APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah tak Terduga: Back to You

Kisah tak Terduga: Back to You

Tujuh tahun berduka atas kepergian Nindy, Samuel akhirnya menemukan harapan baru dalam diri Elvira Maharani. Gadis lugu tersebut perlahan mampu mengobati kepedihan hatinya. Namun, Elvira ternyata menyimpan misteri mendalam dan rahasia besar yang bahkan tidak ia ketahui sendiri. Apakah kehadiran cinta baru ini akan membongkar kebenaran masa lalu yang terpendam, atau justru menjebak mereka dalam teka-teki lain yang jauh lebih membingungkan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Pukul 02.00 dini hari.

Samuel masih memandang foto Nindy di dalam kamarnya dengan otak terus terngiang pada bayangan wajah lugu Vira yang membuatnya bingung oleh kedua perempuan ini.

“Kamu pernah cerita, punya adik perempuan satu-satunya tapi diculik oleh seorang laki-laki dan membawanya pergi entah ke mana. Dan aku pernah berjanji sama kamu akan mencarinya untuk kamu.

“Sorry, aku belum bisa menepati janji itu hingga sekarang. Mungkin, karena ini juga aku tidak bisa melupakan kamu, Nindy. Sudah tujuh tahun kamu pergi ninggalin aku. Tapi, sedetik pun aku masih belum bisa melupakan kamu.”

Samuel menghela napasnya dengan panjang lalu mengambil buku diary milik Nindy yang dia bawa dari kamar perempuan itu. Selama tujuh tahun itu pula, ia tak pernah membukanya sekali pun.

Sebab tak sanggup melihatnya. Sudah pasti banyak bayang-bayang yang akan melintas kala ia dan Nindy masih bersama dulu.

Namun, kali ini ia memberanikan diri untuk membuka diary itu. Ingin melihat apa saja yang ditulis oleh perempuan itu di sana.

‘For my sister. Kakak janji, Sayang. Kakak akan menemukan kamu. Semoga kamu baik-baik saja di sana, ya. Kakak rindu kamu, Sayang. Semoga Tuhan masih bisa mempertemukan kita suatu saat nanti.’

Samuel menundukan kepalanya dengan air mata yang berlinang membasahi pipi kala melihat tulisan tangan yang ditulis oleh Nindy.

‘Samuel. Hidup akan terus tetap berjalan. Bukannya aku tidak ingin meninggalkan kamu, bukannya aku tidak mencintaimu. Aku sudah menemukan di mana adikku sekarang. Tapi, sulit aku ambil karena ini semua ada campur tangan Papa.

‘Aku harus menyelamatkan adikku. Aku tidak ingin dia terus merasakan siksaan seperti ini selama sepuluh tahun ini. Jika aku tidak bisa kembali, aku harap kamu dapat mengikhlaskan aku pergi.’

Samuel terisak lirih membaca pesan terakhir yang ditulis oleh Nindy. Rupanya, perempuan itu memang sudah tahu risiko yang akan dia hadapi nanti.

“Dan adik kamu belum juga kamu temukan. Tapi, kamu harus pergi sebelum bertemu dengannya,” lirih Samuel lalu membalikkan lembar kertas itu.

Ia mengusap air matanya kala melihat wajah bayi mungil yang tengah digendong oleh Nindy.

“My sister, Sherly. Kamu adalah alasan Kakak bertahan hingga saat ini. Andai nanti kamu bertemu dengan Samuel di kemudian hari, aku harap kalian bisa bersama jika Kakak tidak bisa ada di samping Samuel nanti.”

Samuel mengerutkan keningnya kemudian mencari tahu yang lainnya lagi. “Kenapa dia malah biarin gue sama adeknya?” ucapnya lalu mengambil kertas yang diselipkan di sana.

“Kanker hati stadium tiga,” ucapnya dengan mata membola. “Jadi ini, yang selama ini Nindy tutupi dari gue. Bukan hanya karena kematian dia yang misterius, orang tuanya nggak mau nyari pelakunya karena memang ada campur tangan mereka.

“Dan sekarang, gue baru tahu kalau Nindy menyembunyikan penyakitnya selama ini. Dia berani ambil risiko ini karena tahu, bakalan mati juga. Dan dia nggak mau berbagi kesedihan itu sama gue.”

Samuel tersenyum miris. “Tapi, nama adiknya Sherly, bukan Vira. Jauh banget bedanya.” Samuel menghela napas kasar.

Ia kembali menatap wajah bayi mungil itu dengan saksama. Mengerutkan keningnya kala merasakan persamaan antara mata Vira dan bayi mungil itu.

“Saat usianya satu tahun, Sherly diculik oleh orang itu. Bisa jadi namanya diganti. Tapi, gue harus cari tahu dulu apakah bener Vira itu adiknya Nindy atau bukan.

“Seenggaknya gue bisa tepati janji gue untuk nyari adiknya itu. Agar Nindy bisa tenang juga di sana. Selama ini, mungkin gue karena ini, gue nggak bisa lepas dia. Karena gue belum bisa menemukan adiknya Nindy.”

Samuel kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menutup matanya sebab waktu sudah hampir jam tiga pagi.

**

Pukul 05.00 WIB.

Vira bangun dari tidurnya seperti biasanya. Langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri sebelum mencuci baju atau piring.

Setelahnya ia masuk ke dalam dapur. Melihat banyaknya cucian kotor yang menumpuk membuatnya menarik napas dalam-dalam lalu menerbitkan senyumnya.

“Bukankah sudah biasa, melakukan pekerjaan ini setiap hari? Tidak perlu dipusingkan ya, Vira. Kamu sudah terbiasa dengan pekerjaan ini.” Vira menyemangati dirinya sendiri atas pekerjaan yang setiap hari harus ia kerjakan.

“Kak Vira?”

Vira menoleh kala adik bungsunya memanggil dirinya. “Johan. Kok sudah bangun? Joana sudah bangun juga?”

Johan menggeleng pelan. Anak kecil berusia lima belas tahun itu kemudian menghampiri sang kakak yang tengah mencuci piring.

“Kok Kakak kemarin pulang malam banget? Kakak kerja di mana emang sekarang?” tanyanya ingin tahu.

Vira menghela napasnya dengan panjang. “Kakak, Kakak habis makan malam sama bos Kakak yang baru, Han. Makanya pulang agak malam. Kamu nyariin Kakak, yaa? Maaf, yaa. Kakak janji, hari ini nggak akan pulang malam.”

Johan menatap Vira lagi. “Kenapa Kakak nggak kabur aja? Aku kasihan sama Kakak. Uang Kakak hanya dihambur-hambur oleh Ibu, Kak. Uang sekolahku belum dibayar selama dua bulan ini.”

Vira menghentikan acara cuci piringnya kala mendengar ucapan dari Johan tadi. “Du—dua bulan? Dua bulan kamu belum bayar sekolah?” tanyanya terkejut.

Johan mengangguk. “Hari ini aku nggak bisa sekolah karena ditagih terus sama bu guru untuk menyelesaikan pembayaran sekolah. Karena seminggu lagi mau ulangan. Kak. Kita kabur aja, yuk!

“Aku nggak mau tinggal sama Ibu lagi. Aku juga kasihan lihat Kakak kerja banting tulang tapi nggak pernah dihargai. Yang dipikirkan oleh Ibu hanya kepetingannya aja.”

Vira menghela napasnya dengan panjang. “Nanti kita cari jalan solusinya ya, Sayang. Jangan bicara seperti itu. Kakak takut kalau kita kabur dan ketahuan Ibu, kita akan dibawa ke Ayah dan dijual olehnya. Kamu yang sabar ya, Johan.”

“Kakak selesaikan kerjaan Kakak dulu. Ibu di mana? Belum pulang?”

Johan menggeleng pelan. “Nggak ada. Kakak habis gajian kan, kemarin? Nggak akan pulang sebelum uangnya habis.”

Vira menganggukkan kepalanya dan kembali mencuci piring tersebut. “Jangan dulu bangunkan Joana. Dia akan marah-marah kalau dibangunkan. Biarkan dia mau bangun jam berapa juga.”

Sifat yang dimiliki oleh Joana memang sangat mirip dengan Farah. Keduanya sama-sama keras dan egois. Joana yang baru berusia dua puluh dua tahun itu memilih bekerja sebagai wanita panggilan.

Hanya saja, uangnya selalu ia habiskan seorang diri. Juga, Johan tak ingin memakai uang itu untuk membayar sekolahnya. Lebih baik meminta kepada Vira daripada pada kakak keduanya itu.

Selesai mencuci piring, Vira masuk ke dalam kamarnya diikuti oleh Johan.

“Ini. Kamu bayarkan ke sekolah, yaa. Jangan bilang-bilang Ibu, kalau Kakak punya uang. Ini untuk ongkos Kakak naik bus. Sebenarnya diminta naik taksi oleh bos Kakak. Tapi, karena uangnya untuk bayar sekolah kamu, Kakak masih bisa naik bus.”

Vira memberikan uang sebanyak delapan ratus ribu kepada sang adik agar ia tetap bisa sekolah. Vira tak ingin adiknya putus sekolah hanya karena tidak membayar uang sekolahnya.

“Kak. Kakak nggak kerja kayak Joana, kan?” tanya Johan dengan suara pelannya. Ia takut kakaknya melakukan pekerjaan itu juga.

Vira tersenyum mendengarnya. “Nggak. Kakak kerja sebagai sekretaris di JMK group. Doain, semoga Kakak diberi kepercayaan dan bisa menjadi karyawan yang baik nilanya di mata bos Kakak.”

“Amin. Syukur deh, kalau Kakak nggak kerja itu juga. Aku nggak mau Kakak kerja itu. Karena yang halal masih banyak.”

Vira mengusapi lengan adiknya itu dengan lembut. “Jangan takut. Kakak nggak akan pernah mengambil pekerjaan seperti itu. Kakak ingin memberikan yang terbaik buat kamu, Johan. Agar suatu saat nanti kamu bisa kerja di tempat yang layak dan halal.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel About Sila
8.6
Siti Laila, anak ustaz yang keras kepala, tumbuh tanpa kehangatan orang tua. Di balik sikap santunnya di rumah, Sila menyimpan dendam membara di luar. Ketika ia memutuskan bertobat dan lepas dari masa lalu kelamnya bersama Lucas, ancaman fatal justru datang. Lucas bersumpah akan meluluhlantakkan keluarga Sila jika gadis itu nekat pergi. Kini, Sila terhimpit di antara keinginan menebus dosa dan tuntutan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi.
Sampul Novel Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti
8.1
Desainer ambisius Nayara Elvard harus menjalani pernikahan kontrak dengan miliarder dingin yang perfeksionis, Arshen Daveraux. Walau sang suami selalu menjauh dan bersikap kaku, kepribadian Nayara yang ceria justru membuatnya tertantang untuk mendekat. Di tengah benturan ego dan gengsi yang kuat, ia bertekad membongkar ketulusan di balik sikap dingin Arshen. Akankah cinta sejati akhirnya mekar melampaui kesepakatan tertulis yang mengikat mereka?
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.
Sampul Novel Kasih Terlarang
9.0
Anna terus meragukan keseriusan Keymal yang tiada henti mengejarnya, padahal status mereka adalah saudara tiri. Keymal bertekad membuktikan ketulusan cintanya, tetapi sikapnya yang posesif dan memaksa justru membuat batin Anna tersiksa. Terjebak dalam pergolakan moral dan rasa bersalah, mampukah Anna akhirnya menerima perasaan sang kakak? Kisah romansa modern ini menyoroti konflik cinta rumit yang terbentur norma keluarga dalam hubungan yang dianggap tabu.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR
9.3
Sekembalinya dari Arab Saudi, Dhafa Akmarul Dzauri siap memimpin bisnis travel sang ayah. Namun, ambisinya terusik oleh kehadiran Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dulu sering merundungnya sampai menangis. Walau kini Salma telah berhijrah dan mengenakan cadar, luka lama Dhafa belum juga sembuh. Didorong rasa sakit masa lalu, ia berniat melancarkan aksi balas dendam kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya itu. Akankah kebencian mendalam ini perlahan terkikis menjadi cinta?
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
8.8
Di balik mata boneka di atas ranjangnya, ada seorang pria yang diam-diam mengintai. Sang penguntit kerap menyusup ke rumah, berbaring di kasurnya, hingga meninggalkan jejak di pakaiannya. Saat rahasia ini terungkap, pria itu mengira sang wanita gemetar ketakutan di sudut ruangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu justru sengaja memancingnya dan telah lama menanti kehadirannya dalam permainan obsesi yang gelap ini.