APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris

Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris

Terbangun di tubuh asing usai kecelakaan maut, Aurora Ellis kini menjadi istri kontrak Damian Aldridge, pewaris takhta bisnis yang penuh tipu daya. Mantan wanita karier sukses ini dipaksa menjadi istri kedua demi memberikan keturunan. Di tengah konspirasi elite yang kejam dan berdarah, Aurora yang berambisi kuat enggan menyerah pada nasib. Mampukah ia bertahan dalam pernikahan semu ini ketika benih cinta perlahan tumbuh di balik luka dan intrik?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aurora duduk di tepi tempat tidur mewah itu, kepalanya terasa berdenyut hebat. Suara bisikan yang baru saja didengarnya masih menghantuinya.

Pion di tangan mereka.

Betapa dinginnya kata itu menggigit hatinya. Seolah seluruh hidupnya kini menjadi permainan yang ia tidak pernah minta untuk dimainkan.

Ia menatap langit-langit kamar yang dihiasi lukisan-lukisan klasik, berharap menemukan seberkas kekuatan untuk bangkit. Namun, yang ada hanya perasaan hampa yang tak bisa ia hapuskan begitu saja.

Suara ketukan pelan di pintu memecah keheningan.

"Aurora?" suara itu lembut, tapi tak menghilangkan ketegangan di udara.

Aurora menoleh, menemukan seorang wanita berpenampilan anggun berdiri di ambang pintu. Wanita itu mengenakan gaun panjang berwarna gelap, dengan mata tajam yang seolah menilai setiap gerak-geriknya.

"Ini kamarku?" tanya Aurora, suaranya penuh ragu.

Wanita itu melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya.

"Aku Isabelle, asisten pribadi Damian," katanya sambil tersenyum tipis. "Dan juga pengawasmu sekarang."

Aurora menggigit bibirnya. "Jadi, aku dipenjara di sini?"

Isabelle tertawa kecil, tapi tatapannya tetap serius.

"Bukan penjara. Tapi kau memang harus patuh pada aturan. Ini bukan pernikahan biasa, Aurora. Keluarga Aldridge punya cara mereka sendiri menjaga rahasia."

Selama hari-hari berikutnya, Aurora mulai merasakan betapa beratnya hidup barunya. Setiap langkah diawasi, setiap kata diperhatikan. Ia diperintahkan mengikuti aturan ketat yang bahkan belum ia mengerti sepenuhnya.

Damian, suaminya, jarang menunjukkan sisi lembut. Tatapan dingin dan suara tegasnya membuatnya merasa seperti tahanan, bukan istri.

Namun, di balik semua itu, ada kilatan-kilatan kecil yang membuat Aurora penasaran. Sekali waktu, Damian terlihat melunak saat memandangnya, tapi cepat-cepat menutupinya dengan dinding dingin yang selalu ia bangun.

Suatu malam, Aurora duduk di balkon kamar, menatap langit malam yang diterangi bintang-bintang. Hatinya dipenuhi pertanyaan dan kegelisahan.

"Tuhan, mengapa aku harus melalui semua ini?" bisiknya pada udara.

Tiba-tiba, suara langkah kaki menghampirinya. Damian berdiri di belakangnya, diam tanpa berkata apa-apa.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, Damian akhirnya membuka suara.

"Aurora," katanya pelan. "Aku tahu ini berat. Tapi kau harus mengerti, ini bukan hanya tentang kita."

Aurora menatapnya, mencoba menembus dinding yang selama ini memisahkan mereka.

"Kau tidak mengerti, Damian. Aku kehilangan hidupku, kebebasanku," jawab Aurora dengan suara bergetar.

Damian menarik napas panjang, kemudian berkata, "Aku juga kehilangan banyak hal. Keluargaku, warisanku, bahkan... orang yang kucintai."

Aurora terkejut mendengar kata-kata itu. "Siapa?"

Damian memalingkan wajah, menyembunyikan kesedihannya.

"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Tapi aku janji, suatu hari kau akan mengerti."

Hari-hari berlalu dengan ketegangan yang tak kunjung reda. Aurora mulai mengenal lingkungan istana Aldridge yang penuh dengan rahasia dan intrik.

Ia bertemu dengan beberapa anggota keluarga yang tampak ramah, tapi menyimpan ambisi tersembunyi. Ada anak-anak Damian yang memandangnya dengan rasa curiga, ada pula pelayan yang membisikkan cerita-cerita gelap tentang masa lalu keluarga ini.

Semua menambah beban Aurora, tapi juga menyalakan api keberaniannya untuk bertahan.

Suatu malam, saat sedang berjalan di taman luas yang penuh dengan bunga-bunga langka, Aurora bertemu dengan seorang pria muda yang ternyata adalah sepupu Damian, Lucas.

Lucas berbeda dari Damian. Ia ramah, hangat, dan memperlakukan Aurora dengan sopan. Mereka berbicara lama tentang hidup, mimpi, dan beban keluarga Aldridge.

"Aurora, kau harus kuat. Aku tahu Damian bisa terlihat keras, tapi di balik itu, dia adalah pria yang penuh luka," kata Lucas dengan serius.

Aurora merasa sedikit lega mendengar itu. Setidaknya, ia tahu ia tidak sendirian.

Namun kebahagiaan sesaat itu sirna ketika suatu malam ia mendengar percakapan Damian dengan seseorang melalui telepon.

"Aurora mulai menjadi masalah. Dia terlalu banyak bertanya," suara Damian terdengar dingin.

"Tenang, kami akan atasi. Dia hanya pion, seperti yang kau katakan," balas suara di seberang.

Aurora tersentak. Pion? Apakah selama ini ia benar-benar hanya alat?

Di titik itu, Aurora sadar bahwa pernikahan kontrak ini bukan hanya tentang cinta atau keluarga, tapi tentang permainan kekuasaan yang kejam.

Ia bertekad, tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban. Ia harus mencari cara untuk keluar dari labirin ini, atau setidaknya menguasainya.

Ketika Aurora membuka laci meja di kamarnya, ia menemukan sebuah amplop misterius berisi foto-foto lama dan surat yang mengisyaratkan rahasia besar keluarga Aldridge. Di situ tertulis dengan tinta merah:

"Jangan percayai siapa pun. Kebenaran akan membebaskanmu-atau menghancurkanmu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Setelah diusir, Helen baru menyadari identitas aslinya yang bukan bagian dari keluarga tersebut. Rumor menyebut ia kembali ke pelukan keluarga miskin yang akan mengeksploitasinya, namun fakta justru berbanding terbalik. Ayah kandung Helen rupanya seorang miliarder yang siap memanjakannya. Helen sendiri memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Di saat publik menantikan kejatuhannya, ia melesat menjadi sosok legendaris dan memikat pria misterius yang sangat berkuasa.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Clara harus menanggung akibat dari tindakan ayahnya yang melarikan diri dengan uang milik Tuan Blackwell. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa mengorbankan kebebasannya dan bersedia menjadi wanita simpanan sang miliarder. Namun, kesepakatan dingin ini justru menyeret Clara ke dalam badai emosi yang rumit serta misteri masa lalu yang mulai terungkap. Hubungan yang penuh ketegangan ini pun menjadi ujian berat bagi ikatan sejati mereka.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Sebagai anak di luar nikah, Ariel harus menanggung cemoohan publik yang merusak nama besar ayahnya. Di tengah perlakuan kejam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan. Kehadiran miliarder sempurna ini membawa harapan baru bagi Ariel. Namun, perbedaan kasta yang jurang pemisah menjadi ujian berat bagi hubungan mereka. Mampukah Shawn melindungi Ariel dari kejamnya dunia? Temukan kisah perjuangan cinta mereka yang penuh rintangan.
Sampul Novel Sekretaris Cantik Milik Tuan CEO
8.0
Nadira Angelista terpaksa dijual oleh Om Sam demi melunasi utang ayahnya serta biaya medis sang ibu. Berusaha menyelamatkan diri, ia malah terjebak di perusahaan milik Jovian Hadinata. Jovian, sang CEO kaya raya, ternyata adalah mantan tunangan yang dulu ditinggalkan oleh Nadira. Didorong oleh luka masa lalu, Jovian bertekad melakukan balas dendam padanya. Di tengah pusaran benci dan konflik ini, mampukah perasaan mereka berbalik menjadi cinta kembali?
Sampul Novel Tak Bisa Lepas Dari Tuan Muda.
9.0
Pernikahan impian Jesslyn hancur seketika saat sang kekasih absen di hari bahagia mereka. Keadaan kian memburuk ketika Max menuduhnya telah meracuni makanannya dengan zat terlarang. Kecewa berat karena difitnah dan tidak dipercayai, Jesslyn memutuskan pergi dan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Meski terluka, ia bersumpah tak akan kembali dan yakin Max akan sangat menyesal saat kebenaran di balik semua ini akhirnya terungkap.