APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kurelakan Cintaku untuk Adikku

Kurelakan Cintaku untuk Adikku

Terlahir kembali membuat protagonis memilih merelakan Hans untuk adiknya. Belajar dari masa lalu saat suami dan putranya meminta perceraian demi sang adik, ia kini mendaftarkan nama adiknya di formulir pernikahan dan membiarkan mereka pergi ke Kota Barga. Ia sendiri memilih pergi ke Selatan untuk kuliah di Kota Sarna. Di kehidupan baru ini, ia hanya ingin fokus meraih kesuksesan dan hidup mandiri untuk dirinya sendiri tanpa memedulikan percintaan lagi.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Kalian saja yang pergi, besok aku ada urusan."

Hans mengerutkan keningnya. "Urusan apa lebih penting dari foto pernikahan? Kita foto dulu. Setelah itu, kutemani kamu beli barang."

Nada bicaranya sangat tegas, seolah-olah tidak boleh ditolak.

Helen berkata dengan nada manja, "Benar. Kak Elvy nggak mau pergi karena aku?"

Aku tidak ingin memperdebatkan hal ini. Jadi, aku pun mengangguk setuju.

Pagi hari, aku mendengar Hans memanggil Helen bangun dengan lembut.

Angka berwarna merah di kalander mengingatkanku bahwa hanya tersisa empat hari. Empat hari lagi, aku akan terbebas dari kehidupan seperti ini.

Ketika kesabaranku segera habis, mereka keluar dari kamar dengan enggan.

Hans menampung air panas untuk membasuh wajah Helen.

Dulu, aku benaran sudah buta. Bisa-bisanya aku mengira kalau sudah menikah dengannya, dia akan memperlakukanku seperti itu.

Ketika aku termenung, Hans berjalan menghampiriku dengan ragu-ragu sambil membawa sebuah cincin.

"Kak Ghea bilang sekarang lagi tren pakai cincin nikah. Kubelikan satu untukmu."

Aku tidak menerimanya. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada cincin ini.

Melihat cincin ini, sudut bibir Helen terangkat. "Bagus sekali! Aku juga mau!"

Aku mengalah dengan lapang dada. "Kalau begitu, untukmu saja."

Ekspresi Hans langsung berubah muram. "Jangan bercanda, ini cincin nikah kita!"

Helen mengambil cincin itu, lalu memakainya dan memamerkannya pada Hans.

"Kak Hans, kupakai bagus, nggak?

Hans menatap Helen dengan penuh kasih sayang, lalu menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Kemudian, dia menatapku dengan rasa bersalah sambil berkata dengan pelan, "Lain kali ... lain kali kubelikan untukmu."

Aku menganggukkan kepala dengan acuh tah acuh. Dia sudah sering berjanji padaku, tetapi tidak ada satu pun yang dipenuhi.

Kami pergi ke studio foto, Helen foto terlebih dahulu dan mengambil banyak foto bersama. Saat giliranku dan Hans tiba, fotografer baru mengangkat kamera dan tiba-tiba meletakkannya dengan canggung.

"Aduh, maaf. Kertas filmnya sudah habis."

Aku diam-diam bersorak dalam hati, tetapi tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

"Oh, lupakan saja."

Setelah keluar dari studio foto, Hans mengeluarkan selembar tiket kereta api dari sakunya dan menyerahkannya padaku.

Tiket berangkat ke Kota Barga empat hari lagi, tetapi ini adalah tiket berdiri.

"Aku nggak berniat meninggalkanmu. Aku pergi bereskan urusan, lalu tunggu kamu di Kota Barga."

Butuh waktu tiga hari tiga malam untuk sampai di Kota Barga. Bagaimana bisa dia merasa aku sanggup berdiri? Selain itu, hanya ada satu kuota pendamping. Dia menyuruhku tinggal di mana?

Namun, bertanya di saat seperti ini tidak akan memperoleh jawaban yang memuaskan.

Melihatku menerima tiket itu, Hans pun lega.

"Jangan khawatir. Sekalipun kamu nggak tinggal di kompleks militer, kamu tetap adalah satu-satunya istriku. Ke depannya, aku akan memperlakukanmu dengan baik. Aku hanya menganggap Helen sebagai adikku."

Ekspresiku berubah. Dia tidak pernah mengucapkan kata-kata lembut seperti ini.

Sebuah truk tiba-tiba muncul dari tikungan dan melaju ke arah kami. Hans memeluk Helen ke dalam pelukannya sambil menghindar. Di tengah kekacauan, aku merasakan ada yang mendorongku.

Aku melihat truk itu melaju ke arahku, tetapi tubuhku kaku dan tidak berani bergerak. Bagian depan truk berbelok tajam dan menabrakku hingga melayang. Saking sakitnya, pandanganku berubah hitam dan tubuhku bercucuran keringat dingin.

Pengemudi truk keluar dari mobil dengan panik sambil bertanya padaku, "Nona, bagaimana keadaanmu? Kamu baik-baik saja?"

Orang-orang mulai berkumpul dan berkomentar.

Pandanganku melintasi kerumunan orang dan tertuju pada Hans. Hans sedang memeluk Helen dan menghiburnya, sama sekali tidak menyadari insiden yang menimpaku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Sepuluh Tahun Pernikahan
8.1
Setelah mengalami kecelakaan saat ingin melihat putranya memenangkan kompetisi piano, seorang istri justru dikhianati. Sang anak memberikan medalinya kepada cinta pertama ayahnya, sementara sang suami malah mencaci penampilannya yang kotor dan melarangnya hadir di pesta perayaan. Setelah dikunci di luar rumah dalam kondisi terluka dan kehujanan sepanjang malam, ia akhirnya menyerah. Di pagi hari, ia memutuskan untuk mengirim pesan cerai dan berjanji tidak akan pernah mengganggu kehidupan mereka lagi.
Sampul Novel BERONDONG PERKASA
9.8
Lewat teropongnya, Danny Sasmita kerap mengamati Camelia, sang tetangga baru. Saat Camelia histeris akibat kecoak, Danny datang menolong. Sialnya, aksi itu memicu salah paham warga hingga memaksa mereka menikah meski beda usia jauh. Di tengah tekanan itu, mantan tunangan Camelia mendadak muncul setelah dua tahun berpisah. Kini, Camelia pun bimbang memilih sang suami berondong atau pria dari masa lalunya.
Sampul Novel Dua Pria, Satu Permaisuri
9.6
Meskipun kehilangan penglihatannya sejak kecil, Wulan berhasil tumbuh menjadi terapis pijat terkenal berkat bimbingan ibu asuhnya. Namun, rutinitasnya di tempat kerja mendadak berubah drastis saat seorang pelanggan penting dan berpengaruh datang berkunjung. Pria misterius yang menginginkan sensasi berbeda tersebut secara mengejutkan menarik pakaian Wulan, lalu menuangkan minyak pijat ke dadanya demi mendapatkan layanan yang tidak biasa.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira hidupnya tak bisa lebih buruk lagi, sampai sang ibu terjerat utang pada Max, rentenir yang dikenal sangat kejam. Akibatnya, Hera disandera sebagai jaminan pelunasan utang tersebut. Batas waktu yang terus berjalan membuat posisinya kian terdesak. Jika ibunya gagal melunasi kewajiban itu tepat waktu, nasib mengerikan telah menanti Hera. Mampukah ia bertahan hidup dalam cengkeraman kekuasaan penuh Max yang dingin?
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sebagai pewaris tunggal Grup William, Sean Axel dikenal sangat tegas dalam bisnis. Meski banyak selebriti wanita mendekatinya demi harta, ia merasa muak dengan kepalsuan mereka. Hidup sang miliarder berubah total setelah bertemu seorang wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Kini, Sean justru berjuang keras mengejar cinta perempuan tersebut, berharap dapat menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir dalam perjalanan hidupnya.