
Lebih Baik Kejam daripada Penuh Kasih Sayang
Bab 8
Sepuluh tahun yang lalu, dia dan Andy pertama kali bertemu di sebuah pusat rehabilitasi swasta di pinggiran kota.
Pusat rehabilitasi itu kini terbengkalai, hanya ditumbuhi tanaman menjalar yang menutupi dindingnya.
Shanon menyusuri rute yang dia ingat , kenangan tentang Andy membanjirinya bagai air pasang.
Saat pertama kali bertemu, Andy mencuekkannya lalu perlahan Andy terbiasa dengan kehadirannya, hingga akhirnya, di tengah hujan lebat, Andy memeluknya dengan erat, tidak mau melepaskannya.
Shanon berhenti sejenak di bawah pohon beringin besar di taman belakang.
Pohon beringin itu, yang rimbun dan berdaun lebat sepuluh tahun yang lalu, masih tampak segar sekarang.
Tangan Shanon menelusuri dua nama yang terukir di batang pohon, begitu samar hingga hampir tidak terlihat, dan dia seakan melihat kembali cowok dengan ekspresi paranoid, namun tatapannya dipenuhi cinta dan kegugupan itu.
Dia berkata, “Shanon, aku hanya akan mencintaimu dalam hidup ini.”
Dia berkata, “Shanon, aku nggak pernah membiarkanmu meninggalkanku. Kita akan bersama selamanya.”
Lalu, dia mengukir nama mereka goresan demi goresan dengan khidmat. Namun kemudian, hatinya terbelah dua, separuh diberikan padanya dan separuhnya lagi kepada wanita lain.
Dan keabadian ini hanya bertahan sepuluh tahun.
Andy yang berusia sembilan belas tahun tidak akan tahu bahwa di usia dua puluh sembilan tahun, dia akan kehilangan Shanon selamanya.
Shanon menggunakan batu untuk menggali lubang di tanah, meletakkan tas berkas di dalamnya, dan dengan hati-hati menimbunnya lagi dengan tanah.
Lalu dia menelepon Andy untuk terakhir kalinya.
Andy menjawab seketika, suaranya selembut biasanya.
"Shanon, ada apa? Ada masalah kah?"
Dia menatap pohon beringin besar di hadapannya dan berbicara dengan lembut.
"Apakah kau masih ingat pohon beringin di pusat rehabilitasi?"
Andy menjawab sambil tersenyum.
"Tentu saja aku ingat aku pernah menyatakan cintaku padamu di bawah pohon beringin itu. Waktu berlalu begitu cepat! Sepuluh tahun berlalu dalam sekejap mata."
Shanon pun tersenyum.
"Bagus. Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu dan Shane dan menguburnya di bawah pohon beringin. Jangan lupa datang dan mengambilnya."
"Begitu mendengar, Shane sudah senang sekarang, aku juga. Kami akan ambil setelah kelarkan kerjaan. Lalu kita bertiga bersama-sama melihatnya di rumah."
Shanon tidak menjawab dan menutup telepon.
Tidak akan ada lagi mereka bertiga.
Shanon tahu bahwa Andy dan Shane tidak akan pulang malam ini.
Dan dia pun tidak akan kembali.
Mulai sekarang, Shanon sudah bukan anggota keluarga Lukman.
Suara mekanis yang telah lama hilang menggema di telinganya.
"Nona, proses pelepasan program sudah selesai. Apakah yakin akan pergi?"
"Yakin."
Begitu kata-kata itu terucap, cahaya putih menyilaukan muncul di hadapan Shanon, membentuk sebuah lorong.
Angin kencang bertiup, meniupkan daun-daun pohon beringin hingga terbang di udara.
Dia melangkah masuk tanpa ragu.
Andy, Shane, mulai sekarang, kita tidak akan pernah bertemu lagi!
Anda Mungkin Juga Suka





