APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder

Kupu-kupu Sang Miliarder

Di balik gemerlap malam pesisir Jakarta, Niela berjuang menjaga kehormatannya di tengah cemoohan. Namun, desakan sang ibu memaksanya masuk ke dunia kelam hingga bertemu Darren Alvaro Prayudha. Demi menyangkal cinta pandangan pertama yang hadir, sang miliarder memutuskan menawan Niela. Hubungan rumit ini justru perlahan mengungkap rahasia jati diri Niela yang misterius. Mampukah Darren akhirnya mengakui perasaan aslinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Aku ciuman?” tanya Niela lagi.

“Iya emangnya apa lagi ‘kan tadi kamu ciuman sama dia sampe gak mau bangun!” jawab Tian.

  “Aku gak sengaja Tian, abisnya kamu malah mau berantem di sana!” ucap Niela.

  “Tau ah, bikin orang kesel aja udah dibilangin jangan masuk ke situ masih masuk juga bukannya dapet kerjaan malah ciuman sama orang,” ucap Tian yang semakin kesal.

  “Kamu kok jadi marah-marah ‘kan kamu juga tau tadi itu aku gak sengaja nabrak dia,” ucap Niela.

  “Gak sengaja juga tetep aja ‘kan namanya kamu ciuman sama dia!” ucap Tian.

  “Tian!” pekik Niela yang mulai kesal karena Tian tak hentinya memarahi dia.

  “Apa!” pekik Tian juga.

  “Kamu udah kayak emak-emak yang gak kebagian sembako murah, marah-marah aja,” ucap Niela.

  “Jelas lah aku marah, aku tuh cem ....” Sadar dengan apa yang akan dia katakan, Tian langsung menghentikan ucapannya.

  “Kenapa gak dilanjutin?” tanya Niela.

  “Gak apa-apa lupain aja, cepetan naik udah sore nih!” jawab Tian.

  “Dih, gak jelas banget sih!” ucap Niela, lalu dia naik ke motor Tian setelah itu mereka pergi.

  “Ini helmnya terima kasih,” ucap Niela, setelah dia dan Tian sudah sampai di gang yang tak jauh dari rumahnya.

  “Hmm!” gumam Tian.

  “Kamu marah sama aku?” tanya Niela.

  “Gak!” jawab Tian.

  “Ya udah,” ucap Niela, lalu dia pun pergi.

  “Ya ampun, itu cewek gak peka banget sih lagian tadi ngapain coba pake ciuman sama cowok itu!” ucap Tian dengan kesal, dia pun segera pergi dari sana.

***

  Setelah kejadian dia ditabrak oleh seorang gadis, Darren hanya diam memainkan gelas yang dia pegang, bahkan dia tidak menghiraukan seorang wanita yang datang untuk menggodanya, entah kenapa dia terus terbayang dengan tatapan mata gadis itu.

  “Pergi!” ucap Darren sambil memberikan uang kepada wanita itu.

  “Aku belum melakukan apa-apa untukmu tapi kau sudah membayarku,” ucap wanita itu dengan menggoda tapi Darren malah melayangkan tatapan tajamnya kepada wanita itu.

  “Kalian pergi dulu dari sini,” ucap Albert kepada dua wanita yang ada di hadapannya.

  “Apa kita tidak akan bersenang-senang?” tanya salah satu wanita itu.

“Aku ingin bicara dulu dengan temanku,” jawab Albert lalu kedua wanita itu pun pergi.

  “Rupanya kau menikmati saat bibirmu bersentuhan dengan wanita tadi?” tanya Albert dengan alis yang terangkat.

  “Apa yang kau maksud?” tanya Darren.

  “Cih ... berpura-pura tidak mengerti, ayolah Darren kini waktunya kau melepaskan keperjakaanmu!” jawab Albert.

  “Aku akan melakukannya tapi bukan dengan wanita murahan seperti mereka, harus wanita yang belum tersentuh siapa pun yang tidur denganku,” ucap Darren.

  “Kau gila? Di tempat seperti ini tidak ada wanita yang masih suci,” ucap Albert.

  “Aku tidak peduli,” ucap Darren lalu beranjak dari tempatnya.

  “Kau mau ke mana?” tanya Albert.

  “Pulang, aku muak berada di sini,” jawab Darren.

  “Kau belum ....”

  “Persetan dengan apapun itu!” maki Darren menyela ucapan Albert lalu dia benar-benar pergi dari tempat itu.

  “Ternyata pria itu belum benar-benar dewasa,” ucap Albert.

***

  “Ah ... shit!” maki Darren sambil mengacak rambutnya frustasi.

  Saat ini dia sedang berada di kamar apartmentnya, dia sengaja tidak kembali ke rumah karena dia sangat malas bertemu dengan ibunya yang pasti akan memaksa dia untuk makan malam bersama Mega.

  Entah dengan cara apa lagi Darren mengatakan dia tidak ingin dijodohkan oleh wanita mana pun, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda dirasakan oleh Darren.

  Saat Darren memejamkan matanya, dia kembali teringat dengan wanita yang sudah mencuri kecupan pertamanya tadi. Itulah kenapa sejak dia datang ke apartemennya, Darren terus merasa gelisah dan frustasi.

  “Kenapa aku teringat wajah dia lagi!” ucap Darren dengan pandangan lurus menatap langit-langit kamarnya.

  “Stop it Darren, jangan memikirkan dia lagi,” ucap Darren lalu dia melirik ke arah nakas karena ponselnya berdering di sana. Darren menghela nafasnya dengan panjang saat melihat ibunya yang menelpon. Akhirnya, Darren hanya membiarkan ponselnya berdering, saat ini dia sangat malas untuk berdebat dengan ibunya. Darren pun mulai memejamkan matanya karena tubuhnya sudah terasa sangat lelah dengan semua pekerjaan yang dia lakukan di kantor.

***

  Keesokan harinya

“Niela!” panggil Ferdi, Niela yang masih bersiap di kamarnya dengan tergesa-gesa keluar dari kamar menghampiri sang ayah.

  “Ada apa, Yah?” tanya Niela sambil merapikan seragam kerjanya.

  “Kamu udah siap?” tanya Ferdi.

  “Udah Yah, sebentar lagi berangkat hari ini aku gak kuliah,” jawab Niela.

  “Sekarang kamu sarapan dulu, makanannya udah Ayah siapin,” ucap Ferdi.

  “Kok Ayah yang masak? Kenapa gak tunggu aku aja?” tanya Niela.

  “Gak apa-apa, hari ini Ayah juga berangkat siang soalnya harus mengurus berkas buat dinas ke luar kota juga,” jawab Ferdi.

   “Ayah mau ke luar kota?” tanya Niela.

  “Iya, cuma untuk beberapa hari udah sini kamu sarapan dulu,” jawab Ferdi.

  “Ibu ke mana?” tanya Niela.

  “Ayah gak tau ibu kamu ke mana sepagi ini,” jawab Ferdi lalu Niela mengambilkan makanan untuk Ferdi.

  “Kemarin dapat pekerjaannya?” tanya Ferdi.

  “Belum Yah, nanti aku coba cari lagi,” jawab Niela.

  “Jangan pikirin apa yang ibu kamu bilang, gaji Ayah masih cukup untuk memenuhi kebutuhan kita dan kuliah kamu,” ucap Ferdi.

  “Aku gak memikirkan apa yang ibu bilang kok Yah, tapi emang aku gak mau terus menerus jadi beban buat Ayah sama ibu,” ucap Niela.

  “Siapa bilang kamu beban buat Ayah, kamu itu anugerah yang Allah titipkan buat Ayah semenjak kamu hadir Ayah jadi punya tujuan hidup lagi,” ucap Ferdi.

  “Terima kasih, Yah,” ucap Niela dengan senyuman yang hadir di sudut bibirnya.

  “Kamu kok gak makan?” tanya Ferdi, karena sejak tadi Niela hanya memperhatikannya bahkan sampai makanan di piring Ferdi habis.

  “Aku keasikan liat Ayah makan, jadinya lupa,” jawab Niela lalu tertawa.

  “Kamu ini ada-ada aja, ya udah biar Ayah suapin,” ucap Ferdi.

  “Jangan, Yah,” ucap Niela, namun Ferdi tidak menghiraukan ucapan sang putri, dia menyendok kan nasi untuk Niela dan menyuapi putrinya.

  “Aku bisa makan sendiri aku juga udah gede masa disuapin sama, Ayah,” ucap Niela.

“Kamu itu tetap anak kecil buat, Ayah,” ucap Ferdi.

  “Iya deh iya aku emang masih kecil di mata, Ayah,” ucap Niela hal itu membuat Ferdi tertawa lalu dia terus menyuapi Niela.

  “Makanya kamu tuh cepetan cari suami umur manusia gak ada yang tau, sekarang Ayah udah tua kalau Ayah meninggal, siapa yang ....”

  “Ayah kok bahas itu Ayah masih sehat gak bakalan tinggalin aku, lagian jangan ngomongin yang kayak gitu terus, Ayah pasti bisa lihat aku menikah terus Ayah bisa main sama anak aku nanti,” ucap Niela menyela ucapan sang ayah karena dia sudah bosan mendengar ibunya sering berbicara seperti itu.

  Namun tidak Niela pungkiri, saat ini hatinya menjadi gelisah karena mengkhawatirkan sang ayah, Niela segera menepis semua pemikiran itu karena dia yakin tidak akan terjadi sesuatu dengan ayahnya.

  “Niela, Niela, kamu itu loh kalau dikasih tau suka ngeyel ‘kan tadi Ayah bilang umur manusia gak ada yang tau bisa aja lima langkah kamu pergi dari sini detak jantung Ayah berhenti Ayah cuma khawatir soalnya ibu kamu gak bisa Ayah harapkan untuk mengurus kamu dengan baik, jadi kalau Ayah pergi ...,” ucap Ferdi kembali terhenti.

  “Ya ampun Ayah malah diperjelas, udah ah jangan ngelantur terus,” ucap Niela lalu meminum air yang sudah disediakan oleh Ferdi.

  “Ini makanannya belum habis,” ucap Ferdi.

  “Aku udah kenyang Yah, udah siang juga nanti aku telat,” ucap Niela lalu dia menyalami Ferdi dan pergi.

  “Sebenarnya Ayah khawatir sama kamu, Nak, kalau Ayah benar-benar pergi kamu gimana dan sama siapa, apa Ayah harus menjodohkan kamu dengan Tian, dia pria yang baik Ayah yakin dia bisa dipercaya untuk selalu menjaga kamu walaupun kamu bukan anak kandung Ayah tapi Ayah benar-benar menyayangi kamu,” ucap Ferdi, selesai sarapan dia merapikan meja makan karena dia yakin Elma tidak akan melakukan itu bahkan sejak bangun tidur Ferdi sudah tidak melihat di mana Elma berada.

  Selesai merapikan dapur, Ferdi pun bersiap untuk pergi bekerja, namun baru saja dia keluar dari gang rumahnya, ada mobil yang melaju sangat kencang, Ferdi tidak menyadari itu hingga ....

  BRAAK

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Kakak Pembunuh
8.6
Malam pengantin yang tragis berujung maut ketika Carlos Fowler membiarkan aku mati di tangan penculik demi perempuan lain. Namun, Vincent, kakak laki-lakinya yang lumpuh, datang membalas dendamku di detik-detik terakhir. Saat terbangun, aku telah kembali ke masa lalu untuk mengubah nasib. Di depan altar, secara tak terduga kubatalkan pernikahan dengan Carlos. Aku justru melamar Vincent yang duduk di kursi roda. Carlos mengira aku cuma menggertak, tetapi ia akan segera kehilangan segalanya.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana mendadak berubah setelah sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria kaya itu merasa hanya Ana yang selalu setia mendampinginya, bahkan hanya masakan buatannya yang cocok di lidahnya. Di tengah kesibukan Bella, pria itu justru memilih melamar asisten rumah tangganya sendiri. Namun, Ana didera kebimbangan besar karena statusnya yang masih seorang siswi sekolah. Akankah ia menerima pinangan tersebut demi masa depan yang penuh ketidakpastian?
Sampul Novel Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
8.4
Corinna hampir kehilangan nyawa akibat kekejaman ayah dan ibu tirinya. Beruntung, takdir mempertemukannya dengan Andres, pewaris paling berkuasa di Kota Driyver yang terkenal dingin. Setelah Corinna menyelamatkan hidupnya, kesepakatan bisnis di antara mereka perlahan tumbuh menjadi kisah cinta yang mengguncang publik. Banyak orang terkejut melihat bagaimana taipan penyendiri yang tak berperasaan itu kini berubah drastis menjadi sosok pria yang sangat bucin.
Sampul Novel Duda Pilihan Papa
9.6
Anwar Mahendra terhimpit utang besar hingga nyaris kehilangan putri tunggalnya, Ashiqa, yang diincar rentenir. Demi menyelamatkan sang anak, Anwar meminta Rama, seorang duda kaya yang berutang budi padanya, untuk menikahi Ashiqa. Ashiqa terpaksa menerima pernikahan mendadak ini. Di sisi lain, Rama kini terjebak dalam dilema besar: mencoba mencintai istri mudanya atau justru merelakan Ashiqa pergi demi mengejar kebahagiaan sejati wanita itu sendiri.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Masa depan Kiara hancur setelah lulus sekolah karena terpaksa menjadi istri ketiga bagi CEO bernama Andra. Meski awalnya hanya mendambakan keturunan, kini Andra menuntut pengabdian penuh dari Kiara. Di tengah gairah yang menyiksa, posisi Mimi sebagai istri pertama merasa terancam. Mimi pun berupaya memisahkan mereka dengan memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya, tepat ketika Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka mampu bertahan?
Sampul Novel My Posesif Ceo
7.8
Demi mempertahankan pekerjaannya, seorang karyawan terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan atasannya yang keras kepala. Kesepakatan rahasia ini hanya berlaku sementara, tepatnya hingga kekasih sang CEO yang bernama Celine menyelesaikan studinya di luar negeri. Namun, saat menjalani hari-hari sebagai istri pura-pura di bawah ancaman pemecatan, situasi mulai berubah. Akankah dilema pernikahan sandiwara ini justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga di antara mereka?