APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza

Kiss for Prince Kouza

Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kouza mendesak maju menciumi Myan yang masih tercengang. Myan berusaha mendorong dada Kouza yang terus menekannya. Hingga akhirnya Kouza menyudutkannya merapat di pojok dinding. Menahan kepala Myan dan mendekap erat tubuhnya. Myan terkunci dan tak dapat bergerak.

Kouza yang seperti telah terlena, belum terpuaskan memagutnya. Ia memasukkan lidahnya lebih dalam lagi, mencari-cari, menghisap dan menuntut tanpa henti.

Myan sendiri mau tak mau mengikuti permainan Kouza hingga mendesah tak tertahankan, sangat kewalahan dengan serangan Kouza yang bertubi-tubi itu.

"Kou... hh... Kouza... tolong hentikan," bisiknya disela-sela cumbuan Kouza.

Myan mencoba beberapa kali lagi untuk berusaha berpaling menyudahi ciuman Kouza, tetapi masih tidak berhasil. Kouza menguncinya hingga sulit bergerak bebas. 

Baru beberapa saat kemudian, setelah Kouza memutuskan untuk menyudahinya, Myan dapat mengambil kesempatan untuk sedikit menjauhkan wajahnya darinya. Sembari mengatur napasnya yang tak beraturan, jantungnya berdetak sangat kencang.

Napas Kouza sama tak beraturannya seperti napasnya. Setelah melepaskan pagutannya, Kouza memandang Myan yang sedang kehabisan napas. Wajahnya memerah memburu.

"A__apa yang kau lakukan!" Myan mendorong Kouza agar menjauh darinya. Dia merasa sangat malu dan gugup.

"Hmm... tak kusangka kau begitu menarik Kisha, kau sangat menggoda." Gumam Kouza penuh kepuasan. 

"Aku seperti tak dapat menahan diriku. Rasanya, aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja," ucapnya lagi sambil tersenyum penuh arti.

"Aku tidak keberatan untuk memilikimu seutuhnya, mari kita teruskan diranjangku. Aku akan memberikanmu kenikmatan lebih." Kouza yang tampak gelap mata, langsung membopong tubuh Myan dengan mudah.

"Ap__apa?! Kouza tunggu!" cegahnya panik.

Belum habis keterkejutan Myan tadi, kini Kouza tiba-tiba sudah membaringkannya di atas ranjang. Dia sendiri kemudian ikut bergabung di atasnya dan memerangkap Myan dengan kedua kakinya.

Kouza mulai membungkuk, dan dengan cepat melepas tali-tali simpul ikatan baju atasan Myan hingga terekspos di bagian dada.

"Tunggu... tungguu... Kouza hentikan!!" teriak Myan frustasi.

Kouza tersentak. Mungkin terkejut karena teriakan Myan, ia refleks berhenti. Kouza memegangi kepalanya dan terduduk. Tanpa sadar menindih sebatas pinggang Myan.

Seperti kembali tersadar akan sekeliling, Kouza mengerjapkan matanya. Ia membelalak kaget saat mendapati posisi dirinya tengah menindih Myan. Terlebih dengan pemandangan belahan dada Myan yang setengah timbul dan terbuka di hadapannya.

Kouza tampak shock. Ia refleks mundur dengan cepat hingga terjerembab ke atas lantai dengan suara yang keras.

Myan yang juga terkejut, segera menuju sisi ranjang dan melongokkan kepalanya untuk memeriksa keadaan Kouza.

"Kau tak apa-apa, Kouza?" tanyanya sambil membungkuk di salah satu sisi ranjang. Myan mengulurkan tangan padanya.

Kouza membeku. Ia sedikit tertegun karena mendapati posisi Myan yang membuatnya dapat lebih jelas lagi melihat belahan dadanya. Karena malu, ia memalingkan mukanya dan berdiri sendiri.

"Tidak apa-apa," jawabnya tanpa memandang Myan.

Myan memandangi Kouza dengan keheranan, meneliti perubahan sikapnya yang begitu mendadak. Ia akhirnya berjalan mendekatinya karena begitu penasaran.

"Kau, tadi hendak..."

"Apa yang sudah aku lakukan?" Kouza tersentak dan menatap Myan. Ia berbalik dan mencengkeram kedua bahu Myan setelah memotong ucapan gadis itu.

"Ti__tidak, maksudku kau tadi..... aku pikir kau hendak menyerangku lagi, jadi tanpa sadar aku berteriak padamu. Apa kau kesakitan lagi?" tanyanya.

"Apa aku menyakitimu?" tanya Kouza lagi.

Myan membulatkan matanya dan menelan ludahnya. Membayangkan kembali yang telah Kouza lakukan padanya tadi. Ciuman serangannya  tadi memang terasa begitu intens dan panas.

Kouza memang tidak menyakitinya. Tapi hanya dengan memikirkannya saja sudah membuat Myan kembali tergelitik. Belum pernah ia merasakan ciuman yang sepanas itu sebelumnya. Muka Myan kembali merona hanya dengan mengingatnya saja.

"Maafkan aku," ucap Kouza lembut dengan wajah penuh penyesalan.

"Kau tidak menyakitiku," Myan sedikit terkejut dengan perubahan ekspresi Kouza. 

"Kau hanya... me_mengagetkanku saja dengan c_ciuman mendadakmu tadi, selain itu aku tak apa-apa"

"Apa?!" Kouza terkejut dengan ucapan Myan.

"Aku menciummu?" tanyanya. Tubuhnya seketika menegang.

Myan mengerjap dan mengangguk tanpa ia sadari. 

"Oh, maaf," Kouza mendesah. Kali ini raut wajahnya berubah menjadi kusut.

"Maafkan aku, itu bukan aku," ucapnya. Myan tak mengerti maksud perkataan Kouza.

"Itu aku, tapi bukan aku," lanjutnya. 

"Jika kau melihatku lagi, dan saat itu aku berkelakuan aneh, tolong pergilah. Menghindarlah dariku, sampai aku yang seperti sekarang kembali lagi." 

"Apa maksud perkataanmu sih?" Myan 

"Aku akan menjelaskan semua padamu nanti Myan, sekarang buatlah dirimu lebih nyaman dahulu. Jika kau ingin berganti pakaian, atau mungkin membersihkan dirimu, para pelayan akan mempersiapkannya untukmu."

Myan baru tersadar dengan keadaannya sendiri, setelah Kouza menyebutkannya. Baju atasannya yang sudah berantakan, dan dengan dadanya yang sudah separuh menyembul memperlihatkan kemulusannya kulitnya di depan Kouza, seketika membuatnya sangat malu! Refleks, ia menutupi dengan tangannya. Kouza ikut berpaling dengan canggung.

****

Beberapa pelayan wanita membawa Myan ke tempat pemandian di dalam istana. Mereka menyiapkan bak kayu besar berisi air hangat yang muat untuk dirinya. Di sisi lain ada sebuah kolam yang berisi air yang jernih mirip seperti kolam berenang kecil.

Myan memilih untuk berendam di dalam bak berisi air hangat dengan banyak kelopak mawar merah yang menghiasinya.

Seorang pelayan wanita hendak membantunya menggosok tubuhnya saat ia mulai berendam.

"Biar aku sendiri saja," ucap Myan. Pelayan tersebut mengangguk dan undur diri.

"Aku akan membersihkan diriku sendiri. Kalian bisa menungguku diluar, terima kasih," ucapnya canggung.

"Baik, Nona" jawab mereka kemudian keluar.

Myan menarik napas lega. Ia memejamkan matanya untuk menikmati air hangat yang menyelimuti tubuhnya.

Jelas ia tidak gila, atau sedang berhalusinasi. Entah apa, tapi tempat ini memang lah asli. Semua yang ia lihat, ia alami, dan ia sentuh terasa begitu nyata. 

Di mana ini? Jaman apa ini? Negara apa ini? apa ia sedang berada di dimensi lain dengan hal-hal ajaib dan sihir aneh yang tadi dilihatnya?

Siapa mereka semua dengan pakaian anehnya? Kerajaan apa ini? Semua terasa sangat asing, tapi mengapa bahasa mereka sama? Mengapa ia bisa berada di sini? Ini jelas bukan surga! Ah entahlah! Tak tahulah! Myan merasa sangat frustasi.

Pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikirannya membuatnya sangat kesal. Walau begitu, Myan berusaha untuk tetap tenang. Ia mulai merunut kembali kejadian yang telah dialaminya sebelum ini.

Logikanya, jika ia memang telah terjatuh dari tebing, pasti dirinya sekarang sedang berakhir di rumah sakit. Atau yang lebih buruk adalah... Kematian. Ya, ia mungkin sudah mati.

Myan membuka kembali matanya. Membelalak. Sedikit tercekat dengan analisanya. Jika memang ia sudah mati, apa mungkin arwahnya lalu masuk ke dalam tubuh orang lain yang mirip dengan dirinya? Dari jaman, waktu, dan dimensi yang lain mungkin? Seperti yang ada di film-film yang pernah ia tonton?

Ah masa bodoh lah! Myan berpikir, jika memang masih ada kemungkinan ia bisa kembali ke dunianya sendiri, jelas itu yang akan ia upayakan. Ia tidak mau peduli dan tidak mau tahu di mana dan dunia apa yang sebenarnya sedang ia jelajahi sekarang. Ia hanya ingin pulang.

Walau tampak menyedihkan dan tidak ada lagi yang tersisa di kehidupan aslinya, ia tetap ingin kembali jika bisa. Kembali ke rutinitasnya sehari-hari, berangkat bekerja setiap pagi. Ia bahkan mulai sedikit merindukan Rick bodoh yang telah mengkhianatinya.

Tunggu saja Rick, begitu aku bisa kembali, aku akan memberimu pelajaran! Batin Myan geram.

Perasaan amarah dan frustasi bercampur menjadi satu, bagaimana pun ia harus segera mencari cara agar dapat kembali kebdunianya sendiri! Yang paling penting sekarang adalah dirinya. Benar, ia tak ingin tahu sedang di mana. Ia hanya ingin pulang!

"Oh, sungguh menyebalkan!"

Myan mendesah, menyeka air matanya yang sudah berkumpul di pelupuk matanya. Ia begitu sedih hingga tak dapat menahan air matanya.

Tapi ia memiliki misi sekarang. Ia tidak boleh lemah dan menjadi pengecut. Ia akan mencari tahu alasan mengapa dirinya bisa berada di sini, dan bagaimana caranya ia bisa pulang. Itu yang paling penting.

Myan sudah membulatkan tekadnya dan akan mencari cara apapun yang bisa membuatnya pulang lagi ke dunianya sendiri.

*******

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ia menenggelamkan aku, aku membakar dunianya.
9.7
Pasca-kecelakaan, Adrian mendirikan Nusantara Saga untuk memenjarakan dan memanipulasiku. Di balik itu, dia berselingkuh dengan Dahlia, merampas identitas virtualku, serta sengaja menghalangi kesembuhanku agar tetap bisa berkuasa. Setelah dipermalukan di depan umum dan dibuang ke air mancur sampai hampir mati, aku berhasil bangkit kembali. Kini, dengan kaki yang telah pulih sepenuhnya, aku siap masuk kembali ke dunianya untuk menghancurkan seluruh kerajaan yang telah dia bangun.
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh membunuh orang tuanya pada usia sembilan tahun dan dipenjara. Sepuluh tahun kemudian, ia kabur dan bertahan di jalanan. Pertemuan dengan teman lama membawanya bergabung dalam komplotan untuk membalas dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna jatuh cinta pada putra dari orang yang menghancurkan keluarganya.
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Khusus pembaca 21 tahun ke atas. Sebagai ketua tim khusus kepolisian elit, Eva Avalon mengemban misi besar untuk memberantas kejahatan dan eksploitasi seksual yang merajalela. Di era modern dengan teknologi yang memicu berbagai modus operandi baru yang licin, ia harus memimpin penyelidikan kasus-kasus rumit. Ikuti perjuangan hebat Eva dalam mengungkap setiap misteri dan menegakkan keadilan di tengah tantangan yang berbahaya.
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Saat pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa kembali mantan pasangan sejatinya, Lucy Burton, yang dahulu disiksanya. Namun, tepat pada hari jadi kami, saya menyaksikan Marc memeluk dan menandai Lucy di kamar. Meski Marc berdalih itu adalah hukuman, Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang persis seperti kepunyaan saya. Pengkhianatan keji ini seketika menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang teramat sangat.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Kemiskinan masa lalu memicu dendam mendalam pada diri Basudo. Tumbuh dewasa, ia memilih jalan kegelapan demi membalas rasa sakitnya. Sebagai raja mafia yang haus kekuasaan dan kendali ekonomi, ia tak segan melenyapkan siapa pun yang menghalangi. Namun, kekejaman tanpa ampun ini melahirkan perlawanan baru. Defian dan Telma, dua sosok pemberani, kini muncul dan siap mempertaruhkan hidup mereka demi menghentikan dominasi kejam Basudo beserta kelompoknya.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark, putra angkat saudagar kaya di zaman dinasti, menyimpan rahasia besar. Ia mewarisi kekuatan dahsyat Raja Iblis sekaligus kelembutan sang ibu yang tewas dibunuh rival ayahnya. Berbekal umur panjang, Skylark terus membasmi monster hingga zaman modern. Di tengah misi membalaskan dendam kematian ibunya, akankah jati diri aslinya terbongkar? Simak kisah perjuangan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.