APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

Lamaran Aditya ditolak mentah-mentah oleh Yuni karena hanya sanggup memberi hantaran lima puluh juta. Tak hanya dihina, Belinda sang kekasih pun ikut merendahkannya. Dalam kemarahan, Aditya justru melamar Dahlia, asisten rumah tangga Belinda, dengan cincin berlian mewah. Tak ada yang tahu bahwa staf administrasi biasa ini sebenarnya adalah putra mahkota pemilik perusahaan. Saat identitas aslinya sebagai CEO terungkap, mampukah Aditya dan Dahlia merajut cinta tulus dari awal yang penuh emosi ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku langsung melingkarkan cicin berlian itu di jari manis Dahlia. Mulutku sedikit mengerucut heran, mengapa bisa pas seolah-olah cincin itu memang diciptakan untuknya?

"Apa perlu kami abadikan, Tuan?" tanya Parjo.

"Boleh," jawabku singkat.

Parjo mengeluarkan ponselnya yang ada gambar apel yang digigit dengan tampilan edisi terbaru. Dua bulan yang lalu, benda bergengsi itu menjadi hadiah dari ayahku karena pengabdiannya yang setia di keluarga kami. Parjo dan Romlah adalah pelayan kesayangan mereka. Karena kesibukan kedua orang tuaku yang melalang buana ke hampir semua negara adidaya, membuatku menyayangi kedua pasangan suami istri itu seperti orang tuaku sendiri.

Belinda menghampiri kami dengan wajah pucat. Mungkin jantungnya sebentar lagi akan jatuh karena silau dengan kilauan cincin ini. Dengan kasar, ia meraih tangan Dahlia.

"Ini apa Mas?!"

Aku tersenyum kecut. Kenapa sekarang dia memanggilku Mas lagi? Tadi dengan sombongnya memanggil namaku. Wanita ini seperti bunglon bisa berubah-rubah. Baru melihat yang berkilau langsung mencoba mesra. Aku tak akan luluh. Harga diriku sudah kau injak bersama ibumu itu, Bel! Jangan harap aku akan berubah pikiran.

"Memangnya matamu rabun? Itu cincin," ketusku.

"Iya! Aku juga tahu, ini cincin! Ini cicin kw apa asli?!"

Belinda memekik sembari menggoyang-goyangkan tangan Dahlia. Wanita itu menyentak lengan Dahlia dengan kasar. Anehnya, calon istriku itu diam saja seperti meringis menahan sakit tangannya. Aku jadi geregetan dibuatnya.

"Mau asli mau kw pun tak ada urusannya sama kamu, Bel!"

"Kamu tinggal jawab, ini cincin asli apa cincin palsu?!"

Belinda kembali mengguncang tangan Dahlia. Gadis berhijab itu menunduk, menggigit bibirnya. Mungkin ia sedang menahan rasa sakit dan serba salah. Aku tak bisa membiarkan ini. Belinda keterlaluan.

Wuush!!

Aku menarik tangan Dahlia hingga terhuyung di depan dadaku. Kedua bola mata gadis itu melebar karena kaget. Seperti detik begitu lambat meninggalkan waktu. Gadis itu sekarang sudah berada dalam pelukanku. Sejenak Dahlia mendongak menatapku. Aku suka warna manik mata gadis itu. Warna abu bercampur hitam jelaga. Ciamik. Tiba-tiba Dahlia langsung melepaskan diri, salah tingkah. Hatiku tersenyum tapi ekspresi wajahku datar.

"Kamu jangan kurang ajar ya Mas! Ini rumahku!" teriak Belinda.

"Kamu tuh, jangan jahat sama calon istriku! Kamu kira lengannya itu layangan bisa kamu kebas-kebasin begitu. Kalau kami tak bisa pergi bulan madu ke Paris karena lengannya sakit, aku tuntut ya!"

Merah padam wajah Belinda karena merasa dipermainkan.

"Aku sudah muak ya sama omonganmu yang sok bossi itu! Jangan terlalu menghayal. Bisa mati menggenaskan kamu nanti karena depresi," ketus Belinda.

Aku hanya diam, mencebik. Kamu hanya belum tahu saja, siapa aku, Bel. Kamu akan segera menarik ucapanmu itu.

Tiba-tiba Bu Yuni yang sekarang memegang telapak tangan Dahlia. Kubiarkan saja dia memutar-mutar cincin itu di jari manis calon istriku itu. Semoga nenek peot ini bodoh, tak bisa membedakan mana berlian palsu dan asli. Jadi, dia tak langsung terkena struk ringan karena kaget. Aku tersenyum dalam hati tak mampu membayangkannya jika itu terjadi.

"Aah ini pasti kw ini, Bel. Gak mungkin asli," ujar Bu Yuni menghempaskan tangan Dahlia. Tampak gadis itu hanya mengusap tangannya di kain hijabnya.

"Masak sih, Ma? Kilaunya kok beda ya," gumam Belinda kembali akan meraih tangan Dahlia.

Aku langsung menepis lengan Belinda.

"Sudah ya. Mau kw atau asli, gak ada hubungannya sama kalian. Kan kamu juga gak mau sama aku, Bel. Udah, ngapain juga kamu kepo."

Seolah-olah abai omonganku, gadis yang masih ada di hatiku itu menatap tajam pada Dahlia.

"Lepas!" perintahnya.

"Ammm ... Tapi Non," lirih Dahlia menggengam tangan kanannya seolah-olah menyembunyikan jarinya yang bercincin.

"Lama! Lepas cepat! Aku mau lihat langsung!" seru Belinda menarik paksa tangan Dahlia dan mencoba melepaskan cincin itu.

Aku kembali menepis tangan Belinda yang sedang berusaha menjajah jari calon istriku. Kamu pasti mulai ngilerkan, Bel?! Kasihan.

"Apaan sih kamu, Bel! Jangan coba-coba dilepas. Itu cincin pernikahanku!"

"Aku mau lihat! Kasih aku lihat, Mas!" teriak Belinda memaksa.

"Gak! Aku gak izinin!" tepisku.

Belinda tak mau kalah. Ia terus mencoba meraih telapak tangan Dahlia sedangkan aku berusaha menjauhkannya.

"Aku pecat kamu kalau kamu gak lepasin cincin itu!" pekik Belinda pada Dahlia.

"Anu Mbak..." lirih Dahlia kebingungan.

"Awas ya! Kamu gak boleh lepas cincin itu tanpa seizinku!" ancamku terus mengangkat lengan gadis itu.

Aku tak ingin cincin mahal itu jatuh ke tangan Belinda yang matre.

"Dahlia! Lepasin!" teriak Belinda menghentakkan kakinya.

Pastilah gadis itu sedang menahan rasa kesal yang sudah sampai ubun-ubunnya.

"Kamu gak ada hak ya!" lanjutku terus menarik tangan Dahlia yang sedari tadi jadi rebutan.

"Dia pembantuku di sini, Aditya! Aku cuma mau lihat lebih detail cincin itu!"

"Tak ada urusannya sama kamu! Ayo kita pergi!" ujarku pada Dahlia yang memucat.

Mungkin gadis itu takut dipecat. Aku menatapnya serius.

"Ikut aku. Kamu sudah bukan pembantu lagi di sini. Tempatmu seharusnya berada di istanaku," lirihku serius pada Dahlia.

"Puihhh! Sejak kapan laki-laki kere kayak kamu punya istana. Jangan mau diperdaya laki-laki tak kamu kenal, Dahlia! Lepaskan cincin itu dan kembalilah bekerja," ujar Bu Yuni melipat tangannya di depan dada. Begitu angkuh dan sombong.

Aku semakin muak diremehkan begini oleh nenek peot itu. Lihat saja. Kubuat biji matanya sekarang jatuh. Segera kurogoh ponselku yang sederhana. Ponsel mewahku ada di rumah.

"Hallo, Pak Man. Aku share lock sekarang. Jemput secepatnya. Baik. Secepatnya!"

Belinda mendelik padaku, heran.

"Kalian pulang saja duluan. Aku akan pulang dengan Pak Suparman," ujarku pada Parjo dan Romlah.

Keduanya mengangguk lalu keluar dan pulang menggunakan motor kesayangan mereka dari tahun ke tahun. Beberapa kali aku menawarkan motor baru, tapi mereka lebih suka motor butut itu. Katanya, motor itu adalah ikatan bukti cinta dan perjuangan mereka selama 20 tahun menikah. Bahkan uang 50 juta yang diberikan ayahku secara cuma-cuma, mereka malah membeli seat umroh. Itulah mengapa, Parjo dan Romlah begitu sangat menjadi kesayangan ayahku.

"Ayo. Ikut aku!"

Dahlia masih bergeming seperti ketakutan.

"Kamu jangan termakan rayuan laki-laki ini! Satu langkah kamu keluar dari rumah ini, kamu kupecat!" ancam Belinda garang.

"Dan jangan harap kamu bisa dapat pesangon dan bisa kami terima lagi kerja di sini! Buat tamatan SMA kayak kamu, mau kerja apa ha?!!" lanjut Si Nenek Peot menambahkan.

Aku menarik pergelangan tangan Dahlia. Gadis itu menggeleng, mencoba melepaskan tangannya dariku.

"Jangan pedulikan ucapan mereka!" seruku.

Dahlia masih bergeming, makin kebingungan.

Tiiiit!

Itu klason mobilku. Aku mencekal pergelangan tangan gadis Itu dengan keras. Dahlia tak bisa mengelak lagi. Kuseret dia dengan langkah cepat. Tampak mobil mewahku sudah terparkir tepat di halaman rumah ini. Supir pribadiku sudah turun dan membukakan kami pintu. Aku tak perlu menoleh ke belakang. Sudah bisa kubayangkan bagaimana ekspresi nenek peyot dan putrinya yang mantre itu. Lihat saja, ini baru permulaan. Kalian akan membayar mahal untuk hari ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD170
8.1
Saat keluarganya bangkrut, Winnie dicampakkan oleh Jako yang membatalkan pertunangan mereka secara sepihak di depan publik. Dalam situasi terjepit, Winnie nekat mengeklaim dirinya sedang mengandung anak dari Dion, paman Jako yang sangat berkuasa. Di luar dugaan, Dion menyetujui kebohongan itu dan mengajaknya bersekutu. Hubungan mereka pun berlanjut ke pernikahan kontrak yang sarat intrik, siasat, dan kesalahpahaman yang perlahan menjerat hati keduanya.
Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Seorang wanita terkejut saat bos miliardernya mengajukan penawaran tak biasa. Tanpa dilandasi cinta, pria berkuasa yang dikelilingi banyak wanita itu secara dingin menegaskan bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya demi kepuasan fisik semata. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan tanpa status yang murni transaksional ini, terus mempertanyakan alasan di balik keputusan sang bos memilih dirinya sebagai pemuas hasrat pribadi.
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Kegagalan asmara yang bertubi-tubi, mulai dari menyukai gurunya sendiri hingga terpikat kekasih orang, membuat CEO ADITAMA Group, Revan Aditama Perkasa, mati rasa terhadap cinta dan pernikahan. Di tengah apatismenya, sang ayah justru menuntutnya menikahi seorang wanita dari Suku Anak Dalam. Revan menentang keras rencana itu. Baginya, menikahi perempuan yang dianggap primitif tersebut sangat tidak masuk akal dan bertolak belakang dengan kehidupan modernnya yang serbaintelektual.
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.7
Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Sampul Novel Istri Gelap Tuan Arrogant
8.8
Tak pernah terlintas di benak Kinanti bahwa ia akan berakhir sebagai istri rahasia dari majikannya sendiri, Adam. Padahal, pria kaya tersebut telah memiliki seorang istri bernama Renata yang sangat ia cintai. Situasi menjadi kian rumit ketika Kinanti menyadari dirinya tengah mengandung anak Adam. Akankah Adam menerima janin tersebut? Dan bagaimana reaksi Renata saat mengetahui pengkhianatan suaminya yang menyembunyikan istri gelap selama ini?
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kehidupan pernikahan Arumi yang tenang mendadak terguncang setelah ia tanpa sengaja membaca pesan dari ibu mertuanya, Elina, di ponsel Akram. Dalam pesan tersebut, Elina mengucapkan selamat atas kelahiran cucu pertama yang disebutnya sangat cantik. Kecurigaan Arumi pun memuncak, sebab anak mereka yang bernama Ayumi seharusnya menjadi cucu pertama dalam keluarga tersebut. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Akram dari sang istri?