APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love Illussion

Love Illussion

Pasca tenggelam, Chrystal terbangun di tubuh figuran novel, seorang nona muda berkebutuhan khusus. Ia dipaksa menikahi antagonis kejam yang buta bernama Samudra dari Keluarga Leon. Demi kebebasannya, Chrystal berencana mengumpulkan kekayaan lalu melarikan diri sebelum sang suami pulih. Namun, siasatnya hancur berantakan ketika penglihatan Samudra mendadak pulih dan langsung menatapnya tajam tepat di saat ia bersiap pergi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketika Mobil yang Chrystal tumpangi akhirnya sampai di sebuah rumah mewah dan luas, Chrystal menatap sekelilingnya dengan penuh teliti. Seorang Penjaga dengan pakaian Satpam menyambut kedatangan mereka di pintu gerbang dan setelah melakukan pengecekan baru membiarkan supir keluarga Hermawan untuk memasuki pagar.

Lalu, begitu sampai di depan pintu masuk, seorang pria dengan pakaian ala butler menyambut kedatangan mereka dan membawa mereka menuju ruang tamu.

Tuan Besar Renald Leon, kepala keluarga Leon, menyambut kedatangan mereka dengan hormat. "Tuan Hermawan, sudah lama tidak bertemu. Cucu kedua saya tengah mengalami masalah pada matanya, sehingga dia kesulitan untuk bertemu dengan Anda. Jadi saya yang mewakilinya dan kami menghargai kedatangan Anda."

Hendra menganggukkan kepala sebagai tanggapan. "Terima kasih, Tuan. Sebagai calon keluarga, kita tidak perlu mengikuti formalitas yang kaku. Namun, saya sangat menghormati Anda."

Kemudian, Hendra memperkenalkan Chrystal, "Ini adalah keponakanku, Chrystal."

Dengan senyuman, Hendra mencoba untuk membangun kesan harmoni antara kedua keluarga. "Meskipun dia mungkin sedikit berbeda dalam hal kepandaian, dia selalu menjadi gadis yang patuh dan bijaksana."

Pretensi harmoni ini adalah bagian dari strategi mereka. Chrystal, meskipun masih memendam perasaan jijik, tetap mengikuti alur yang ditentukan.

Tuan Besar Renald Leon menyambut dengan ramah, "Melihat seluruh lingkaran sosial di dalam Ibukota Imperial, kita semua tahu bahwa Direktur Hermawan adalah pria yang baik hati dan perhatian. Selalu merawat keponakannya seperti anak sendiri, tidakkah begitu?"

Hendra merespon dengan rendah hati, "Sayang sekali, tuan berlebihan memujiku." Hendra mendengarkan dengan nyaman, dan dengan santai mengarahkan Crsytal "Crsytal Kecil, ayo datang dan beri salam."

"......"

'Apakah kamu ingin aku memberi salam dengan cara yang biasa, bagaikan hewan peliharaan yang akan menggonggong jika disuruh menggonggong?' Chrystal membatin dengan nada sinis dalam hatinya. Dia memperhatikan orang-orang di sekitarnya dengan pandangan yang cerdik. 'Baiklah, aku akan memberikan salam, tapi dengan sentuhan berbeda.'

Tanpa menunjukkan ekspresi, Chrystal meraih cangkir teh yang baru saja diletakkan oleh pelayan dan dengan tiba-tiba, dengan gerakan tajam, dia memukulkan cangkir tersebut.

— Kretak!

Cangkir itu mengenai pergelangan kaki Hendra dengan tepat. Teh panas tumpah dan menyebabkan reaksinya gemetar, dan senyumannya yang palsu langsung membeku di wajahnya.

'Ini hanya permulaan,' Chrystal mendengus dalam hati, memukul cangkir sekali lagi untuk mengosongkannya. Dia melakukan semua ini dengan mantap, tetapi dalam cengkeraman tangannya, cangkir itu menjadi senjata yang berbahaya.

Semua mata di dalam ruangan tertuju pada Chrystal, dan rasa bingung dan kejutan menghiasi wajah para anggota keluarga Leon. Chrystal hanya diminta untuk memberi salam, tetapi kenapa dia menolak dan bahkan melancarkan serangan terhadap Hendra? Tampaknya hubungan antara Hendra dan Chrystal mungkin tidak selancar yang mereka bayangkan.

Kemarahan dan rasa ketidakpuasan yang biasanya ditahan di balik pintu tertutup sekarang tersingkap di depan semua orang. Tetapi yang lebih menghancurkan adalah ketidakpedulian yang Chrystal perlihatkan saat melakukan aksinya. Tindakan ini, meskipun tampak sederhana, membawa pesan yang sangat kuat: "Saya tidak akan membiarkan diri saya diinjak-injak lagi."

Orang-orang di keluarga Leon merasakan ketegangan di udara. Sesuatu yang tidak terlihat ternyata bisa menjadi yang paling mengancam. Mereka mulai meragukan apakah hubungan antara Chrystal dan Hendra sebenarnya seperti yang mereka kira.

"......"

Katakanlah dia gila, maka dia akan berperilaku gila. Katakanlah dia tenang, maka dia akan bersikap tenang. Chrystal ingin memperlihatkan hal itu pada semua orang. Dia menolak untuk menjadi peran pembantu dengan akhir mengenaskan. Dia ingin mengendalikan hidupnya sendiri, sesuai keinginannya.

Hendra membendung rasa marahnya dengan susah payah. Dia tidak pernah berpikir bahwa Chrystal, yang selalu dianggapnya mudah diatasi, akan benar-benar menolak untuk patuh dan bahkan melakukan tindakan terhadapnya di depan semua orang.

Namun, di luar sana, dia selalu menunjukkan wajah 'paman yang baik', sementara Chrystal, yang terkenal sebagai seorang gadis bodoh, dianggap tidak memiliki daya ingat dan kemampuan untuk memahami situasi. Oleh karena itu, dia merasa tidak punya cara untuk memarahi atau menghukum Chrystal atas dua tindakan berturut-turut yang tidak terduga ini.

Tuan Besar Renald Leon menyaksikan kekacauan yang terjadi dan ada ketidaknyamanan samar dalam suaranya. "Direktur Hermawan, apakah semuanya baik-baik saja?"

Hendra merasakan desakan untuk mengontrol emosinya dan dengan susah payah, dia mengeluarkan senyuman. "Aku baik-baik saja. Maafkan saya, saya tiba-tiba merasa tidak enak badan."

Tuan Besar Renald mengangguk mengerti, meskipun masih ada keraguan di matanya. Dia mengalihkan pandangannya ke Chrystal, yang tampaknya sangat tenang setelah tindakan beraninya tadi. Apa yang ada di balik sikap diam Chrystal? Begitu banyak pertanyaan yang melayang di udara.

Sementara itu, dalam hatinya, Chrystal merasa lega. Tindakan sederhana yang dia lakukan berhasil menciptakan dampak yang diinginkannya. Dia telah memberikan pesan kepada Hendra dan semua orang di ruangan bahwa dia tidak akan lagi mengikuti permainan yang telah ditentukan untuknya. Dalam diam, dia telah mengambil alih kendali atas nasibnya sendiri.

Setelah ucapan tersebut diutarakan oleh Hendra, seorang pria yang tampak lebih muda berdiri, matanya jelas memperlihatkan kilat licik dan penuh meremehkan. "Sepertinya Nona Muda Kecil Hermawan tidak tertarik dengan suasana di sini, Kek. Bagaimana kalau... Kakek dan Direktur Hendra berbicara dan membahas urusan kalian, sementara aku akan mengajaknya berkeliling sebentar? Siapa tau aku bisa menemui Samudra sekalian nanti?" usulnya dengan nada manis dan senyuman palsu.

Samudra Leon yang disebutkan oleh pria tersebut adalah calon suami Crystal.

Tuan Besar Renald Leon setuju, "Baiklah, tadi pelayan mengatakan bahwa Sam sedang duduk di taman. Edo, kamu bisa bawa Nona Muda Kecil Hermawan ke sana."

Hendra dengan cepat mengambil kesempatan untuk mengalihkan perhatian dari situasinya yang memalukannya. "Tentu, aku akan merepotkan Tuan Muda untuk mengantarnya," ucapnya dengan nada bijaksana seperti normalnya.

Sebenarnya pertemuan ini, yang menggunakan alasan "pernikahan," sebagian besar berkaitan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama bisnis antara kedua keluarga. Semakin sedikit gangguan yang ada, semakin baik. Terutama dengan keberadaan Chrystal yang berpotensi menyebabkan masalah, tentu saja mereka akan sangat senang jika perempuan itu tidak berada di antara mereka.

Valdo 'Edo' Leon mendapat persetujuan dan mendekati Chrystal dengan gaya yang merayu, "Nona Muda Kecil, bagaimana jika saya mengajak Anda ke taman? Anda bisa menikmati udara segar dan mencicipi makanan lezat di sana."

Ketika Chrystal mendengar nada rayuan yang dimaksudkan untuk menggoda, keinginan untuk menggaruk-garuk muncul di dalam hatinya, dia sangat jijik. Namun, dia datang ke sini dengan tujuan khusus, yaitu bertemu dengan Tuan Muda Kedua Leon, dan dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu dengan bermain peran palsu di hadapan semua orang. Oleh karena itu, dia mengikuti alur dan menyetujui usulan itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
8.3
Wira, seorang sarjana genius dari masa depan, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan mendapati dirinya terbangun di sebuah rumah kumuh tanpa harta sedikit pun. Lebih buruk lagi, ia merasuki tubuh seorang sarjana tidak berguna yang gemar berfoya-foya dan kerap menyakiti istrinya sendiri. Enggan menyerah pada takdir barunya yang kelam, Wira bertekad mengubah nasib buruk ini. Menggunakan seribu satu pengetahuan modern dan teknologi dari masa depan yang ia kuasai, ia memulai langkah ambisius untuk membalikkan keadaan dan membangun kekayaan besar hingga menjadi sosok paling kaya di seluruh kerajaan.
Sampul Novel SANG MATAHARI
9.1
Menyusuri belantara misterius yang sarat keajaiban, Aria Stormheart melangkah mantap sebagai petualang sejati. Dengan pedang bercahaya yang selalu siap di pinggangnya, ia siap menghadapi segala rintangan di dunia fantasi ini. Di sepanjang jalan, perasaan cemas dan gembira berbaur di dalam hatinya. Namun, tekad kuat Aria tidak pernah goyah. Setiap jengkal langkah yang diambilnya menjadi bukti nyata dari keberaniannya menantang bahaya.
Sampul Novel Yes, it's me (GxG) - omegaverse
8.3
Mikaela, Omega malang, selamat usai lompat dari ketinggian meski wajahnya harus dioperasi plastik. Tragisnya, ia koma dan kehilangan janin tanpa jejak Alpha yang bertanggung jawab. Pihak keluarga kini gencar memburu sosok misterius berinisial J.H yang telah menghancurkan hidupnya. Saat terbangun nanti, akankah Mikaela memilih membalas dendam pada pelaku, atau justru melangkah pergi demi merajut lembaran hidup yang baru?