APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kontrak Rahasia Sang Pewaris

Kontrak Rahasia Sang Pewaris

Elysia terdesak oleh biaya pengobatan ibunya yang sedang kritis. Di tengah keputusasaan, Damian Lancaster hadir menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak senilai lima miliar rupiah. Syaratnya, sang pewaris tunggal menghendaki Elysia melahirkan anak untuknya. Walau batinnya tersiksa karena merasa memperdagangkan darah daging sendiri, ia tak punya opsi lain. Namun, di balik kemegahan itu, Damian menyimpan misteri besar yang mengunci Elysia dalam kontrak tanpa jalan keluar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari pertama Elysia di rumah keluarga Lancaster terasa lebih menyesakkan daripada yang ia bayangkan.

Ia berdiri di dalam kamarnya-atau lebih tepatnya, kamar yang kini menjadi miliknya. Ruangan itu lebih besar daripada apartemen kecil yang pernah ia tinggali. Dindingnya berwarna krem lembut, dihiasi ukiran mewah. Sebuah tempat tidur berkanopi berdiri megah di tengah ruangan, sementara jendela besar menghadap ke taman yang begitu luas, seakan membentang tanpa batas.

Semua ini seharusnya terasa seperti mimpi. Namun bagi Elysia, ini adalah penjara.

Damian telah memenuhi janjinya. Begitu mereka menikah di kantor catatan sipil tadi pagi, ia langsung diberikan akses ke rumah ini. Ibunya sudah mendapatkan perawatan terbaik, dan rekeningnya kini berisi uang yang cukup untuk hidup nyaman selama beberapa tahun ke depan.

Tapi semua itu datang dengan harga yang sangat mahal.

Perlahan, Elysia duduk di tepi tempat tidur, tangannya menggenggam kain gaun putih sederhana yang ia kenakan. Hari ini, ia secara sah menjadi Nyonya Lancaster-istri dari seorang pria yang tidak mencintainya, dan yang ia sendiri tidak tahu apakah bisa ia percaya.

"Nyonya Lancaster."

Elysia tersentak dan menoleh ke arah pintu. Seorang wanita paruh baya berdiri di sana dengan ekspresi datar.

"Saya Bianca, kepala pelayan di rumah ini. Tuan Damian meminta saya memastikan Anda merasa nyaman."

"Nyaman." Kata itu terasa ironis.

Elysia mencoba tersenyum. "Terima kasih, Bianca."

"Jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa meminta langsung kepada saya. Dan satu hal lagi..." Bianca menatapnya lurus, suaranya lebih tegas. "Tuan Damian memiliki aturan di rumah ini. Anda tidak diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa izinnya."

Dada Elysia menegang. "Apa maksudmu? Aku tidak bisa keluar sesukaku?"

"Tuan Damian menginginkan keamanan Anda. Anda bisa pergi jika ditemani oleh pengawal, tapi Anda tidak bisa pergi sendirian. Itu adalah perintah langsung dari beliau."

Elysia menatap Bianca, ingin membantah. Namun ia tahu ini bukan kesalahan wanita itu. Ini adalah bagian dari perjanjian yang ia tandatangani. Ia sudah menyerahkan kebebasannya kepada Damian sejak ia menerima tawarannya.

"Baik," ucapnya singkat.

Bianca mengangguk sebelum melangkah pergi, meninggalkan Elysia sendirian dalam keheningan yang semakin menyesakkan.

Malam itu, saat Elysia tengah merenung di balkon kamarnya, suara ketukan di pintu membuatnya tersentak.

"Masuk," katanya, suaranya sedikit serak.

Pintu terbuka, dan Damian masuk dengan langkah tenang. Seperti biasa, ia tampak sempurna dalam kemeja hitam yang sedikit terbuka di bagian atas, memperlihatkan sekilas otot dadanya. Mata tajamnya menelisik ke arahnya sebelum ia berjalan mendekat.

"Bagaimana harimu?" tanyanya.

Elysia tertawa kecil, tanpa humor. "Sejujurnya? Aku merasa seperti burung dalam sangkar emas."

Damian menatapnya lama, sebelum akhirnya bersandar di tepi meja. "Aku sudah memberitahumu bahwa pernikahan ini akan memiliki batasan. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja tanpa perlindungan."

"Perlindungan atau pengawasan?"

Damian mengangkat alis. "Apa ada bedanya?"

Elysia mendesah, menoleh ke arah taman yang diterangi cahaya lampu. "Kenapa aku merasa seolah-olah aku telah menjual jiwaku?"

Damian tidak langsung menjawab. Ia hanya mengamati wajahnya dengan intens, seolah mencoba membaca pikirannya.

"Kau tahu," katanya akhirnya, suaranya rendah, "Jika kau benar-benar menyesalinya, kau masih bisa pergi."

Elysia menoleh, menatapnya dengan tidak percaya. "Apa maksudmu?"

"Jika kau benar-benar merasa tidak sanggup, aku bisa mengembalikan semua uangmu dan membiarkanmu pergi. Tapi begitu kau mengambil langkah ke luar dari rumah ini, kesepakatan kita berakhir. Kau tidak akan mendapatkan apa pun lagi dariku."

Elysia menegang.

Tawaran itu menggoda. Jika ia pergi sekarang, ia bisa mendapatkan kembali kebebasannya. Ia tidak perlu hidup dalam bayang-bayang Damian, tidak perlu mengikuti aturan yang ia tetapkan.

Tapi... ibunya.

Perawatan rumah sakit yang mahal, kehidupan yang lebih baik, masa depan yang lebih aman. Semua itu akan hilang jika ia memilih untuk pergi.

Dengan berat hati, ia menarik napas dalam. "Aku tidak akan pergi."

Ekspresi Damian tetap datar, tapi ada sesuatu dalam matanya yang berubah. "Baik."

Ia mendorong diri dari meja dan berjalan ke arahnya, membuat Elysia tanpa sadar menegang. Namun, alih-alih mengatakan sesuatu, ia hanya mengulurkan tangan dan menyentuh pipinya dengan ujung jarinya.

"Kau bukan burung dalam sangkar, Elysia. Kau hanya harus belajar bagaimana terbang dalam batasan yang ada."

Kata-kata itu anehnya lebih menusuk daripada yang ia kira.

Dan saat Damian melangkah pergi, meninggalkannya sendirian di balkon, Elysia tahu satu hal pasti-

Ia sudah masuk terlalu dalam, dan tidak ada jalan keluar.

Hari-hari berikutnya berjalan dengan ritme yang sama.

Elysia tidak diperbolehkan pergi tanpa Damian atau pengawal, tapi ia diperbolehkan menjelajahi rumah megah itu. Ia mulai mengenal beberapa pelayan, termasuk Bianca yang meskipun kaku, perlahan menunjukkan sedikit kepedulian padanya.

Namun, satu hal yang terus menghantui pikirannya adalah kenyataan bahwa meskipun mereka menikah, Damian nyaris tidak bersikap seperti suami padanya.

Ia jarang berada di rumah, selalu sibuk dengan bisnisnya. Bahkan saat mereka makan malam bersama, percakapan mereka singkat dan formal. Tidak ada kehangatan, tidak ada kedekatan.

Dan bagi Elysia, hal itu adalah pedang bermata dua.

Di satu sisi, ia bersyukur karena tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu yang belum siap ia lakukan. Tapi di sisi lain... itu juga membuatnya merasa seolah-olah ia tidak lebih dari sekadar kontrak yang harus dipenuhi.

Sampai akhirnya, semuanya berubah pada suatu malam.

Hujan deras mengguyur kota saat Elysia terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap, merasa ada sesuatu yang tidak biasa.

Saat itulah ia mendengar suara pintu terbuka.

Ia menoleh, dan menemukan Damian berdiri di ambang pintu, basah kuyup dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Damian?" tanyanya bingung. "Apa yang terjadi?"

Alih-alih menjawab, pria itu melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Matanya gelap, penuh sesuatu yang tidak bisa Elysia baca.

Lalu, tanpa peringatan, ia berjalan mendekat dan menarik Elysia ke dalam pelukannya.

Elysia membeku. Tubuh Damian terasa dingin, basah, tapi hangat pada saat yang bersamaan.

"Aku lelah," gumamnya di dekat telinga Elysia, suaranya lebih rendah dari biasanya. "Bisakah aku tinggal di sini malam ini?"

Elysia tidak tahu harus menjawab apa. Namun saat ia merasakan lengan Damian semakin erat di sekeliling tubuhnya, ia tahu satu hal-

Malam ini, sesuatu telah berubah.

Dan ia tidak tahu apakah itu akan membawa kebahagiaan... atau kehancuran.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
9.4
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat sang mantan kekasih kembali memikat Dave. Melalui pesan provokatif dan bukti kemesraan mereka, termasuk kembang api biru di malam anniversary yang sepi, Sheila menyadari akhir dari hubungan mereka. Tanpa air mata, ia menandatangani surat perceraian. Lebih dari itu, Sheila meminta sekretarisnya menyiapkan pernikahan baru untuk Dave dan selingkuhannya, sebelum akhirnya terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung bagi keduanya.
Sampul Novel Kontrak Cinta - Love Contract
7.8
Demi melunasi utang keluarga dan biaya medis ayahnya, Mahesa rela menunda kelulusan kuliah dan bekerja di kelab malam. Di tempat kerja, ia bertemu seorang wanita mabuk yang tengah patah hati. Secara mengejutkan, wanita itu menawari Mahesa pernikahan kontrak dengan imbalan finansial yang besar. Terdesak kebutuhan, Mahesa akhirnya menerima kesepakatan tersebut. Kini, lembaran baru kehidupan pernikahan penuh kepura-puraan di antara mereka resmi dimulai.
Sampul Novel KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO
8.4
Lamaran Aditya ditolak mentah-mentah oleh Yuni karena hanya sanggup memberi hantaran lima puluh juta. Tak hanya dihina, Belinda sang kekasih pun ikut merendahkannya. Dalam kemarahan, Aditya justru melamar Dahlia, asisten rumah tangga Belinda, dengan cincin berlian mewah. Tak ada yang tahu bahwa staf administrasi biasa ini sebenarnya adalah putra mahkota pemilik perusahaan. Saat identitas aslinya sebagai CEO terungkap, mampukah Aditya dan Dahlia merajut cinta tulus dari awal yang penuh emosi ini?
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi
9.7
Kesempatan kedua hidup dipakai Grace Wijaya untuk segera menceraikan William Sanjaya. Trauma akibat mati tragis di rumah sakit jiwa setelah delapan tahun mencintainya membuat Grace enggan bertahan. Awalnya William bersikap dingin dan mengabaikan keputusan itu. Namun, ia menyesal saat melihat Grace bertransformasi menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria. Ketika William memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena telah sembuh dari kebutaan cintanya.