APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel LOVE AFFAIR

LOVE AFFAIR

Bhaga kembali ke rumah orang tua dan terpikat oleh Atma, gadis yatim piatu sederhana yang tulus merawat ayahnya. Meski terhalang status sosial, perasaan cinta tak terbendung tumbuh di antara mereka. Konflik rumit pun muncul karena Bhaga telah bertunangan, sedangkan Atma dijodohkan oleh ibu Bhaga. Terjebak hubungan terlarang, keduanya didera rasa bersalah dan tekanan norma sosial. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan melewati segala rintangan dan stigma?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Mas Bhaga mau keliling kampung?" tanya Atma saat dia lihat Bhaga sedang mengenakan sepatu di teras. Sejak kembali, Bhaga memang belum sempat melihat-lihat sekitar.

"Ya, kamu mau ikut?"

Bhaga menghampiri Atma yang baru selesai menjemur pakaian di halaman samping, seketika seluruh tubuh Atma menjadi tegang, gugup. "Atau ..., kamu masih ada kerjaan lain?" tanya Bhaga.

"Oh, nggak ada sih Mas, tapi ...." Kepala Atma menunduk, jatuh ke rumput-rumput yang basah dengan air dari perasan pakaian.

"Tapi?"

"Emangnya boleh? Maksud aku, aku takut malah ganggu Mas Bhaga nantinya."

"Kamu ini ngomong apa?" Bhaga tertawa kecil. "Nggak ganggu lah, ayo ikut, aku mau liat-liat kebun aja, sih, sama ... ya, ketemu sama tetangga-tetangga, udah lama nggak liat kampung ini." Bhaga mengedarkan pandangannya ke hamparan kebun teh yang menghijau sampai ke bawah bukit.

Dengan ember di tangan, Atma berlari ke pintu belakang, dia tinggalkan saja ember itu di dapur lalu langsung menemui Bhaga lagi. "Ayo, Mas, aku akan tunjukin jalan juga, mana tau Mas Bhaga udah lupa, entar nyasar, lagi!"

***

Sinar mentari hangat jatuh tepat di atas kulit pucat Atma. Suhu yang tadinya terasa dingin mulai memanas pula, dua manusia dewasa muda itu berjalan berdampingan menyusuri jalan-jalan berbatu yang tak seberapa curam. Tangan besar Bhaga sesekali menyentuh daun-daun teh yang dia lewati, mengusap embun yang menari di atas permukaannya. Seperti ada yang mengunci mulut mereka, nyaris tak ada percakapan. Beberapa warga melintas, dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda atau sepeda motor, Bhaga menyapa mereka dengan sopan. Banyak yang sengaja menepi untuk menyalaminya atau berbasa-basi, bertanya dia kapan kembali, akan berapa lama di desa, bagaimana kondisi kesehatan Pak Giring, sampai bertanya apakah dia sudah menikah atau belum, dan kalau belum menikah, kapan akan menikah.

Satu lagi kualitas Bhaga yang dikagumi Atma, pria itu punya kesabaran sebesar gunung. Dengan tak jenuh-jenuh, dia menjawab pertanyaan yang sama berulang-ulang, bahkan Atma pun sudah muak mendengarnya. Tak keluar satu keluhan dari mulut Bhaga.

Niat hanya ingin melihat kebun teh, suasana pagi membawa mereka sampai ke area sawah. Bhaga berjalan menyusuri pematang sawah di depan, sedang Atma menyusul di belakangnya. Sesekali Bhaga berbalik badan, memastikan Atma masih di belakang, memastikan dia melangkah dengan benar.

"Mas Bhaga mau liat air terjun sekalian?" tanya Atma setelah mereka sampai di ujung area persawahan.

"Air terjun? Ada air terjun juga di dekat sini?" Alis Bhaga terangkat.

"Ya. Mas Bhaga lupa ya? Ada air terjun di dekat sini, kalau mau, kita sekalian ke sana, dekat lagi kok!"

Bhaga mengangguk cepat.

Rasa lelah dan keringat yang mengucur di kening terbayar sudah saat dengan matanya sendiri menyaksikan keindahan air yang seolah jatuh dari awan. Tanpa bicara, Bhaga melepas sepatu yang dia kenakan juga kaos kakinya. Usai menggulung ujung celana jins, dia duduk di sebuah batu besar dan memasukkan kedua kakinya ke dalam air terjun yang dingin. Atma ragu-ragu tapi ikut menyusul, menjadikan sebuah batu besar lainnya sebagai tempat untuk duduk.

"Airnya dingin banget!" kata Atma spontan saat kakinya tercelup.

"Ya iyalah, emangnya ini sumber air panas?" Bhaga tertawa kecil, matanya tak sengaja bertemu dengan sorot mata Atma, lekas Atma membuang muka.

Mereka dirajai hening kembali, cuma suara guyuran air yang mengisi telinga. "Jadi kamu udah nyaman tinggal sama ibu?" Bhaga bertanya setelah lama terdiam.

"Ya, Mas. Terlalu nyaman malah."

"Kalau ada kata-kata ibu yang nyakitin, jangan dimasukin hati, ya. Kadang ibu emang suka ceplas-ceplos."

"Nggak ada kok, Mas, justru ..., kata-kata ibu udah seperti makanan pokok buat aku, rasanya kalau sehari aja ibu nggak ngoceh, aku bisa sakit."

"Gitu ya? Itu sih emang udah terlalu nyaman!" Bhaga tertawa lagi. "Kamu lulusan apa?"

"SMP. Dekat sini."

"Nggak lanjut SMA? Kenapa?"

Suasana mendadak berubah menjadi serius, muram.

"Karna ibu sakit, parah, ayah juga sakit, nggak ada yang bisa menjaga mereka selain aku. Tapi setelah mereka pergi, sekarang aku nggak punya siapa-siapa lagi, kadang ..., rasanya nggak ada guna waktu itu aku mengobarkan pendidikan, toh mereka juga akhirnya pergi." Mata Atma berkaca-kaca.

"Maaf, malah mengingatkan kamu sama hal yang nggak menyenangkan."

"Nggak apa-apa kok, Mas. Toh ceritanya udah berkali-kali diceritakan, dan tiap kali diceritakan, kesedihannya juga jadi berkurang."

"Gitu, ya," gumam Bhaga, "tapi kamu nggak bisa bilang gitu, kamu udah berkorban banyak, seenggaknya kamu udah berbakti sampai akhir usia mereka. Kamu anak yang hebat, kamu perempuan hebat."

Sekali lagi jantung Atma diserang gemuruh yang begitu kuat.

"Jadi, nggak ada niat untuk mengejar ketertinggalan?" Bhaga bertanya lagi.

"Ngejar gimana maksudnya, Mas?"

"Ya kamu bisa ambil paket C."

"Paket C? Apa itu?" Kening Atma mengerut.

"Kamu nggak tau itu apa? Kamu bisa ambil ijazah paket C setara SMA, kamu bisa sekolah dulu beberapa bulan terus ikut ujian," terang Bhaga.

"O ..., bisa gitu ya, Mas?"

"Bisa, kamu nggak tau beneran?"

Atma menggeleng pelan. "Nggak ada yang ngasih tau aku soal itu, Mas."

"Keluarga kamu yang lain di mana?"

"Sejak ibu dan ayah sakit, mereka mulai menjauh, mungkin karna mereka juga bingung, mau membantu juga sulit, jadi ya ..., mau bilang apa Mas? Aku juga nggak mau membebani mereka, tapi aku bersyukur ada orang tua Mas Bhaga yang begitu baik, Bu Sona dan Pak Giring benar-benar kayak malaikat buat aku, kebaikan mereka nggak akan pernah aku lupakan."

Mereka berpandangan, tapi kali ini sorot mata Bhaga justru menunjukkan simpati yang besar kepada Atma. "Kalau aku urusin, kamu mau coba ikut?"

"Hah?"

"Paket C yang tadi aku bilang."

Rupanya Bhaga masih memikirkan soal pendidikan Atma, bukannya mendengarkan soal orang tuanya yang sedang dibahas Atma. "O, bisa? Aku takut malah ngerepotin."

"Nggak, nanti aku akan coba cari tau gimana cara untuk mendaftar." Bhaga berdiri. "Ayo pulang, nanti ibu nyariin lagi, tadi kita nggak sempat pamitan."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adhiti
9.6
Kehidupan tenang Adhiti terusik saat takdir mempertemukannya dengan seorang pria misterius yang menyimpan dendam mendalam. Tanpa disadari, pria penuh luka tersebut memegang kunci atas tragedi masa lalu yang selama ini disembunyikan rapat oleh ayah Adhiti. Ketika misteri kelam ini mulai terkuak, hubungan asmara yang baru terjalin di antara mereka langsung didera cobaan berat. Adhiti kini harus memikul konsekuensi dari rahasia kelam yang sebenarnya bukan kesalahannya.
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Lima tahun berpisah akibat amnesia pasca-kecelakaan, takdir mempertemukan kembali Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra. Theo, yang kini jatuh cinta pada Lili sang dokter, rela membayar sepuluh miliar kepada ayah Lili demi menikahinya. Meski terkenal temperamental, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili berusaha mempertahankan pernikahan rumit ini dengan merangkai kembali ingatan masa lalunya yang hilang melalui setiap sentuhan Theo.
Sampul Novel Cinta Si Kembar (TWINS LOVE)
9.0
Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang sedang kritis, Maya terpaksa menerima tawaran pernikahan kontrak dari Reno. Di sisi lain, Reno memanfaatkan keputusasaan Maya demi melancarkan rencana liciknya. Pengusaha kaya tersebut sengaja menjerat Maya dalam pernikahan legal ini demi mengamankan seluruh warisan keluarga dan memperkuat posisinya di perusahaan. Kini, keduanya terjebak dalam ikatan pernikahan palsu yang lahir dari ambisi sepihak serta kebutuhan finansial yang mendesak.
Sampul Novel Cinta yang Tak Sempat Kudengar
8.9
Setelah tunangannya memilih menikahi kakaknya, ia menerima lamaran Twinkle, pria dingin yang mengaku tulus mencintainya. Tiga tahun pernikahan mereka berjalan sempurna tanpa cela. Namun, kebenaran pahit terungkap saat ia mendengar bahwa pernikahan itu hanyalah kepalsuan demi melindungi wanita bernama Amelie. Menyadari dirinya hanya tameng dan pengganti, ia memutuskan menghapus identitasnya dan merancang kematian palsu untuk lepas sepenuhnya dari Twinkle.
Sampul Novel Dasha: Balas Dendam Pada Mantan Suami
8.8
Diceraikan saat berusia 27 tahun karena mantan suaminya memilih Irina, Dasha bertekad membalas dendam. Ia menemui dokter bedah bernama Oscar untuk mengubah wajahnya. Namun, Oscar meminta imbalan yang sangat berat: Dasha wajib melayani hasrat seksualnya kapan saja. Demi menghancurkan sang mantan, ia pun menyetujui syarat menyimpang tersebut. Akankah rupa barunya ini membawa keberhasilan, dan bagaimana nasib hubungan rumit mereka?
Sampul Novel Malam Untuk Danira
9.8
Danira, seorang gadis desa, memutuskan merantau demi mencari peruntungan di kota besar. Sayangnya, nasib buruk justru menjerumuskannya ke dalam pekerjaan gelap yang sangat ia hindari. Saat merasa terperangkap tanpa jalan keluar di jurang kehidupan, sebuah malam tak terduga mengubah segalanya. Takdir baru tersebut memutarbalikkan jalan hidup Danira secara drastis, membawanya pada perubahan besar serta pelajaran berharga yang tidak pernah ia duga sebelumnya.