yang masih dipenuhi bakso.

"Telan dulu makananmu dengan benar." Reyhan terkekeh pelan. Dia mengusap sudut bibir Lisa yang terkena noda kuah bakso, menggunakan jarinya.

Lisa mendengarkan perkataan Reyhan, dia mengunyah, menelan, lalu melanjutkan perkataannya.

"Ke mana saja kamu seminggu terakhir ini? Apa kamu masih ingat, waktu itu kamu janji mau menjemputku di stasiun. Kamu tahu berapa lama aku menunggu? Kalau tidak bisa menjemput, kamu bisa memberitahuku dengan menelepon. Bukankah itu salah satu alasanmu membeli ponsel? Atau kamu lupa untuk apa gunanya ponsel?" Lisa berbicara dengan kalimat panjang lebar. Dia mengeluarkan semua unek-unek yang sudah dia tahan beberapa hari ke belakang.

Sementara Reyhan, dia tidak langsung menjawab. Dia malah menahan senyum. Hal itu tentu saja membuat Lisa semakin kesal dengannya.

Dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri, bahwa dia lebih suka sosok Lisa yang cerewet dari pada sosok Lisa yang mempedulikannya. tidak

"Aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu. Jangan coba-coba mengataiku cerewet atau bawel!" ancam Lisa sambil meraih garpu yang dia todongkan ke hadapan Reyhan dan menatap Reyhan dengan tatapan tajam.

Mereka berdua sudah berteman, sejak Lisa pindah ke Bandung. Mereka bertemu untuk pertama kalinya ketika Reyhan diajak menghadiri pesta pembukaan cabang kantor perusahaan baru ayah Lisa di jalan Buahbatu.

Reyhan pernah mengaku pada Lisa bahwa pada awalnya dia berpikir jika Lisa anak angkat, karena Lisa berbeda sekali dengan ayahnya.

Padahal jika diperhatikan dengan saksama, Lisa juga memiliki kemiripan dengan ayahnya.

Dia memiliki kedua ciri sekaligus. Perpaduan suku sunda dari ayahnya, dan suku jawa dari ibunya, menjadikan dia sebagai gadis cantik sejuta pesona.

Seiring berjalannya waktu, mereka selalu bersama. Kemudian Reyhan menganggap Lisa sebagai adiknya sendiri dan mereka berdua sangat cocok.

Orang yang tidak mengenal mereka, selalu menganggap mereka sebagai pasangan kekasih. Setiap kali mereka pergi berdua, mereka kerap kali mendengar orang-orang yang membisikkan keserasian mereka menjadi pasangan kekasih.

Mungkin karena mereka punya kesamaan nasib. Mereka berdua anak tunggal, orang tua mereka sudah bercerai walaupun masih berhubungan baik sampai sekarang, dan mereka tinggal bersama ayah mereka.

"Hello? Kamu mau mulai menjelaskan sekarang atau mau menunggu sampai musim rambutan?" tanya Lisa tiba-tiba dan langsung membuat Reyhan tersadar kembali dari lamunannya.

Mendengar suara itu, Reyhan langsung mengangkat pandangannya, dan mendapati Lisa yang sedang menatapnya tajam dengan alis terangkat.

"Baiklah, aku minta maaf!" ucap Reyhan hati-hati, sembari menyunggingkan senyum lima ribu watt-nya.

"Aku minta maaf karena tidak bisa menjemputmu di bandara. Aku juga minta maaf karena tidak menghubungimu."

Reyhan langsung mengatakan dan mengakui kesalahan kepada Lisa. "Kamu ke mana saja seminggu terakhir ini?" tanya Lisa kembali.

Dia belum puas hanya dengan mendengar permintaan maaf saja. Dia ingin tahu kenapa Reyhan melakukan kesalahan itu.

"Singapura."

Lisa mengerjapkan mata. "Singapura?"

Reyhan mengangguk. “Waktu itu ayahku sedang ada di Singapura untuk urusan bisnis. Hari minggu lalu, hari kamu kembali ke Bandung, aku mendapat telepon yang mengabarkan ayahku tiba- tiba jatuh pingsan di tengah rapat."

"Lalu, bagaimana keadaannya sekarang?" Lisa tampak begitu khawatir tatakala mendengar kabar itu. Dia menjadi begitu menyesal karena tadi telah bersikap buruk kepada Reyhan, tanpa mendengarkan penjelasan Reyhan lebih dulu.

Reyhan mengangkat sebelah tangan. "Tidak perlu cemas!" tuturnya dengan cepat, ketika melihat raut wajah Lisa yang berubah tampak perihatin.

"Ayahku hanya kelelahan dan jantungnya memang dari dulu sedikit bermasalah. Jadi aku harus langsung terbang ke Singapura untuk menggantikannya."

"Syukurlah jika seperti itu," ucap Lisa bersyukur dan merasa tenang karena tidak ada hal yang terlalu buruk terjadi kepada ayah Reyhan.

"Aku sudah pernah cerita tentang pembangunan apartemen di sini yang bekerja sama dengan Singapura, bukan?" tanya Reyhan, mengingatkan Lisa akan satu hal.

Lisa mengangguk. Dia ingat Reyhan pernah menyebut-nyebut tentang proyek itu. Perusahaan properti ayah Reyhan akan bekerja sama dengan perusahaan Singapura untuk membangun apartemen di Bandung. Reyhan adalah salah satu arsitek yang terlibat dalam proyek ini.

"Karena ayahku harus beristirahat beberapa hari di rumah sakit, aku yang harus melanjutkan pekerjaannya," Reyhan meneruskan. "Aku tidak punya banyak waktu luang untuk menelepon. Aku tidak bisa menemukan waktu yang cocok untuk menghubungimu."

"Di mana ayahmu sekarang?" tanya Lisa. Pikirannya lebih terfokus kepada ayah Reyhan. Dia tidak peduli lagi terhadap Reyhan yang tidak mengubunginya beberapa hari lalu.

"Sudah sehat dan kembali bekerja seperti biasa," sahut Reyhan, lalu mengangkat bahu dan tersenyum lebar.

"Ayahku itu tipe orang yang tidak bisa diam, jadi dia tidak akan tahan terus berada di rumah sakit," sambungnya kembali sembari tertawa pelan.

Sementara Lisa, dia hanya menganggukkan kepalanya, lalu menunduk memandang makanannya. Dia agak menyesali sikap gegabahnya. Marah-marah sendiri sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Bagaimana kabar ibumu?" tanya Reyhan, mengalihkan pembicaraan.

Lisa mengangkat wajahnya. "Bunda? Seperti biasa. Masih sibuk mendesain perhiasan dan aksesoris."

"Belum menikah lagi?"

Lisa menggeleng pelan. "Belum. Sepertinya bunda tidak berniat untuk menikah lagi. Sama seperti ayah, kurasa!" ucap Lisa acuh tak acuh.

"Kemarin aku juga baru pulang dari Surabaya," sambungnya kembali, sengaja memberitahu Reyhan akan kegiatannya selama Reyhan tidak ada bersamanya.

"Bertemu dengan ibumu?" tanya Reyhan spontan.

Itu lebih terdengar seperti tebakkan, bukan pertanyaan.

Lisa mengangguk. "Hmm. Aku juga bertemu dengan sepupuku."

"Sepupumu yang mana?" tanya Reyhan kembali.

"Yang tinggal di Bali. Aku baru tahu ternyata pacarnya seorang publik figur," sahut Lisa, lalu mendadak mengalihkan pembicaraan, "Ngomong-ngomong soal pacar, bagaimana dengan Singapura? Kamu bertemu gadis cantik di sana?"

Reyhan menjentikkan jarinya, "Ah! Aku hampir lupa memberitahumu."

"Apa?" Lisa mengerutkan kening dan langsung was-was.

Tadi dia hanya sekadar bertanya, tidak sungguh-sungguh ingin mendengar kisah cinta Reyhan dengan gadis Singapura atau gadis mana pun.

"Aku punya teman di Singapura," Reyhan memberitahu. "Namanya, Louis!" sambungnya kembali.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan
8.1
Setelah mengalami kecelakaan saat ingin melihat putranya memenangkan kompetisi piano, seorang istri justru dikhianati. Sang anak memberikan medalinya kepada cinta pertama ayahnya, sementara sang suami malah mencaci penampilannya yang kotor dan melarangnya hadir di pesta perayaan. Setelah dikunci di luar rumah dalam kondisi terluka dan kehujanan sepanjang malam, ia akhirnya menyerah. Di pagi hari, ia memutuskan untuk mengirim pesan cerai dan berjanji tidak akan pernah mengganggu kehidupan mereka lagi.
Sampul Novel Aku Meninggalkan Suamiku Karena Mantan Kekasihnya
7.8
Kebahagiaanku di hari ulang tahun ke-60 sirna seketika. Suami dan anak-anakku justru mengabaikanku demi menyambut Nina Sanders, sang mantan kekasih yang baru kembali dalam kondisi menderita Alzheimer. Pengorbananku selama empat puluh tahun seolah sia-sia saat mereka memperlakukanku bagai musuh di depan wanita itu. Menyadari posisiku telah digantikan, aku pun memilih mundur. Dengan hati hancur, aku menyebut diriku orang asing lalu pergi meninggalkan mereka selamanya.
Sampul Novel Cinta & Selingkuh
8.9
Dunia Stela runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh di depan matanya sendiri. Meski hatinya hancur lebur melihat pria yang dicintainya bermesraan dengan wanita lain, ia menolak untuk menyerah dan pergi begitu saja. Di tengah rasa sakit yang mendalam, Stela memilih bertahan demi menjalankan rencana balas dendam yang matang. Ia bertekad membuat sang suami membayar mahal kesalahannya dan merasakan kepedihan serupa yang kini tengah ia rasakan sendirian.
Sampul Novel Eleanor
8.0
Desainer busana, Elena, mendapat peluang emas untuk karier dan cintanya. Ia bersedia tinggal di apartemen milik bosnya, Alva, karena mengira tempat itu kosong. Tanpa disadari, Alva memantau setiap gerakannya dari kejauhan. Kehidupan tenang Elena seketika berubah saat Alva mendadak pulang untuk tinggal bersama. Kini, ia harus menghadapi kehadiran sang bos di dalam ruang pribadinya yang sangat intim.
Sampul Novel Godaan Wanita Kedua
8.1
Niat tulus Elisa menampung sahabatnya di rumah justru berujung petaka bagi pernikahan lima tahunnya dengan Aries. Kepercayaan Elisa hancur seketika saat sang sahabat mengaku tengah mengandung anak suaminya. Pengkhianatan menyakitkan ini memaksa Elisa menghadapi dilema besar dalam hidupnya. Haruskah ia mengalah dan berbagi suami demi mempertahankan rumah tangga, atau berani melangkah pergi meninggalkan Aries demi menemukan kebahagiaan baru?
Sampul Novel Kala Hidup Mengalir dengan Damai
9.8
Pernikahan tiga tahun Calista Lisano diwarnai kebencian dari suaminya, Kayden Farista. Begitu Nadia Farista kembali, Kayden berencana memalsukan kematiannya demi melepas status pewaris dan kawin lari. Setelah tidak sengaja mendengar rencana tersebut di ruang operasi, Calista mengambil keputusan besar. Ia segera menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian dan bersiap menyusul kakaknya ke luar negeri. Calista akhirnya menyerah mempertahankan hubungan sepihak ini demi kedamaian hidupnya.