APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah tak Terduga: Back to You

Kisah tak Terduga: Back to You

Tujuh tahun berduka atas kepergian Nindy, Samuel akhirnya menemukan harapan baru dalam diri Elvira Maharani. Gadis lugu tersebut perlahan mampu mengobati kepedihan hatinya. Namun, Elvira ternyata menyimpan misteri mendalam dan rahasia besar yang bahkan tidak ia ketahui sendiri. Apakah kehadiran cinta baru ini akan membongkar kebenaran masa lalu yang terpendam, atau justru menjebak mereka dalam teka-teki lain yang jauh lebih membingungkan?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Kenapa hanya segini?” teriak Farah kepada Vira yang baru saja pulang dari tempat kerjanya.

“Ma—maaf, Bu. Tapi, ini gaji terakhir aku karena aku dipecat. Aku difitnah oleh teman kerjaku yang padahal dia sendiri yang sudah melakukan itu,” ucap Vira dengan suara lirihnya dengan kepala menunduk karena takut.

“Apa?! Jadi, sekarang kamu menganggur? Cari kerja lagi, Vira! Kamu pikir hidup tidak butuh uang, huh? Awas, kalau masih menganggur! Aku tidak akan segan-segan kirim kamu ke ayah kamu di sana.”

Vira menggelengkan kepalanya dengan cepat memohon agar jangan dikirim ke ayahnya yang merupakan mucikari, menjual anak di bawah umur dan juga menjual wanita yang ingin mencari kerja dengan cara yang tidak halal tentunya.

“Aku akan mencari pekerjaan lagi, Bu. Aku sudah dapat info kalau di Mega Hospital ada lowongan kerja. Besok pagi aku segera ke sana. Ini sudah sore, sudah tutup pendaftarannya.”

Farah merampas uang itu dengan kasar kemudian masuk ke dalam kamarnya. Vira hanya bisa menghela napasnya lalu mengusap air matanya karena ketakutan.

Perut keroncongan membuat tangis itu semakin lirih. Ia kemudian pergi ke dapur. Melihat ada satu mie instan di dalam lemari langsung ia eksekusi dengan segera.

Esok harinya. Pukul 09.00 WIB.

Vira langsung pergi ke rumah sakit untuk melamar pekerjaan di sana. Mengenakan pakaian seadanya yang ia miliki, juga uang yang hanya cukup untuk ongkos ojek saja.

Vira memberanikan diri untuk datang ke rumah sakit itu berharap lowongannya masih ada.

Sesampainya di sana. Vira melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang interview, menaruh banyak harapan di dalamnya.

“Mohon maaf. Slot lamaran kerja untuk tahun ini sudah penuh.”

Pupus sudah harapan Vira kala mendengarnya. “Bu. Nggak bisa ya, selipkan saya? Satu orang saja kok, Mbak. Saya mohon, saya sangat butuh kerjaan ini, Mbak.”

Vira memohon agar bisa masuk. Sebab ia tak ingin jadi wanita bayaran jika tidak memiliki pekerjaan lagi oleh ibunya itu.

“Tidak bisa. Sudah penuh, Mbak. Memangnya Mbak mau, kerja tapi tidak digaji?”

Vira menghela napas lelah. Ia kemudian keluar dari ruangan itu dengan harapan yang sudah hilang.

“Ke mana aku harus cari pekerjaan lain?” keluhnya lalu menghela napas lelah. Ia menoleh ke samping lalu tersenyum tipis kala melihat anak kecil yang tengah berbincang dengan seorang lelaki di sana.

Ia pun duduk dan memandang anak kecil itu. “Anaknya ganteng banget, Pak.”

Lelaki itu menoleh kemudian menyunggingkan senyum kecil. “Terima kasih. Tapi, ini bukan anak saya, melainkan keponakan saya.”

“Oh, maaf, maaf, Pak. Saya nggak tahu, hehe.” Vira meringis pelan lalu mengusapi belakang lehernya.

“Mbak lagi ngapain di sini?” tanya Samuel ingin tahu.

“Saya sedang melamar pekerjaan tapi ternyata slotnya sudah penuh.”

Samuel manggut-manggut. “Boleh, saya lihat resume kamu? Kebetulan saya lagi butuh karyawan untuk menggantikan sekretaris saya yang akan resign nggak lama ini.”

“Bo—boleh, Pak. Saya lulusan S1 Ekonomi kok, Pak. Dan saya bisa mengerjakan apa pun. Meski itu sulit, akan saya pelajari sampai bisa.”

Dengan semangatnya Vira memberikan CV miliknya kepada Samuel. Lelaki itu kemudian melihat resume tersebut. Tanpa basa-basi, Samuel menerima Vira sebagai karyawan barunya di sana sebagai sekretaris pengganti Tata yang akan mengundurkan diri.

“Sekali lagi terima kasih banyak ya, Pak. Saya akan datang ke kantor Bapak sesuai yang Bapak minta. Kalau begitu saya permisi.”

Samuel mengangguk sambil mengulas senyum pada perempuan itu. “Lucu. Kelihatannya ulet juga.”

Samuel menggaruk alisnya kemudian menoleh pada Elvan yang tengah menatapnya balik. “Kenapa?”

Elvan menggelengkan kepalanya. “Nggak.”

Samuel mengacak rambut keponakannya itu lalu menghela napasnya dengan panjang.

Keesokan harinya. Ia terbangun kemudian melihat jam yang baru saja menunjuk angka enam pagi.

“Buset! Masih pagi banget gue bangunnya. Nggak biasanya juga bangun jam segini.” Samuel menggaruk rambutnya kemudian beranjak dari tempat tidur.

Pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor.

Pukul 06.30 WIB.

Samuel mengatup dagunya di meja makan sembari mengembungkan pipinya. “Ini gue lagi kena azab apa gimana sih. Gue minta jangan datang jam tujuh dan sekarang gue nggak tahu harus ngapain gara-gara bangun kepagian. Sialan emang.”

Samuel mengacak rambutnya kemudian beranjak dari duduknya. Yang pada akhirnya ia pun pergi ke kantor dan tak peduli meski baru jam tujuh sampai di kantor nanti.

Pukul 07.30 WIB.

Tata terkejut bukan main saat melihat Samuel tengah mengaduk kopi di dapur kantor seorang diri sembari menatap kosong ke arah jendela.

“Pak! Bapak lag ingapain di sini?” tanya Tata dengan wajah masih terkejutnya.

Samuel menghela napasnya. “Kopi saya habis di rumah. Kepala saya mumet lihat kerjaan akhirnya datang lebih awal buat ngopi bentar.”

Tata menaikan alisnya sebelah, tak percaya dengan ucapan bosnya itu. “Yakin, karena kopi di rumah Bapak habis? Bukan karena mau datang karyawan baru?” tebaknya kemudian.

“Hah? Ngapain saya nungguin karyawan baru? Biar aja dia datang dan langsung masuk ke ruangan saya. Aneh!”

Tata menyunggingkan bibirnya. “Bapak tuh, yang aneh. Bisa-bisanya datang pagi bener nggak biasanya. Saya nggak yakin, sama ucapan Bapak tadi. Pasti karena karyawan baru itu, kan?” Tata menunjuk wajah Samuel seraya menggoda lelaki itu.

“Ck! Sekretaris nggak jelas! Bisanya ganggu bosnya doang!” sengalnya kemudian melangkah pergi dari dapur itu.

Masuk lagi ke dalam ruangannya sembari membawa kopi yang dia buat tadi.

Sementara di rumah Vira. Perempuan itu bergegas keluar dari kamarnya sembari menguncir rambutnya.

“Vira!” panggil Farah kepada anaknya itu. “Kerja di mana kamu sekarang? Atau hanya pura-pura, agar aku tidak mengirim kamu ke ayah kamu? Iyaa?”

Vira menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Nggak kok, Bu. Aku beneran dapat panggilan dan hari ini interview. Aku akan bekerja di sana dan semoga ditempatkan di jabatan yang gajinya lumayan, Bu. Jangan hubungi Ayah, aku mohon. Aku akan bekerja lebih giat lagi dan tidak akan melakukan kesalahan.”

Farah menatap wajah anaknya itu dengan tatapan sengitnya. “Awas kalau berani berbohong! Aku tidak akan segan-segan membuat kamu kehilangan harga diri kamu!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel About Sila
8.6
Siti Laila, anak ustaz yang keras kepala, tumbuh tanpa kehangatan orang tua. Di balik sikap santunnya di rumah, Sila menyimpan dendam membara di luar. Ketika ia memutuskan bertobat dan lepas dari masa lalu kelamnya bersama Lucas, ancaman fatal justru datang. Lucas bersumpah akan meluluhlantakkan keluarga Sila jika gadis itu nekat pergi. Kini, Sila terhimpit di antara keinginan menebus dosa dan tuntutan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi.
Sampul Novel Antara Gengsi dan Hati Yang Tersakiti
8.1
Desainer ambisius Nayara Elvard harus menjalani pernikahan kontrak dengan miliarder dingin yang perfeksionis, Arshen Daveraux. Walau sang suami selalu menjauh dan bersikap kaku, kepribadian Nayara yang ceria justru membuatnya tertantang untuk mendekat. Di tengah benturan ego dan gengsi yang kuat, ia bertekad membongkar ketulusan di balik sikap dingin Arshen. Akankah cinta sejati akhirnya mekar melampaui kesepakatan tertulis yang mengikat mereka?
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.
Sampul Novel Kasih Terlarang
9.0
Anna terus meragukan keseriusan Keymal yang tiada henti mengejarnya, padahal status mereka adalah saudara tiri. Keymal bertekad membuktikan ketulusan cintanya, tetapi sikapnya yang posesif dan memaksa justru membuat batin Anna tersiksa. Terjebak dalam pergolakan moral dan rasa bersalah, mampukah Anna akhirnya menerima perasaan sang kakak? Kisah romansa modern ini menyoroti konflik cinta rumit yang terbentur norma keluarga dalam hubungan yang dianggap tabu.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR
9.3
Sekembalinya dari Arab Saudi, Dhafa Akmarul Dzauri siap memimpin bisnis travel sang ayah. Namun, ambisinya terusik oleh kehadiran Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dulu sering merundungnya sampai menangis. Walau kini Salma telah berhijrah dan mengenakan cadar, luka lama Dhafa belum juga sembuh. Didorong rasa sakit masa lalu, ia berniat melancarkan aksi balas dendam kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya itu. Akankah kebencian mendalam ini perlahan terkikis menjadi cinta?
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
8.8
Di balik mata boneka di atas ranjangnya, ada seorang pria yang diam-diam mengintai. Sang penguntit kerap menyusup ke rumah, berbaring di kasurnya, hingga meninggalkan jejak di pakaiannya. Saat rahasia ini terungkap, pria itu mengira sang wanita gemetar ketakutan di sudut ruangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu justru sengaja memancingnya dan telah lama menanti kehadirannya dalam permainan obsesi yang gelap ini.