APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love By Accident

Love By Accident

Satu kekhilafan fatal di masa lalu membuat Liz mengandung anak Caden, pria asing yang belum pernah ia kenal. Caden yang tidak mengetahui fakta sebenarnya justru sangat membenci Liz dan menuduhnya sengaja menjebak demi keuntungan pribadi. Bertahun-tahun terpisah tanpa komunikasi, takdir tak terduga mempertemukan mereka kembali. Kini, rahasia besar dan luka lama yang belum sembuh mulai membayangi hubungan mereka lagi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Liz tengah bersiap pergi ke restoran yang telah direncanakan sebagai tempat kencannya dengan Henry. Gaun putih terusan dengan pita di belakang membuat perempuan muda tersebut tampak jelita. Polesan riasan tipis dan tatanan rambut yang dibiarkan tergerai begitu saja justru menambah pesona perempuan yang terlihat seperti anak remaja tersebut.

"Kau sudah siap?" tanya Nyonya Emma. Liz mengangguk. Ia kemudian mengenakan sepatu dengan hak rendah dan segera bergegas.

Liz berangkat dengan taksi yang telah dipesan. Ia tidak ingin Henry datang menjemput. Siapa tahu Axel mungkin membuat ulah yang tidak-tidak?

"Kau sudah datang," sambut Henry yang menanti di luar restoran. Pria itu juga terlihat rapi dengan setelan kemeja, jas, dan celana kain berwarna putih. Ia kemudian berjalan bersama Liz menuju meja.

Lilin yang menyala dan buket mawar merah terdapat di atas meja. Segera Henry mengambil buket dan memberikan pada Liz. Mereka kemudian memesan makanan. Musik mengalun lembut dari sudut ruangan. Henry mengajak untuk berdansa, tetapi Liz menolak dengan sopan. Mereka kemudian segera melahap makanan. Namun, beberapa saat Henry malah tampak kesakitan. Pria itu juga memegang perutnya dan pamit ke toilet.

Setelah Henry pergi, Liz bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu masuk restoran.

"Apa yang kaulakukan di sini? Bagaimana bisa kau datang kemari?" tanyanya pada Axel. Bocah lelaki itu tengah berjongkok sambil tertawa-tawa. Tawa tersebut seketika lenyap saat mendengar suara Liz.

"Mom, a-ku terpaksa melakukannya," ujarnya sambil berdiri di depan Liz yang tengah bertolak pinggang.

"Kenapa?"

"Aku tidak mau Henry jadi ayahku. Mom, aku sudah punya Mom, aku tidak perlu Dad. Aku tidak mau Daddy!"

Tangan Liz terulur. Axel segera menutup kedua telinganya, ia takut Liz akan menjewer telinganya seperti yang selalu dilakukan wanita itu acapkali dia nakal. Namun, Liz justru mengacak rambut ikal putranya sambil tersenyum. Axel menatap heran pada ibunya itu.

"Apa kamu tidak menyukai Henry?" tanyanya.

"Aku menyukai dia, tapi aku tidak mau dia jadi ayahku."

"Baiklah, dia tidak akan jadi ayahmu, tapi kau harus janji tidak boleh melakukan ini lagi. Aku akan cemas jika kau pergi seperti ini."

***

"Aku sudah dengar yang terjadi. Henry sudah cerita. Kasihan bocah itu, dia terus saja sakit perut," ujar Nyonya Emma.

"Aku minta maaf soal itu. Jika dia mau, mungkin bisa dibawa ke dokter, aku yang akan mengganti biayanya," sahut Liz yang baru saja keluar setelah menemani Axel tidur.

"Tidak perlu, dia pasti juga tidak akan mau."

"Bagaimanapun aku tidak enak, dia menjadi korban keisengan Axel."

"Setidaknya kita tahu tidak akan mudah untuk menemukan ayah untuk anak itu. Mengapa kau tidak mencoba menghubungi ayah kandungnya?"

"Aku dan pria itu tidak ada hubungan. Aku tidak mau juga ia bertemu Axel."

Nyonya Emma mengangguk. Ia merasa tidak enak bertanya seperti itu pada Liz, apalagi jawaban Liz terdengar begitu ketus. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan Liz datang ke kota kecil Asland dan melahirkan putra tanpa suami. Ia tidak pernah bertanya karena takut menyinggung perempuan muda itu. Apalagi Liz selalu marah setiap kali bicara tentang ayah kandung Axel. Kali ini ia kembali bertanya dan amarah Liz masih tetap sama.

"Oh ya, bagaimana Axel bisa mengikutimu ke restoran? Apa dia tidak memberitahumu?" tanya Nyonya Emma, mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Anak nakal itu diam-diam masuk ke bagasi taksi yang kusewa saat berangkat ke restoran."

***

"Hei, Caden," sapa seorang gadis yang berjalan menuju pria yang tampak tengah sibuk mengetik di belakang meja tersebut. Tanpa segan atau malu, gadis tersebut segera melingkarkan lengan di leher Caden. Gadis itu juga tampak tidak canggung saat mencium leher lawan jenisnya itu.

Caden sendiri yang justru terlihat canggung dan menjauhkan diri dari gadis bertubuh ramping tersebut.

"Untuk apa kau ke sini, Renata?" tanyanya sambil bangkit berdiri.

"Kenapa kau bertanya seperti itu? Aku ke sini tentu untuk bertemu denganmu, Calon Suamiku," sahut Renata sambil kembali mendekat dan berniat untuk memeluk Caden, tetapi Caden segera menepis tangan gadis itu.

"Aku tidak pernah menyukaimu. Kuharap kau berhenti bersikap seperti ini."

"Tapi, Caden, kau adalah calon suamiku. Keluarga kita telah sepakat kita akan segera menikah. Kenapa kau masih terus bersikap seperti ini?"

"Perjodohan kita hanya atas kehendak kakekku. Jangan harap aku akan menyukaimu karena itu tidak akan pernah terjadi!"

Caden hendak melangkah keluar ruang kantornya tersebut, tetapi Renata kembali menahan.

"Apakah aku tidak sebanding dengan Jasmine?"

"Benar, kau tidak sebanding dengannya. Hanya dia satu-satunya orang yang aku cintai."

"Bagaimana dengan orang yang tidur denganmu itu?"

"Dia sama sepertimu. Kalian sama-sama tidak berarti apa pun untukku!"

***

"Manis," sapa Axel sambil menggaruk kepala dan mengulurkan kue. Gadis kecil di ayunan tersebut segera menerima kue dengan mata berbinar.

"Ingat ya, besok bayar!" lanjut Axel lagi. Si gadis kecil segera mengangguk.

"Axel!" tegur seorang pria yang segera mengambil kue tersebut.

"Pak Edwar, Bapak mau kue itu juga?" tanya Axel. Pria bernama Edwar yang tidak lain guru baru di sekolah Axel segera menggeleng.

"Bapak ingat peraturan di sekolah tidak membolehkan jualan."

"Saya nggak jualan, Pak. Saya 'kan cuma kasih si Manis."

Edwar menggeleng. Ia kemudian hendak kembali ke kantor sambil menyuruh Axel untuk mengikuti. Akan tetapi, bocah itu justru segera lari dan sembunyi.

***

"Axel buat masalah lagi?" tanya Nyonya Emma saat melihat Liz melipat celemek dan membereskan bahan-bahan membuat kue di meja dengan tergesa. Liz mengangguk.

"Gurunya menyuruh saya ke sekolah."

"Ya sudah, pergi sana. Biar aku yang bereskan!"

"Tapi ...."

"Sudah, sana, Axel mungkin akan membuat masalah makin besar jika kau tidak datang."

"Bisa membuat masalah apa lagi? Dia sudah sangat nakal."

***

Edwar dan beberapa petugas sekolah berlalu-lalang ke sana kemari sambil memanggil-manggil Axel.

"Ada apa ini?" tanya Liz yang baru saja datang.

"Di mana Axel?"

Edwar yang ditanya justru hanya diam menatap. Ia tidak menyangka bertemu dengan sosok yang memikat hatinya sejak pandang pertama. Melihat orang di depannya hanya bengong, Liz segera menegur dan kembali bertanya tentang keberadaan Axel.

"Dia tadi ditegur kemudian lari dan sembunyi entah di mana," jawab seorang petugas sekolah. Liz bergegas pergi untuk mencari putranya itu.

"Dia ...." gumam Edwar setelah beberapa saat.

"Dia itu ibunya Axel. Kita harus segera menemukan putranya. Akan gawat masalah jika sampai Axel benar menghilang."

***

"Mom?" ucap Axel pelan dari gudang tempat ia sembunyi. Ia kemudian bergegas keluar dari bawah kolong meja yang telah usang. Bocah tersebut kemudian berjalan menuju pintu yang tadi ia tutup. Namun, saat mencoba memutar handel pintu, pintu kayu itu tidak kunjung terbuka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Dasha: Balas Dendam Pada Mantan Suami
8.8
Diceraikan saat berusia 27 tahun karena mantan suaminya memilih Irina, Dasha bertekad membalas dendam. Ia menemui dokter bedah bernama Oscar untuk mengubah wajahnya. Namun, Oscar meminta imbalan yang sangat berat: Dasha wajib melayani hasrat seksualnya kapan saja. Demi menghancurkan sang mantan, ia pun menyetujui syarat menyimpang tersebut. Akankah rupa barunya ini membawa keberhasilan, dan bagaimana nasib hubungan rumit mereka?
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
8.0
Pasca kepergian orang tuanya, dunia Deana runtuh. Ia kini terhimpit utang besar dan dikejar-kejar preman yang mengancam nyawanya. Di tengah keputusasaan, Deana berniat menjual kesuciannya kepada Marvin, seorang pria asing. Tak disangka, Marvin malah menyodorkan kesepakatan lain demi melunasi semua utang tersebut: Deana harus mengandung dan melahirkan anaknya. Solusi instan ini justru menyeret Deana masuk ke dalam lingkaran konflik baru yang jauh lebih pelik.
Sampul Novel Menikahi Ceo
8.7
Arga, seorang CEO yang dingin soal asmara, mendapati hidupnya berubah setelah bertemu Raisya, siswi SMA tegar yang tinggal bersama sang kakak. Pertemuan tak sengaja di depan rumah memicu aksi usil Raisya yang perlahan meluluhkan hati Arga. Sayang, kisah unik ini kandas ketika Raisya kuliah ke luar negeri dan melupakan Arga. Saat kembali, Raisya mendapati Arga telah bertunangan. Akankah cinta lama mereka membara lagi, atau Arga memilih setia pada tunangannya?
Sampul Novel Pacar baru untuk jutawan
9.1
Setelah dikhianati istrinya yang berselingkuh dengan pria lebih muda, David larut dalam rasa sakit yang tak berkesudahan. Ia memutuskan mengambil Hanna—perempuan yang 14 tahun lebih muda—untuk menjadi sugarbaby kontrak. Tugasnya sederhana: berpura-pura menjadi pacar David demi membuat mantan istrinya cemburu dan kembali bertobat dalam pelukannya. Hubungan mereka semata bisnis, terlarang, dan hanya di atas kertas. Namun seiring waktu, tembok itu runtuh. David justru jatuh cinta pada Hanna, dan rupanya perasaan itu berbalas. Romansa yang lazim pun tumbuh di tengah larangan. Tapi kebahagiaan mereka harus diuji oleh jurang perbedaan usia, ledakan kecemburuan, rentetan kebohongan, hingga kemarahan mantan istri yang bertekad merebut kembali semua yang hilang.
Sampul Novel Pengkhianatan di Tengah Duka
7.8
Setelah tewas didorong dari tebing oleh suaminya sendiri saat hamil tua, sang istri bereinkarnasi. Di kehidupan lalu, ia mencegah suaminya pergi demi menyelamatkan mertuanya, namun hal itu membuat cinta pertama suaminya, Jessi, harus diamputasi hingga memicu dendam sang suami. Kini, ia memilih tidak menghalangi suaminya yang pergi memasak untuk Jessi meski ibu mertuanya diculik. Alih-alih mencegah, ia melaporkan suaminya ke polisi, membiarkan takdir pahit berbalik menghancurkan pria itu.