APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria

Kisah Panas Terapis Laktasi Pria

Dalam novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria, sebuah sesi terapi medis berubah menjadi momen yang sangat intim. Di atas ranjang luas, seorang pasien wanita harus menanggalkan pakaian atasnya demi menjalani prosedur laktasi. Di bawah instruksi dan sentuhan langsung dari sang terapis pria asing, ketegangan sensoris pun memuncak. Sentuhan fisik yang intens tersebut akhirnya membuat tubuh sang wanita gemetar hingga mengeluarkan cairan laktasi, menguji batas profesionalisme mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Nyonya, baju harus dilepas, benar, pakaian dalam juga.”

“Silakan duduk dan angkat dadamu sedikit lebih tinggi.”

Di atas tempat tidur yang luas, seorang wanita gemuk setengah bersandar di tempat tidur dengan tubuh bagian atasnya telanjang dan menawarkan dadanya yang menjulang tinggi kepada pria asing di samping tempat tidur, di bawah belaian pria itu dia bergemetar dan mengeluarkan cairan.

Namaku Tina Welysn, aku telah menikah selama setahun dan memiliki seorang putra, aku sedang dalam masa menyusui, tetapi aku mengalami kemacetan ASI.

Dadaku bengkak setiap hari dan terasa tidak nyaman sepanjang hari dan malam, bagaimanapun suamiku menyentuhku, itu tidak ada gunanya.

Sahabatku mengatakan bahwa teknik suamiku salah dan aku perlu mencari konsultan laktasi profesional.

Oleh karena itu, ketika suamiku baru saja pergi dinas, konsultan laktasi yang sahabatku carikan untukku datang ke rumah.

“Halo nyonya, namaku Wilsen Tendianto, berusia 22 tahun dan aku telah menjadi konsultan laktasi selama tiga tahun.”

Yang berdiri di hadapanku adalah seorang pria berkulit gelap dengan senyum yang tenang dan ceria.

Aku tercengang dan segera mengirim pesan kepada sahabatku untuk menanyakan mengapa yang datang adalah pria, sahabatku mengatakan dia adalah satu-satunya konsultan laktasi dengan tingkat ulasan positif 100%.

Wilsen juga menyadari keraguanku dan segera berkata, “Jangan khawatir nyonya, aku telah menerima pelatihan formal dan menjamin untuk menggunakan teknik yang paling profesional dan nyaman untuk mengatasi masalah ASI-mu.”

Aku tanpa sadar melihat ke arah tangannya yang memiliki sendi yang jelas, urat yang menonjol dan tampak sangat maskulin.

Entah mengapa, di benakku terpikir gimana dia memegangku dengan tangannya...

‘Astaga! Bagaimana bisa aku memikirkan ini!’

Aku takut pria muda di seberangku ini akan menyadari aku memiliki pikiran yang tidak tahu malu seperti ini, jadi aku bertanya, “Berapa lama perawatannya?”

Tidak baik jika terlalu lama. Kalau dilihat orang karena sering biarkan seorang pria datang ke rumahku, mereka akan mengira aku sudah tidak tahan setelah melahirkan.

“Jika cepat, tiga hari sudah cukup.”

Aku menghitung dalam hati, kebetulan suamiku sedang dinas selama tiga hari.

Akan lebih baik jika aku bisa membiarkan konsultan laktasi pria mengobatiku tanpa sepengetahuan suamiku.

Tidak lama kemudian, aku berbaring di tempat tidur seperti yang diminta.

Wilsen meletakkan tangannya di dadaku dan mengusapnya perlahan.

Tiba-tiba aku merasa mati rasa dan hampir tidak bisa mengatur napas dan mengeluarkan suara.

Aku tidak menyangka teknik konsultan laktasi begitu baik, jauh lebih nyaman daripada suamiku.

Tetapi dia segera berhenti.

Proses yang nyaman itu berakhir tiba-tiba, jadi aku bertanya dengan datar, “Ada apa?”

“Nyonya, kamu mengenakan pakaian dalam, efek pijatannya tidak begitu bagus.”

Harus melepas pakaian dalam?

Aku sedikit malu dan ingin menolak, tetapi Wilsen berkata jika aku tidak melepaskan pakaian dalamku, waktu perawatan akan diperpanjang.

Aku tidak punya pilihan selain setuju.

Aku meminta Wilsen untuk membalikkan badan dan aku melepaskan pakaian dalam serta menyingkirkannya dengan malu-malu, lalu berbaring lagi sebelum berbicara, “Sudah.”

Wilsen berbalik dan matanya tertuju pada pakaian dalam renda hitam tipis milikku, jelas terlihat dia tidak menyangka seorang wanita muda yang baru saja melahirkan akan mengenakan pakaian dalam yang begitu genit.

Wilsen menyadari tatapanku dan tersenyum. “Nyonya, kamu memiliki bentuk tubuh yang bagus, besarnya sama saat mengenakan ataupun melepaskan pakaian dalam.”

Aku sedikit bangga dipuji dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menegakkan dadaku, tetapi aku berkata dengan rendah hati, “Dadaku bertambah besar setelah pembengkakan, aku jadi harus beli pakaian dalam baru, benar-benar menyebalkan.”

Di balik pakaian sutra tipis, garis dadaku terlihat sepenuhnya.

“Nyonya, bentuk tubuhmu adalah impian banyak wanita,” kata Wilsen sambil menutupiku dengan kedua tangannya ketika aku merasa rileks, lalu memijat dan meremas dari atas ke bawah.

Saat dia menyentuh bagian tertentu, aku mengerang dan dadaku basah.

Aku tersipu dan menatap Wilsen dengan canggung, ada jejak lingkaran pada kain yang terangkat di dadaku dan kedua tangan pria itu mencubit daging lembut di bawahnya.

Adegan ini tampak terlalu erotis.

Ini pertama kalinya aku diperlakukan seperti ini oleh pria selain suamiku.

“Ini adegan yang normal, jika ASI keluar, itu berarti sebagian dari area yang tersumbat telah dibersihkan.”

Wilsen menjelaskan dengan wajar, yang secara bertahap menenangkan rasa malu-ku.

Tekniknya benar-benar begitu hebat, setiap kali dia memijatku, mulutku terus bersuara, erangan demi erangan terus terdengar, pipiku semakin panas, kepalaku pusing dan sepertinya ada kilatan cahaya putih di depan mataku. Aku merasa ada sesuatu yang mau keluar.

“Ah...”

Aku menjerit pelan karena nyaman, mataku menatap kosong ke langit-langit.

Ketika aku kembali bisa berpikir, aku menyadari pakaian di depan dadaku sudah basah semua dan dadaku mendorong kain ke atas. Udara dipenuhi dengan bau susu.

Saat ini Wilsen menyeka tangannya di samping.

Aku merasa malu dan memujinya dengan datar, “Kamu layak jadi konsultan laktasi berprestasi, kamu membersihkan ASI-ku yang tersumbat.” Bahkan... membuat ASI-ku mengalir keluar.

Namun, Wilsen berkata, “Perawatan hari ini belum selesai, masih ada satu set teknik terakhir yang tersisa. Jika kamu setuju, aku akan mengoleskan obat-obatan perawatan tambahan kepadamu dan memberimu pijatan yang mendalam.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda bernama Auristela Indira menghadapi tantangan besar saat merawat Vincent Oliver. CEO penyiaran ini menderita Anterograde Amnesia akibat kecelakaan tragis. Demi tugasnya, Stela menyamar sebagai sekretaris sekaligus pengawal pribadi. Situasi rumit saat ia diminta menikahi Vincent, pria yang ingatannya hanya bertahan satu hari. Di sisi lain, misteri kecelakaan Vincent dan hilangnya sang calon tunangan sebelum pernikahan masih menjadi teka-teki besar.
Sampul Novel Affair With My Ex
9.1
Pernikahan Bella Nayaka hancur seketika saat Alura Gayatri datang mengaku hamil anak Ellard William. Ellard justru memilih menikahi selingkuhannya itu ketimbang membela Bella, kekasihnya selama dua tahun. Meski dikhianati dengan kejam, Bella yang masih memendam rasa cinta nekat mendatangi hari pernikahan sang mantan. Apakah keputusan Bella ini akan sia-sia, atau ada niat terselubung yang ia siapkan saat berhadapan lagi dengan Ellard?
Sampul Novel Alexa
9.2
Alexandra Delacroix Adams, gadis tomboy dari keluarga terpandang, harus menjalani hukuman setahun di Desa Pelem sebagai Jamilah. Ia terpaksa memakai kebaya dan berusaha mendobrak patriarki di sana. Langkahnya ditentang oleh Jenggala Buana Sagara, petani modern yang menganggap remeh perempuan kota. Meski dituduh memicu kekacauan, Alexa tidak menyerah untuk memandirikan ekonomi para wanita desa.
Sampul Novel Deviant Love
9.5
Kehidupan Windy hancur total pasca-kematian Jimmy. Tak lama setelah itu, rangkaian pembunuhan sadis mulai meneror orang-orang terdekat di sekitarnya. Tragisnya, pola kejahatan ini malah membuat Windy dituduh sebagai dalang di balik semua kekejian tersebut. Di tengah desakan tudingan publik, ia juga harus bertahan dari ancaman mematikan sosok misterius yang mengincar nyawanya. Windy kini terjebak dalam teka-teki mencekam: apakah sang pembantai dan peneror itu adalah orang yang sama?
Sampul Novel Di Sudut Memori
8.6
Kepergian Dwiyan meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Citra. Di saat ia harus berjuang keras melawan penyakit fisik yang menggerogoti tubuhnya, hadirlah Panggih. Sosok Panggih membawa harapan baru dan perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Citra. Kini, ia berada di persimpangan jalan yang sulit: memilih bangkit menyongsong masa depan bahagia bersama Panggih, atau tetap selamanya terperangkap dalam bayang-bayang kenangan pahit masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat
9.1
Novel modern Pelanggan Tetap Panti Pijat mengisahkan seorang wanita dengan kegemaran rahasia mengamati keintiman pasangan lain. Sayangnya, sang kekasih adalah pria polos yang kurang bergairah dan gagal memenuhi kebutuhan biologisnya. Tak sanggup menahan diri, ia membawa pacarnya ke sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja dibuka. Di tempat tersebut, ia akhirnya bisa memuaskan hasratnya dengan menyaksikan segala hal secara langsung.